
Hembusan angin menerpa tubuh keduanya,tidak ada jarak di antara keduanya,Bara memeluk erat tubuh Lily.yang beberapa kali memberontak,dan mencoba melepaskan diri dari pelukan Bara. Bara tak membiarkan Lila lepas begitu saja,dengan penuh kekuatan Lily membalikan tubuhnya.
“Pllaaakk”,,Lily menampar keras pipi Bara,dan memukulnya dengan tas selempang yang ia bawa dengan membabi buta.sementara Bara yang terkejut mendapat serangan dari Lily,berusaha menangkap tangan dan menenangkan Lily.
“Dasar pria brengsek,berani sekali kau memelukku sembarangan.kau pikir kau siapa Hah!”
Bara tertegun mendengar ucapan ketus dari Lily,Bara terdiam dan memperhatikan wajah yang begitu ia rindukan.
“Lila,ini aku Bara!”
“Aku bukan Lila,aku punya nama Tuan.dan kau salah orang!”
Lily menghempas tangan Bara,dan meninggalkan Bara begitu saja.namun Bara tak mempercayai ucapan wanita yang mengaku bukan Lila nya,Bara berlari dan meraih tangan Lily.memaksa Lily menoleh dan menatap wajah Bara.
“Kau berbohong,kau masih marah padaku?,maafkan aku sayang,aku bersalah!”
Lily terdiam menatap mata Bara yang mulai berkaca-kaca,membuat dada Lily sesak.namun segera mungkin ia mengalihkan pandangannya agar tidak melihat,tatapan penuh kerinduan dari Bara.
“Tuan,anda salah mengenali orang namaku Lily!”
“Kau Lila ku, aku yakin itu,jangan begini Hem!”
Bara mendekat dan mencoba memeluk tubuh Lily,namun dengan cepat Lily mundur beberapa langkah menjauhi Bara.melihat tindakan Lily,Bara menatap mata indah itu,tatapan mata Lily yang dingin,berbeda dengan Lila yang selalu menatapnya penuh cinta dan kehangatan.apakah karena kebencian yang Lila miliki membuatnya berubah?,Bara sempat terpaku menatap mata itu.dengan perlahan Bara melepaskan tangan Lily yang berada dalam genggamannya.Bara mundur beberapa langkah menjauhi Lily.
“Maafkan aku Nona,aku salah mengenali orang!”
Bara tersenyum kecut,tampak raut kekecewaan yang begitu dalam dimatanya.Lily berusaha menahan sesak di dada serta air matanya,agar tak tumpah di hadapan Bara.Lily membalikkan tubuhnya dan berjalan dengan cepat meninggalkan Bara yang masih berdiri ditempatnya.
Tatapan Bara kosong,dunianya seakan runtuh kembali.harapannya sirna begitu saja,Bara mengangkat kedua tangannya yang sempat memeluk tubuh wanita yang ia yakini adalah Lila.beberapa saat kemudian Bara tersadar akan sesuatu,wangi tubuh wanita itu sama dengan Lila.Bara mengangkat kepalanya dan mencari keberadaan Lily, yang telah hilang dari hadapannya. Bara berlari kesana-kemari mencari dan memanggil nama Lila seperti orang gila,membuat beberapa orang bertanya-tanya tentang apa yang terjadi,namun tak ada yang berani mendekati Bara.
Sementara Lily berlari sekuat tenaga,menghindar dari jangkauan Bara.ketika memasuki kamarnya,Lily menumpahkan tangis yang sudah ia tahan beberapa menit yang lalu.Lily berteriak dan menumpahkan perasaan kecewa,serta rindu yang ia rasakan.Lily memukul dadanya yang terasa sesak itu,tangis pilu memenuhi kamarnya.setelah puas menumpahkan air matanya,Lily beranjak ke kamar mandi dan membasuh matanya dengan air dingin,dan merebahkan dirinya di ranjang sederhana yang ia sewa.mencoba menutup mata,dan melupakan kejadian yang ia alami malam ini.
Dengan langkah lesu Bara,memasuki hotel menuju kamarnya.beberapa pelayan yang mencoba menyapa,tidak ia perdulikan.setibanya di kamar,Bara menghempaskan tubuhnya di ranjang luas dan empuk itu.menutup mata dan mengingat kembali adegan yang terjadi beberapa menit lalu,Bara bangun dari tidurnya dan duduk dengan berbagai pertanyaan yang melintas di kepalanya.
