Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
97.Pertunangan


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu semenjak insiden vero dan Natalia,tertangkap oleh pihak yang kepolisian.dan semenjak saat itu hari-haru Bara serasa damai tanpa gangguan dua wanita,yang sellau mengganggunya.malam ini adalah acara pertunangannya,hari yang di tunggu-tunggu oleh kedua keluarga.


Tampak hadir beberapa beberapa sahabat dan rekan bisnis kedua keluarga tersebut ,tidak lupa Lily mengundang ibu panti yang sangat berjasa bagi hidupnya.malam ini Bara terlihat begitu tampan dan memukau,dengan balutan jas mahalnya,tidak ketinggalan kedua orang tuanya dan Han,yang tidak kalah antusias dalam acara pertunangan Bara.


Lily begitu cantik dalam balutan kebaya moderennya,di damping sang putra yang tak kalah tampannya dari sang Ayah. Acara pertunangan yang cukup sederhana dan tertutup itu,berlangsung dengan lancar dan penuh kebahgiaan.terpancar wajah puas dan bahagia di wajah keduanya,Bara menggenggam erat tangan Lily sambil menggendong sang putra Bian,yang terus memperlihatkan senyum bahagianya.


Terimakasih Tuhan telah memberi keluarga kami kebahagiaan,semoga keluarga putraku selalu dalam lindunganmu.serta limpahkan kebahagiaan kepada keluarga kecil mereka.


Nyonya Santika meneteskan air mata bahagia untuk putra dan calon menantunya,gadis yang hampir membuat sang putra melajang,serta gadis yang pernah membuat keluarga mereka terpuruk,karena perbuatan putranya.kini berdiri di tengah-tengah keluarga besarnya,dan selangkah lagi dirinya akan menjadi Nyonya Muda di keluarga Danuarta.


Kedua keluarga besar menikmati pesta,sampai pesta pertunangan itu berakhir.satu persatu kerabat dan para sahabat meninggalkan pesta,kini tinggal keluarga Danu yang belum meninggalkan kediaman keluarga Stave.


“Tidurlah disini Tuan Danu,kami kalian telah menyiapkan kamar untuk kalian.tidak baik kembali larut malam begini!”


“Terimakasih Tuan Stave,dan maaf merepotkan kalian!”


“Jangan sungkan,tidak lama lagi kita akan menjadi sebuah keluarga!”


Melihat Bian yang sudah tertidur di pelukan Bara,Lily pamit terlebih dulu untuk menidurkan jagoan kecil mereka,hingga satu persatu mereka memasuki kamar masing-masing.


“Bara tidurlah dikamar tamu,jangan tidur dikamar Lily!”


Mendengar suara tegas Tuan Stave membuat beberapa orang yang masih tertinggal menertawakan Bara,termasuk kedua orang tuanya dan Han.dengan wajah merah menahan malu,Bara mengikuti langka Lily menuju kamarnya.kamar yang bernuansa biru,dengan beberapa barang yang tertata rapi.Bara melihat sekelilingnya,terdapat foto besar Lily dan Bian semasa bayi,membuat sudut bibir Bara terangkat.


“Baringkan Bain disini,dia cukup berat kau pasti kelelahan menggendongnya!”


“Tidak selama dirimu,yang menggendongnya sejak lahir.aku bahkan tidak melihatnya lahir dan tumbuh Lily!”


Lily memandang pria yang sedang menyelimuti sang putra,terbesit penyesalan di hatinya karena tidak memberitahukan Bara tentang keberadaan Bian waktu itu.


“Bara!”


Bara menegakkan tubuhnya,dan menatap mata Lily yang mulai berkaca-kaca.Bara mendekat dan memeluknya,memberi kenyamanan dan ketenangan dalam diri Lily.


“Jangan merasa bersalah padaku Lily,semua itu hanya rencana dari Tuhan.sekarang kita telah bersama,dan aku ingin menghabiskan hari tuaku bersammu.terimakasih telah hadir di hidupku,dan melelehkan hatiku yang beku dengan cinta dan kasihmu!”


