
Kebahagiaan dirasakan oleh kedua keluarga,kehadiran seorang bayi perempuan di tengah-tengah keluarga mereka,melengkapi kebahagiaan keduanya.tak terkecuali sepasang Ayah dan ibu baru,Bara begitu bahagia dan sangat berterimakasih kepada sang istri,yang telah berjuang mempertaruhkan hidup dan matinya,untuk melahirkan sang buah hati.
Lily masih terbaring lemah di atas ranjangnya,namun melihat kebahagiaan di wajah semua anggota keluarganya,rasa sakit dan lelah terbayar sudah. Bayi mungil nan cantik yang kini berada di dalam gendongan sang kakek Stave,tertidur pulas,dan sesekali menggeliat.membuat Bian gemas akan adiknya itu,terlihat dari wajah polos nan tampannya,kebahagiaan karena menjadi seorang kakak.
Merasa lelah dan tenang karena telah melewati masa sulit,Bara menghempaskan bokongnya di sofa,menyandarkan tubuhnya serta merenggangkan otot-ototnya.suara tawa semua anggota keluarga membuatnya membuka mata,dan melihat sesuatu yang mungkin lucu.namun tak ada hal aneh atau hal lucu yang terjadi di ruangan itu,namun apa yang membuat keluarganya tertawa terutama Han dan Diego.
“Apa yang kalian berdua tertawakan,aku tidak melihat atau merasakan sesuatu yang lucu?”
“Apa kau tidak merasakan sesuatu yang aneh pada dirimu sendiri?”
“Jangan berbelit-belit,aku tidak merasakan sesuatu yang salah pada diriku.hari ini aku bahagia kalian tau kan!”
“Tidakkah kau merasakan sesuatu yang kurang?”
“Bicara langsung bocah tengik,jangan memberiku teka-teki!”
“Tuan Bara yang terhormat,dimana anda melepas alas kaki anda?”
Mendengar pertanyaan Diego,Bara mengerutkan dahi dan melirik kedua kakinya,yang memang telanjang tanpa alas kaki.melihat Bara diam,dan hanya menatap kedua kakinya,Han dan Diego tertawa terbahak-bahak.pertama dalam hidupnya Bara merasa bodoh,dan malu,bagaimana bisa dirinya melupakan alas kakinya.bahkan dirinya berdiri selama 1 jam menemani sang istri,dirinya sama sekali tidak merasakan dingin pada kedua telapak kakinya,ataupun keanehan lainnya.
Sial kenapa aku bisa lupa mengenakan alas kaki,bodoh,,bodoh,,mereka akan terus mengolokmu Bara.bahkan dirimu akan menjadi bahan ejekan mereka,,
Melihat sang putra menjadi bahan tertawaan Nyonya santika, hanya bisa menertawakan kebodohan putranya.Lily menatap lucu ke arah Bara,sungguh wibawa sang suami hilang hanya karena alas kaki yang terlupakan.
“Berhenti menertawai suamiku,dia sampai seperti itu karena panik,dan khawatir padaku.aku yakin di kepalanya saat itu hanya keselamatan ku dan anaknya,jadi rasa dingin di telapak kakinya tidak terasa olehnya!”
“Oh so Sweet,kau sangat mengerti diriku sayang,aku mencintaimu!”
Bara memberi bentuk hati dengan kedua tangannya untuk Lily,yang dibalas hal serupa oleh Lily.membuat kedua pria jomblo itu menatap kesal ke arah mereka,Han bahkan melemparkan bantal ke kepala Bara.Bian hanya tertawa melihat tingkah kedua pamannya dan sang Daddy,yang seperti anak kecil merebutkan mainan.
Hari menjelang malam,ke empat orang tua kembali ke rumah untuk membersihkan diri,dan membawakan Lily keperluan lainnya besok pagi.Han dan Diego juga ikut kembali ke rumah,Bian tetap tinggal di rumah sakit menemani sang Mommy.Bara telah membersihkan dirinya,dengan baju yang Han belikan.terlihat Bian tak meninggalkan Box bayi,tatapannya terus ke arah adik kecilnya yang bergerak lucu.
__ADS_1
“Katakan pada Daddy,princess mirip siapa?”
“Mirip Mommy,lihatlah bibirnya yang tipis itu,bukankah mirip Mommy!”
“Wow,,pendapatmu sama dengan Ayah,kenapa adikmu tidak mirip dengan Daddy?”
“Jika bayi perempuan,lebih mirip ke ibunya Dad.lagipula Bian lebih menyukai adik yang cantik mirip Mommy!”
Keduanya larut dalam pembicaraan lebih mirip siapa sang adik,Lily hanya bisa menatap ketiganya dengan penuh haru.lengkap sudah keluarganya kini,memiliki seorang putra tampan dan seorang putri cantik.merasa lelah Lily menutup kedua matanya,dan terlelap.Bara yang melihat hal itu menghampiri sang istri,menaikkan selimut serta mengecup kening Lily.
“Tidurlah yang nyenyak sayang,biarkan kami yang menjaga princess!”
Bara beranjak dari sisi ranjang Lily,menuju Box bayinya bersama Bian.keduanya asyik menatap sang bayi,serta membicarakan beberapa hal yang hanya mereka berdua yang tau.
“Apa Daddy dan Mommy sudah memiliki nama,untuk adikku?”
“Daddy bahkan belum memikirkannya Bian,apa Bian memiliki nama yang cocok untuk adikmu?”
