Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
62.Menyusun Rencana


__ADS_3

Kesibukan terjadi di dalam kamar Lily,Josh meretas keamanan hotel,sampai keduanya lupa akan waktu.Josh menyampaikan dan melaporkan apa saja yang telah dia temukan,di Felice Hotel.Lily menyandarkan tubuhnya,dan memijat pelipisnya.ternyata terlalu banyak kecurangan yang terjadi di hotel,sehingga kerugian terus membesar.yang menyebabkan hotel dan sang Papa,yang mendapat kerugian terbesar dalam hal ini.


Lily mengambil ponselnya,dan mengetik sesuatu, kemudian meletakkan benda pipih itu ditelinganya.


“Manda aku butuh bantuanmu,serta orang-orangmu!”


“Kita bertemu besok pagi,aku akan mengirim lokasinya!”


Lily menghembuskan nafasnya,membuat Josh meliriknya sekilas.Josh melirik jam tangan yang melingkar di lengannya,Josh merapikan peralatan kerjanya.membuat Lily mengerutkan dahi,namun tetap menatap apa yang Josh lakukan.


“Kenapa kau merapikan mejamu Josh?”


“Nona butuh istirahat,saya akan beristirahat di lantai bawah!”


Lily melirik jam tangannya,kemudian menatap Josh sambil tersenyum.karena terlalu fokus,mereka sampai lupa akan waktu.


“Apa kau lapar Josh?”


“Saya bisa memesan makanan di hotel Nona,sekarang saya pamit dulu!”


Lily menganggukkan kepala,dan menatap kepergian Josh.Lily menutup pintu kamarnya,dan menuju kamar mandi.Lily membasuh wajahnya,dan melakukan perawatan malam sebelum tidur.setelah selesai dengan ritualnya,Lily berjalan ke arah ranjang dan menghubungi seseorang.


“Hello,apa Bianku sudah tidur Ma?”


“Lily merindukannya,Lily akan segera menyelesaikan semuanya dan pulang!”


Lily menutup obrolannya,dan menatap gambar dilayar ponselnya.Foto sang putra yang tersenyum,menjadi semangat tersendiri bagi Lily.


Tunggu Mami sayang,secepatnya Mami akan pulang.


Lily menyimpan ponselnya,dan mematikan beberapa lampu yang menerangi kamarnya.ia merebahkan tubuh dan mengistiratkan pikirannya,akan ada beberapa hal yang harus ia kerjakan besok pagi.Lily memejamkan matanya,dan dalam hitungan detik,ia sudah terlelap.


Lain halnya dengan kamar yang Bara tempati,lampu kamar masih terang menderang.Bara membiarkan angin malam memasuki kamarnya,di samping ranjangnya. Bara terdiam dan menatap pigura kecil,menatap senyum yang selalu Bara rindukan.


Kenapa kau berpura-pura tidak mengenaliku,apakah kau masih marah padaku?lebih baik kau memukulku, dan melampiaskan amarahmu Lila.jangan menghindari ku seperti ini, aku yakin kalau itu dirimu Lila.


Bara menghela nafasnya,Bara berfikir keras.mencari jalan untuk meluluhkan hati wanitanya kembali,apapun yang terjadi.Bara sudah mentekadkan dirinya, untuk meraih hati Lila kembali.udara malam kian menusuk tulang,Bara bangun dari duduknya dan menutup beberapa jendela kamarnya.setelah itu,ia membaringkan tubuh dan memejamkan matanya,mengarungi samudera mimipi.


Kicauan burung dan sinar matahari yang hangat, membuat Lily membuka matanya perlahan.ia memaksa matanya,menatap cahaya matahari pagi.dengan cepat Lily turun dari ranjang,setelah merapikan ranjangnya,ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Dengan mengenakan Dress, yang bercorak kotak-kotak,membuat penampilan Lily lebih Fresh dari biasanya,rambut yang masih sedikit basah ia biarkan begitu saja.sambil menunggu Josh, ia menikmati waktunya,bersama sang pangeran kecil.Lily melakukan panggilan video,sehingga kerinduannya sedikit terobati.Suara ketukan pintu membuat Lily menghentikan percakapannya,dengan sang Mama dan Bian.


Lily mengambil tas dan memasukkan ponselnya,tidak lupa kaca mata hitam yang ia gunakan,untuk menutupi sedikit wajahnya.ketika pintu dibuka,tampak Josh yang sudah berdiri dihadapannya.


“Selamat pagi Nona!”


“Selamat pagi Josh,bagaimana tidurmu?”


“Saya sangat menikmatinya!”


Keduanya tertawa bersama,bagi Josh,Lily bukanlah tipe Nona muda yang manja,dan sombong.selama bersamanya,Josh mulai mengenal kepribadian sang Nona,yang sungguh dermawan dan baik.karena itu Josh merasa sangat beruntung, bisa membantu Lily.dianggap sebagai teman dan bukan bawahan,membuat Josh merasa senang, akan pengakuan Lily terhadap dirinya.karena itu jika diluar kantor,mereka layaknya teman yang bisa berbicara santai dan tertawa bersama. 


Ketika keluar dari dalam Lift,beberapa pasang mata menatap takjub keduanya.terutama Lily,penampilannya yang modis serta postur tubuhnya,yang ideal menambah poin tersendiri bagi Lily.ketika sang GM dan Lisa,berpapasan dengan mereka,Lily hanya melempar senyum yang membuat sang GM terpesona.


