
Suasana canggung terlihat di antara mereka,sikap diam dan tenang dari Tuan Stave dan Tuan Danu,membuat Ayah Vero sedikit ragu untuk mengutarakan kedatanganya.Hingga tUan Stave memecah ketegangan di antara mereka.
“Apa yang membuat anda datang berkunjung ke rumahku, malam-malam begini Tuan?”
“Maafkan atas ketidaksopanan ku Tuan Stave,mendengar putriku membuat maslaah dengan putri anda,membuatku langsung datang kemari.hari ini polisi datang membawa putriku,dan menahannya!”
“Apakah anda bisa mencabut laporannya dan memaafkan kesalahannya?”
Tuan Stave memandang Ayah vero dengan tenang,namun tidak dengan Tuan Danu yang mengeram kesal,pasalnya keluarganya telah bosan berurusan dengan vero.
“Apakah anda tidak tau tentang yang dilakukan putri anda,terhadap putriku?”
“Maafkan saya Tuan Stave,saya hanya mendengar tentang tuduhan penculikan,yang telah dilakukan oleh vero.saya tidak yakin,apakah putriku berani melakukan hal itu!”
“Putriku harus dirawat di Rumah sakit karena trauma yang dia alami akibat penculikan tersebut,dan saya sebagai orang tua tidak bisa memaafkan apa yang telah putri anda lakukan Tuan.saya sudah menyerahkan semua masalahnya kepada yang berwajib,jadi kita tunggu dan lihat prosesnya!”
“Jadi maksud anda,putriku vero benar-benar melakukan penculikan?”
“Bukan hanya penculikan Tuan,tapi cobaan pemerkosaan dengan membayar beberapa orang.jika aku kami tidak tiba pada waktunya,coba pikirkan kejadian mengerikan apa yang akan terjadi dan di alami oleh adikku?”
Diego datang dengan tatapan dinginnya,ketiganya menolehkan kepala ketika mendengar ucapan tegas dari Diego.Ayah vero menerima tatapan benci dan marah dari Diego,membuat sekujur tubuhnya merinding.
“Maafkan kesalahan anakku Tuan,saya sebagai orang tua telah gagal mendidiknya!”
“Kita serahkan semuanya kepada pihak yang berwajib,mereka sedang menyelediki kasus ini,jadi mohon kerjasamanya Tuan!”
Ayah vero mengangguk lemah,bahkan dirinya tidak bisa melakukan pembicaraan yang mungkin bisa mengurangi hukuman vero nanti.dengan berat hati dirinya harus meninggalkan kediaman Stave,dalam perjalanan dirinya mengingat ucapan Tuan Stave yang begitu mengganggu pikirannya.
“Jangan pernah menyalahkan diri anda sebagai orang tua,yang tidak berhasil dalam mendidik anak anda.apa yang menimpa putri anda adalah pilihannya sendiri,putri anda telah dewasa dan tentu sangat memahami akibat dari perbuatannya.namun putri anda memilih untuk tetep melakukannya,berarti putri anda juga siap dengan segala konsekuensinya”
Benar apa yang Tuan Stave katakan,vero telah memilih jalan hidupnya.dia pasti tau akibat dari semua perbuatannya.hanya saja aku sebagai seorang Ayah,sangat menyayangkan masa mudanya yang harus dia habiskan di dalam penjara.
Dengan berat hati dirinya kembali ke kediamannya,menemui sang istri yang menunggu kabar darinya.mobil yang membawanya perlahan memasuki halaman rumahnya,dengan langkah berat dia melangkahkan kaki.terlihat sang istri masih terjaga dan menunggu kedatangannya,dengan perasaan ragu dia melangkahkan kaki menghampiri sang istri,yang terlihat lelah itu.
“Kenapa Mama belum tidur?”
“AKu menunggumu,bagaimana hasilnya?apakah Tuan Stave dan Tuan Danu mau menarik tuntutannya?”
