Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
114.Mengabil Tindakan


__ADS_3

Dingin malam yang begitu menusuk tulang,tidak membuat Bara maupun Han memejamkan matanya.malam ini menjadi malam yang melelahkan bagi keduanya,malam yang hampir saja membuat tragedy besar bagi keluarga Danu dan Stave.jika saja Diego tidak cepat bertindak dan mengerahkan para anak buah profesionalnya,Bara dan Han akan menjadi manusia pertama yang cukup bersalah,akan tragedy naas yang hampir menimpa Lily di malam pernikahannya.


Han dan Bara kini sedang menikmati minuman beralkohol,mereka diam dengan pikirannya masing-masing.Bara menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembusnya,seraya menyandarkan punggungnya ke kursi.


“Kenapa wanita itu begitu nekat,bahkan apa yang dia lakukan tidak di luar nalar ku Han!”


“Apakah jika seseorang mencintai dengan begitu kuat, dia kan melakukan sesuatu tindakan ektrim dan bisa di bilang bodoh?”


“Vero hanya terobsesi padaku Han,yang dia rasakan bukanlah sebuah perasaan cinta.dirinya merasa kalah dari seorang Lily yang dulunya hanya gadis biasa,dan mungkin saja hal itu membuat harga dirinya terluka,hingga perasaan cinta itu berubah menjadi obsesi yang mengerikan!”


“Cinta seorang wanita begitu menakutkan,lantas apa rencana mu?”


“Aku akan mengakhirinya,aku tidak ingin Lily dalam bahaya lagi,dan bukan hanya Lily tapi semua keluargaku!”


“Kau harus tegas kali ini,jangan sampai membuat Diego kecewa.perasaanku mengatakan,jika Diego bukanlah orang sembarangan,anak buahnya lebih professional dari anak buah kita Bara!”


Bara mengerutkan dahinya mendengar ucapan Han,bila di ingat kembali memang benar apa yang di ucapkan Han.bahkan tanpa Diego perintah,mereka seolah-olah memahami apa keinginan Diego.


“Lily dilindungi oleh orang-orang hebat Bara,dan kau sebagai seorang suami,harus bisa melebihi mereka!”


Benar yang kau ucapkan Han,aku tidak mungkin terus menerima perlindungan mereka,aku harus bisa membuktikan pada keluarga Stave dan Diego,kalau aku juga bisa menjaga keluargaku.


****


Rasa cemas menjalar di hati Manajer dan asisten vero,berjam-jam mereka mencari keberadaan vero.sampai acara pernikahan Lily selesai,mereka tak kunjung menemukan keberadaan Vero.


“Mungkin vero sudah kembali ke apartemen,aku yakin mungkin dia sedang menangis dan mengamuk sekarang ini!”


“Tapi firasat ku mengatakan tidak,pasti vero sedang merencanakan sesuatu.apa tadi kau melihat sang pengantin?bahkan ketika acara selesai kedua pengantin,dan Han tidak ada di pesta!”


Benar juga,tadi yang aku lihat hanya kedua keluarga mempelai,lalu kemana perginya pengantin serta Han.apa kau melakukan sesuatu vero?aku mohon jangan melakukan tindakan bodoh lagi,,


Disaat keduanya diam dengan pikiran masing-masing,sang Manajer teringat akan sesuatu yang mungkin saja bisa membantu mereka saat ini.dengan cepat sang manajer berlari ke menuju mobil mereka yang terparkir,dengan bingung sang asisten mengikuti langkah manajernya.dengan gerak cepat,dirinya mengeluarkan laptop dan menghidupkannya.


“Apa yang kau lakukan?”

__ADS_1


“Aku memasang alat perekam di kamar vero,siapa tau bisa berguna dan kita bisa mengetahui apa yang vero rencanakan!”


“Kau memasang alat penyadap?tapi kenapa?”


“Aku masih tidak percaya pada vero,meskipun dia mengatakan akan berubah dan melupakan Bara,apa kau yakin dia bisa berubah secepat itu?”


“Aku,,aku juga tidak yakin!”


“Karena itu aku mengambil inisiatif,ini semua aku lakukan demi vero.agar aku bisa tau apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya.namun aku melupakannya,dan malah fokus ke hal lain!”


“Kalau begitu coba kita cek,apa ada sesuatu yang mencurigakan!”


Dengan cepat sang manajer memasang headset di telinganya,dan mendengar percakapan apa saja yang terjadi di kamar vero,selama beberapa minggu ini.mualnya tidak ada yang mencurigakan,bahkan percakapannya biasa saja.perubahan ekspresi sang manajer membuat asistennya menjadi khawatir,wajah yang tadinya tenang,kini berubah pucat pasi.


“Kau mendapatkan sesuatu?”


Dengan tangan gemetar,sang Manajer memberikan salah satu Headsetnya.dengan sedikit ragu dia menerima Headset itu dan memasangkan di telinganya,wajahnya berubah pias.percakapan vero dengan seseorang terdengar jelas,percakapan tentang rencana penculikan Lily di malam pernikahannya.


Tubuh keduanya gemetar,sang asisten duduk dengan tubuh lemas.mereka berdua sungguh tidak menyangka jika vero akan senekat itu,perubahan sikap vero membuat keduanya lengah.dengan tubuh gemetar sang assiten meremas kedua tangannya.


