
“Paman..!”
Seru ketiga bocah yang berada seberang jalan terpisah,tubuh Bian lunglai dengan sigap Billy menangkap tubuh sahabatnya.Bian menatap sang adik yang masih berada diseberang jalan,dengan seikat bunga di tangannya,tatapan Queen masih tertuju pada tubuh sang paman yang yang terpental jauh beberpa meter.mendapat kesadarannya kembali,Queen berlari kearah Han yang tergeletak bersimbah darah.
“Paman Han..Paman..!” Queen berlari menghampiri tubuh Han,Queen berlari sekencang yang ia bisa,melihat sang adik berlari tanpa memperhatikan keselamatnnya,Bian melepas dekapan Billy dan mengejar Quuen.
Queen bersimpuh di samping Han,mengangkat kepala Han yang berlumuran darah,dan meletakkannya di atas pangkuannya.air matanya mengalir deras,Queen berteriak sekuat tenaganya memanggil sang kakak serta orang tuanya.Han masih sempat melihat wajah Queen yang menangis sebelum akhirnya kesadarannya menghilang.
“Paman Han, sadarlah paman..!” Bian menggoyang sedikit tubuh Han,sambil berderai air mata.sementara Billy mengerdarkan pandangannya,mencoba memperhatikan mobil yang lewat,menacari keberadaaan keluarganya,sambil meminta tolong kepada warga sekitar.
Kerumunan di jalan tentu menghambat lalu lintas,Lily mengerutkan kening ketika melihat mobil Han yang terparkir,serta kerumunan warga.perasaannya semakin tidak enak,sdi tambah lagi setelh melihat Billy sedang biacar dengan seorang warga.
“Sayang tepikan mobilnya,itu mobik Kak Han,dan itu Billy!” Lily menunjuk ke raha Mobil dan Billy yang terlihat panic,rasa takut langsung mendera hati Lily.melihat mobil Bara menepi Mobil yang dibaaw Diego serta Tuan Danu,otomatis berhenti mengikuti Bara.terlihat Lily turun dari mobil dengan sedikit tergesa-gesa disususl Bara.
“Billy!” Lily berteriak memenaggil nama Billy,sehingga bocah itu menoleh dan melihat kedatangan Lily dan Bara.Lily berlalri dengan wajah setengah panik,disusul keluarganya yang lain.Bra dan Diego mengedarkan pandangan mereka berusaha mencari tau apa yang terjadi,melihat kondisi yang terlihat mereka dengan cepat menyimpulkan,telah terjadi kecelakaan.
“Kenapa kau disini,mana Bian dan Queen serta pamanmu?” Lily menyentuh kedua bahu Billy yang mentapanya dengan mata berkaca-kaca,tanpa suara Billy mengakat tangannya dan menunjuk kea rah tempat mereka berada.dengan cepat Lily menoleh dan melangkahkan kakinya,memastikan bahwa semuanya baik-baik saja.
“Billy apa terjadi sesuatu?” Bara meraih bahu Billy dan menatap anak itu dengan sedkit rasa penasaran,karena diirny atidak melihat keberadaan BIan,Queen dan Han.
__ADS_1
“Paman Han!” ucap Billy dengan suara tercekat,Bara melbarkan matanya,sedikit terkejut dengan uacapan Billy.dengan langkah cepat Billy membawa mereka meuju kerumaunan,Lily mendesak masuk mencoba mencari tau apa yang terjadi.sayup-sayup dia mendengar suaar tangisan Bian dan Queen,semakin membuatnya merasakan takut.kakinya terhenti ketika tatapannya terarah pada sosok pria yang terbaring bersimbah darah,dengan kepala yang berada di pangkuan Queen.
“Kak..Kak Han..!” air mata tumpah ruah,melihat keadaan Han yang mengenaskan.menyadari keberadaan sang Mommy,Bian dan Queen menoleh keduanya terlihat begitu kacau.tanpa sadar Lily langsung memeluk Queen,membawa tubuh gadus itu dalam pelukannya,berharap putrunya tidak melihat darah Han yang mengalir,Bara,Diego,serta Tuan Danu tertegun melihat keadaan yang terpampang di hadapan mereka,Nyonya santika bahkan nyaris pingsan melihat keadaan Han.
