Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
151. Berangkat ke Negara Y


__ADS_3

Puas menikmati Liburan serta waktu bersama anak,serta kedua orang Tuanya,Bara bersama istri dan anaknya kembali ke negara B.Han telah berangkat terlebih dulu,setelah menemani Queen dan Bian.Queen menatap kearah kakaknya dengan wajah murung,Bian tau jika sang adik kesal padanya.semalam Queen terus berusaha membujuk sang kakak agar mau ikut dengannya,namun Bian tetap pada pendiriannya.Bian belum mau ikut kembali ke Negara B,Bian ingin menyelesaikan pendidikannya,samapi ke perguruan tinggi di negara Y.meski Bian sudah membujuk,dan berjanji akan menemui Queen tiap tahunnya,tetap saja sang adik masih marah kepadanya.


“Sayang jangan seperti itu kepada kakakmu,kita bisa berkunjung,dan kakakmu bisa mengunjungimu dihari liburnya.jangn marah ya!”


“Pokoknya kak Bian harus mengunjungi ku setiap tahunnya!”


“Akan kak Bian usahakan Queen,kakak disini belajar biar jadi anak yang membanggakan untuk Mom dan Daddy.Queen juga harus menjadi anak yang baik dan penurut,jangan membuat Mommy susah!”


Queen menganggukkan kepala,dan memeluk Bian dengan sayang.setiap satu tahun sekali keduanya hanya bisa bertemu selama beberapa hari,membuat rasa rindu yang mereka rasakan seperti belum terbayar.setelah saling berpelukan dan berpamitan,Bara membawa istri dan anaknya menaiki pesawat pribadi milik keluarga Stave.


Bian terus melambaikan tangannya,ketika pesawat yang membawa kedua orang tuanya serta adiknya lepas landas.Bian diam menatap pesawat yang mulai menjauh dari pandangannya,sang kakek dan Nenek mengusap bahu Bian pelan.Bian melirik keduanya dan melempar senyum hangatnya.


Bian akan merindukan kalian,Bian akan belajar dengan baik agar bisa membuat kalian bangga.jadilah gadis baik dan penurut Queen,kau gadis yang paling aku sayangi,,


“Ayo kita pulang!”


Bian menganggukkan kepala,mendengar ajakan sang Kakek.ketiganya kembali kekediaman Stave,dengan di antar oleh sopir keluarga.tidak ada pembicaraan di antara ketiganya ,Bian hanya diam dan menatap jalan yang mereka lewati.sang Kakek dan Nenek Stave sesekali meliriknya,mereka tau di dalam hati cucunya,sebenarnya tidak rela berpisah dari kedua orang tua serta saudarinya.namun karena keinginannya yang cukup kuat,untuk menempuh pendidikan,Bian harus menguatkan hati dan perasaannya.


****


Tanpa terasa 5bulan telah berlalu,Queen dan Bian mengikuti sekolah seperti biasa.hari-hari mereka lalui seperti biasa ,dengan saling mengirim kabar dan melakukan panggilan video call bila ada kesempatan.kedua paman mereka juga mulai sibuk dengan bisnis mereka,tak ketinggalan sang Daddy yang juga merupakan partner kerja keduanya.Queen juga selalu menunggu kabar baik dari sang tante Karin,namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda kabar baik itu,di telinganya.


Queen masih menjadi anak yang ceria,cerewet dan bicara apa adanya.dia menjadi anak yang mulai bisa mengendalikan emosinya yang kadang meledak-ledak.Lily sebagai seorang ibu terus menemani dan mengawasinya,di sela-sela jam kosongnya.Lily juga masih melanjutkan kegiatannya,dengan mendesain serta menciptakan karya-karya baru bagi para pelanggan setianya.


Selesai makan malam,Queen yang sellau bermanja pada sang Kakek dan mengobrol,serta menceritakan keseruannya di sekolah.posel Bara tiba-tiba berdering,Bara mengerutkan sebelah alisnya melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.perasaannya mulai tidak enak,dengan sopan Bara meninggalkan anggota keluarganya menuju ruang kerja,hanya untuk menerima panggilan yang ternyata dari salah satu pekerja yang dia pekerjakan di perkebunan anggur milik Nenek Billy.


“Hello,ada apa?”


“Apa!”


Billy meletakkan Ponselnya di meja,kakinya mendadak lemas.bagaiamana cara dirinya memberitahu sang istri dan Billy jika Nenek  sedang sakit keras.Bara terdiam dan memikirkan apa yang seharusnya dirinya lakukan,melihat sang suami yang tidak keluar dari ruang kerja membuat Lily tiba-tiba merasa penasaran.tidak seperti biasanya dirinya seperti ini,namun entah dorongan darimana Lily beranjak dan mencari keberadaan Bara.

__ADS_1


Lily membuka pintu dengan sangat berhati-hati agar sang suami tidak terkejut,mengetahui kedatangan seseorang,Bara menolehkan kepalanaya.melihat sang istri yang tersenyum  padanya,Lily tertegun melihat raut wajah Bara yang tampak berbeda,senyum yang tadinya menghiasai wajah Lily luntur karena kekhawatiran yang mulai melanda hatinya.Lily melangkah dan mendekati Bara,menatap mata yang mengisyaratkan kesedihan itu.


“Apa terjadi sesuatu?”


