Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
162. Mencari Celah


__ADS_3

Lily menatap mata putrinya dengan tatapan memohon,serta kode mata yang tentunya di ketahui oleh Queen sendiri.seolah-olah tidak melihat kode tersebut,dengan polosnya Queen menggelengkan kepalanya,dan melompat dari duduknya dan pindah kepangkuan Han,yang tentu saja disambut rasa senang oleh Han.


“Queen akan menemani paman,lagian Mommy bisa pergi bersama Daddy.iya kan Dad?”


“Tapi Queen,Mommy ingin mem,,!”


“Kita pergi berdua saja sayang,hitung-hitung sebagai kencan kita.Queen jaga pamanmu dari serangan orang yang tak di kenal,kau tau cara menghadapinya bukan!”


“Ok Dad,Queen akan menjaga Paman dengan baik!”


Queen melingkarkan satu tangannya ke leher Han,sebagai bentuk kepemilikan yang nyata ,yang ia perlihatkan kepada Dona.Bara mengerlingkan sebelah matanya kepada sang putri,dan membawa Lily menjauh dari mereka.meski kesal,Lily sadar jika kedua pria kesayangannya itu tidak menyukai keberadaan Dona.


“Jangan bersikap berlebihan seperti itu sayang,kalian benar-benar tidak sopan!”


“Apa yang telah kami lakukan sayang,aku hanya tidak menyukainya,tidak tau kalau Han!”


“Cihh,,tatapan kalian berdua sama,jadi sudah bisa dipastikan jika kak Han juga merasa tidak nyaman dengan kehadirannya!”


“Nah,,itu kau mulai sadar,bahkan Queen mengerti posisi Han,kenapa kau tidak peka pada kakakmu!”


“Aku hanya ingin kakakku memliki kekasih sayang!”


“Tenanglah ada Queen disampingnya!”


“Queen lagi Queen lagi,anak kita masih kecil sayang!”


“Sudahlah,biarkan Han mencari jodohnya sendiri sayang.pria itu sudah dewasa dan sudah tua!”


Karena kesal Lily memukul beberapa kali dada Bara,membuat pria itu mengaduh kesakitan.dengan kesal Lily berlari kecil meninggalkan Bara,yang mengusap dadanya beberapa kali.


“sayang tunggu suamimu!”


Seakan menulikan tangannya,Lily berjalan setengah berlari,menghindari sang suami yang menyebalkan itu.sementara Bara dan Lily sedang menikmati romansa ala anak pacaran,yang sedang marahan,Doan terlihat kikuk dan tidak tau harus melakukan apa.


“Apa yang ingin tante tanyakan,bukankah tadi tante bilang sudah mengetahui keberadaan paman,berati ada sesuatu hal yang ingin tante sampaikan pada kami!”


Dona tersenyum canggung,ia tak menyangka jika putri Bara sangat pandai bicara.Han tidak mengalihkan tatapannya,ia memainkan rambut halus Queen,tanpa melirik Dona.sangat terlihat jika Dona sangat canggung pada situasi ini,beberapa kali ia terlihat menghela nafasnya,dan tersenyum ramah kepada Queen.


“Tante tidak menyangka dan sangat terkejut,mengetahui Tuan Bara telah memiliki seorang anak yang sangat pandai bicara.Queen tegas dan to the poin,tante menyukai sikapmu!”


“Terimakasih Tante,tapi yang harus tante tau adalah,aku bukannya satu-satunya anak Daddy.aku masih memiliki dua orang kakak laki-laki!”

__ADS_1


“A,,apa,dua orang kakak laki-laki?”


Queen mengangguk cepat,semakin membuat Dona terkejut dengan wajah yang sedikit pucat.ternyata Bara tak hanya memiliki satu orang anak bahkan sudah tiga orang anak,kenapa para media tidak ada yang mengetahui kebenaran ini.Bara sangat menjaga privasi keluarganya,Dona menggeleng tak percaya,dan tersenyum kecut.Han melirik sekilas ekspresi Dona,Han tersenyum tipis menyadari hal tersebut.tentu saja para wanita yang mengejar Bara,akan sangat terkejut jika mereka mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. 


