
Josh duduk di sebuah meja,seorang pelayan datang menghampirinya,dan menawarkan menu yang tersedia di hotel.setelah memilih menu yang menurutnya lezat,Josh menunggu dengan santai,sambil bermain ponsel.setelah menunggu beberapa menit,seorang pelayan mengantar pesanan,dan menatanya di atas meja.
Sekilas hidangan itu terlihat lezat,jika dilihat dari tampilannya.dengan gaya elegan serta gaya Josh, yang memang memiliki pembawaan tenang,dan terlihat begitu mempesona.Josh memotong Steak dan mengunyahnya,menilai rasa dari daging tersebut.sambil meletakkan alat makannya,Josh memanggil seorang pelayan.
“Ada yang bisa saya bantu Tuan?”
“Aku ingin bertemu dengan Chef kalian,jadi tolong sampaikan kepadanya!”
“Baik Tuan!”
Dengan patuh sang pelayan meninggalkan Josh,dan menemui sang Chef yang sedang menyajikan makanan lain.melihat seorang pelayan datang dan berdiri disampingnya,membuat sang Chef mengerutkan dahi heran.
“Ada apa?”
“Maaf Chef,ada Tamu Hotel yang ingin bertemu dengan anda!”
“Bertemu denganku?”
Sang pelayan langsung menganggukkan kepalanya.
Siapa yang ingin bertemu denganku,selama ini tidak ada satupun tamu, yang ingin bertemu denganku.tunggu ,,apakah dia menyukai hidangan ku?
Sang Chef tersenyum sendiri,membuat sang pelayan kebingungan dengan sikapnya.setelah merapikan penampilannya,sang pelayan membawa Chef bertemu dengan tamu yang dimaksudkan.setelah sampai di meja Josh,Chef menundukkan sedikit kepala dan tersenyum ramah ke arah Josh.
“Ada yang bisa saya bantu Tuan?”
Josh hanya diam dan menatap Chef hotel dengan dingin,membuat pelayan dan Chef saling melempar pandangan karena bingung.
“Apa anda Chef, yang bertanggung jawab mengenai hidangan di hotel ini?”
“Iya benar sekali Tuan,apa ada masalah?”
Johs hanya mengangguk-anggukkan kepalanya,membuat sang Chef tersenyum.dia mengira sang Tamu akan berterimakasih,dengan hidangan yang ia hidangkan,Josh menatap sang Chef lekat.
“Apa kau menggunakan bahan yang segar,dan daging yang berkualitas?”
“Maksud anda?”
“Aku rasa steak yang anda hidangkan,hanya menggunakan daging biasa!”
Deg,sang Chef terkejut dengan ucapan Josh.dia tidak menyangka akan ada seorang pelanggan, yang mengetahui cita rasa dari daging dan makanan itu sendiri.untuk menghilangkan kecemasannya,sang Chef membantah apa yang Josh katakan.
“Kalau begitu aku ingin melihat dapur,dan ruang penyimpanan makanan di hotel ini!”
“Maaf Tuan,tamu hotel dilarang mengunjungi dapur!”
“Kenapa,apa ada yang kalian sembunyikan?”
Perdebatan di antara keduanya, menarik perhatian beberapa pengunjung.hingga Manda yang melihat kejadian tersebut menghampiri mereka.
“Maaf Tuan,apakah ada masalah?”
“Anda siapa Nona?”
“Saya Manda,Manajer di hotel ini Tuan!”
__ADS_1
Josh menganggukkan kepalanya,Josh menyerahkan kartu namanya yang diterima oleh Manda.sekilas Manda melirik Josh dan sang Chef,yang terlihat semakin gugup, setelah membaca sekilas kartu nama yang bertuliskan nama Alberto. Dia adalah Seorang ahli nutrisi terkenal,yang bekerja sama dengan beberapa hotel.
“Apakah ada masalah dengan hidangan, yang di buatkan oleh Chef kami Tuan?”
“Daging yang kalian hidangkan, bukan daging yang berkualitas,aku ingin memastikan dapur kalian!”
Sang Chef melirik Manda,dan menggelengkan kepala tanda tidak menyetujui permintaan Josh.Manda kemudian menghubungi sang GM,dan mengatakan apa yang terjadi.