Bara masih diam dan tidak menjawab,bahkan dia memalingkan wajahnya,karena tak sanggup melihat wajah sang istri.dengan lembut Lily menangkup kedua pipi Bara,agar mau menatap matanya.


“Katakan ada apa,jangan menyembunyikan sesuatu dariku sayang!”


“Sepertinya kita harus berangkat ke Negara Y mala mini!”


Lily mengerutkan dahi mendengar ucapan Bara,hatinya mulai kacau,apakah ada  sesuatu yang terjadi kepada kedua orang tuanya,putranya atau saudaranya.wajah Lily mulai pucat,mengetahui sang istri yang mulai panik,Bara mengusap bahu Lily dengan lembut.


“Kedua orang tuamu,putra kita,bahkan Diego dan istrinya baik-baik saja sayang.ini mengenai Nenek Billy!”


Deg,jantung Lily berdegup,perasaannya mulai tak tenang.segala macam prasangka yang melintas di kepala serta pikirannya,segera Lily hilangakan.Dia meyakini dirinya bahwa semuanya baik-baik saja.


“Nenek Billy sakit keras,dan sepertinya kita  harus pergi ke Negara Y,untuk mendampingi Billy!”


“Ayah sepertinya kami harus berangkat ke Negara Y,anak yang pernah Bara ceritakan,sedang membutuhkan kami.Neneknya sedang di rawat di rumah sakit,kami harus ke sana!”


“Queen ikut Dad!”


“Tapi Queen harus sekolah sayang!”


“Tapi Bocah manis itu membutuhkan teman Mom,jadi ijinkan Queen ikut menemani kalian!”


Tuan Danu menatap Lily dan Bara,seraya menganggukkan kepalanya,agar mengijinkan Queen ikut bersama mereka.


“Apa yang Queen katakan benar,anak itu membutuhkan teman sebayanya,kehadiran Queen akan sedikit menghiburnya!”


“Baiklah,ayo kita bersiap-siap sayang.sepertinya kita akan berangkat pagi-pagi sekali,jadi siapkan apa yang menjadi kebutuhanmu!”

__ADS_1


Queen mengangguk dengan tegas,dan melompat turun dari pangkuan sang kakek.sang Nenek yang baru datang dari dapur,melihat tingkah Queen yang tergesa-gesa sang Nenek menatap heran,dan beralih menatap Lily.


“Kami akan ke negara Y Ma,Billy membutuhkan kami.sekarang sang Nenek sedang menerima perawatan di rumah sakit!”


Nyonya santika ikut sedih mendengar penuturan Lily,dirinya juga sudah mendengar cerita tentang Billy dari menantu dan putranya.


“Kalau begitu bersiap-siaplah,jangan membuang-buang waktu kalian!”


“Baik Ma!”


Lily melangkah menuju kamarnya,menyiapkan keperluan yang akan dirinya butuhkan disana.semntara Bara masih duduk,dan menyandarkan punggungnya di sofa.Tuan Danu menepuk pundak Bara,membuat sang putra membuka mata dan menoleh ke arahnya.


“Ayah percaya padamu,kau orang yang tidak pernah salah menilai seseorang.jika sesuatu terjadi pada Nenek anak itu,Papa harap kau bijak Bara.apapun keputusanmu Papa akan selalu mendukungmu!”


“Terimakasih Pa,kalian orang Tua yang luar biasa!”


Bara memeluk sang Ayah,yang sellau menjadi penasehat baik untuknya.begitu juga sang Mama,yang yang selalu memberikan yang terbaik untuknya serta keluarganya.pagi-pagi sekali di temani sopir keluarga,Bara bersama istri dan anaknya di anatar ke bandara.sedangkan kedua orang Tuanya tidak ikut mengantar keberangkatan mereka,Queen terlihat tenang dan sesekali tersenyum kepada sang Momy.Lily memeluk pundak Queen,sambil mengusap punggung mungil itu dengan pelan.pikiran ketiganya terus tertuju pada Billy,bahkan ketiganya tidak memberitahu keberangkatannya kepada sang putra Bian.


Setelah melakukan penerbangan yang panjang,pesawat yang membawa mereka mendarat dengan selamat.meski sangat  mengantuk Queen tersenyum sambil menghirup udara Negara Y,yang dia tinggalkan 5 bulan lamanya.mobil yang menjemput mereka sudah menunggu sejak satu jam yang lalu,tanpa membuang waktu keduanya langsung menuju kediaman stave untuk beristirahat,mengingat perjalanan mereka yang melelahkan,mereka tiba di Negara Y hampir tenga malam.


Bian tersentak kaget melihat keberadaan sang adik yang terlihat cantik pagi ini,dengan dress pinknya.seperti tidak percaya dengan apa yang dilihatnya,Bian mengucek beberapa kali kedua matanya.


Kenapa mimpinya  terlihat sangat nyata,apakah karena aku baru bangun jadi bayangannya terlihat sangat nyata,,


“Ini aku adikmu, yang paling cantik Kak Bian!”


Mendengar suara cempreng Queen,dengan wajah kesalnya membuat Bian terkejut,dan hampir terjatuh dari tempat tidurnya.Queen langsung memeluk Bian dengan sangat kuat,membuat Bian terbatuk-batuk dibuatnya.


“Queen,kakak tidak bisa bernafas!”


“Queen rindu Kak Bian!”

__ADS_1


__ADS_2