Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
166. Kebersamaan Sebuah Keluarga


__ADS_3

Semua persiapan telah dilakukan hari ini keluarga Danu,akan berangkat kesebuah Taman,yang akan mereka gunakan untuk berkemah selama semalam.Queen tampak begitu antusias,dengan acara ulang tahunnya kali ini,semua keluarga berkumpul membuat hatinya bahagia.


Semua keluarga berangkat menuju taman,Queen,Bian Serta Billy memilih satu mobil bersama Han.sepanjang jalan Queen bernyanyi dengan riang,ditemani Billy yang ternyata memiliki hobi yang sama dengannya,yaitu bernyanyi.Han dan Bian hanya terkekeh sambil menikmati suara yang keluar dari mulut keduanya,sementara yang lain berangkat dengan mobil masing-masing.


Pepohonan yang rindang serta terjaga,membuat udara di sekelilingnya begitu segar.kicauan burung yang berterbangan,sungguh memanjakan mata.para pria mulai mendirikan tenda,sambil menunggu ,para wanita menata meja dan mengeluarkan beberapa perlengkapan lainnya.sementara ke tiga bocah itu memilih berjalan-jalan,melihat keindahan taman sekitar.


“Kak Bian lihatlah ternyata ada sungai kecil,kita bisa mandi disini sebentar!” Queen menunjuk aliran sungai kecil,yang airnya begitu jernih.Queen mendekati tepi sungai,dan mencuci wajahnya dengan sungai yang terasa  segar di kulitnya.


“Seharusnya kita membawa perlengkapan memancing,dengan begitu kita bisa menangkap ikan!” Ucap Bian sambil mengamati suasana sekitar sungai,yang memliki tempat dalam dan mungkin saja terdapat ikan didalamnya.Billy mendekat sambil berpikir,mungkin mereka bisa menangkap ikan dengan alternatif lain.Billy mengamati beberapa titik sungai yang alirannya kecil,yang dilewati oleh beberapa ikan.Billy tersenyum,dan melirik kedua bocah yang sibuk menatap ikan yang berenang.


“Aku punya cara lain,agar kita bisa menangkap ikan-ikan itu!” Bian mengerutkan dahinya,berpikir cara apa yang akan Billy lakukan.semenatar Queen menatap Billy dengan mata berbinar senang,seperti mengharapkan dirinya bisa menangkap ikan-ikan itu.


“Ayo kita buat saluran kecil,dan kita giring ikan-ikan itu ke sana,aku yakin kita bisa menangkapnya!” Bian mengerutkan keningnya mendengar ucapan Billy,yang tak masuk akal menurutnya.mungkin saja jika mereka menangkap dengan alat,ikan-ikan itu akan berhasil mereka tangkap. Menyadari kebimbangan yang cukup terlihat di wajah Bian,Billy menepuk pundak bocah 3 tahun dibawahnya dengan pelan.


“Aku pernah melakukannya di desa,dan berhasil.bagaiamana kalau kita coba disini?” Billy menatap penuh harap ke arah keduanya,Queen menganggukkan kepalanya dengan antusias,sementara Bian tampak ragu.


“Ayolah Kak Bian,tidak perlu berpikir terlalu lama.kita coba saja,sekalian kita bermain air!” melihat wajah Queen yang tampak tak sabaran,Bian mendesah pelan dan akhirnya mengalah.ketiganya mulai bekerja sama membuat saluran kecil,dan perangkap ikan seperti yang pernah Billy lakukan.mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh sambil bermain,dan bercengkrama ria.


SEorang pria berparas rupawan menatap ketiganya,dengan senyum bahagia.tatapannya lebih fokus pada tawa serta senyum Queen yang menawan,Han mengeluarkan ponselnya mengambil gambar ketiganya yang sedang asyik bermain.tak lupa dirinya juga mengambil gambar dengan cara Selfi,Queen  yang menyadari keberadaan sang paman langsung menegakkan tubuhnya,serta melambaikan tangannya kearah Han.melihat Queen melambaikan tangan,kedua bocah itu mengikuti arah pandang Queen,seraya tersenyum dan ikut melambaikan tangan mereka.


Han menggulung celananya dan ikut bergabung dengan ketiganya,mencoba memahami apa yang sedang mereka lakukan.Han tersenyum tipis,ketika menyadari apa yang mereka lakukan.


