
Lily mencari keberadaan sang kekasih yang entah pergi kemana,melihat mobil masih terparkir,membuatnya mencari keberadaan Bara.dari kejauhan Lily melihat Bara berjalan sambil mengusap kedua pipinya,Lily mengerutkan kening ketika melihat tingkah Bara.
“Ayo kita berangkat,aku ada rapat pagi ini!”
“Tunggu ada apa dengan kedua pipimu?”
“Tidak apa-apa ayo,nanti kesiangan!”
Lily tidak bertanya lagi,dan mengikuti langkah Bara masuk ke dalam mobil.bahkan ketika di dalam mobil Lily hanya melirik sesekali pipi yang masih memerah itu,sementara Bara berusaha mengalihkan perhatian Lily,dengan mengajaknya bicara dan membahas hal lain.
Setelah menempuh perjalan kurang dari 45menit,Lily sampai di Felice Hotel.Bara melajukan mobilnya,menuju kantornya.setelah satu bulan meninggalkan Felice Hotel,kini dirinya akan kembali fokus dalam mengelola Hotel,yang kini menjadi miliknya itu.di samping itu dirinya juga berencana membuka sebuah butik.
Seminggu sudah Lily kembali mengelola Hotel,semuanya tampak berjalan dengan baik.orang-oarng kompeten yang dia miliki,begitu menunjang perkembangan Hotel.apalagi setelah kerjasamanya dengan Sky Group,perusahaan milik sang kekasih.membuat Hotelnya kian dikenal dikalangan pengusaha,dan pejabat.
Selama itu pula,vero tidak membuat masalah membuat sang manajer dan asisten merasa senang dan bahagia.dengan perkembangan vero,keduanya mengira vero sudah mulai menerima,dan mengikhlaskan Bara.
Vero kini terlihat lebih tenang,dan tidak seagresif hari-hari sebelumnya.bahkan cara bicaranya mendadak sopan,meski senang dengan perubahan yang diperlihatkan vero.sang manajer menjadi sedikit curiga,akan sikap vero yang berubah drastis itu.
“Apa aku memiliki job bulan ini?”
“Hanya ada 3 Job bulan ini,dan aku harap semua bisa kita lalui dengan baik tanpa ada maslah vero!
“Aku mengerti,kau atur saja,aku akan mengikuti arahan mu!”
Benarkah kau berubah Vero,benarkah ini adalah sikapmu yang tulus dan tidak mengada-ada?.aku akan sangat bahagia,jika kau sudah sadar dan menerima semua yang telah terjadi.dan mau membuka lembaran baru,serta mencari kebahagiaanmu sendiri.
Sang manajer membawa vero ke tempat pemotretan,dengan tenang vero pun mengikutinya.memnbuat sang asisten terus mengembangkan senyumnya,membuat vero mengerutkan dahi kebingungan.
Ada apa dengannya,apakah dia sebahagia itu.lihatlah senyum di wajahnya,yang sejak tadi dia perlihatkan.apakah dia tidak lelah dengan wajah itu?.Hah,,apapun itu terserah,aku hanya perlu bersikap baik agar kalian tidak mencurigaiku.aku lelah dengan ceramah kalian yang tidak berfaedah,,
Beberapa property pemotretan telah di tata dengan rapi,vero juga telah mengganti gaunnya.tema pemotretan kali ini,bertema santai.jadi pakaian yang vero gunakan pun adalah kostum santai,dua jam lamanya vero mengikuti pemotretan yang menurutnya membosankan itu.namun karena dirinya harus meyakinkan kedua bawahannya,mau tidak mau dirinya harus menjalani semuanya.
Tanpa di duga dirinya satu lokasi bersama Bara,pria tampan itu sedang datang mengunjungi tempat yang kini menjadi objek pemotretan bagi vero.perasaan senang tentu vero rasakan,setelah beberapa hari tidak melihat wajah tampannya,kini dirinya bisa melihat sang pria dengan kedua matanya.Bara yang berjalan dan di susul Han di belakangnya,berjalan ke arahnya.
Sang asisten dan manajer begitu cemas,takut akan sesuatu yang bisa saja terjadi.namun dugaan mereka salah,vero bahkan bersikap tenang dan hanya menyapa Bara sekenanya,membuat perasaan kedua bawahannya tenang.Bara dan Han yang melihat dan merasakan perubahan sikap vero,saling melirik kemudian meninggalkan vero dan kedua bawahannya.
Aku akan membuatmu kembali padaku,setelah mendapatkan kepercayaan mu,kalau aku sudah berubah maka aku akan mulai menghancurkan kebahagiaanmu.
__ADS_1
Hah,,syukurlah dia tenang dan tidak membuat masalah,jika kau bersikap seperti ini terus aku yakin kau bisa melupakan pria itu vero.
Bara meninggalkan Vero begitu saja,ada kecurigaan di hatinya melihat sikap vero yang entah itu tulus atau hanya kesengajaan saja.namun semuanya terasa menjanggal di hatinya,dengan dia dan langkah pasti,Bara memasuki mobil di susul dengan Han.
“Apa kau merasakan sesuatu yang aneh pada vero?”
“Perubahan sikapnya setelah bertemu denganmu?”
“Iya,apa kau yakin dia sedang tidak berpura-pura!”
“Mungkin dia memeng ingin berubah,dan mungkin saja dia sudah merelakan mu bersama Lily.bukankah itu kabar yang bagus untuk kalian berdua!”