__ADS_1
“Hah,,yang menuntut vero adalah Bara Ma,dan Tuan stave juga tidak memaafkan perbuatan putri kita!”
“Apa sebenarnya yang vero lakukan Pa?apakah yang di tuduhkan polisi itu benar adanya?”
“Vero membayar beberapa orang untuk menculik, dan memperkosa istri Bara!”
“A,,apa?”
Hikss,,hikss,,Sang istri menutup wajahnya,air mata tumpah dan mengalir membasahi wajah lelahnya.dirinya sungguh tidak menyangka sang putri akan senekat itu,dirinya sudah berusaha menyadarkan dan selalu memantau sang putri.namun tetap saja,vero tidak menghilangkan obsesinya pada Bara.
Kenapa kau jadi kejam begini vero,apakah perkataan ibumu ini tidak membuatmu merubah jalan pikiranmu?kenapa kau harus terjerumus di dalam kejahatan mengerikan seperti ini,,
Sang suami memeluk tubuh istrinya yang bergetar karena isak tangisnya,dia mencoba menenangkan dan memberinya kekuatan.putri mereka satu-satunya yang menjadi harapan mereka,harus terjerat kasus kejahatan.
“Jangan menyalahkan dirimu Ma,kita sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk vero.semua yang terjadi adalah pilihannya,jadi mari kita terima dengan hati lapang,dan mengikuti proses hukumnya!”
“Tapi,kasian vero Pa,,dia masih muda dan seharusnya bisa menikmati kehidupannya,dengan menikah dan memiliki anak!”
“Tapi vero memilih jalannya sendiri Ma,jadi mari kita ikhlaskan apa yang telah terjadi!”
Sang istri semakin menenggelamkan kepalanya di dada sang suami,kecewa itulah yang kini dirasakan sang istri.sebagia seorang ibu,dirinya tidak akan rela melihat putrinya harus menderita,dan hidup dalam penjara.tapi apa yang bisa di perbuatannya sekarang,selain tetap berdiri dan mendampingi sang putri dalam keterpurukannya.
Sudah seminggu sejak Lily berada di rumah kedua orang tuanya,keadaannya semakin membaik.selama seminggu itu pula Lily berusaha menekan rasa ketakutan dan traumanya,berkat dukungan orang-orang terkasih,Lily bisa menjalaninya dengan baik.
Bara hanya bisa menghubungi sang istri lewat telpon,mendengar keadaan Lily yang semakin membaik,membuat Bara ingin secepatnya menyelesaikan masalahnya.kini persidangan tentang kasus Lily akan di lakukan,namun kabar mengejutkan tentang keadaan vero membuat keduanya terkejut.keduanya akhirnya memutuskan melihat vero,yang kini sedang dirawat itu.
Sepasang suami istri duduk dengan tatapan kosongnya,sementara itu dua wanita muda berdiri sambil bersandar di dinding rumah sakit,mereka adalah orang tua vero dan rekan kerja vero.tak lupa beberapa petugas kepolisian juga ikut berjaga-jaga.melihat kedatangan Bara dan Han,dengan segera petugas kepolisian datang menghampiri keduanya.
“Selamat pagi Tuan Bara!”
“ Apa yang terjadi pada wanita itu?”
“Sebelumnya semuanya baik-baik saja,tapi kemarin dia tidak sengaja, melihat berita tentang dirinya di media.sepertinya hal itu mengguncang jiwanya,dia menangis,berteriak dan memaki hingga akhirnya jatuh pingsan!”
Bara mengangkat sebelah alisnya mendengar ucapan sang polisi,tatapannya kini beralih kepada sepasang suami istri,yang menatapnya dengan tatapan bersalah.Bara melangkahkan kaki dan menghampiri keduanya.
“Selamat pagi Tuan dan Nyonya,apa kabar?”
__ADS_1
“Selamat pagi Bara,kami baik-baik saja, terimakasih!”