Kenapa dia tidak mengenaliku,apakah dia pernah mengalami kecelakaan.apa yang terjadi padanya beberapa tahun ini.
Berbagai praduga terlintas di kepala Bara,ia yakin bahwa wanita itu adalah Lila.mungkin saja dia melupakan dirinya karena sesuatu,Bara meyakinkan dirinya dan bertekad mencari tau.Bara keluar dari kamar dan menuju resepsionis,tak butuh waktu lama.kini ia sudah berdiri dan menatap dingin resepsionis di hadapannya.
“Carikan dimana kamar yang ditempati, salah satu tamu yang bernama Lily!”
Dengan cepat sang resepsionis mencari apa yang Bara minta.
“Ada dikamar kelas ekonomi,nomer 05 Tuan!”
Bara mengangkat alisnya,tak percaya dengan apa yang ia dengar.dan kebetulan saat itu, Manda sedang bertugas dan melihat kejadian tersebut,dengan sopan dan ramah ia menyapa Bara.
“Selamat malam Tuan Bara,apakah ada sesuatu yang membuat anda tidak nyaman?”
__ADS_1
“Tidak ada!”
Tanpa mengucapkan terimakasih,Bara meninggalkan kedua wanita yang memiliki jabatan berbeda itu.
“Apa yang dia tanyakan padamu?”
“Tuan tadi meminta saya, mencarikan letak kamar, salah satu tamu yang bernama Lily!”
Manda merasakan hal aneh,dengan cepat ia menghubungi Lily. Suara dering ponsel membuat Lily membuka matanya,dilihatnya panggilan dari Manda.
“Ada apa Manda?”
“Pindahkan aku ke lantai atas, aku akan menggunakan kamar Papa, aku akan pindah malam ini!
Lily melempar asal ponselnya,ia bangun dan beranjak mengemas semua barangnya,sebelum Bara berkunjung. Sedangkan dikamar Bara,ia hanya mondar mandir tak karuan.ia ingin mengunjungi kamar Lily,namun ia ragu akan reaksi yang akan Lily tunjukkan padanya.akhirnya Bara memutuskan mengunjungi Lily besok pagi.
Lily keluar dari kamarnya dibantu Manda,menuju kamar yang tidak pernah digunakan sang Papa.kamar yang disediakan khusus buat sang pemilik Hotel.
“Tolong jaga privasi ku Manda,aku ingin kau yang mengurus semuanya.dan malam ini kau pulang saja,temui aku besok pagi!”
“Baik Nona!”
Lily melangkahkan kaki dikamar nan mewah,dengan semua fasilitas, dan kamar yang tepat mengarah ke pusat kota.Lily terpukau menatap kamar yang khusus untuk pemilik hotel. Malam Pun berlalu begitu cepat,dengan semangat dan penuh harap. Bara menuju kamar Lily,Bara terlihat tampan dan fresh pagi ini.hampir 20 menit Bara menunggu didepan pintu kamar Lily,namun belum ada tanda-tanda sang pemilik kamar akan keluar.beberapa kali Bara melirik jam tangan yang melingkar di tangannya,karena cemas Bara memutuskan mengetuk pintu kamar. Beberapa kali Bara mencoba mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban dari pemilik kamar,Bara mencoba membuka pintu,melihat pintu tidak terkunci Bara masuk kedalam kamar begitu saja. Bara mengedarkan pandangannya kesemua penjuru ruangan,kamar yang telah rapi dan tidak tampak digunakan itu,membuat Bara bertanya-tanya.Bara memeriksa setiap sudut ruangan,serta lemari yang sudah kosong.dengan geram Bara keluar dari kamar Lily dan menuju resepsionis.
“Katakan dimana tamu yang bernama Lily itu?”
Sang resepsionis yang sudah berbeda pagi ini,sedikit terkejut melihat dan mendengar teriakkan Bara.dengan cepat ia mencari apa yang Bara minta.
“Apa maksudmu,semalam dia masih disini!”
“Dia pergi meninggalkan hotel,pukul 11 malam Tuan!”
Lutut Bara lemas,ia kehilangan Lila untuk kesekian kali.Bara berjalan dan duduk di sebuah sofa,ia memijat keningnya yang mulai sakit. ”kenapa kau menghindari ku”,Bara bergumam pelan.sebuah tepukkan kecil di pundaknya,membuat Bara menoleh dan melihat Han telah berdiri tepat dihadapannya,dengan dahi mengkerut.
