
Deburan ombak terlihat jelas dari kamar yang Lily sewa,meski memiliki ranjang yang sudah tidak layak,alih-alih mengganti kamar Lily tetap menggunakan kamar tersebut.entah apa yang ada dipikiran Lily saat ini,pandangannya lurus kedepan menatap ombak yang menerjang batu karang ,dan membasahi pasir tersebut.lamunan Lily terhenti ketika pintu kamarnya diketuk oleh seseorang,dengan langkah pelan Lily berjalan dan membuka pintu kamarnya.Seorang wanita perpakaian modis,berdiri didepan kamarnya,Lily menatap wanita tersebut yang menundukkan sedikit kepala padanya.
“Selamat datang di Felice Hotel,Nona Lily!”
Hotel yang dinamai Felice (Bahagia) dalam bahasa itali oleh sang pemilik,berharap siapapun yang berkunjung dan menginap dapat merasakan kebahagiaan.sehingga mereka tidak akan bosan untuk berkunjung kembali.
“Saya Manda,orang suruhan Tuan Diego sekaligus sekertaris anda Nona!”
“Oh,,senang bertemu denganmu Manda!”
Lily mengulurkan tangannya,dan disambut baik oleh Manda.Ia berfikir jika wanita yang akan ia layani adalah wanita manja dan sombong,mengingat Lily adalah putri tunggal pemilik hotel.namun pemikirannya salah,ketika mengetahui kenyataan bahwa Lily lebih memilih kamar,yang merupakan kamar termurah dan sifat Lily yang begitu bersahabat.
“Masuklah kita bicara di dalam,apa kau membawa apa yang aku minta pada kak Diego?”
“Semua yang anda minta Nona!”
“Bagus!”
Lily memasuki kamar dan di susul oleh Manda,Lily mempersilahkan Manda duduk di sebuah kursi kayu yang terdapat dikamarnya.
“Maaf, tidak ada sofa dikamar yang sewanya cukup murah ini!”
“Anda tidak perlu meminta Maaf Nona,harusnya kami yang meminta maaf atas ketidak nyamanan anda!”
“Sekarang jelaskan padaku,apa jabatanmu di hotel ini!”
“Saya asisten Manajer Nona!”
“Bagaimana kau, bisa mendapatkan apa yang aku mau?”
“Semua karena kuasa Tuan Diego,dan inipun tanpa sepengetahuan GM (General manajer)!”
Lily menanyakan semua yang ingin ia ketahui pada Manda,sedikit info tentang GM bisa ia ketahui dari cerita Manda.dari cerita Manda dapat Lily simpulkan,untuk pengadaan dan dana pemeliharaan yang memang disiapkan pertahun untuk hotel,tidak jelas kemana arahnya.Lily memeriksa beberapa berkas yang dibawa oleh Manda,dan melakukan diskusi singkat bersama Manda.
“Baiklah untuk hari ini,aku kira cukup Manda.aku akan menghubungimu lagi!
“Baik Nona,dan…!”
Manda melirik Lily,dan sedikit ragu untuk menyampaikan apa yang mengganggu pikirannya.
“Katakan Manda!”
“Nona tidak ingin pindah ke kamar, yang lebih luas dari kamar ini?”
“Tidak perlu,kamar ini sudah cukup bagiku!”
Manda bingung, sekaligus kagum dengan kepribadian Lily,Manda menundukkan kepala sebagai rasa hormat dan meninggalkan Lily dikamarnya.Lily duduk dikursi kayunya,dan mengambil benda pipih yang ia letakkan di atas meja.dan meletakkan benda pipih itu di telinganya.
“Hello,bagaimana keadaan butik?”
“Bagus,tolong kamu kontrol semua dan pastikan tidak ada masalah,jika ada sesuatu cepat hubungi aku!”
__ADS_1
Lily meletakkan kembali ponselnya,dan bangun dari tempatnya.ia memutuskan keluar kamar dan mencari udara segar sambil mencicipi makanan yang tersedia di hotel .dengan langkah ringan Lily meninggalkan kamar dan menuju restoran yang berada dilantai bawah.Lily mencari tempat yang sedikit jauh dari pandangan orang, dan mencari tempat yang pas menghadap pantai.Lily memanggil seorang pelayan dan memesan makan siangnya pada pelayan tersebut.
Pandangnnya kosong menatap deburan ombak,yang begitu jelas dimatanya.mengingatkannya pada Bara,pria yang selalu membawanya ke pantai dan menikmati udara malam dipinggir pantai.tanpa ia sadari sebuah senyum terukir indah disudut bibirnya,kala mengingat kenangan indah mereka.