“Apa kalian berencana menangkap ikan?” ketiganya langsung menganggukkan kepala dengan cepat,membuat Han terkekeh pelan.tanpa mengatakan apapun Han mengikuti apa yang ketiganya lakukan,setelah perangkap selesai dibuat mereka mencoba menggiring ikan-ikan menuju perangkap mereka.Billy berusaha menangkap ikan,yang masuk kedalam perangkap.tanpa mereka duga ikan-ikan itu begitu lihai dan pintar menghindar,hingga Billy tak berhasil menangkap satupun.Bian yang mulai tak sabar ikut mencoba menangkap,keduanya terjerembab didalam air karena berusaha menangkap ikan yang meloloskan diri dengan lihai.

__ADS_1


Queen dan han terkekeh melihat keduanya yang mulai  kewalahan,Han pun ikut turun tangan mencoba peruntungannya,dengan semangat Queen menyemangati Han.dengan tangan besarnya Han melakukan gerakan gesit,hingga Han berhasil menangkap seekor ikan berukuran sedang.tepuk tangan  Queen berikan kepada sang paman,tak menerima kekalahan kedua bocah itu saling lirik dan saling menganggukkan kepala,seolah mengatakan kalau kita tidak boleh kalah.keduanya kembali menangkap apa yang bisa mereka tangkap,melihat ketiganya berlomba menangkap ikan Queen sangat terhibur karenanya.


Queen seolah tak mau ketinggalan,dirinya melangkah dan ikut menangkap ikan dengan tangan mungilnya,mereka tertawa dan saling dorong.kegiatan  sederhana yang membuat keempatnya bahagia,dengan pakaian basah kuyup serta beberapa ekor ikan di tangan.keempatnya kembali ke tenda,Lily melongo melihat keadaan keempatnya.bukannya menggigil,mereka malah tersenyum bahagia.


“Apa yang terjadi?kenapa kalian basah kuyup?” Lily bertanya sambil memperhatikan keempatnya,keningnya mengkerut melihat Queen yang menenteng beberapa ekor ikan sungai berukuran sedang.Lily menatap keempatnya,mulai mengerti dengan apa yang terjadi.


“Kami menangkap ikan sungai Mom,sangat menyenangkan,kami menangkapnya dengan tangan kami!” Queen menjelaskan dengan sangat antusias,disusul oleh anggukan Billy dan Bian.Lily tersenyum lembut melihat rona bahagia di wajah ketiganya,begitu juga dengan Han yang masih menggenggam tangan mungil Queen.


“Ayo bersihkan diri kalian,setelah itu kita bakar ikan hasil tangkapan kalian!” ketiganya mengangguk cepat,Lily melirik Han dan tersenyum lembut sebelum meninggalkan Han dan mengikuti anak-anaknya.Bara yang sejak tadi melihat,melangkahkan kaki dan mendekati Han memberikannya selembar handuk besar.


“Keringkan tubuhmu sebelum kau masuk angin!” Han menerima handuk dari tangan Bara,dan meninggalkan sahabatnya itu untuk berganti pakaian.


Hari menjelang sore,semua pernak pernik ulang tahun telah terpasang.ikan yang mereka tangkap juga sudah di bakar oleh Lily,lampu-lampu menyala dengan terang.Queen tampil cantik dnegan gaun putih susunya,kue ulang tahun yang cantik sudah siap di atas meja.


“Selamat ulang tahun Queen!” ucap mereka serempak,Queen dengan mata berbinar menganggukkan kepala menerima ucapan dari mereka.satu persatu mereka mmenberikan hadiahnya,dan dengan senang hati Queen menerimanya.


 Queen membuka satu persatu kado yang di berikan untuknya,hadiahnya sangat beraneka ragam.dari buku desain,sepatu cantik,jam tangan serta tas.Queen sangat menyukai hadiah pemberian keluarganya,setelah menerima kado serta menikmati kue,kini tiba saatnya santap malam.setiap momen yang mereka lewati,terekam dengan baik mulai dari video serta gambar.Queen tidak ingin melewatkan waktu  yang sangat berharga itu.


