
Setelah mendapat masukan serta saran dari Bara,Han melancarkan aksinya.Han menemui Bian,yang sedang mewarnai.melihat kedatangan sang paman,Bian hanya meliriknya sekilas dan mengabaikan kedatangannya.
“Boleh Paman Masuk?”
“Masuklah Paman!”
Dengan senyum di sudut bibirnya Han masuk kedalam kamar,dan duduk di samping Bian,mengamati gambar yang sedang Bian warnai.Han tersenyum melihat perpaduan warna,yang Bian gunakan pada gambarnya.
“Ada apa Paman Han?”
“APa Bian mau ikut dengan Paman?”
“Kemana?”
“Kita jalan-jalan,paman akan membelikan apapun yang Bian mau!”
“Paman tidak bekerja?”
“Hari ini Paman libur,ayo kita keluar!”
Bian menatap Han sesaat,kemudian menganggukkan kepalanya.melihat Bian yang menyetujui ajakannya,dengan semangat Han menggendong tubuh Bian yang berisi itu.
“Tidak perlu menggendongku Paman,Bian bisa jalan sendiri!”
“No,hari ini adalah kali pertama kita keluar bersama,jadi Paman akan menggendong Bian!”
Tanpa menunggu jawaban Bian,Han segera membawa Bian keluar dari kamar.Bara yang melihat keduanya tertegun,ternyata Han melancarkan aksinya dengan cepat.
“Kami akan pergi,katakan pada ibu dan Lily,kalau aku membawa Bian!”
“Bersenang-senanglah,habiskan uang pamanmu Bian!”
“Ok Dad!”
Han menatap Bara kesal,sementara Bara hanya tertawa.melihat keduanya semakin menjauh,Bara hanya berharap Han dan Putranya bisa semakin dekat.Han melajukan mobilnya,membawa Bian ke pusat perbelanjaan.setelah menempuh perjalanan hampir 30menit lamanya,keduanya sampai di pusat perbelanjaan terbesar di kota mereka.Han menggandeng tangan mungil Bian,dan sesekali menggendongnya jika melewati kerumunan.
Keduanya sampai di pusat permainan,Bian tersenyum melihat berbagai permainan yang di sediakan oleh pihak pengelola Mall.begitu juga dengan permainan yang dijual,melihat Bian yang tersenyum,Han begitu bahagia.ternayata tidak sulit membuat seorang anak kecil bahagia.
__ADS_1
“Ayo pilih mainan yang kau ingin mainkan,dan kau beli.Paman akan membayar semuanya!”
“Ok!”
Bian mulai memilih permainan yang dia inginkan,Han hanya mengikuti dan mengamatinya.beberapa game mulai Bian coba,begitu juga dengan Han.senyum dan Tawa menghiasai permainan mereka,Bian mulai nyaman bersama dengan Han,begitu juga sebaliknya.hampir 2 jam keduanya asyik dengan game mereka,hingga suara perut Bian yang minta di isi,menghentikan aksi keduanya.
“Ayo kita makan dulu,setelah itu kita lanjutkan lagi permainannya!”
“Ok Paman!”
Han meraup tubuh mungil Bian,dan meletakkannya di bahunya yang lebar,Bian tertawa senang mendapat perlakuan hangat dari Han.keduanya kini duduk berdampingan menikmati makanan yang mereka pesan,terlihat Bian makan dengan lahap.mencoba berbagai permainan ternyata sangat menguras tenaga mereka berdua.
Setelah puas menikmati makan siangnya,dan beristirahat sejenak,keduanya melanjutkan permainan mereka.masih ada beberapa permainan yang ingin mereka coba,tanpa mengulur waktu,keduanya melancarkan aksinya menghabiskan sisa hari mereka dengan mencoba berbagai permainan yang menurut mereka berdua menantang.
Setelah puas dengan berbagai permainan,Bian juga memilih beberapa mainan baru.kebersamaan mereka hari itu sangat mereka nikmati,Bian yang mulanya dingin dan bersikap datar pada Han,kini terlihat begitu bersahabat.bahkan Bian sudah tidak sungkan lagi pada Han,membuat Han senang karena bisa dekat dengan keponakannya yang dia kenal cuek terhadapnya.
Puas bermain dan membeli berbagai permainan,keduanya memutuskan kembali pulang.karena kelelahan Bian pun tertidur,Han tersenyum dan mengusap lembut kepala Bian.Bocah yang begitu sulit dia dekati,sekarang sudah menjadi sahabat kecilnya.