“Jangan terkejut seperti itu Nona Dona,kami sangat menjaga privasi keluarga kami,hingga mereka tak terekspos kemedia.bahkan kami tak segan-segan memberi peringatan kepada para pencari berita,jika tanpa ijin mencari informasi tentang kami,dan semua itu hak kami!”


“Aku tau dan paham itu,menyembunyikan keluarga tidaklah masalah hal itu memang wajar dan sangat penting.tapi status bukanlah hal yang wajar,Tuan Bara bahkan tak mengubah statusnya,karena itu para wanita masih berpikir kalau dirinya belum menikah!”


“Termasuk anda!”


“I,,iya  itu benar,termasuk diriku!”


“Statusnya telah berubah beberapa tahun yang lalu Nona,hanya saja sepertinya anda kurang abdate akan majalah bisnis.bacalah anda akan mengetahuinya nanti!”


Dona tertegun mendengar ucapan Han,bahkan dirinya telah mencari tau siapa Bara dan statusnya,sebelum memutuskan mengajukan kerja sama.tapi yang Han katakan mulai mengganggu pikirannya,Han bangun dari duduknya membawa Queen dalam gendongannya.


“Maaf Nona Dona,kami harus pergi,selamat berakhir pekan!”


Dona mengangguk dengan lemah,menatap kepergian Han pria tinggi yang hampir menyerupai Bara.dengan rasa penasaran Dona segera mengeluarkan ponselnya,mencari tau kebenaran yang Han ucapkan.Dona mendesah kesal,kenapa dirinya tak membaca dengan cermat apa yang tertulis di data itu.dibiodata memang tidak tertulis jika Bara telah menikah,namun di beberapa bagian telah di katakan kalau dirinya telah menikah dengan seorang Desainer muda.


Sial kenapa aku begitu tidak teliti akan hal sepenting ini,seharusnya aku membaca dengan cermat.jadi wanita tadi Lily Anderson Stave,desainer muda dengan berjuta talenta?.Haah,,pantas saja Bara terpesona,wanita tadi memiliki aura yang cukup kuat.selain cantik dan pintar,sepertinya dia wanita yang berkarakter kuat.aku bahkan tidak ada apa-apa dibandingkan dirinya,, 


Han mengerutkan dahi mendengar ucapan Queen,gadis kecil  ini ternyata memiliki mata yang cukup tajam,serta caranya menilai seseorang yang cukup tajam.Han yakin Queen akan menjadi wanita hebat dimasa depan.


“Kenapa kau bisa berkata seperti itu Queen,apakah kau tau perbedaan antara mengincar dan menyukai?”


Queen terdiam dan mengerutkan dahinya dengan dalam,semakin membuat gadis kecil itu terlihat lucu.Queen berpikir dan mencari jawaban dari pertanyaan sang paman,Queen mengetuk-ngetuk dagunya dalam gendongan sang paman.


“Menyukai berati apapun yang terjadi dengan orang itu,kita akan tetap menerima dan menyukainya.mengincar berati,harus mendapatkan atau memilikinya!”


“Hahaha,,kau gadis pintar,dan paman kagum padamu!”


Keduanya tertawa bahagia,menuju wahana permainan yang lain.mereka bermain sepuas hati,sampai menjelang sore.keempatnya terlihat kelelahan,Queen merebahkan kepalanya di pangkuan Han,sementara Lily duduk di kursi depan sambil menyandarkan punggungnya.


“Bagaimana tadi kak,apa kalian sudah bertukar nomer ponsel?”


Han melirik Lily sekilas,dan mengacuhkan pertanyaan yang membosankan menurutnya.melihat sang kakak yang diam dan acuh,Lily mendesah kesal.


“Sudah berapa kali kakak mengatakannya Lily,jangan mencoba mendekatkan kakak dengan wanita manapun.jangan sok menjadi makcomblang!”


“Iya kakakku,adikmu ini akan berhenti menjadi makcoblang,dan menjodohkanmu dengan wanita di luar sana.tapi setidaknya Kak Han harus memiliki target,misalnya tahun depan aku harus menikah!”

