
Di terima dengan baik oleh semua anggota keluarga,tentu membuat Billy bahagai.setelah mengantar keberangkatan Bara serta keluarganya,kembali ke negara B,dirinya serta anggota keluarga yang lain kembali ke mension keluarga Stave.telah diputuskan bahwa keduanya akan sekolah di tempat yang sama,segala persiapan telah dilakukan.
Hari ini Billy dan Bian di antar ke sekolah sedikit terlambat,karena harus mengantar kedua orang tua serta adiknya terlebih dulu.tubuh kurusnya telah di balut oleh seragam sekolah,yang dibuatkan khusus untuknya.wajahnya yang tampan semakin bersinar,setelah menginjakan kakinya di sekolah Bian,Billy berdiri kaku.bangunan megah yang diyakininya begitu luas ketika melangkahkan kakinya kedalam gedung,penjaga sekolah serta para petugas bekerja melakukan tugasnya masing-masing.
Sekolah Bian lebih mewah dari sekolahnya sebelumnya,ada sedikit rasa tak percaya diri di dalam hatinya,bisa menginjakan kaki di sekolah ternama di Negara itu.Diego yang sejak tadi memperhatikan Billy,masih diam dan mengamati.begitu juga dengan Bian,yang masih dengan sabar menunggu Billy tenang.
“Apa kau tak percaya diri,apa perlu kita kembali?”
Diego berucap tanpa menoleh Billy dan Bian,membuat kedua bocah itu mengangkat kepala dan menatap pria tinggi itu.Bian menatap Billy yang kini menundukkan kepalanya,Bian masih mengamati ekspresi Billy yang penuh dengan keraguan.Diego melirik jam tangganya ,dan sesekali melirik Billy yang terlihat menunduk tanpa berani mengangkat kepalanya.
“Jika kau tidak yakin akan dirimu,sebaiknya kita kembali.Bian kau masuk kedalam!”
Suara tegas khas Diego tak bisa Bian bantah,Bian dengan patuh melangkahkan kakinya.baru dua langkah Bian melangkahkan kakinya,Billy berteriak menahannya.
“Billy akan sekolah paman,Billy tidak akan takut!”
Diego menatap mata Billy yang penuh dengan tekad,Diego tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.
“kalau begitu ayo kita masuk kedalam!”
Billy menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Diego,Bian menepuk punggung Billy pelan dan melemparkan senyum hangat kearah Billy.ketiganya memasuki ruang kepala sekolah,yang telah menunggu kedatangan mereka.
“Selamat datang Tuan Diego,mari silahkan duduk!”
Diego duduk dengan tenang sambil berpangku kaki,menilai tiap sudut ruangan kepala sekolah ,yang terlihat mewah dengan fasilitas kelas atas.
“Ruangan anda sangat nyaman Tuan Abdul,bahkan anda sangat pintar memilih fasilitas yang berkelas!”
“Terima atas sanjungan anda Tuan Diego,jika dibandingkan degan ruang kerja anda,mungkin ruangan saya jauh dari kata mewah!”
Diego tersenyum tipis,tak menggubris apa yang dikatakan Tuan Abdul selaku pimpinan tertinggi,di sekolah Bian.namun berbeda halnya dengan Tuan Abdul,yang berkeringat dingin akan ucapan Diego yang begitu menyinggungnya.
“Siapa gerangan siswa baru yang anda bawa Tuan Diego?”
“Aku membawa keponakanku dari Negara B,aku harap kau dia bisa menerima semua pelajaran di sekolah ini dengan baik.tanpa adanya perbedaan,tidak ada diskriminasi di sekolah!”
Tatapan dingin Diego seolah memberinya peringatan,sekolahnya adalah sekolah favorit serta bergengsi.namun ada beberapa kejadian yang membuat sekolah ini pernah bermasalah,di bawah kepemimpinan Tuan Abdul.hilangnya nyawa salah satu murid,yang sering di bully karena latar belakang keluarganya,yang menurut para pembuly tidak layak sekolah di tempat bergengsi.karena keluarga korban dari kalangan bawah,dan tidak mampu membela anak mereka yang telah tiada,para pembuly lolos.dan tentu saja semua itu ada campur tangan dari pihak-pihak tertinggi di sekolah.