“Anda bisa menunggu GM kami Tuan?”
“Dengan senang hati!”
Setelah menunggu beberapa menit,sang GM terlihat berlari dan menghampiri meja Josh.melihat kedatangan GM,mereka semua menoleh ke arah GM yang sedang mengatur nafasnya.
“Anda GM di hotel ini?”
“Iya Tuan,saya Burhan selaku GM di Felice hotel!”
“Tunjukan dapur kalian?”
Tanpa menunggu jawaban GM.Josh berdiri dan meninggalkan meja makannya,membuat GM memandang marah ke arah Chef,yang hanya bisa menundukkan kepala.Josh masuk ke dalam dapur,sehingga membuat beberapa pelayan chef menghentikan kegiatannya.Josh memberi kode kepada mereka untuk melanjutkan kegiatan mereka,dengan teliti Josh menilai setiap bahan makanan yang disediakan.hingga pandangan Josh beralih pada daging yang siap diolah,dengan teliti Josh mengamati daging tersebut,kemudian ia tersenyum penuh arti.Josh mengeluarkan ponselnya,dan menghubungi seseorang.
“Datanglah ke Felice Hotel!”
“Kau akan tau setelah datang!”
Sang GM dan Chef yang mendengar ucapan Josh,langsung panik.
“Tuan,kami selalu menyiapkan bahan makanan segar dan organik, begitu juga dengan dagingnya dan bahan lainnya!”
Josh duduk di dapur sambil memperhatikan orang-orang, yang terlihat kebingungan. Sang GM menyeret Chef dan Manda,keluar dari dapur yang kini di jaga oleh Josh.di luar dapur,sang GM marah besar ke arah Chef.ia menilai sang Chef tidak becus dalam bekerja,adu mulut di antara keduanya tidak terelakkan lagi.perdebatan mereka terhenti, ketika beberapa orang yang mereka yakini adalah orang suruhan Josh telah datang.
Beberapa sampel sayuran, daging dan bahan lainnya diperiksa dengan teliti,setelah menunggu hampir satu jam,pemeriksaan telah selesai.Josh dan beberapa orangnya telah keluar dari dapur,dengan cepat sang GM menghampirinya.
“Bagaimana Tuan,tidak ada masalah bukan?”
“Aku ingin bertemu dengan pemilik hotel ini!”
“Tapi Tuan..!!”
“Jika kau tidak ingin hotel ini di tutup,pertemukan kami!”
Josh meninggalkan GM hotel begitu saja,membuatnya frustasi dan Marah.dengan kesal dia meminta Chef dan Manda ikut ke ruangannya.
“Kita harus menyelesaikan masalah ini,jangan sampai Tuan Stave tau!”
“Apa yang harus kita lakukan Tuan,saya tidak mau dipenjara!”
“Kau pikir aku juga mau,masuk penjara!.ini semua karena kecerobohan mu,kenapa kau tidak membeli daging dan bahan yang lebih bagus sedikit!”
“Apakah anda membeli bahan makanan di bawah standar kesehatan Tuan?”
Sang GM terkejut,mendengar pertanyaan Manda.dia lupa akan keberadaan Manda,yang tidak tau akal busuk antara dirinya dan Chef.dengan sedikit canggung,sang GM menjawab asal pertanyaan Manda.setelah kepergian Manda dari ruangan GM,kini tinggal GM dan sang Chef yang sedang menyusun rencana,agar kedok yang selama ini mereka tutupi tidak terbongkar.
Sementara itu didalam kamar,Lily tersenyum puas akan kinerja Josh. Kini tinggal menunggu waktu yang tepat,untuk membongkar semua kejahatan sang GM beserta antek-anteknya.malam semakin larut,Lily merebahkan tubuhnya.setelah puas berbincang dengan sang putra dan sang Mama,Lily memejamkan matanya,dan mengarungi samudera mimpi.
__ADS_1
Felice hotel terlihat biasa saja,tapi berbeda dengan sang GM dan sekretarisnya yang manja.dia terkejut ketika mendengar kabar dari Manda,bahwa anak dari pemilik hotel akan datang.membuatnya panas dingin,dia memutuskan menemui Josh terlebih dulu,sebelum kedatangan anak dari pemilik hotel.