Ternyata kau bocah yang sangat menyenangkan,aku bisa melupakan pekerjaanku yang menumpuk karenamu.lain kali aku akan membawamu lagi,kita bisa bermain sepuasnya lagi,,
Lily terus melirik jam dinding di kamarnya,mengetahui sang putra dan kakaknya belum kembali sampai sore hari,membuat dirinya cemas.begitu juga dengan para Kakek dan Nenek,yang menunggu Bian sejak beberapa jam yang lalu.melihat kegelisahan sang istri,Bara hanya tersenyum dan menghampiri sang istri.
“Kenapa Kak Han dan Bian,belum pulang.aku sangat khawatir!”
“Apa yang kau khawatirkan sayang,Bian bersama pria kuat,yang bahkan sulit untuk di dekati.biarkan mereka menghabiskan waktu bersama,dengan begitu keduanya bisa semakin dekat!”
“Apa yang mereka lakukan sampai jam segini?”
“Mungkin mereka sedang bermain dan membeli permainan,tenanglah serahkan keamanan putra kita pada Han!”
Di sela perdebatan keduanya,terlihat mobil Han mulai memasuki halaman rumah.Bara yang mendengar suara mobil tersenyum,dan menatap Lily.
“Lihatlah mereka sudah kembali!
“Benarkah?”
Lily bangun dari duduknya,dan membuka tirai di kamarnya,terlihat Han yang menggendong Bian yang sedang tertidur.sudut bibir Lily melengkung membentuk senyum,melihat Han yang begitu perhatian pada Bian.keduanya keluar dari kamar,dan menyambut Han.
__ADS_1
“Berikan padaku Han!”
Han menyerahkan tubuh mungil Bian ke pelukan Bara,melihat sang putra yang begitu lelap,Bara yakin sang putra sangat kelelahan.Bara membawa Bian ke kamarnya,dan membaringkan tubuh mungilnya di ranjangnya.setelah mengecup kening dan menyelimutinya,Bara meninggalkan kamar sang putra.
“Kalian kemana sehari ini kak,aku sangat khawatir!”
“Kami bermain game,dan memilih beberapa mainan keluaran baru.aku sangat menikmati waktuku,bersama putramu!”
“Apa Bian menyusahkan mu kak?”
“Tentu saja tidak,bahkan kami sekarang sudah menjadi teman!”
“Wah,ternyata ide ku cukup membantumu ya Bocah tengik!”
Bara datang dan ikut bergabung dengan keduanya,mendengar ucapan Bara,Han hanya mengangkat kedua bahunya.ketiganya larut dalam obrolan,sampai para kakek dan Nenek datang dan ikut bergabung.Han sedikit terkejut melihat kedatangan Tuan dan Nyonya Stave,dengan rasa hormat Han menyalami keduanya.terlihat Tuan Stave memeluk Han dengan hangat,Tuan Danu dan sang istri tersenyum melihat kehangatan Tuan Stave.
“Kau menikmati waktumu dengan Bian?”
“Iya Tuan,kami berdua sangat menikmatinya!”
Keduanya duduk dan larut dalam obrolan,hingga waktu makan malam tiba.beberpa hidangan bergizi dan menggugah selera telah di hidangkan,mereka menikmati makan malam dengan tenang.sementara Bian masih menikmati tidur lelapnya,Lily melarang pelayannya untuk membangunkan Bian.
Malam semakin larut,mereka akhirnya mengakhiri cerita di malam itu.mereka kembali ke kamar bersama pasangan masing-masing,sementara Han kembali ke kamarnya seorang diri.langkah Han terhenti ketika mendengar suara berta Tuan Stave.
“Han!”
“Iya Tuan!”
“Carilah pasangan,agar ada yang menemanimu.kau sama dengan Diego,pria dewasa yang belum laku!”
Han tertegun mendengar ucapan Tuan Stave,Tuan Danu dan sang istri hanya tertawa kecil.melihat wajah Han yang terlihat bodoh,karena keterkejutannya.
“Papa tenang saja,Lily sudah mencarikan jodoh untuk mereka berdua.hanya saja mereka belum memiliki waktu untuk bertemu,jadi Papa harus memberi Kak Diego cuti,begitu juga denganmu sayang,kau harus memberi Kak Han cuti untuk berlibur!”
“Benarkah itu Han?”
“I,,iya Tuan stave,Lily sudah mencarikan ku teman kencan!”
__ADS_1
“Baiklah,aku akan memberi Diego liburan yang panjang.dan kau Han,mintalah libur pada Bara!”
Wajah Han memerah karena malu,dengan sangat terpaksa dirinya hanay bisa menganggukkan kepala.Lily terlihat bahagia mendengar usulan sang Papa,yang mendukung kedua kakaknya,namun tidak dengan Bara yang terlihat kesal.jika Han liburan itu berarti dirinya harus kerja ektra,karena tidak adanya sang sekertaris kompeten.