
Ketakutan akan kehilangan sesorang yang kita cintai,menjadi momok dalam diri kita.seperti yang pernah dirasakan oleh Bara,dia melihat dengan mata kepalanya sendiri. ketika sang kekasih masa lampau, vero bercumbu mesra dengan pria lain yang tak lain adalah Rangga.rasa sakit dan kecewa yang teramat sakit dia rasakan.
Sejak kejadian itu, Bara menjadi lebih dingin dari biasanya,bahkan tak bisa tersentuh oleh para wanita. baik dari kalangan model,artis, maupun anak para pengusaha, yang mencoba mendekatkan putrinya.tak ada satupun dari mereka, yang bisa menarik perhatian Bara.namun entah kenapa Lila, yang hanya gadis yatim, dan berasal dari kalangan biasa mampu menggerakkan hati Bara.
Pukul 4 sore Lila kembali kerumah,dia berjanji akan menemani sang kekasih menghadiri sebuah acara.sang ibu yaitu Nyonya santika,tak sabar menunggu kedatangan Lila.ketika yang ditunggu sudah datang dengan segera,Nyonya santika meminta para pekerja salon menjalankan tugasnya.Lila mendapatkan perawatan extra di seluruh badanya.Lila hanya mengikuti dan menikmati apa yang para pegawai salon lakukan.tepat jam 7 malam,mobil Bara memasuki halaman rumah,Bara sudah mengenakan setelan jas mahalnya dia datang ke rumah untuk menjemput Lila.
Bara memasuki rumah dan menunggu dengan sabar di sofa yang berada diruang tamu.Lila telah disulap bak dewi malam ini.para perias dan Nyonya santika menatap takjub Lila,yang sungguh berbeda malam ini.dengan gaun terusan berwarna maron ,yang memiliki belahan rendah,serta memperlihatkan leher jenjangnya yang putih bersih,serta rambut yang disanggul rapi,Lila tampak begitu anggun dan mempesona.
“Ibu,apakah gaun ini tidak berlebihan”,,ucap Lila yang sedikit merasa aneh dengan penampilannya.meski di akuinya dirinya begitu berbeda malam ini.
“Tidak sayang,kau tampak cantik”,,ucap Nyonya santika,yang kini membawa Lila menuruni tangga.Bara yang terlalu fokus pada ponselnya tak menyadari kedatangan sang ibu dan kekasihnya.
“Bara,Lila sudah siap”,,ucap sang ibu.Bara mengangkat kepalanya ketika mendengar suara sang ibu.
“Deg,,,deg,,”suara jantung Bara,Bara membeku menatap sang kekasih yang begitu cantik malam ini,dengan polesan Make-up yang begitu tipis,Lila tampak begitu cantik,aura kecantikan alaminya terpancar sempurna.Bara tak berkedip membuat sang ibu tersenyum jahil.
“Sudah ditatapnya,cepat pergi”,,ucap sang ibu menyadarkan Bara dari keterpanaannya.
“I…ya..”ucap Bara terbata,Lila mencium tangan Nyonya santika,dan berpamitan.keduanya meninggalkan rumah mewah tersebut.ketika berada di dalam mobil,Bara tak melepaskan genggaman tangannya.Bara mengecup berulang kali tangan halus Lila,membuat Lila malu dan salah tingkah.
Sesampainya di gedung, tempat di adakannya pesta Tuan stave.Bara menggandeng tangan Lila,sebelum mereka memasuki gedung.Bara sempat kesal dengan pakaian yang dikenakan Lila, yang ternyata berbeda dengan gaun yang ia belikan dibutik.karena terlalu Fokus pada kecantikan Lila,sehingga ia tak menyadari gaun apa yang kekasihnya gunakan.bagian belakangnya memperlihatkan sebagian punggung putih Lila.Bara mengeram kesal dengan ulah sang ibu,bagaimana tidak, sang ibu membuat kekasihnya menjadi pusat perhatian malam ini dan Bara tak menyukainya.di dalam gedung nan mewah yang telah di sulap sedemikian rupa,hadir para pembesar kerajaan bisnis,pejabat,model ,artis maupun aktor.tak terkecuali vero dan Rangga,mereka juga menghadiri pesta tersebut.vero model terkenal, dengan banyak skandal sedangkan Rangga adalah pengusaha yang tidak boleh di anggap remeh.mereka berbaur dalam satu gedung, tanpa saling menyapa,seolah mereka tak saling kenal.Rangga berusaha menghindar sejauh mungkin dari vero.
Ketika Bara dan Lila memasuki aula gedung, semua mata tertuju pada mereka.Lila yang teramat cantik dan anggun,sedangkan Bara begitu tampan bak dewa yunani.mereka begitu serasi,beberapa di antara mereka bahkan ada yang memuji kecantikan, dan ketampanan keduanya.
“Welocome Mr.Bara”,,ucap Tuan Stave selaku pemilik acara,menyambut kedatangan Bara yang dia tunggu-tunggu.Tuan Stave melirik Lila yang berdiri di samping Bara.
“Dia tunangan saya,Mr.Stave”,,ucap Bara sambil merangkul pinggang Lila posesif.Tuan Stave menyambut mereka berdua dengan sangat baik,bahkan memperkenalkan Lila kepada sang istri.yang di sambut hangat dan pelukan sayang dari sang Nyonya Stave.percakapan hangat di antara mereka pun terjadi.Tuan Stave dan sang istri telah menikah puluhan tahun,namun mereka tak memiliki seoarng penerus,meski demikian cinta keduanya tak surut.Lila begitu kagum kepada mereka,dan berdoa somoga dirinya dan Bara menjadi pasangan yang sama bahagianya,dengan pasangan didepannya kini.