Disebuah kafe yang tidak jauh dari Felice hotel,Tuan Burhan,menunggu Josh dengan gelisah.jabatan dan pekerjaannya di pertaruhkan kali ini,karena kelalaian sang Chef yang menurutnya tidak becus itu.setelah melihat kedatangan Josh,dengan segera Tuan Burhan tersenyum sumringah,dan menyambut Josh.setelah memesan dua cangkir kopi Mokkachino,mereka membuka obrolan dengan sedikit berbasa-basi.
“Begini Tuan Alberto,maksud dan Tujuan saya ingin bertemu anda, adalah untuk meminta bantuan anda!”
“Maksud anda?”
“Mari kita berkerjasama Tuan,dan saling menguntungkan!”
Tuan Burhan mengeluarkan amplop yang di yakini Josh berisi segepok uang,Josh menatap Tuan Burhan yang sedikit canggung tersebut.
“Kenapa anda mencoba menyuap saya,apakah anda bermain curang,seperti dugaanku?”
Pertanyaan Josh yang cukup tajam,membuat Tuan Burhan tidak mampu menjawab dan hanya berdehem beberapa kali.setelah dipancing dengan beberapa pertanyaan,Tuan Burhan mengakui semua perbuatannya,dihadapan Josh,serta beberapa orang yang ikut terlibat didalamnya.
“Kenapa anda cukup berani, mengatakan semua kebenaran kepada saya?tidakkah anda takut!”
“Saya percaya kepada anda Tuan Alberto,kita sama-sama mencari keuntungan dalam hal ini.saya masih tetap dengan jabatan saya,dan anda menikmati uang yang saya berikan!”
“Uang dari hasil merampas!”
Ucapan Josh membuat Tuan Burhan,tersenyum culas serta sedikit mengejek Josh.
“Tidak ada manusia yang baik dan jujur,di dunia ini Tuan Alberto!”
“Tidak semua Tuan Burhan!”
Josh mengambil uang yang ada di atas meja,dan memasukkannya ke dalam tasnya,membuat senyum puas terukir dibibir Tuan Burhan.tanpa mereka sadari, seseorang telah merekam semua percakapan dan kegiatan mereka.dengan senyum penuh percaya diri,Tuan Burhan kembali ke Felice Hotel dan menunggu kedatangan tamu kehormatan.
Lily kini sedang duduk santai sambil menikmati sarapannya,tidak lama lagi ia akan menghadapi orang-orang yang telah membuat perusahaan Papanya merugi.jadi ia memutuskan mengisi tenaga dengan sarapan,setelah selesai dengan sarapannya Lily bergegas bangun.ketika melewati Lisa,wanita yang selalu berpakaian mini dan **** itu.tidak sengaja Lisa menabrak bahu Lily,membuat Lily terhuyung beberapa langkah.bukannya minta maaf Lisa malah menyalahkan Lily,dan memaki Lily sesuka hatinya.
"Anda sudah selesai memaki, dan menghujat ku Nona?”
“Kenapa kau mau marah padaku?”
“Seharusnya aku yang marah,bahkan mungkin memaki anda,karena anda yang menabrak ku duluan!”
“Cihh,siapa dirimu Hah!”
Manda yang melihat kejadian itu,langsung saja menghampiri mereka.
“Lisa apa yang kau lakukan!”
“Memberi wanita ini pelajaran tata krama yang benar!”
“Bukannya yang perlu belajar tatak rama itu anda Nona!”
“Kau..!!”
“Lisa hentikan!”
Manda menarik tangan Lisa,dan menjauh dari Lily.membuat Lisa menghempaskan tangannya dan menatap tak suka, pada apa yang Manda lakukan.Manda mencoba memberi pengertian ,namun hanay di anggap angin lalu oleh Lisa,yang meninggalkannya begitu saja.
Dasar wanita ular,lihat saja nanti setelah kekasihmu dan dirimu ditendang dari sini.apakah kau masih berlagak sombong seperti itu.
__ADS_1