Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
155. Awal Baru Bagi Billy


__ADS_3

Cuaca pagi ini cukup cerah,secerah suasana hati Billy.setelah hari kelam berlalu,Billy mulai bangkit dan perlahan menerima kepergian sang Nenek yang sangat ia sayangi.bersama Keluarga Bara,membuatnya merasakan arti sebuah keluarga.pagi ini di meja makan telah terhidang beberapa menu makanan,yang khusus Lily siapkan,ucapan serta rasa syukur untuk Billy yang telah keluar dari masa sulitnya.Bian dan Queen sudah tidak sabar merasakan kelezatan makanan sang Mommy,dengan suasana hati yang senang,Lily melayani kedua anaknya,adiknya serta sang suami.mereka menikmati sarapan dengan tenang,tanpa adanya obrolan di meja makan.Bara mengajarkan kedua anaknya untuk tidak mengobrol,ketika menikmati makanan,dan hal itu kini berlaku pada Billy.setelah puas menikmati sarapan mereka,terlihat Queen dan Bian mengelus perutnya.


“Masakan Mommy yang terbaik,benar kan kak?”


“Benar,mulut Kak Bian ingin terus mengunyah,,Hahahaha!”


“Bocah manis,bagaimana menurutmu,masakan Mommy enak kan?”


“Iya,masakan Kakak memang enak,aku bahkan menambah 2 kali tadi!”


“Hahaha,,”Bara tertawa mendengar obrolan ketiganya tentang masakan sang istri,Bara juga mengakui kemampuan memasak Lily,tidak perlu diragukan lagi.meski istrinya kini menjadi seorang desainer terkenal,namun Lily selalu mengutamakan keluarganya,dan selalu menyiapkan sarapan pagi serta makan malam untuk keluarga kecil mereka.dan hal itulah yang membuat Lily begitu  di sayang oleh keluarga Danu,terutama ibu mertuanya.


Sang ibu mertua akan memarahi bahkan menghajar Bara  habis-habisan,jika menantu kesayangan sampai jatuh sakit,atau kelelahan.ibu mertua idaman semua wanita tentunya,dan Lily sangat mensyukuri hal itu.dimana dirinya bukan hanya di anggap sebagai menantu,tapi seorang putri bagi mertuanya itu.setelah menikmati sarapan Bara membawa kedua anaknya serta Billy keruang tamu,mereka masih tinggal di Villa milik Billy,dan rencananya sore ini mereka akan kembali ke kota.


Bian dan Queen duduk dengan manis di samping sang Daddy,sementara Billy duduk di samping Lily,wajah ketiga bocah itu mulai berubah seperti mengetahui jika kedua orang tuanya akan membicarakan hal serius.


“Billy ada yang ingin aku bicarakan denganmu,tolong jawablah sesuai dengan kata hatimu ,tanpa adanya paksaan.karena kami akan menerima apapun keputusanmu!”


Billy melirik Lily,serta tiga manusia yang berbeda generasi yang duduk di hadapannya.Billy mengangguk mantap,mencoba mendengarkan apa yang akan Bara  katakan padanya.Lily mengelus pelan kepala Billy,memberi bocah itu ketenangan agar tidak gugup.


“ini mengenai sekolahmu!”


Deg,,perasaan Billy mulai tidak enak,akankah dirinya di berhentikan dari sekolah,dan dikembalikan kedesanya.serta harus tinggal sendirian di Villa,melihat raut wajah Billy yang mulai berubah,Bara dapat menebak apa yang ada di kepala Billy.Bara tersenyum melihat raut wajah Billy,yang mulai sendu.


“Aku tidak akan membuatmu berhenti sekolah Billy,jadi jauhkan pikiran itu dari kepala kecilmu!”


Mendengar ucapan Bara,Billy mengangkat kepalanya seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar,apakah Bara bisa membaca isi keplaanaya.bahkan tebakannya sangat tepat,Billy tersenyum canggung serta menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Apakah kau masih ingin sekolah di asrama,atau pindah ke kota dan sekolah bersama Bian disekolah yang sama?.pilihan ada di tanganmu Billy!”


Billy menunduk seraya menautkan kedua jarinya,Lily mengusap pundak kecil itu,membuat sang bocah mendongakkan kepalanya.


“kau tau jika kami bertiga tinggal di Negara B,kami tidak ingin kau merasa sendirian Billy,jadi kami memberikanmu pilihan yang menurut kami baik untukmu.masalah Villa serta perkebunan mu,akan di jaga dan dirawat oleh para pekerja,yang masih setia dengan Nenekmu!”


“Kami tidak ingin kau merasa sendiri,karena itu kami ingin kau ikut ke kota,dan sekolah di tempat yang sama dengan Bian.tapi kami kembalikan lagi padamu,semua keputusan ada di tanganmu!”