Sang istri langsung memeluk Bara,dan menumpahkan tangisannya.meski terkejut akan tindakan sang istri,sang suami tidak bisa melakukan apapun.Bara yang mendapat pelukan tak terduga dari seorang ibu,mendadak diam dan membeku.bagaimanapu dia hanya seorang ibu,yang tentu akan menangisi nasib anaknya.
“Tolong maafkan semua kesalahan yang dilakukan oleh vero terhadap istrimu,dia hanya terlalu terobsesi padamu,hingga dia dengan berani melakukan tindakan kejahatan!”
“Nyonya!”
“Aku tau kata maaf tidak akan bisa menyelesaikan semuanya,tapi setidaknya tolong maafkan dia.tolong katakan pada istrimu,atas nama putriku aku meminta maaf dengan tulus!”
Bara membalas pelukan ibu vero,dan mengusap punggungnya,mencoba memberikan ketenangan.perlahan tangisan itu mereda, mereka menunggu sang Dokter yang sedang memeriksa keadaan vero.pintu terbuka,Dokter dan beberapa perawat terlihat keluar.
“Bagaimana Dokter?”
“Sepertinya,pasien harus menerima perawatan dan memeriksakan kejiwaannya!”
“Apa maksud Dokter?”
“Tadi pasien sempat sadar,dia mengamuk bahkan melukai salah satu perawat,setelah itu dia tertawa dan memaki kami.hingga kami memutuskan memberikan dia obat penenang,ini hanya prediksi kami,tapi alangkah baiknya jika kalian melakukan seperti yang saya katakan!”
“Brukk”
“Nyonya!”
Rosma dan Nindi menangkap tubuh lemah ibu vero yang hampir terbentur dilantai,rasa tidak percaya menguasai hatinya.putrinya kini mengalami gangguan jiwa,tangisan sang ibu keluar begitu saja.Bara dan Han hanya diam melihat kejadian ini,hampir 30menit mereka berada di rumah sakit,hingga keduanya memutuskan kembali ke kantor.
Ruang rawat vero di jaga ketat oleh beberapa petugas kepolisian,rekan serta kedua orang tua vero masih berada di rumah sakit,untuk menungguinya.vero telah di keluarkan dari agensinya,semua kontrak atas namanya telah di batalkan.hampir 1 jam mereka menunggu ,hingga akhirnya vero membuka matanya.
“Vero kau sudah sadar sayang?”
Vero melirik dan menatap mereka dengan tatapan kosong,setelah itu tawa dan teriakan histeris keluar dari mulutnya.vero mengambil bantal dan melempar apa yang ada di dekatnya.
“Pergi kalian bajingan,jangan menggangguku,aku benci kalian enyahlah dari hidupku!”
“Vero ini Mama sayang,lihatlah ini Mama!”
“Pergi,enyahlah kalian!”
__ADS_1
Mendengar suara teriakan vero,para petugas berusaha membantu para perawat untuk menenangkan vero.namun tenaga vero cukup kuat,membuat para perawat dan petugas kewalahan.mau tidak mau salah satu perawat kembali menyuntikkan obat penenang ke tubuh vero,tubuhnya lemas ketika obat itu mulai bekerja.demi keselamatan pasien dan para perawat,petugas kepolisian memborgol tangan vero ke ranjang.hal itu semakin membuat hati sang ibu sakit dan begitu prihatin akan keadaan vero.
Setelah berdiskusi dengan pihak Bara dan keluarganya,pihak kepolisian memutuskan membawa vero ke rumah sakit jiwa untuk di periksa.kesedihan terlihat jelas di wajah kedua rekannya,melihat vero yang dulu bersinar kini harus terpuruk.Bara menghela nafasnya ketika mendapat kabar dari pihak kepolisian,dirinya tidak ingin vero berakhir seperti ini.dirinya hanya ingin memberinya hukuman,dan menyadari kesalahannya.