
Kini Enam bulan sudah, kisah cinta antara Bara dan Lila. keduanya tampak saling melengkapi, mereka sudah tak malu lagi mengakui hubungan mereka,terutama Bara. ia yang selalu menunjukan perhatian-perhatiannya, membuat seisi rumah tau kalau sang Tuan Muda mencintai pelayannya.tak ada cibiran ataupun rasa iri,dari para temannya yang sesama pelayan karena yang mereka tau dan mereka rasakan, Lila adalah gadis baik dan lembut karena itu mereka mendukung hubungan sang Tuan Muda dengan Lila.
Berbeda halnya dengan Vero, berbagai usaha telah ia lakukan,selalu mendatangi kantor Bara di jam makan siang, hanya untuk sekedar membawakan makan ataupun mengajak Bara makan siang.Bara selalu menghindar, dan selalu bisa memberikan alasan yang sama sekali tak bisa vero tolak.rasa lelah dan bosan tentu saja ia rasakan,namun keangkuhan mengalahkannya.malam itu vero pergi ke Bar, ia melampiaskan semua kekesalan dan amarah yang selama ini ia pendam.saat menikmati minumannya,seorang pria dengan stelan jas mahal mendekatinya.
“Hanya ini yang kau lakukan saat meninggalkanku?,suara pria yang begitu ia kenali,suara seorang pria yang hampir tiga tahun ini selalu menemaninya.dialah Rangga Kusuma, kekasih gelap vero ketika masih menjalin asmara bersama Bara,bahkan vero meninggalkan Bara demi Rangga.vero menoleh dan mencari asal suara itu,dilihatnya pria tinggi berkulit sawo matang dengan wajah manis telah duduk disebelahnya.
“Kau disini?, ucap vero acuh.
“Tentu saja karena kekasihku berada disini,dan aku harus membawanya pergi bersamaku lagi!,,vero yang mendengar ucapan Rangga hanya memalingkan wajahnya,ia meneguk minuman beralkohol yang masih tersisa digelasnya.malam itu tidak ada percakapan antara mereka,Rangga dengan setia menemani wanita yang begitu ia cintai,malam itu Vero mabuk,Rangga membawanya ke hotel, vero menangis dan tertawa bahkan melampiaskan kemarahannya pada Rangga.
__ADS_1
“Apa kurangnya aku Bara,aku tau kalau aku salah, aku telah berselingkuh,tapi itu karena aku jenuh dengan sikapmu yang dingin dan kaku itu!,, teriak vero sambil menangis dihadapan Rangga.
"Aku butuh perhatian,butuh kasih sayang yang justru aku dapatkan dari pria lain,salahkah jika aku selingkuh?,,vero menatap pria yang kini ada dihdapannya, pria itu tidak menjawab satupun pertanyaan vero.
"Aku wanita dewasa,wanita normal Bara!,, Rangga mendapatkan beberapa pukulan didadanya,ia membiarkan vero meluapkan kemarahannya,saat pukulan itu mulai melemah Rangga meraih tangannya,Rangga mencium bibir vero untuk sesaat ,namu vero hanya diam tak memberi balasan ,Rangga melepas ciumannya,mereka saling menatap dalam diam.
"Kenapa sampai saat ini kau tidak melihatku,dan memahami diriku?,tidak ada pria yang rela, kau perlakukan seperti yang kau lakukan padaku!,,Rangga membelai lembut pipi vero,tidak ada tanggapan ataupun jawaban dari vero,wanita itu hanya terdiam sambil menatap mata teduh itu.
"Rangga",,cap vero serak,memanggil nama Rangga, entah siapa yang memulai lebih dulu kini mereka saling mencium,berusaha menjadi pemimpin.ciuman yang awalnya biasa saja kini menjadi panas ,pakaian yang mereka kenakan satu persatu kini telah terlepas.mereka mencurahkan kerinduan serta saling membutuhkan satu sama lain,kegiatan panas dan menggairahkan menuju kenikmatan telah dimulai.
__ADS_1
waktu telah menunjukan pukul satu dini hari,Bara tidak bisa tidur entah kenapa ia merasa gelisah,ia keluar kamar ingin mendinginkan tenggorokannya yang terasa kering. didalam dapur ia melihat Lila sedang meneguk segelas air,Bara datang dan menghampirinya.
“Kenapa belum tidur?,,sapa Bara,mendengar suara Lila menoleh dan melihat Bara sudah duduk di meja.
“Haus dan cuaca sangat panas malam ini,lalu kenapa kak Bara belum tidur juga?, tanya Lila, sambil menatap Bara yang masih setengah mengantuk itu.
“Sama denganmu,aku haus!,,Lila kemudian mengambilkan segelas air dingin,yang langsung di teguk sampai habis,Bara menyerahkan gelasnya.saat tangannya ingin meraih gelas, Bara menarik dan mengangkat tubuh mungil Lila,yang kini telah duduk dimeja,sedangkan Bara berdiri dihadapannya.jantung Lila berdebar kencang meski Bara sering bersikap romantis,tapi tetap saja ia belum mampu mengontrol debaran jantungnya.Bara meraih tengkuk Lila,dikecupnya bibir merah nan menggoda milik Lila.sesaat mata mereka beradu,Bara mencium kembali bibir yang terasa manis itu,Lila memejamkan matanya menikmati lidah Bara yang bermain didalam mulutnya.mereka saling menyesap dan bertukar slavina,tanpa sadar Lila mengalungkan tangannya ke leher Bara.merasa mendapat respon yang baik, Bara semakin mendekatkan tubuhnya,ciuman hangat itu terlepas. Bara membiarkan Lila menghirup oksigen,namun tak berselang lama Bara mencium lagi bibir manis Lila,ciuman hangat dan panas,Bara menurunkan ciumannya ia mulai menjelajahi leher putih nan jenjang milik Lila,tangan Bara pun tak lupa mengambil bagian ia meremas dada Lila tanpa sadar Lila mendesah.Bara mengecup singkat bibir yang sudah sedikit membengkak itu,pakaian bagian atas Lila yang sudah merosot tak karuan memperlihatkan kulit putih bersihnya, yang membuat Bara semakin menggila,Bara menyatukan keningnya mereka mencoba menetralkan nafasnya.sesuatu yang begitu berusaha Bara tahan agar tak lepas kotrol.sungguh usaha yang sulit bagi Bara.saat mata mereka bertemu keduanya tersenyum,Bara mengecup kening Lila,merapikan pakaian yang kusut dan terbuka akibat ulahnya.
“Tidurlah aku tidak bisa janji, tidak memakan dirimu kalua kau berlama-lama bersamaku!,, Lila yang mengerti kemana arah pembicaraan Bara, langsung turun dari meja dan berlari ke kamarnya.Bara tertawa melihat tingkah lucu Lila, namun kesal karena harus menahan rasa nyeri di bagian bawahnya.
__ADS_1