“Jika rencana vero berhasil,aku yakin sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada diri vero.Nona Lily sekarang adalah bagian dari keluarga Danu,dan istri dari Tuan Bara.aku yakin mereka tidak akan tinggal diam,jika mengetahui yang terjadi!”


“Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?”


“Kita harus mencari keberadaan vero,tadi dia mengatakan Hotel tempatnya melancarkan aksinya bukan? ayo kita kesana!”


Sang manajer menginjak pedal gas,dan melajukan mobilnya.dipikirannya kali ini,hanya berharap vero belum menjalankan aksinya.hingga mereka berdua,bisa menghentikan tindakan bodoh wanita tersebut.mobil mereka memasuki area hotel,suasana hotel yang sudah sepi mengingat malam mulai larut.dengan langkah lebar keduanya memasuki Hotel,dan menanyakan keberadaan vero.


Meski sempat adu argument dengan petugas Hotel,akhirnya mereka berdua mengantongi nomer kamar yang vero tempati.dengan debaran jantung yang menggila,keduanya menyusuri lorong Hotel yang sepi.sampai di depan pintu,keduanya menarik dan melepaskan nafasnya dengan teratur.setelah merasa siap sang Manajer memberanikan diri mengetuk pintu.


“Tok,,Tok,,tokk”,,Beberapa kali pintu diketuk namun tidak ada jawaban,dengan keberanian sang manajer memegang Handle pintu.”Kleekk”pintu terbuka dan tidak terkunci,membuat keduanya saling melempar pandangan heran.perlahan keduanya melangkahkan kaki ke dalam kamar,yang penerangannya remang itu.


Sesosok manusia terlihat sedang terbaring di atas ranjang,membuat keduanya semakin ketakutan.takut akan kenyataan bahwa wanita itu adalah Lily,dan hanya mereka berdua yang berada di dalam kamar itu.


“Haruskan kita hidupkan lampunya,biar kita bisa melihat dengan jelas siapa orang itu?”

__ADS_1


“Cari saklar lampunya!”


Dengan cepat sang asisten mencari saklar lampu,”Tek” ruangan menjadi terang menderang.keduanay terkejut mendapati ranjang yang porak poranda,seperti telah terjadi sesuatu yang mengerikan sebelumnya .sang asisten meneteskan air mata,melihat keadaan wanita yang cukup mengenaskan di atas ranjang,rambut acak-acakan yang  menutupi sebagian wajahnya.tubuh bagian atas penuh memar,begitu juga dengan kedua kakinya.tubuh yang sebagian  hanya tertutup oleh selimut,sehingga keduanya bisa menyaksikan keadaan tubuh yang mengerikan itu.


“Aku takut!”


“Kita harus memastikannya,jika itu Nona Lily kita harus menghubungi Tuan Bara!”


“Bagaimana dengan Vero?”


“Apa yang terjadi padanya,kita berdua tidak akan tau.yang jelas kita harus menolongnya terlebih dahulu!”


Dengan perasaan ragu sang manajer melangkahkan kakinya mendekati ranjang,sementara sang assiten masih berdiri di tempatnya,dengan linangan air mata.dengan perlahan sang manajer melangkahkan kakinya,semakin dekat dia seperti mengenali sosok wanita yang terbaring itu.namun dirinya berusaha untuk tenang dan menyibak rambut yang menutupi wajahnya.


Tubuh sang manajer gemetar,wajahnya berubah pucat pasi. sang manajer mundur beberapa langkah karena terkejut,sang asisten semakin ketakutan dan mengira bahwa wanita itu pasti Lily,dengan begitu tidak akan pernah ada pengampunan bagi vero.


 “Di,,dia!”


“Apa dia Nona Lily!”


Sang Manajer dengan cepat menggelengkan kepalanya,meski bingung karena sang manajer terlihat pucat.namun dirinya sangat bersyukur,karena wanita itu bukanlah Lily.karena penasaran sang asisten melangkahkan kaki, dan melihat siapa sebenarnya wanita yang terbaring dengan tubuh mengerikan itu.


“Ve,,vero!!”


Sang asisten terkejut dan tidak menyangka,jika wanita yang terlihat mengerikan itu adalah vero sendiri.dengan tangisan histerisnya,sang asisten dengan cepat naik keranjang dan meraup tubuh tak berdaya vero,dia menutupi sebagian tubuh vero yang terlihat mengerikan itu.


“Cepat minta bantuan,aku mohon!”


Sang manajer yang tersadar,dengan tangan gemetar,dia menghubungi ambulance.beberapa menit kemudian datang tim penolong, dan langsung membawa tubuh vero ke rumah sakit terdekat.pihak Hotel yang sama sekali tidak mengetahui kejadian tersebut,sedikit terkejut.pasalnya beberapa jam lalu semuanya baik-baik saja.


Diego yang masih berada di dalam hotel yang sama,tentu mengetahui kegaduhan yang terjadi.namun sebelum semua itu terjadi dirinya telah bergerak terlebih dulu,semua rekaman jejak kejadian disingkirkan dengan rapi.bahkan jika pihak berwajib menyelidikinya,bisa dipastikan tidak akan ada jawaban dari kejadian malam ini.


Seringai mengerikan terlihat dari sudut bibir pria tampan tersebut,pria lembut dan penuh kehangatan bagi keluarganya,akan berubah buas bak binatang jika ada yang menganggu keluarganya.


Aku tidak akan melepaskan kalian yang berani mencoba menyakiti milikku,jika kalian berani melakukannya,maka kalian berani mati,,

__ADS_1


__ADS_2