Sementara itu,di luar Hotel Han memarkirkan mobilnya.ia dan Bara berkunjung ke Hotel Felice,tanpa sepengatahuan Tuan Stave dan sang Manajer.Bara dan Han memutuskan terjun langsung,dan mengamati hotel yang mengajukan kerjasama dengan mereka.
“Jika di lihat dari luar,hotelnya terlihat mewah dan berkelas Han!”
“Tapi kita tidak tau didalamnya Bar,untuk apa Tuan Stave mengajukan kerjasama, jika Hotel mereka baik-baik saja!”
Bara terdiam dan tetap mengamati kegiatan yang terjadi diluar hotel,dengan langkah lebar ia berjalan dan memasuki area restoran, yang terdapat dilantai paling bawah.
“Kita coba makanannya Han,setelah itu yang lain!”
Han menganggukkan kepala,dan mengikuti langkah Bara.mencari tempat yang nyaman untuk mereka berdua,Han memanggil seorang pelayan dan memesan beberapa makanan yang menurutnya enak.tak jauh dari tempat duduk mereka,Lily sedang menikmati makan siangnya yang bisa dikatakan kurang memuaskan baginya.sepertinya bahan yang digunakan oleh chef,bukanlah bahan segar dan berkualitas sehingga rasanya kurang memuaskan.
Lily menyandarkan tubuhnya dikursi, dan meminum jus yang menurutnya lebih enak dari rasa makanannya.bagaimana Hotel serta Resto sang Papa bisa berjalan,jika makanan dan pelayanan kamar saja sudah tidak baik menurutnya.
“Hah,,makanan dipinggir jalan sepertinya lebih enak,dibanding rasa makanan direstoranmu Pa!”
Lily memijit keningnya,mencari cara dan ide untuk mengembangkan Hotel serta Resto.”Langkah pertama adalah menendang dan mencabut akar, yang menyebabkan hotel dan resto tidak berjalan sesuai harapan”.Lily bergumam pelan,kemudian ia mengambil benda pipih di tasnya, dan mengirim pesan kepada seseorang.
Sementara itu pesanan Bara dan Han kini telah terhidang di atas meja,Bara yang memang suka makan,mengamatai dengan jelas tekstur serta aroma dari makanan yang terhidang di atas mejanya.Bara mencoba memasukkan sesondok makanan ke mulutnya.Bara mengunyah dan merasakan rasa dari makanan tersebut.
“Aku pikir Restoran ini harus mengganti chef mereka,jika tidak resto dan hotel tidak akan bertahan lama!”
Han mengangkat alisnya,mendengar ucapan Bara yang masih mengunyah makanannya.karena penasaran Han pun mencoba makanan yang ia pesan,setelah mencoba Han menganggukkan kepalanya dan membenarkan ucapan Bara.
“Mungkin saja,dan bisa saja makanan yang dicoba Tuan Stave berbeda dengan yang kita makan,kau mengerti maksudku?”
Ketika Bara mengangkat kepala dan menatap Han,tanpa sengaja ia melihat sosok wanita cantik yang sedang menelpon,dan tersenyum cantik.tubuh Bara membeku,aliran darahnya seakan berhenti.Bara memandang intens wanita yang begitu ia rindukan,Ucapan Han bahkan tak ia tanggapi.ketika ia melihat sang wanita berdiri dan meninggalkan tempatnya,Bara tersadar dan meletakkan sendok makanannya.Bara berdiri dan berjalan menjauhi Han,membuat Han menolehkan kepala dan memanggil Bara berulang kali.
Bara berlari dan mencoba mengejar wanita yang ia yakini adalah Lilanya,karena terlalu fokus pada Lila.Bara tak sengaja menabrak seorang pelayan,sehingga makanan yang dibawa pelayan tersebut berhamburan dilantai.bahkan jas mahalnya terkena makanan,Bara tak memperdulikan hal tersebut.
“BRuukk,,PPrraanggg”
“Maafkan saya Tuan!”
Bara mengelap jasnya,membuat Han terkejut akan sikap Bara hari ini.
“Kau tidak apa-apa?”
“Han kau urus semuanya,dan bayar makanan yang jatuh itu!”
Bara meninggalkan Han begitu saja tanpa memberi penjelasan,membuat Han bingung dan hanya bisa menatap sang pelayan, yang sedang membersihkan peralatan makan dan makanan yang berserakan di lantai.Bara berlari dan mencari keberadaan Lily,Bara melihat Lily memasuki Lift dengan cepat Bara menyusulnya,namun ia terlambat pintu Lift telah tertutup.Bara tak kehabisan ide,ia berlari menaiki tangga darurat sampai dilantai selanjutnya,Bara kehilangan jejak.Bara berteriak frustasi dan menjambak rambutnya.