“Apa yang terjadi padamu?”
“Kita bicara sambil makan!”
Bara bangun dari duduknya,ia berjalan mendahului dan Han mengikutinya dari belakang.setelah memesan beberapa makanan,Han hanya menatap Bara yang terdiam dengan tatapan kosong.
“Ada apa,ceritakan padaku!”
“Aku bertemu Lila!”
Han tertegun dan menatap Bara tak percaya.Bara membalas tatapan Han,dengan tatapan kekecewaan,yang dapat Han lihat dimatanya.
“Tapi dia tidak mengenaliku Han!”
__ADS_1
“Apa maksud dengan tidak mengenalimu?”
“ Namanya bukan Lila tapi Lily.semalam aku sudah mengetahui letak kamarnya,dan tadi ketika aku ingin menyapanya, dia sudah meninggalkan hotel!”
Han mengangkat alisnya mendengar cerita Bara,dan Han merasa ada yang janggal, dengan kejadian tersebut.
“Aku bahkan sempat memeluknya Han,wangi tubuhnya, aku masih sangat mengenalinya.tapi dia menampar dan menghajar ku Han!”
“Gadis itu menampar dan menghajar mu?”
Bara mengangguk lemah,membuat senyum terukir disudut bibir Han dan tak lama kemudian tawa lepas keluar dari mulut Han.
“Hahahahaha!”
“Han!”
“Maaf,berani sekali wanita itu menamparmu.dia pasti wanita yang hebat!”
Bara mendelik tak terima dengan ucapan Han,yang mengejeknya.
“Jika kau yakin wanita itu adalah Lila,kita bisa mencari tau kebenarannya!”
“Apa rencana mu Han?”
“Serahkan semuanya padaku,dan hari ini lebih baik kau kembali ke kantor!”
Bara mengangguk mengerti,selama pekerjaan itu ditangani oleh Han,semuanya akan berjalan dengan baik. Mereka menikmati makanan yang telah disiapkan para pelayan dimeja mereka.Bara maupun Han menikmati sarapan dengan diam.
Wanita berpakaian sexy,yang sedikit memperlihatkan keindahan gundukan kembarnya,berjalan berlenggak lenggok.beberapa pelayan dan staf, yang mengetahui posisinya di hotel hanya menunduk dan tidak berani menatap sang wanita berlama-lama.melihat pria tampan yang ia temui kemarin,membuat senyum di sudut bibirnya mengembang.sebelum mendekati Han dan Bara,wanita yang bernama Lisa membenarkan penampilannya.dengan langkah yang ia atur sedemikian rupa,ia mendekati meja Bara.
“Hello,kita bertemu lagi!”
Bara hanya mengacuhkan sapaan Lisa,bahkan tak menatapnya sama sekali.berbeda dengan Han yang menghentikan kegiatannya,untuk menatap Lisa yang kini telah berdiri dihadapnnya.wanita yang begitu menjaga bentuk tubuhnya,serta wajahnya itu ,tersenyum ramah ke arah Han.
“Sial,keduanya begitu tampan”,,Batin Lisa menatap Bara dan Han.
“Bolehkah aku ikut bergabung?”
Han hanya menganggukkan kepalanya.dan kembali menikmati sarapannya.Lisa mencoba mengalihkan perhatian dua pria tampan dihadapannya,dengan berbagai cara.hanya Han yang sesekali menjawab pertanyaannya,sedangkan Bara tak meladeni Lisa sama sekali.
“Aku sudah selesai!”
Bara meneguk habis air putihnya,dan meninggalkan Han serta wanita yang ia anggap aneh itu begitu saja. Lisa menatap kagum tubuh Bara,tentu hal itu tak luput dari perhatian Han yang hanya tersenyum seperti biasa.
“Maaf nona,saya harus pamit!”
Lisa menggenggam tangan Han,membuat Han melirik tangannya dan menatap Lisa.
__ADS_1
“Apa kita bisa bertemu kembali?”
Han mengerutkan dahi,sebuah ide muncul dikepalanya.melihat penampilan sang wanita ia yakin,seseorang ada dibelakangnya.Han duduk kembali dan menarik tangannya dari genggaman Lisa,membuat Lisa tersenyum dan merasa bangga.ia yakin jika pria dihadapannya kini sudah mulai tertarik padanya.