Bara mengecup beberapa kali kening dan kepala Lily,yang masih terdengar menangis.tangisan kebahagiaan,dan penuh haru yang telah Lily curahkan.


“Aku mencintaimu Bara,sangat mencintaimu,terimakasih telah hadir dalam hidupku!”


Bara menatap wajah Lily dengan sayang,Bara mengecup dan mencium bibir manis yang selalu menjadi candunya,ciuman panjang terjadi di antara meerka.hawa panas mulai menjalari tubuh masing-masing,Lily tersenyum dan mengecup kening Bara.


“Kembalilah ke kamarmu,Papa bisa mengamuk jika melihatmu berada di kamarku!”


“Aku masih merindukanmu!”


“Kita gunakan waktuku selama seminggu itu  untuk kencan,aku hanya akan bekerja di pagi hari,siangnya akan aku gunakan untuk menemanimu!”


“Benarkah,kau tidak berbohong?”


“Tentu saja tidak,yang penting jadwal mu kosong,aku akan menemanimu!”


“Baiklah,aku akan meminta Han,untuk mengatur kembali jadwal selama seminggu ke depan!”

__ADS_1


“Jangan terlalu melimpahkan semua pekerjaan pada kak Han,dia butuh liburan dan kencan.mau sampai kapan kau membiarkan dia jomblo!”


Libur?Tidak,selama kita belum menikah aku tidak akan memberikan bocah tengik itu hari libur.bisa jadi dia membawamu liburan ke pulau lain,yang membuatku tidak bisa ikut. 


“Aku akan memberikannya libur setelah kita menikah,aku akan langsung mencarikan dia wanita sesuai kriterianya.kau tenang saja,calon suamimu ini adalah adik ipar yang baik dan perhatian!”


“Hahahaha,,iya aku percaya,dan jangan lupa untuk mencarikan Kak Diego calon istri!”


“Kau ingin aku jadi makcoblang ke dua Kakakmu itu?”


“Tepat sekali!”


“Tidak,tidak,,aku tidak berbakat menjadi makcomblang lebih baik kau saja.tidurlah ini sudah larut malam!”


“Cup”


Bara mengecup pipi Lily sebelum meninggalkan kamar dan Lily, yang masih terpaku akan ucapan Bara,Lily hanya bisa tersenyum dan menggelengkan sedikit kepalanya.dirnya merasa begitu bahagia karena dikelilingi oleh para pria,yang begitu mengasihinya.


*****


Setelah menikmati sarapan bersama,keluarga Danu meninggalkan kediaman Tuan Stave,mereka melakukan kegiatan dan pekerjaan mereka masing-masing.Bara dan Han berangkat ke kantor,sementara sang Ayah dan ibunya kembali ke rumah.


“Apa agendaku hari ini Han?”


“Hanya ada beberapa pertemuan dan satu rapat,sebentar pukul 10!”


“Baiklah,apa kau sudah melakukan apa yang aku minta!”


“Sudah kau tenang saja,aku sudah merubah kembali jadwal mu untuk satu minggu ke depan!”


“Jangan lupakan hari liburku,aku ingin bersenang-senang!”


“Kau boleh berlibur setelah aku menikah!”


Han mengangkat sebelah alisnya,mendengar ucapan Bara.


Dasar bocah tengik,kau tidak ingin kecolongan lagi kan,Hahaaha,,dasar kutu kupret,kau sudah mengantisipasinya rupanya.


“Baiklah terserah padamu,asalkan pegang janjimu,selama aku berlibur tidak ada gangguan!”


Han menik turunkan alisnya,membuat Bara menatapnya malas.dan hanya menganggukkan kepala tanda setuju.pagi itu Bara dan Han melakukan rapat untuk rencana penjualan mereka bulan ini,mengingat saingan semakin banyak,membuat Bara dan Han merubah strategi pemasaran mereka.rapatpun berjalan lancar,meski harus menunggu 3 hari ke depan untuk melihat hasil penjualan.