__ADS_1
Tuan Abdul mulai tidak tenang serta cemas,Diego merupakan orang terpandang di Negara Y,seta seorang pria yang begitu berkuasa di segala bidang.tatapannya yang tajam bak elang,sanggup melumpuhkan musuh-musuhnya hanya dengan tatapan yang mematikan.
“Percayakan kepada pihak sekolah Tuan,saya bisa menjamin bahwa tidak akan ada kejadian seperti dulu, yang akan terulang lagi!”
Diego mengangguk pelan,sambil menjentikkan jarinya agar Billy mendekat.Bocah berbadan kurus,dengan paras tampan melangkah serta berdiri tepat di samping Diego.Tuan Abdul menatap bocah yang Diego akui sebagi keponakannya itu,garis ragu terpampang jelas di keningnya, Diego tak memperdulikan.
“Perkenalkan dirimu!”
Billy dengan tegas melangkah maju dua langkah,dan menundukkan sedikit kepalanya sebagai rasa hormat.Tuan Abdul terbawa suasana,dia secara naluriah ikut menundukkan sedikit kepalanya.tatapan Billy berubah tegas,penuh keangkuhan.
“Perkenalkan Tuan,nama saya Billy Carll S !”
Ucapan Billy yang tegas serta lantang,membuat Diego mengangkat sebelah alisnya.bukannya mengenalkan nama keluarga besarnya,Billy malah menyingkat nama belakangnya.Diego tersenyum tipis,mulai mengerti akan maksud Billy.setelah memperkenalkan dirinya di depan Tuan Abdul,salah satu guru mengantar keduanya menuju kelas mereka.Billy mendesah pelan,serasa keluar dari ujian yang begitu sulit baginya.Bian tersenyum tipis,sambil menepuk bahunya pelan.
“Kau pasti bisa melewatinya,percayalah pada dirimu,jangan biarkan orang lain bertindak semaunya padamu.jika mereka menindas mu,lawan mereka dengan caramu!”
Bian seolah pernah mengalami hal tersebut,karena itu dengan mudahnya,dia memberi saran kepadanya dirnya.Billy hanya diam,dan membiarkan Bian merangkulnya.bocah 3 tahun lebih muda darinya,lebih memiliki pengalaman dibanding dirinya,yang baru pertama kali bersosialisasi dengan dunia luar.
Billy telah menyandang status baru serta nama baru,nama keluarga Stave telah di sematkan diakhir namanya.Billy telah menjadi bagian dari keluarga Stave,bahkan Diego memiliki rencana tersendiri untuk Billy.tidak ad ayang mengetahui apa rencana Diego,selain dirinya sendiri.
Perjalanan yang cukup jauh serta melelahkan membuat Queen terlelap di dalam mobil,ketiganya di jemput oleh sopir pribadi mereka.Lily tersenyum lembut sambil membelai lembut kepala Queen,yang terbaring dipangkuanya.perjalanan yang melelahkan,serta menguras tenaga.
Sayup-sayup Queen mendengar suara merdu seorang wanita di telinganya,perlahan Queen membuka kedua matanya,mencoba menghilangkan rasa kantuknya.sentuhan lembut di pipinya,membuatnya memaksa membuka kedua matanya.sang Nenek duduk dihadapannya,dengan senyum lembutnya,Queen tersenyum dan memeluk tubuh wanita paruh baya itu.
“Queen kangen Nenek!”
“Bersihkan dirimu,setelah itu kita sarapan.kau tidak ingin terlambat datang ke sekolah bukan!”
Queen mengerutkan kening mendengar ucapan sang Nenek,setahunya dirinya tertidur ketika dalam perjalanan pulang ke rumah,Queen menolehkan kepalanya kearah jendela.sinar matahari pagi yang begitu hangat,masuk kedalam kamar melewati celah-celah jendela.
“Jadi Queen ketiduran hingga pagi menjelang?”
“Iya cucu Nenek yang manis,mungkin Queen kelelahan jadinya ketiduran.ayo cepat mandi,nanti terlambat!”
