Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
71.Bian Putraku!


__ADS_3

Sinar matahari pagi masuk ke dalam kamar rawat Bara,membuat tidur Lily terganggu,dengan berat ia mencoba membuka matanya.Lily merasakan tangan kekar memeluknya posesif,Lily tersenyum melihat wajah Bara yang tampan,yang masih terlelap. Dengan perlahan,Lily melepaskan pelukan Bara,Namun aksinya malah membuat Bara semakin memeluknya.


“Sebentar Lagi sayang!”


“Ini bukan dirumah Bara,tapi dirumah sakit!”


Mendengar ucapan Lily,Bara membuka matanya.Lily meninggalkan Bara menuju kamar Mandi,dan mencuci wajahnya.Lily kembali dengan rambut yang sudah ia ikat tinggi,memperlihatkan leher putihnya yang mulus.Bara mengalihkan pandangannya,dan menenangkan debaran jantungnya.Lily membantu Bara membersihkan badan, dan mengganti pakaian Bara dengan yang baru.mendapat perhatian membuat Bara bahagia,tidak berselang lama pintu kamar diketuk.terlihat sang ayah dan ibu Bara memasuki ruang rawatnya,Tuan Danu sungguh tidak percaya dengan apa yang ia Lihat di hadapannya.


“Lila,benar ini dirimu Nak?”


“Iya Papi Danu!”


Lily bangun dari duduknya, dan memeluk hangat Tuan Danuarta,yang tersenyum menatap sang putra. Dan mengacungkan jempol ke arah Bara,tanpa sepengaetahuan Lily. Tuan Danu menghampiri putranya,dan menanyakan ke adaannya.sementara sang istri dan Lila,menyiapkan beberapa makanan di meja.Tuan Danu dan istrinya sengaja tidak sarapan dirumah,mereka ingin menikmati sarapan bersama Lily dan Bara.Tuan Danu yang mendengar kabar dari sang istri,kalau Lila telah kembali,menjadi antusias dan meminta sarapan di rumah sakit.namun Tuan Danu belum mengetahui, jika dirinya memiliki seorang Cucu.


“Sayang mari kita sarapan dulu!”


Panggil Nyonya Santika kepada Sang suami,mereka bertiga duduk di sofa bersama.membuat Bara yang sendiri di ranjang menjadi kesal,dan memprotes kedua orang tuanya.


“Makananmu sebentar lagi di antarkan Bara,jadi bersabarlah!”


“Mami!”


Lily yang merasa kasihan pada Bara,membujuk ibu Bara, yang sebenarnya membawakannya bubur. Lily membawakan semangkuk bubur ke hadapan Bara,dan menyuapinya dengan telaten,pemandangan yang begitu dirindukan oleh sang Ayah dan ibu. Diam-diam Nyonya Santika menghapus air matanya,yang mengalir begitu saja,Tuan Danu mengusap sayang pundak sang istri.


Semoga kalian segera bersatu, dan menjadi keluarga yang bahagia. Ibu akan selalu mendoakan, yang terbaik untuk kalian berdua.


Setelah sarapan selesai,Lily pamit kepada Bara dan keluarganya.Lily ingin kembali kerumah dan memeriksa keadaan  hotel,tidak mudah bagi Lily meninggalkan kamar Bara. Dengan segala cara dan bujukan akhirnya,Bara mengijinkan Lily pulang dan ia harus kembali kerumah sakit setelah urusannya selesai.setelah kepergian Lily,Tuan Danu bertanya pada Bara,dan meminta Bara menceritakan semuanya. Bara yang sebenarnya belum mengetahui semua tentang Lily,hanya mengatakan kalau sekarang Lily merupakan GM di Felice Hotel.membuat sang ibu bertanya-tanya,kenapa sang putra tidak mengetahui apapun tentang Lily.


“Bara,apa kau yakin Lila hanya seorang GM di Felice Hotel?”


Pertanyaan sang Mami,membuat Bara diam. Jika dipikir benar apa yang sang Mami tanyakan,dirinya belum mengetahui semuanya, termasuk  tentang kehidupan Lily beberapa tahun ini.diamnya Bara membuat sang Mami menghela nafas,rupanya sang putra ketinggalan berita.


“Bara Lila atau sekarang yang di panggil Lily,bukan hanya sekedar GM di Felice Hotel sayang!”