__ADS_1


“Lily!”


“Hahaha,,entah kenapa aku suka melihat kerutan di keningmu Kak,tapi jangan terlalu sering nanti  wajah tampan mu cepat tua!”


Han memutar bola matanya mendengar ejekan Lily,dan tentu saja Bara juga ikut menyerangnya.keduanya menjahili Han dan membulinnya,Lily yang tak biasanya bersikap jahil kini entah dari siapa sikap jahil itu menular padanya.


****


Beberapa hari setelah  kejadian di permainan ice skating,Dona kembali berkunjung ke gedung Sky group.kali ini Dona sedikit gugup tidak seperti biasanya,wanita cantik yang begitu percaya diri itu terlihat sedikit ragu ketika akan melangkahkan kaki kedalam gedung.hingga rekan kerja yang bersamanya terlihat kebingungan.


“Dona apa sesuatu yang kau pikirkan?”


“Tidak ada,ayo kita masuk kedalam !”


Beberapa kali Dona menghirup dan melepaskan nafasnya,dengan kepala tegak dan senyum indah yang menghiasai wajahnya,Dona bersama satu rekannya memasuki lobi gedung.menegetahui kedatang Dona,sang resepsionis langsung mengantarkan Dona keruangan tunggu seperti sebelumnya.rekannya yang bernama Sasa,begitu terkesan dengan kemewahan gedung Sky Group.


“Interior Gedungnya cukup mewah,aku jadi penasaran akan sosok pemilik gedung ini!”


“Jangan terlalu memperlihatkan kekaguman serta rasa terpesona mu itu,dan aku minta kau menjaga pikiranmu agar tetap tenang,agar kita tidak mendapatkan masalah!”


“Apa yang kau katakan Dona,kau membuatku merasa aneh.dimana-mana para pria suka dengan tatapan mendamba,dan merek asuka dipuja apalagi oleh wanita cantik!”


Dona memutar bola matanya,dirinya enggan menjelaskan secara detail bagaimana sikap kedua pria dingin itu.mengingatnya saja membuat Dona sakit kepala,suara lift berdenting.tibalah mereka di lantai teratas,sang resepsionis membuka pintu ruangan dengan sopan,dan mempersilahkan tamunya untuk masuk dan menunggu.


“Terimakasih!”


Dona berterimakasih sebelum sang karyawan meninggalkan ruangan tersebut,Sasa takjub melihat pemandangan dari atas gedung itu.matanya menyapu tiap ruangan yang memliki gaya khas classik itu,Dona memijat keningnya melihat sahabatnya yang kampungan itu.


“Hentikan sikap kampungan mu itu sasa,kau membuatku malu!


“Mereka juga belum sampai disini Dona,jadi diamlah.biarkan aku menikmati keindahan ini!”


Saat Sasa sedang asyik menikmati kenyamanan ruangan serta menyentuh barang-barang yang terpajang,seorang pelayan  membuka pintu dengan perlahan,dan melangkahkan kakinya dengan ringan mengantarkan minuman serta cemilan untuk keduanya.


“Aku mohon Sasa hentikan tingkah mu itu,dan ayo duduk !”


“Baiklah Dona!”


Dengan wajah cemberut  Sasa menghempaskan bokongnya di kursi,mengambil salah satu cemilan yang telah disedikan.bberapa menit kemudian pintu kembali terbuka,kali ini dua pria tampan muncul dan memasuki ruangan.Dona tersenyum sopan dan sedikit menundukkan kepala,melihat sang sahabat yang diam terpaku dan melihat keduanya tanpa berkedip.Dona menepuk pelan punggung Sasa,membuat wanita itu sadar dari lamunannya.


Gila mereka bak dewa yunani,begitu sempurna Tuhan menciptakan mereka.jadi inikah yang Dona maksud dengan jangan memperlihatkan rasa terpesona ku pada mereka,dasar Dona.ada dua pangeran tampan di gedung ini,tapi baru mengajakku sekarang,,

__ADS_1


__ADS_2