Mobil ambulance yang dihubungi oleh warga tiba dalam beebrapa menit,Bara dan Diego dengan sigap meraih tubuh Han,Bara sekuat tenaga tidak meneteskan air matanya.semua bertindak dengan cepat,ambulance membawa tubuh Han menuju rumah sakit terdekat.sesampainya dirumah sakit,Bara yang terkenal memeiliki banyak kekuasaan meminta Dokter dengan segera mennagani Han.
Tubuh Bara ambruk dilantai,melihat tubuh sahabatnya hilang di balik pintu ruang operasi.luka yang Han alami cukup parah,terutama dibangian kepala.Bara menangis tersedu-sedu,Diego berusaha menangkan Bara dengan menepuk-nepuk pelan punggungnya.semenatara Lily masih memeluk Queen,yang sudah diam dan tak menangis lagi.kedua kakak beradik itu duduk dikursi tunggu dengan pakaian yang masih berlumuran darah,Bian menatap Queen yang duduk dengan tatapan kosong.
“Sayang ayo bersihkan diri kalian terlebih dulu,sambil menunggu operasi paman!” Bian mengangguk pelan,dengan lembut Lily membawa keduanaya ke kamar mandi,membersihkan tubuh mereka dari darah Han,dan mengganti pakaian keduanya dengan yang bersih.semua tampak kacau dan tenggelam dalam pikiran masing-masing,Diego melirik Billy yang duduk sendiri.
“Apa yang terjadi Billy?” Diego mendaratkan bokongnya,menatap Billy dengan penuh pertanyaan.dengan sabar Diego mendengarkan cerita serta penjelasan Billy,mengenai kecelakaan yang menimpa Han.Diego mendesah pelan,bagaiamana bisa Han pria yang terkenal sangat berhati-hati itu bisa seceroboh itu.bahkan dari cerita Billy,Queen bahkan tidak beranjak dari tempatnya,menunggu mobil lenggang hingga dia menyebarng dengan aman.tapi apa yang Han pikirkan saat itu,kenpa Han berlari tanpa meliahat situasi.
“Kau baik-baik saja Queen?” Bara bertanya dengan nada hati-hati,memastikan sang putri tidak terluka sama sekali.Queen menatapa Ayahnya,dan menggeleng lemah.matanya menunjukan kesedihan yang mendalam,dan Bara memahami hal itu.dengan lembut Bara membawa tubh Queen ke pelukananya,mengelus lembut rambut Queen.Lily menangis dalam diam,berharap semuanaya akan baik-baik saja,berharap sang kakak bisa bertahan demi mereka.
Hampir dua jam mereka menunggu dengan perasaan cemas,ketika pintu operasi terbuka menampakakn sang Dokter yang terlihat kelelahan,mereka langsung berdiri dan memastikan keadaan Han.
“Bagaiamana Dokter,bagaiamana keadaan pasien?” Bara bertanya dengan suara bergetar,Lily menautkan jemarinya,mencoba menguatkan sang suami dengan apa yang akan dikatakan oleh Dokter.Dokter menghela nafasnya pelan,menatap satu persatu mereka yang hadir diluar ruangan itu.
“Kami sudah mengupayakan yang terbaik Tuan,namun semua kembali kepada yang maha kuasa.pasien akan segera dipindah kekamar inap,saya permisi!” Bara menunduk lemah,sementara Nyonya Santika sudah menangis terisak.diirnya bahkan belum mengabari madam Rima,tentang kecelakaan yang menimpa putranya.pintu terbuka lebar,dimana pria tampan itu terbaring lemah dengan kepala di perban tebal,serta alat pernapasan yang diperbantukan untukknya.mereka diam terpaku tanpa suara,mengikuti arah paar perawat membawa tubuh Han.