“Apa maksud Mami!”


Bara dan Tuan Danu,menatap Nyonya Santika dan meminta jawaban dari pertanyaan Bara.


“Lily adalah putri angkat Tuan dan Nyonya Stave,pernahkah kau mendengar nama Lily Anderson Stave Desainer muda Dari Negara Y?”


“Lily Anderson Stave!”


Bara dan Tuan Danu saling melempar tatapan bingung,membuat sang istri geleng-geleng kepala.dengan cepat Tuan Danu mengeluarkan ponselnya,dan mencari nama Lily di deretan para Desainer muda.dan benar saja nama serta Foto profil Lily, terlihat jelas disana.Bara mengambil ponsel sang Papi dan melihatnya,dengan kedua matanya.Bara tertegun, melihat betapa anggunnya sang kekasih di sebuah majalah Fashion.Bara mengangkat kepala dan menatap sang ibu lekat.


“Mami sudah tau?”

__ADS_1


“Mami baru tau kemarin,dan ternyata bocah yang pernah kita temui bersama Nyonya Stave,adalah cucu kita Pa!”


“Maksud Mami..Bian?”


Tuan Danu tertawa,dan menepuk pundak Bara yang masih dalam mode bingung.


“Kau menuduh Papa mempunyai anak, karena wajahnya mirip denganmu,ternyata dia putramu Hahahaha,,!”


Tuan Danu tertawa lepas,mendapati kenyataan kalau sesungguhnya bocah kecil, yang pernah mereka temui adalah cucunya.setelah mendapat kabar yang begitu menggembirakan, Tuan Danu mengajak sang istri kembali kerumah.Tuan Danu berencana membuatkan kamar untuk sang cucu,yang di sambut baik oleh istrinya.dan meninggalkan Bara,dalam dilemma dan ketidak percayaan.


Jadi selama ini kau berada dalam perlindungan Tuan Stave,karena itu aku tidak bisa menemukan keberadaanmu Lila.lalu kenapa Tuan Stave tidak mengatakan apapun padaku,padahal dia tau kalau aku terus mencarimu.


Bara mengepalkan kedua tangannya,rasa kecewa dan marah bergemuruh didadanya.Bara menunggu kedatangan Lily,seperti yang Lily janjikan.setelah membersihkan diri,Bara hanya duduk dan bersandar di ranjangnya.Pintu terbuka,membuat Bara menolehkan kepalanya.Lily masuk membawa beberapa Buah kesukaan Bara,Lily menghampiri Bara dan meletakkan buah yang ia bawa di meja, di samping ranjang Bara.


Lily duduk disisi ranjang dan tersenyum lembut ke arah Bara,membuat mata mereka bertemu.


“Bagaimana keadaanmu?”


“Belum baik!”


Lily mengerutkan dahi,dan memeriksa kening dan tubuh Bara,memastikan bahwa Bara baik-baik saja.


“Hatiku yang sedang tidak baik-baik saja, Nona Lily Anderson Stave!”


Deg,Lily tertegun dengan nama yang Bara ucapakan.Lily menatap mata Bara,yang kini terlihat begitu kecewa.Lily membenarkan duduknya,dan menatap Bara dengan lembut.


“Kenapa mereka menyembunyikan mu,dan..!!”


“SStttt!!”


Lily menyentuh bibir Bara dengan jarinya,membuat Bara menghentikan ucapannya.


“Jangan salahkan mereka Bara,mereka adalah orang yang begitu melindungi, dan menjaga perasaanku!”


Lily menceritakan pertemuan kedua  mereka,setelah pesta yang pernah mereka hadiri.menceritakan bagaimana Keluarga Stave membantunya mencoba menemui Bara,dan akhirnya melihat Bara tersenyum bahagia bersama Vero.bagaimana keluarga Stave mendukungnya,secara moril dan materi.menyayanginya dan putranya,membuat hati Bara bagai tertusuk ribuan jarum. Ternyata wanitanya sempat mengalami keterpurukan,bahkan seharusnya dirinyalah yang berada di masa itu dan bukan orang lain.


“Maafkan aku Lily!”


“Semuanya sudah terjadi,dan sudah menjadi masa lalu.jadi jangan terpaku pada masa itu,sekarang yang harus kita lihat,adalah bagaimana hidup kita kedepannya!”


Bara memeluk tubuh Lily,ia begitu kagum dengan sikap Lily yang sekarang.