Billy melirik Bian,yang masih diam tapi memberikan Billy senyum tipis nyaris tak terlihat.Bian bocah baik,meski terlihat dingin tapi dia memiliki perhatian,meski tak memperlihatkannya secara langsung.


“Billy akan ikut keinginan kalian,Billy ingin sekolah di sekolah yang sama bersama Bian!”


“Kenapa harus dengan kak Bian,kenapa tidak ikut Queen saja dan sekolah di tempat yang sama denganku!”

__ADS_1


Queen mulai terlihat kesal, menyilangkan kedua tangannya di dada,serta membuang wajahnya.membuat Bian mengulurkan tangan dan memutar kepala Queen,agar menghadap padanya.


“Queen ingin melihat kakak dan bocah manis itu ,menjadi orang sukses kan?”


“Iya!”


“Queen ingin melihat kakak dan bocah manis itu,menjadi pria hebat,serta bisa melindungi keluarga serta Queen dimasa depan kan?”


Queen terdiam,dan menganggukkan kepalanya dengan cepat,membuat Bian tersenyum lembut.


“Kalau begitu ijinkan kakak dan bocah manis itu menuntut ilmu disini,agar kami berdua menjadi pria yang bisa kalian andalkan suatu saat nanti.kakak janji,kakak akan selalu memberi kabar padamu.meski mungkin suatu saat kakak tidak sempat mengunjungimu,kakak dan bocah manis ini akan selalu memberi kabar untukmu!”


“Jadilah gadis baik yang tidak menyusahkan Mommy dan Daddy,kau adalah adik kesayangan dan akan terus seperti itu!”


Queen memeluk tubuh Bian dengan sayang,serta mengecup pipi sang Kakak.kemudian melompat dari duduknya,beralih ke pelukan Billy,yang membuat tubuh bocah itu kaku.Billy yang belum terbiasa menerima hal itu,tentu terlihat kaku ketika membalas pelukan Queen,namun gerakan kecilnya yang mengusap punggung Queen,sudah membuat gadis kecil itu senang.


“Aku mengijinkan mu ikut dengan kakakku,tapi berjanjilah akan menjadi bocah hebat,yang bisa aku banggakan dan aku pamerkan pada teman-temanku nanti.jadilah bocah manis yang tampan,Karena aku menyukai laki-laki yang berwajah tampan!”


“Jadi kalau kami jelek,kau tidak akan menyukai kami berdua ?”


Queen mengetuk-ngetuk dagunya,seolah-olah berpikir dengan pertanyaan sang kakak.Queen dengan cepat menggelengkan kepalanya,dan tersenyum kearah Bian.


Ucapan Queen membuat semua tertawa senang,sudah di putuskan bahwa Billy akan pindah dan ikut ke kota.siang itu juga Lily meminta kepada kedua anaknya,serta Billy untuk merapikan pakaiannya ke dalam koper.sementara Bara menghubungi pihak asrama,untuk memindahkan Billy ke kota.setelah memastikan tidak ada yang tertinggal,satu persatu koper di masukkan kedalam satu mobil,yang Bara siapkan untuk membawa barang mereka.dan satu mobil lagi untuk mereka berlima,Billy memandang lama rumah,Villa serta perkebunan yang menyimpan sejuta kenangan dirinya bersama sang Nenek.


Billy mengirup udara di sekitar sambil memejamkan kedua matanya.


Billy akan merindukanmu Nek,tapi percayalah Nenek akan selalu ada di hati Billy.sekarang Billy akan meninggalkan tempat ini,dan pergi menuntut ilmu sesuai dengan keinginan Nenek.dan menjadi orang sukses,yang bisa Nenek serta keluarga Kak Lily banggakan,,


Billy membuka kedua matanya dengan senyum secerah mentari,inilah awal baru baginya.setelah melangkah pergi dari perkebunan anggur ini,hidupnya benar-benar akan berubah.Billy telah menyiapkan dirinya,apapun yang terjadi kedepannya,ia harus bisa melaluinya dengan baik.tepukan pelan di bahunya membuatnya mengangkat kepalanya,pria tinggi bertubuh kekar,yang tak lain adalah Bara tersenyum hangat padanya.


“Bawalah kenangan di tempat ini bersamamu Billy,jika kau merindukan tempat ini,tutup kedua matamu dan bayangkan tempat ini.aku akan tetap berusaha menjaga tempat ini,agar tidak berubah seditkpun.agar di saat kau kembali ketempat ini,kau masih bisa merasakan keberadaan Nenekmu disini!”


“Terimakasih Tuan Bara!”