__ADS_1
“Queen!” Bian menatap adiknya dengan sendu,yang paling terluka disini pastilah sang adik,karena sang paman berlari kearahnya tanpa memperdulikan keselamatannya.Bian mengulurkan tangannya berharap sang adik menyambutnya,dan mengikuti kemana kedua orang tuanya pergi.dengan wajah sendu Queen,meraih tangan Bian.di genggamnya tangan Queen dengan kuat,membawanya menuju kamar dimana sang paman di tempatkan.
Ruangan VVIP yang cukup luas serta lengkap,para petugas medis memastikan smua peralatan terpasang dengan baik sebelum mereka memberi ruang kepada pihak keluarga.melihat tubuh Han lemah tak berdaya apalagi dengan segala alat medis yang terpasang ditubuhnya,membuat semuanya merasa sedih.
Satu hari telah berlalu,Han belum membuka matanya ia masih terlelap dalam tidurnya.Queen datang lebih pagi berasama kedua oang tuanya,disusul Diego,Billy dan Bian.begitu juga Tuan Danu berasama sang istri dan Madam Rima.terlihat kesedihan yang cukup mendalam di wajah kedua ibu itu,keduanay larut dalam kesedihan,meski Tuan Danu berusaha menghibur keduanya dengan mengatakan jika Han akan baik-baik saja.
Bara dan Lily yang telah mengetahui bagaiamana kecelakaan terjadi,tidak bisa menyalahkan siapapun,karena semua yang terjadi adalah rahasia tuhan.Lily mulai lebih memperhatikan Queen,karena sejak kejadian kemarin Queen tampak diam dan tidak mengatakan apapun.gadis itu duduk disamping Han,selalu menggenggam tangannya,berharap sang paman bangun dari tidurnya.
Dokter spesialis telah melakukan pemeriksaan secara berkala,namun terlihat jelas belum ada harapan dan reaksi dari tubuh Han.mereka silih beganti datang dan menjaga Han,Bian dan Billy memutuskan tetap berada dirumah sakit,melihat sang adik yang tidak ingin pulang dan jauh dari sang paman.
“Mom biarkan kami tidur disini menemani paman dan Queen,untuk saat ini jangan paksakan kehendak Mom padanya,karena dalam hal ini Queen yang paling terluka!” Lily mengusap kepala sang putra dengan sayang,dirinya sangat mengerti bagaiaman hubungan antara akedua ankanya dan Han,tentu saja Lily mengijinkan kemauan mereka berharap dengan keberadaan anak-anaknya Han bisa membuka matanya.
Seminggu berlalu tanpa ada kepastian,keluarga Danu dan Stave memutuskan membawa Han kenegara Y.Tuan Stave datang 2 hari yang lalu bersama sang istri,ingin memastikan keadaan Han yang sampai saat ini belum ada titik terang. Segala prosedur pemindahan Han dilakukan oleh Diego dan Bara begitu juga hal lainnya,mereka ingin Han mendapatkan penangan yang lebih professional lagi.
Mengetahui sang paman akan dibawa terbang ke Negara Y,dengan raut wajah sedih Queen mengenggam tangan Han yang dingin,mengusapnya lembut memberikan sentuhan hangat pada tangan yang besar itu.Queen meneteskan airmatanya,hingga mengenai telapak tangan Han.
“Kenapa paman tidak membuka mata dan melihat Queen,mereka akan membawa paman pergi jauh,sehingga Queen tidak akan lagi melihatmu paman.Queen mohon sadarlah paman!” Queen terisak pelan,Bara yang berdiri di ambang pintu tak bisa menahan air matanya yang lolos begitu saja.melihat kesedihan putri kesayangannya,yang begitu menyayangi sang paman.isak tangis Queen menerobos kealam sadar Han,mendengar tangis gadis kecil kesayanagnnya,Han berusaha mencari asal suara tersebut.cahaya putih membimbingnya menuju ke asal suara,terlihat seorang gadis kecil,menangis dengan menggengam salah satu tangannya.Han tersenyum mengenali siapa gadis kecil itu.
“Queen..Queen!”
__ADS_1