“Jadi kapan kau akan membawa putraku Bian,aku merindukannya!”


Lily melepas pelukannya,membuat Bara menatapnya bingung.

__ADS_1


“Aku belum menceritakan pada Bian,siapa dirimu sebenarnya!”


Bara tersenyum lembut dan mengecup kening Lily,ia sadar dan paham akan keputusan Lily.yang tidak menceritakan apapun kepada Bian.


“Pertemukan kami,dan aku akan membuatnya menyukaiku,dan memanggilku Daddy!”


Bian sudah punya Daddy Bara,yang Bian anggap Daddy nya selama ini adalah Kak Diego.


"Dan siapa nama lengkap putra kita? "


"Bian Andara Stave! "


"Nama yang bagus! "


“Kau yakin bisa membuat Bian menyukaimu!”


“Aku yakin,kami pernah bertemu sebelumnya!”


Lily hanya menganggukan kepala,dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Bara.menghirup aroma tubuh dari pria yang begitu ia cintai. Ketika Lily memutuskan kembali kerumah,Lagi-lagi Bara menghalanginya.Bara tidak mengijinkan Lily pulang,bahkan Bara meraju dan tidak menegur Lily. 


Kenapa pria dihadapanku ini seperti bayi yang sedang menyusu,sedikit-sedkit ngambek dan minta ditemani terus.Oh tuhan,,kenapa dia seperti bayi sekarang, kemana Bara yang pernah aku kenal.


“Aku tidak bisa tidur dirumah sakit Bara,aku ingin tidur nyenyak di ranjangku!”


Lily berteriak karena kesal,membuat sebuah ide muncul di kepala Bara.ia tidak ingin Lily pulang,karena dirinya masih merindukan wanita itu.


“Kita pulang ke apertemenku!”


“Tidak,kau masih sakit!”


“Aku sudah tidak apa-apa sayang!”


Lily tidak menghiraukan Bara,memang benar yang Bara ucapkan. jika dilihat lagi, wajah Bara  sudah tidak pucat,bahkan selang infuse sudah terlepas dari tangannya.melihat Lily yang hanya diam,Bara mengambil kesempatan itu dan menarik tangan Lily.Mau tidak mau,Lily mengikuti kemana Bara membawanya.20menit waktu yang mereka butuhkan untuk sampai di apartemen,dengan perasaan bahagia, Bara menggenggam tangan Lily. dan membawanya masuk ke dalam apartemen,yang tidak pernah di datangi Bara, setelah kejadian beberapa tahun lalu. Hanya petugas kebersihan ,yang Bara bayar yang datang tiap minggunya.


Ketika masuk kedalam kamar Lily masih biasa saja,mungkin karean rasa kesal dan jengahnya,sehingga ia tidak menyadari kalau sekarang dirinya telah berada dikamar. Lily menatap kamar yang pernah  menjadi saksi,  kebrutalan Bara dimalam yang kelam itu.Tubuh Lily bergetar,ingatan masa lalu yang begitu menyakitkan baginya, menari dengan cukup jelas dikepalanya. Bara menyadari sesuatu yang aneh terjadi pada Lily,Bara mengikuti arah pandang Lily,yang menatap ranjangnya dengan tubuh bergetar.


Bara memeluk tubuh Lily dari belakang,dapat Bara rasakan ketakutan dari tubuh Lily yang gemetar.Bara menyesali perbuatannya,sehingga meningglakan trauma yang hebat bagi Lily.


“Maafkan aku sayang,maafkan aku!”


“Aku ingin Pulang!”


Bara menggelengkan kepalanya,Lily melepas pelukan Bara dan ingin meninggalkan kamar itu.namun Bara memeluk tubuh Lily lebih erat lagi.Bara harus menghilangkan trauma Lily,dengan mengajaknya melawan rasa ketakutan itu.Bara menatap lembut mata Lily, yang kini mulai meneteskan air mata.Bara mengusap lembut pipi Lily,mengecup kening,kedua mata,hidung,kedua pipi dan terakhir bibir Lily yang terbuka.


Bara mencium lembut bibir Lily,sehingga Lily melupakan ketakutannya. Ciuman mereka berlangsung lama,keduanya saling memberi dan menerima, hingga tercipta suasana panas di antara keduanya.

__ADS_1



__ADS_2