Bara mengangkat sebelah alisnya mendengar nama panggilan yang Billy sematkan untuknya,Billy memanggil istrinya dengan panggilan Kakak Lily,sementara untuk dirinya Billy memanggilnya Tuan?


“Bisakah kau merubah panggilan mu itu untukku Billy,kau memanggil istriku dengan panggilan kak Lily,setidaknya lakukan hal yang sama padaku!”


“Baik Kak Bara!”


“Kerja bagus,ayo kita berangkat,semuanya sudah menunggu!”

__ADS_1


Ketika membalikan tubuh,keduanya terkejut melihat Queen yang mengambil gambar mereka  tanpa ijin,Queen tersenyum senang akan hasilnya yang cukup bagus dan alami itu.


“Ayo kita ambil gambar kita bersama ,sebelum kita berangkat ke kota!”


“Ide bagus Queen sayang,berikan pada Mommy kameranya!”


Lily mengatur waktu serta meletakkan kamera di atas penyanggahnya,Lily memposisikan kameranya dengan sempurna agar gambar yang di hasilkan bagus.setelah memastikan posisi mereka bagus,dengan cepat Lily ikut bergabung,berbagai macam gaya mereka lakukan.kelimanya menatap villa serta perkebunan sebelum masuk kedalam mobil,didalam mobil pun mereka masih menikmati suasana desa yang cukup damai serta tenang itu.


Suatu saat Queen akan berkunjung lagi Nek,sekarang Queen harus kembali untuk sekolah.Bocah manis juga akan sekolah bersama kak Bian,jadi Nenek tidak perlu khawatir,,


Bian pulang Nek,semoga dilain waktu Bian bisa datang membawa cucu Nenek kesini.Nenek tenang saja,Bian akan terus bersamanya bahkan ketika bocah itu ingin lari,Bian akan mengikatnya,,


Kami akan menjaga cucumu dengan baik,tolong percayakan Billy pada kami,,


Perlahan mobil yang membawa mereka mulai menjauh ,melewati beberapa desa menuju ke kota.setelah menempuh beberapa jam perjalanan,kedua mobil mulai memasuki halaman rumah keluarga Agatha di sore hari.Billy menatap kagum bangunan tinggi bak kastil itu,untuk pertama kalinya dirinya melihat secara langsung,bangunan tinggi bak cerita di negeri dongeng itu.


Mereka turun dari mobil di sambut oleh beberapa pelayan,yang membantu mereka membawa beberapa koper serta barang lainnya.Billy masih diam dan terkagum-kagum melihat bangunan yang ada didepan matanya,Queen mengikuti arah pandang Billy yang ternyata sedang menatap rumah sang kakek.


“Rumah kakek Stave memang besar  bahkan seperti istana di cerita Cinderella,rumah Kakek Danu juga tidak kalah bagusnya dari ini!”


Mendengar ucapan Queen Billy menatap Queen dengan kening mengkerut,bingung karena ucapan Queen.melihat hal itu Queen memutar bola matanya,sungguh Billy sangat bodoh menurutnya.


“Kakek Stave adalah Ayah dari Mommy,dan kakek Danu adalah Ayah dari Daddy.jadi aku masih memiliki Dua kakek,dan Dua Nenek Billy.apakah kau sudah mengerti!”


Billy menggeleng kepalanya karena dirinya memang belum mengerti dengan apa yang Queen katakan,melihat adik serta Billy yang masih berdiri,dan entah memperdebatkan hal apa Bian mendekat kearah keduanya.


“Apa yang kalian bicarakan,ayo kita masuk.kakek dan Nenek serta yang lainya,pasti sudah menunggu!”


“Queen sedang menjelaskan siapa itu Kakek Stave dan kakek Danu,tapi bocah ini belum mengerti!”


Queen menggerutu kesal,membuat Billy malu dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Kita akan tinggal di rumah kakek Stave,ayah dari Mommy Lily.sedangakan Queen tinggal bersama kakek Danu,Ayah dari Daddy yang tinggal di Negara B.jadi setelah ini,kita akan berpisah dengan Mommy,Daddy dan Queen!”


“Jadi kita berdua akan tetap berada di Negara ini,sedangkan kedua orang tuamu dan Queen,akan pulang ke negara Ayahmu?”


“Iya,selain kakek dan Nenek ada paman serta Bibi Karin yang akan tinggal dengan kita!”


Billy mengangguk mengerti,ketiganya masuk secara bersamaan.para anggota keluarga telah berkumpul di ruang tamu,menunggu kedatangan tamu spesial yang Lily bawa dari desa.Billy mulai merasakan gugup,namun tangan hangat Queen memberinya ketenangan.gadis manis itu menggenggam lembut tangannya,dan membawanya masuk kedalam rumah menemui para anggota keluarga yang lain.


  

__ADS_1


__ADS_2