Queen memperhatikan seorang pria dewasa yang sedang tersenyum sambil menatap ponselnya,Han pria itu kini sedang duduk sambil memainkan ponelnya.karena rasa penasaran Queen mendekatinya dengan langkah pelan,agar pria itu tak terganggu.Queen melirik ponsel yang ada di tangan Han,tak menemukan hal istimewa,Queen mengerucutkan bibirnya dan duduk didepan Han.


Han sedikit terkejut dengan kedatangan Queen yang tiba-tiba,sambil menengadahkan tangan mungilnya,Queen menatap Han dengan  mata indahnya.Han mengangkat alisnya,tak mengerti dengan maksud Queen.tak mendapat jawaban ataupun respon dari Han,Queen memutar bola matanya.


“Paman belum memberiku hadiah,jadi mana hadiah untukku?” Queen berucap dengan ketus,semua anggota keluarga telah memberinya hadiah,namun Han belum memberikan hadiah untuknya.Han mengerutkan kening,dan akhirnya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Queen mendesah pelan,ia yakin sang paman tidak menyiapkan hadiah untuknya.

__ADS_1


“Hari ini Queen akan berbaik hati,Queen tidak akan menuntut hadiah dari paman,karena paman telah hadir disini itu sudah cukup bagi Queen!” Queen berucap tegas,sambil menatap sang paman yang terkekeh pelan.


“Apa kau bahagia hari ini?” Han menatap gadis cilik itu dengan sedikit penasaran,Queen melemparkan senyum bahagianya,dan  menganggukkan kepala dengan cepat.


“Hari ini Queen sangat bahagia,ulang tahun kali ini sangat berkesan bagi Queen.mungkin di tahun-tahun selanjutnya,Queen akan merayakannya dengan cara yang sama lagi!” Han terkekeh pelan mendengar ucapan Queen,dengan lembut Han mengusap rambut Queen yang di kuncir kuda itu.


“Selamat ulang tahun Princess paman yang cantik,paman berharap senyum ceria ini selalu menghiasi wajahmu yang cantik!” Ucap Han sambil mengeluarkan kotak berukuran kecil,Queen menatapnya dengan mata berbinar.


“Jadi paman menyiapkan hadiah untukku?” Tanya Queen dengan mata lebarnya,yang berhasil membuat Han tertawa lepas.


“Paman tidak mungkin melewatkan hari yang bersejarah bagimu bukan,dan hadiah ini khusus paman pesan untuk Queen!” dengan mata berbinar bahagia,Queen membuka hadiah dari Han.sejenak Queen melongo tak percaya dengan hadiah pemberian Han,sebuah kalung liontin bermata biru,dengan bentuk jantung,terukir nama berinisial H&Q.Queen menatap pamannya dengan tatapan tak percaya,hadiahnya cukup mewah untuk anak di usianya.


“Gunakanlah ketika kau berumur 17thn nanti,untuk sekarang kau bisa menyimpannya terlebih dulu.paman khusus memesannya untukmu,dan kenapa di kalung itu bertuliskan nama paman dan nama Queen,agar Queen ingat jika kalung itu adalah pemberian paman!” Han menatap Queen dengan tatapan penuh arti,Queen menundukkan kepala dan menatap hadiah pemberian Han.


“Queen pasti ingat jika liontin ini hadiah dari pama!” Han mengangguk tanda setuju,namun kembali Han memperlihatkan wajah sendunya yang membuat Queen mengerutkan dahi.


“Paman tidak percaya pada Queen?” Han terkekeh mendengar ucapan Queen yang seakan menuduhnya,tangan hangat Han mulai terulur mengusap kepala Queen dengan lembut.


“Paman percaya padamu Queen,kau adalah princess paman yang paling paman sayangi!” Queen tersenyum lebar,mendengar ucapan Han.dengan rasa bahagia,Queen menyeret tubuhnya ke pelukan Han,memberi pria itu kecupan sayang di pipi kanan dan kirinya.membuat Han terkekeh dengan perasaan bahagia.


Lily yang memperhatikan interaksi keduanya tersenyum,namun ada perasaan aneh yang sejak siang dirinya rasakan.sang kakak Han terlihat berbeda dari biasanya,wajahnya tampak lebih tampan dan bercahaya.demi mengusir perasaan tidak nyaman dalam benaknya,Lily berusaha membuang jauh-jauh perasaan itu.


  

__ADS_1


 


__ADS_2