“Jika memang dia berfikir demikian aku akan sangat senang,untuk diriku dan dirinya.dia bisa mencari kebahagiannya sendiri,dan tidak mengganggu kehidupanku bersama Lily!”
“Kita lihat saja nanti,apakah sikapnya hari ini hanya sebagai kedok saja,atau dirinya benar-benar mengalah untuk memperjuangkan mu!”
Aku harap kau benar-benar berubah vero,aku ingin kau hidup bahagia tanpa menyakiti diri sendiri.karena terus terang,aku lelah jika harus berurusan denganmu.
Aku tau kau sedang menyusun sebuah rencana besar Nona Vero,dan akan aku pastikan sebelum rencana mu berhasil aku akan menggagalkannya.
Mendengar Bara sedang menyiapkan pesta pernikahan secara mewah,membuat vero meradang.beberapa minggu ini dirinya diam,hanya untuk menarik perhatian Bara namun tujuannya tidak membuahkan hasil sama sekali.berita pernikahan Bara,semakin membuat vero marah dan berpikir beratus-ratus kali,untuk membatalkan pernikahan keduanya tapi apa yang dirinya bisa lakukan.
Dalam kebencian dan amarah,hanya ada satu rencana yang terlintas di benaknya.dirinya harus bisa menggagalkan pesta pernikahan Bara,apapun itu akan dirinya lakukan.
“Temui aku di Kafe Pelangi!”
Vero menggenggam erat ponselnya,dengan langkah pasti dia mengambil tas dan kunci mobilnya,menuju kafe tempat kafe tempat dirinya membuat janji dengan seseorang.vero duduk di sebuah meja yang terletak di sudut ruangan,dia sengaja memilih tempat yang baik,agar pembicaraannya tidak di ganggu oleh pengunjung lainnya.
Di antara puluhan manusia yang menikmati hidangan di kafe itu,pandangan vero tertuju pada sepasang muda –mudi yang begitu dirinya kenali.dia adalah Natalia bersama seorang pria tampan,musuh bebuyutannya.wanita yang beberapa kali membuat maslaah dengannya,dengan angkuh dan tatapan kesal dia menghampiri meja Natalia.melihat ada seseorang yang mendekati mejanya,Natalia mengalihkan tatapannya,dan di saat itulah tatapan mata keduanya saling beradu.
Vero yang masih menatapnya dengan tatapan permusuhan,sedangkan Natalia menatapnya dengan tatapan enggan dan lelah.diriinya tidak ingin terlibat masalah lagi dengan vero,mengingat dirinya kini sudah menikah.
Natalia telah melangsungkan pernikahan dengan pria yang menidurinya,pria yang bersedia bertanggung jawab dengan perbuatnnya.pria yang kini memberinya kebahagian,dan cinta.vero menatap keduanya dengan tatapan aneh,membuat Natalia kesal.
“Apa yang kau inginkan vero,kita sudah tidak memiliki urusan lagi!”
Vero mengangkat sebelah alisnya,mendengar ucapan Natalia.terlihat Natalia yang bahkan tidak bersikap arogan padanya,membuat vero semakin kesal saja.
__ADS_1
“Siapa pria ini,jadi kau sudah mendapatkan target baru?”
Natalia memutar bola matanya jengah,mendengar ucapan vero yang selalu membuat kadar emosinya melonjak.
“Apa urusanmu,urus saja hidupmu itu!”
“Cihh,,Kau sangat tampan,apa yang kau lihat dari wanita ini hemm!”
“Dia wanita yang cantik,dan hebat!”
“Cihh,,hebat apanya kami bahkan pernah masuk kantor polisi,hanya gara-gara merebutkan seorang pria!”
“Itu masa lalunya,dan sekarang aku adalah masa depannya!”
“Yakin sekali kau!”
“Tentu saja karena kami sudah menikah!”
“A..apa,kalian sudah menikah?”
Vero tidak bisa menyembunyikan wajah keterkejutannya,siapa sangka Natalia bisa menikah terlebih dulu.di samping itu pria yang dia nikahi bisa di kategorikan sebagai pria tampan,vero merasa di kalahkan oleh seorang Natalia.melihat vero yang diam dengan keterkejutannya,Natalia lebih memilih bangun,dan meninggalkan kafe tersebut.selera makannya mendadak hilang ketika melihat keberadaan vero.melihat bentuk tubuh Natalia,vero semakin terkejut mendapati kenyataan lain lagi.
“Kau sudah hamil?”
“Aku sudah menikah,tentu saja bisa hamil vero.hentikan omong kosong mu itu,kau membuat selera makan ku hilang!”
“Cihh,,jadi kau menyerah pada Bara,dan memilih menikah dengan pria lain?”
Natalia menghentikan langkahnya,dan menatap vero kembali.mengasihi wanita yang berdiri di hadapannya,dengan perasaan simpati.
“Aku bukannya menyerah,tapi aku mengikhlaskan dia bahagia dengan wanita pilihannya.aku dan Bara berhak untuk hidup bahagia,begitu juga denganmu vero.kau bisa mengejar kebahagiaanmu sendiri!”
“Lupakanlah Bara,dan mulailah hidup baru.bahkan dia sedang mempersiapkan pernikahannya,apa yang kau harapkan darinya?.bijaklah vero!”
Natalia meninggalkan vero yang masih terdiam mematung,seperti angin lalu,vero hanya menganggap ucapan Natalia sama seperti asistennya dan Manajernya,sama-sama tidak berfaedah.
__ADS_1