__ADS_1
Di antara ratusan tamu, dua pasang mata memperhatikan mereka, Rangga menatap Lila dengan pandangan kagum, Lila yang begitu anggun membuat Rangga terpana. Berbeda halnya dengan Vero, dia menatap benci ke arah Lila. Dia tak menyangka,seorang pelayan mampu merayu Bara. Vero mengepalkan kedua tangannya, tak menyukai kemesraan yang di tampilkan Bara dan Lila.
Bara meninggalkan Lila, yang sedang bersama Nyonya Stave, untuk menyapa rekan bisnisnya. Ketika Rangga melihat Lila sendiri, Rangga menghampirinya.
"Selamat malam Nona cantik",, sapa Rangga, yang kini sudah berdiri di hadapan Lila. Nyonya Stave dan Lila menolehkan kepala mereka, ke arah Rangga. Lila sedikit terkejut melihat keberadaan Rangga.
" Pak Rangga ",, sapa Lila sopan.
" Senang bisa bertemu denganmu disini",, ucap Rangga, tanpa mengalihkan tatapannya. Nyonya Stave, memperhatikan interaksi serta tatapan Rangga kepada Lila.
"Pak Rangga bersama siapa",, tanya Lila sopan, sambil memperhatikan sekelilingnya.
" Aku datang sendiri Lila, karena itu tadi siang aku memintamu untuk menemaniku",, ucap Rangga, menampilkan wajah kecewanya.
"Maaf Pak Rangga",, ucap Lila tulus dan penuh sesal.
"Dia datang bersamaku",, ucap Bara yang datang dengan tiba-tiba, dan kini sudah memeluk pinggang Lila posesif.Rangga menatap Bara.
" Rangga Kusuma",, sambil mengulurkan tangannya. Bara melirik tangan yang kini masih menggantung di udara tersebut.
"Bara Andara Danuarta",, ucap Bara tegas, sambil menjabat tangan Rangga.
Rangga terkejut mendengar ucapan Bara, adu tatapan antara keduanya tidak terelakkan. Bara yang menatap Rangga dengan tatapan permusuhan, sedangkan Rangga menatap Bara dengan tatapan tak percaya. Nama yang selalu dia dengar dari vero, kini orang itu berada di hadapannya.
Meski Rangga pernah berbuat salah, dengan berkencan bersama vero,namun yang Rangga ketahui saat itu adalah, vero tak memiliki hubungan dengan pria manapun. Lila yang merasakan hawa permusuhan dari Bara, dengan cepat memeluk lengan Bara. Membuat Bara mengalihkan perhatiannya.
"Kenalkan, dia adalah tunanganku pak Rangga",, ucap Lila kemudian menatap Bara lembut, suasana hati Bara seketika berubah mendapat pengakuan dari Lila, tepat dihadapan pria yang sangat dia benci. Bara melepaskan tangannya, dan memeluk pinggang Lila sambil tersenyum lembut ke arahnya.
__ADS_1
Kecewa dan marah itulah yang dirasakan Rangga malam ini, dia patah hati mendapati kenyataan, bahwa sang gadis pujaan telah memiliki tambatan hati.
"Senang bisa bertemu dengan anda Tuan Bara",, ucap Rangga sopan, namun Bara tetap memperlihatkan sikap permusuhan kepada Rangga.
" Kak Bara Lila ke toilet dulu",, pamit Lila kepada Bara.
"Mau aku antar?,, tanya Bara, yang mendapat gelengan kepala dari Lila.
Lila meninggalkan dua pria yang sibuk dengan pikirannya masing-masing. Rangga menatap kepergian Lila yang kian menjauh, hal itu tak luput dari perhatian Bara.
" Bisakah anda, tidak menatap kekasihku seperti itu",, ucap Bara tak suka, melihat tatapan mendamba dari Rangga.
"Lila sangat cantik dan manis, siapapun akan terpesona padanya",, ucap Rangga jujur sambil tersenyum. Namun berbeda dengan Bara, yang tak terima kekasihnya mendapat pujian dari pria lain.
" Jangan coba-coba, mendekati wanitaku",, ucap Bara menatap Rangga, dengan tatapan tak suka, berbeda dengan Rangga, yang menyingkapi perkataan Bara dengan santai.
"Selama belum ada kata SAH, bukankah siapa saja boleh berusaha merebut hatinya?,, ucap Rangga mulai menyulut emosi Bara. Sebelum Bara berbuat jauh, Han mendekati mereka.
" Jika anda mencoba mendekati adikku, tentu anda harus mendekati ku terlebih dulu",, ucap Han menyela dan menatap Rangga dengan santai.
"Kau, kakak Lila?,, tanya Rangga tak percaya. Han hanya menganggukkan kepalanya. Sungguh saingan yang cukup kuat, pikir Rangga.
" Jangan pernah mendekati wanitaku, jika kau mempunyai niat lain",, bisik Bara di telinga Rangga, sebelum meninggalkan Rangga dan Han berdua.
"Kau kenal dia bukan",, ucap Han, setelah kepergian Bara.
" Iya ",, ucap Rangga pelan.
__ADS_1
" Kau akan mengerti jika berada di posisinya ",, ucap Han, melirik Rangga, yang terdiam karena ucapan Han.