“Siapa mereka,apakah mereka tamu penting di hotel kita?”


Ucapan Lisa,membuat sang GM mengerutkan dahi.


Tamu istimewa di hotel ini hanya Tuan Bara,selebihnya hanya tamu dan pengunjung biasa.


“Coba kau cari tau,siapa mereka!”


“Karena kau cantik,kau bisa mendekati pria tampan disebelah wanita itu!”


“Kau terpesona pada wanita itu?”


Lisa mulai tidak terima dengan ucapan Sang GM,yang secara terang-terangan memintanya mencari informasi,mengenai wanita tersebut.dan memang Lisa akui,penampilan wanita itu sangat memukau.ia yakin jika kaca matanya di lepas,beberapa pria pasti terpesona.


“Hanya kau yang paling cantik bagiku Lisa,tapi tidak ada salahnya,mencari tau siapa mereka bukan!”


“Iya kau benar,aku akan mencari tau siapa mereka.serahkan saja padaku sayang!”


Lisa mencolek dagu sang GM yang berpawakan sedikit tinggi,dengan perut buncit itu.hubungan keduanya sudah diketahui,oleh seluruh karyawan hotel.meski demikian, Lisa tidak merasa malu,bahkan ketika istri sah sang GM melabraknya. Lisa hanya cuek bahkan melawan,karena mendapat dukungan dari sang GM,Lisa bisa berbuat semaunya di dalam hotel.


Mobil yang membawa Lily dan Josh,memasuki daerah di pinggiran kota.Lily meminta Manda menemuinya di kafe sederhana,yang dekat dengan area persawahan.ketika sampai di tempat tujuan,Josh sedikit heran dengan tempat pilihan sang Nona,yang bisa dibilang cukup jauh dari Felice hotel.


“Kenapa wajahmu,serius seperti itu Josh!”


“Kenapa anda memilih tempat ini?”

__ADS_1


“Agar pikiran kita Fresh Josh!”


Lily hanya tersenyum, dan meninggalkan Josh yang masih kebingungan.Josh akui tempatnya memang nyaman dan sejuk,Josh baru paham arti dari senyuman dan ajakan Lily.ternyata berada di tempat itu, membuat pikiran kita menjadi sedikit tenang. mereka memasuki Kafe,Lily mengedarkan pandangannya,mencari keberadaan Manda.hingga sebuah suara, membuat Lily menoleh dan melihat Manda.


Kini mereka duduk bersama,sebelum memulai rencana,Lily meminta mereka sarapan terlibih dahulu.setelah selesai dengan sarapan yang cukup memuaskan bagi mereka,Lily memulai rencananya.


“Aku memberimu tugas,gunakan orang-orang kepercayaanmu untuk melakukannya!”


“Aku tidak ingin ada kesalahan Manda!”


Lily memberikan secarik kertas,berisi tugas-tugas yang harus mereka lakukan.Manda melirik Lily dan Josh bergantian,membuat beberapa orang yang di bawa Manda menjadi penasaran.hingga salah satu dari mereka, merebut kertas yang berada ditangan Manda.


“Anda ingin kami,melakukan ini semua Nona!”


“Iya,lakukan dengan rapi.aku percaya pada kalian,dan lakukan semuanya malam ini!"


“Baik Nona,kami akan melakukannya!”


“Aku serahkan semuanya pada kalian, dan padamu Manda!”


Setelah pertemuan selesai, mereka memutuskan berpisah dan berpencar,agar tidak ada yang curiga pada mereka.Lily sudah menyusun rencananya dengan sangat baik,dan dia berharap semua masalah cepat terselesaikan.begitu juga dengan sang Papa dan Diego,yang masih mencoba melakukan yang terbaik bagi perusahaan.


“Jika masalah disini terselesaikan,apa anda akan kembali ke Negara Y Nona?”


“Entahlah Josh,aku sebenarnya ingin kembali dan mengelola butikku!”


Percakapan mereka terhenti,Josh memfokuskan pandangannya kedepan.ketika melewati toko mainan,Lily menatap toko tersebut,ia ingin sekali membelikan sang putra mainan.


“Apa anda ingin membeli sesuatu Nona?”


“Tidak Josh,lanjutkan saja perjalanannya!”


Mereka melanjutkan perjalan dan kembali ke Felice Hotel.sebelum meninggalkan Josh,Lily kembali mengingatkan Josh untuk melaksanakan rencananya.Lily turun dari mobil,dan meninggalkan Josh.keduanya berpencar seolah-olah tidak saling mengenal.


Malam telah menjelang,semua bergerak melakukan tugas masing-masing,sesuai petunjuk dan perintah Lily.Manda yang merupakan salah satu kepercayaan GM,melancarkan aksinya dengan mulus.begitu juga dengan beberapa staf dan pelayan, yang telah dibagi langsung oleh Manda.tanpa ada kecurigaan sedikitpun, mereka berhasil melaksanan perintah atasannya.


Di dalam kamar,sebuah monitor besar telah terpasang. memperlihatkan beberapa sudut hotel dan ruangan, yang Lily curigai. sehingga Lily bisa melihat langsung gerak-gerik pelayan. tidak terkecuali ruangan GM, dapur, tempat penerimaan bahan makanan serta ruang penyimpanan.


Lily tersenyum penuh arti, kini ia menunggu aksi Josh. Apakah Josh, bisa melakukan rencananya dengan lancar?.

__ADS_1


__ADS_2