Suasana hati Bara yang adem anyem,membuat beberapa pertemuan berjalan dengan baik tanpa hambatan,senyum puas terukir diwajahnya.waktu kencan bersama Lily akan dirinya gunakan sebaik mungkin.


“Apa kau sebahagia itu,padahal hanya kencan biasa,kau seperti anak ABG yang baru mengenal cinta!”


“Sotoy,,Awas jika suatu saat kau mengalaminya,aku akan terus menertawakan mu,karena tidak pernah berhenti mengejek tingkahku!”


“Hei Bocah tengik,,aku lebih dewasa darimu,dan tentu saja maslah hati aku juga lebih dewasa memahaminya di banding dirimu!”


“Cihh sombong,,!!”


Bara melemparkan sebuah bantal yang tepat mengenai kepala Han,membuat Han melirik dan menatap Bara kesal.

__ADS_1


“Kau pikir kepalaku ini buah mangga,kenapa kau suka sekali melempari ku,dengan benda sakral itu!”


“Benda keramat bodoh!”


“Kau!”


“Tok,tok,tok”


Suara pintu diketuk,salah seorang stafnya masuk dengan sedikit menunduk.


“Maaf Tuan diluar ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan anda,namanya Nona Lily!”


“Kenapa tidak mempersilahkan dia masuk,dasar bodoh!”


“Maaf Tuan,saya takut menginginkan sembarang wanita menemui anda!”


Astaga aku lupa akan hal itu. 


“Cepat bawa dia masuk!”


Setelah sang staf pergi, Han akhirnya tertawa lepas,Bara semakin kesal dan melemparkan Bantal ke arah Han lagi.


“Wajahmu sungguh lucu dan terlihat bodoh,  aku lupa merekamnya dan memperlihatkannya pada Lily.dia pasti akan melakukan hal yang sama sepertiku,yaitu menertawai mu!”


“Sialan kau Han,Bocah tengik!”


“Ada apa sayang?”


Han bangun dan langsung berlari ke arah Lily dan mencari perlindungan di belakang punggungnya,membuat Lily heran dan mengerutkan dahi.


“Tunangan mu ini menganiaya kakakmu yang malang ini,cepat hukum dia.bahkan dia memukul kakak dengan bantal!”


“Bocah tengik,jangan mengadu!”


“Sayang,umurmu dan Kak Han berapa sekarang?”


“Kenapa menanyakan umurku sayang!”


“Karena kalian berdua seperti anak-anak yang selalu bertengkar memperebutkan makanan!”


Han dan Bara menggaruk kepala meraka yang tidak gatal,keduanya malu akan ucapan Lily.namun bukan Han namanya jika tidak berhasil membuat Bara kesal,Han memeluk Lily dan meletakkan dagunya di bahu Lily.


“Tunangan mu si kutu kupret itu, selalu menyiksa kakakmu ini Lily,setiap hari dia bahkan menyiksaku dengan kertas-kertas menyebalkan itu.jadi tolong katakan padanya,untuk mengasihani kakakmu ini!”


“Benarkah,sayang kau tidak melakukannya kan?”


“Jangan percaya ocehan bocah tengik itu,dia yang menyiksaku dengan tumpukan kertas-kertas aneh itu sayang!”


“Kak Han,kalau begitu bagaimana kalau kita liburan sore ini,biarkan Bara yang menyelesaikan semua pekerjaan kantor hari ini!”


“Benar sekali ayo kita pergi,aku ingin jalan-jalan ke mall!”


“Bocah tengik sialan,jangan meracuni pikiran Lily ku!”

__ADS_1


Bara mengambil bantal dan melempari tubuh Han yang telah berlari keluar dari ruangan Bara,Lily tertawa bahagia melihat kekonyolan dua pria yang di kasihinya.Lily memeluk tubuh Bara,dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh yang selalu membuatnya tenang.perlahan nafas Bara mulai teratur,Bara membalas pelukan Lily membuat sang kekasih tersenyum di balik pelukan itu. 


__ADS_2