Dengan segera Queen turun dari ranjangnya,berlari menuju kamar mandi guna membersihkan dirinya.sang Nenek menggeleng kecil,melihat tingkah cucunya yang lucu serta menggemaskan.dengan telaten Nyonya santika merapikan tempat tidur Queen,merapikan boneka kesayangan yang diberikan Han untuknya.
“Dimana Cucuku?”
__ADS_1
“Masih mandi!”
Nyonya santika duduk sambil tertawa pelan,membuat Tuan Danu bingung.tumben-tumbenan sang istri tertawa di pagi hari,membuatnya penasaran.
“Apa ada hal lucu sayang!”
Bara yang duduk di hadapan sang ibu hanya melirik sebentar,dan mengoleskan rotinya kembali.
“Putrimu lucu Bara,dia pikir ini masih malam.dan kaget ketika menyadari jika hari sudah pagi!”
Tuan Danu tertawa mendengar cerita sang istri,mereka tak menyangka jika cucunya yang jenius itu bisa juga menjadi bodoh.beberapa menit berlalu Queen sudah tampil cantik dan segar,dengan wajah ceria ia menuruni anak tangga.
“Selamat pagi semua!”
Queen mencium satu persatu anggota keluarga,yang ikut sarapan di pagi hari itu,tanpa adanya sang Mommy.membuat Queen mencari sosok ibunya,Queen mengedarkan pandangannya,mencari keberadaan sang Mommy yang belum terlihat.
“Mommy dikamar sayang,tidak ikut sarapan bersama kita.Mommy masih tidur!”
Mendengar ucapan sang Daddy ,Queen mengangguk mengerti.Queen duduk di tempatnya,dan sarapan dengan tenang.mobil melaju pelan membelah jalan,sebelum Bara berangkat ke kantornya,ia menyempatkan diri mengantar sang putri kesekolah.setelah memastikan sang putri masuk kedalam area sekolah,sang sopir kembali melajukan mobilnya menuju gedung Sky Group.
Bara masih merasakan lelah,dengan santai ia menyandarkan punggungnya sejenak.jika bukan karena klien pentingnya hari ini,dirinya ingin sekali mengambil cuti sehari lagi,meski harus mendengar makian Han, dirinya tidak ambil pusing.karena kali ini dirinya mendapat proyek besar,mau tidak mau,dirinya harus ikut hadir menemui sang investor.
“Bagaimana perjalananmu?”
“Aku sangat lelah Han,bisakah aku tidur 10 menit saja?”
“Cih,,apanya yang melelahkan,aku tau kau bergadang kan semalam.jangan memberiku alasan karena perjalan yang melelahkan,kau hanya naik pesawat dan duduk,sampai disini sudah ada sopir yang menjemput.kau menghabiskan waktumu semalam dengan Lily bukan,dasar berandal!”
Han melempar Bara dengan bantal,yang tepat menenai kepala Bara yang sedang tertawa terbahak-bahak.beberapa hari tidak bertemu,membuat Bara merindukan sahabat sekaligus paman tersayang bagi putrinya itu.
“Aku punya istri,jadi wajar saja jika aku menghabiskan waktuku sepanjang malam,untuk memadu kasih.kau tau panas api cinta yang masih menggelora di tubuh kami,masih sangat membara Han,jadi pria jomblo sepertimu tidak akan pernah mengerti tentang panasnya cinta di ranjang!”
“Setan Gemblong,apa Lily tidak memberimu obat di pagi hari,hingga kau menjadi pria mesum akut di pagi ini.enyahkan pikiran laknat mu itu sekarang,sebelum bantal yang lain melayang di kepalamu!”
Bara bahkan tak menghiraukan ocehan Han,di pagi hari yang menyenangkan ini.Han terus mengoceh serta mengumpat padanya,yang hany adi anggapnya angin lalu.sampai suara ketukan pintu membuat Bara menghentikan tawanya,sekertaris Han datang dengan kepala menunduk,memberi tau jika kliennya telah tiba,dan sedang menunggu di ruang tunggu.
Bara kembali menjadi pria dingin,yang memiliki tatapan tajam.tak ada kelembutan yang terlihat di wajah itu,begitu juga dengan Han yang memiliki sifat serupa dengan Bara.keduanya berjalan keluar menuju ruang tunggu,dimana sang tamu sedang menunggu.
__ADS_1