“Resepsionis”,,Bara berlari dan masuk kembali ke lIft menuju lantai bawah.Bara berlari dan tak menghiraukan beberapa pasang mata yang melihatnya.
“Tolong carikan kamar tamu, yang bernama Lila Cahyani,yang menginap dihotel ini cepat!”
“Maaf Tuan,tapi kami tidak bisa memberikan informasi pribadi tamu hotel!”
__ADS_1
“Cepat lakukan,atau aku akan melaporkanmu ke Tuan Stave!”
Han yang tidak ingin Bara kehilangan kontrol mendekat,ia berusaha berbicara dengan Bara dan sang resepsionis.melihat adanya kegaduhan sang GM yang baru saja datang,menghampiri kerumunan.
“Ada apa ini?”
Sang GM terkejut melihat kehadiran Bara dan juga Han dihotelnya,dengan ramah ia berbicara dan menyapa Bara.
“Ada yang bisa saya bantu Tuan Bara!”
“Katakan pada resepsionis sialanmu ini,untuk mencari tamu hotel yang bermana Lila Cahyani.dia berada dikamar mana dan lantai berapa!”
Han memberi kode kepada sang GM,untuk menuruti keinginanan Bara.
“Tapi Tuan Bara itu…!
Bara menatap tajam Gm hotel Felice,tatapannya yang mematikan membuat sang GM menelan ludah.ia tidak ingin terlibat masalah dengan pengusaha muda, yang terkenal akan temperament dan menakutkan itu.sang Gm memberi kode kepada sang resepsionis,dan dengan cepat sang resepsionis bekerja dan mencari nama tamu yang Bara sebutkan.
“Maaf Tuan,tidak ada tamu di hotel kami yang bernama Lila Cahyani!”
Bara tak mempercayai omongan sang resepsionis,bara melompati meja dan melihatnya sendiri.Bara geram dan mengepalkan tangannya,ia yakin yang ia lihat tadi adalah Lila.ia menatap Gm dengan pandangan dingin,membuat GM hotel ketakutan.
“Dimana ruang keamanan kalian,antar aku kesana!”
Sang GM tidak mampu menjawab pertanyaan Bara,ia kebingungan harus menjawab apa.
“Kenapa kau diam,cepat katakan dimana ruangannya!”
“Maaf Tuan Bara,kamera keamanan dihotel kami tidak berfungsi!”
“Hotel sebesar ini tidak memiliki kamera keamanan?”
Bara memandang Han,dan memberinya kode.Han mendekati resepsionis,sebelum Han bertanya sang resepsionis memeberikan Han secarik kertas,yang bertuliskan letak ruang keamanan.Han tersenyum dan memberi kode pada Bara untuk mengikutinya.sang GM kebingungan dengan apa yang dibuat Bara,ia tidak berani melawan ataupun melarang Bara,karena yang ia tau Tuan Stave akan menjalin kerjasama dengannya.
Dengan langkah lebar Bara dan Han menuju ruang keamanan yang terletak dilantai 3,pintu dibuka paksa membuat seorang penjaga yang berada didalamnya menjadi terkejut.
“Minggir kalian semua!”
Seorang petugas mengikuti intruksi Han,dan dengan cepat Han mencari keberadaan Lila yang diyakini Bara berada dalam hotel Felice.
“Kenapa CCTV kalian hanya berada di dapur,dan dibelakang gedung dimana kamera yang lain?”
“Itu…!!”
“Kameranya rusak Tuan Han,dan belum diperbaiki!”
Sang GM menjawab asal pertanyaan Han,membuat Bara mengangkat alisnya dan menatap sang GM ,dengan Tatapan dingin.
“Apakah Tuan Stave tau akan hal ini,aku curiga ada seseorang yang bermain curang disini!”
Ucapan Bara yang tegas dan menyindir itu,membuat GM hotel berkeringat dingin.ia tidak mampu mengucapkan sepatah katapun.Bara meninggalkan ruang keamanan dengan wajah geram dan kesal.bagaimana mungkin hotel sebesar dan semewah itu,hanya memiliki 2 kamera pengawas yang masih aktif.Bara tidak ingin kehilangan jejak Lila,untuk yang kesekian kali,dengan tekad yang kuat ia harus menemukan Lila kali ini,apapun caranya.
__ADS_1