Malam semakin larut ketiganya mulai tidur,Bian tidur bersama Lily di ranjang,sedangkan Bara tidur di sofa dekat dengan Box bayinya.sura tangis sang putri membangunkannya,dengan cepat Bara terbangun dan meraih tubuh sang putri,kedalam pelukannya.Lily pun terjaga,melihat sang suami yang begitu siaga Lily tersenyum haru.perlahan Bara memindahkan tubuh putrinya ke pelukan Lily,untuk menyusu.melihat sang putri yang begitu kehausan Bara tersenyum,sambil mengusap pelan kepala sang princess.
“Minum pelan-pelan sayang,Daddy tidak akan merampasnya lagi,kini semuanya untukmu dulu!”
“Apaan sih,jangan mengatakan hal yang aneh-aneh sayang!”
“Tidak ada yang aneh sayang,semua yang aku ucapkan benar.sekarang semuanya untuk si princess dulu,nanti akan tiba waktunya untukku lagi!”
Lily tertawa mendengar ucapan sang suami,keduanya menikmati kebersamaan menjadi Ayah dan ibu siaga malam itu.Bara sungguh takjub akan kuasa Tuhan,putrinya lahir dengan sempurna.keduanya larut dalam obrolan seputar anak-anak mereka,Bara yang merasa penasaran akan cara Lily merawat Bian sewaktu bayi.apalagi pasca melahirkan,dan semua itu pasti tidak mudah bagi Lily yang baru pertama kali menjadi seorang ibu.
Lily menceritakan pengalamannya dari melahirkan,sampai mengurus Bian.tentu saja dirinya dibantu oleh sang ibu,yang selalu berada di sisinya selama masa kehamilan sampai proses persalinan.bahkan sang ibu dengan setia menemaninya di ruang persalinan,tanpa meninggalkannya semenitpun.setelah Bian lahir,semuanya semakin menjadi mudah,sang Ayah dan Diego terus memberinya dukungan mental serta moril.
Mendengar cerita Lily terbesit penyesalan di hatinya,dan rasa bahagia yang tak terhingga.Lily masih mau mengandung dan melahirkan putranya,bahkan rasa terimakasih belum cukup dia berikan kepada Lily,serta keluarga Stave.
__ADS_1
“Aku menikmati semua prosesnya dengan bahagia,dan penuh rasa syukur sayang.aku berjanji pada diriku,untuk memberikan anak-anakku kebahagiaan dan keluarga.aku tidak ingin mereka hidup sepertiku,yang bahkan tidak mengetahui siapa kedua orang tuanya!”
“Berada dalam keluarga Stave,memberiku banyak pelajaran hidup.mereka mengajariku banyak hal,tentang perjuangan hidup.mereka membantuku sekolah dan meraih mimpi,mengejar sebuah mimpi yang begitu aku inginkan!”
“Mereka berdua orang tua yang hebat,dan aku ingin seperti mereka,bisa menjadi pengayom untuk kedua anak-anakku kelak!”
“Pasti sayang,kau akan menjadi seorang ibu dari anak-anak yang hebat.mereka akan sangat bangga memiliki seorang ibu seperti dirimu!”
“Mereka juga akan bangga memiliki Ayah seperti dirimu sayang,seorang Ayah yang menyayangi dan melindungi keluarganya!”
Keduanya saling memuji,sambil menunggu si baby selesai menyusu.Bara memindahkan putrinya kembali ke Box bayi,memberikan waktu bagi sang ibu untuk beristirahat.keduanya kembali tidur,melanjutkan mimpi yang sempat tertunda.
Sinar matahari yang masuk lewat ventilasi jendela,membuat Bara terbangun.pandangannya terarah pada sang istri yang sudah tampak cantik,sambil menggendong sang Baby.pemandangan indah di pagi hari setelah dirinya membuka mata. Bian masih terlelap di atas ranjang,Bara bangun dan menghampiri Lily,mengecup kening Lily.
“Selamat pagi princess papa!”
Bara memainkan jari putrinya,yang begitu lembut.membuatnya betah berlama-lama dengan si princess.
“Bersihkan dirimu,sebentar lagi para perawat akan datang untuk membersihkan putri kita.belum lagi Papa dan Mama,mereka pasti sudah dalam perjalanan!”
Bara beranjak pergi dan masuk kedalam kamar mandi,Bian juga mulai membuka matanya,meski masih sedikit mengantuk dia memaksakan dirinya untuk duduk.
“Selamat pagi putra Mommy yang tampan,pergi bersihkan dirimu,ada Daddy didalam!”
Lily menunjuk kamar mandi dengan jarinya,Bian mengangguk dengan patuh,dan menuju kamar mandi.suara gaduh dapat Lily dengar dari luar,entah apa yang dilakukan Ayah dan Anak itu di dalam kamar mandi.beberapa menit berlalu keduanya keluar dengan penampilan yang lebih segar,Bian menuju ranjang dan merapikan selimut sang Mommy.
Pintu ruangan terbuka,terlihat beberapa perawat datang,untuk membersihkan si Baby.dengan antusias,Bian melihat adiknya di mandikan.tangan Bian yang di genggam sang adik tidak terlepas,sambil dimandikan Bian mengajak sang adik bicara.mmebuat para perawat tersenyum,dan melirik Lily beberapa kali.
Setelah selesai dimandikan dan mengenakan pakaian serba Pink,si Babay terlihat semakin menggemaskan,setelah minum susu pada sang ibu,Bian meminta adiknya di rebahkan di pangkuannya.dengan bantuan sang Ibu,Bian memeluk sang adik dalam dekapannya.
“Hai adik kak Bian yang cantik,jangan rewel ya,,jadilah adik Kak Bian yang manis!”
__ADS_1