Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
79.Cemburu


__ADS_3

Lily menggeliat,tubuhnya terasa remuk akibat pergulatan panas mereka semalam.Lily turun dari ranjangnya,dan mengambil segelas air.Lily merogoh isi tasnya,dan mengambil sebutir pil dan meminumnya.Lily menatap Bara yang masih tertidur dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


Lily beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya,Bara membuka matanya dan menemukan ruang disampingnya yang sudah kosong,Bara mencari keberadaan Lily,tidak berapa lama pintu kamar mandi terbuka,menampakkan Lily yang terlihat segar di pagi hari ini.


Aku ingin selalu menikmati hariku seperti ini Lily,setiap membuka mataku,kau adalah orang pertama yang akan tersenyum dan menyapa pagiku.


“Selamat pagi,,Cup!”


Lily memberikan kecupan selamat pagi dipipi Bara,membuat rona merah terlihat di wajah tampannya.


“Bangun dan bersihkan dirimu,setelah itu kita sarapan.semalam kau tidak makan,apa kau tidak lapar sekarang?”


“Aku sudah makan semalam,bahkan berkali-kali!”


“Dasar mesum!”


Lily meninggalkan Bara yang tertawa bahagia,dengan langkah ringan Bara menuju kamar mandi.


“Tidak bisakah kau menutup tubuhmu, dengan handuk atau selimut!”


“Kenapa kau mengalihkan pandanganmu sayang,bukankah kau juga sudah melihatnya!”


“Bara,,,Dasar mesumm!”


“Haahahaha,,,!”


Tubuh Bara menghilang di balik pintu,menyisakan Lily yang masih berdiri dengan wajah kesalnya.


Kenapa sifat Mesumnya jadi akut begitu,dulu dia tidak seperti ini.apa yang membuatnya berubah menjadi pria mesum.


Lily telah mengganti pakaian dengan dress berwarna pink cerah,dengan sedikit polesan make-up yang natural,menambah kecantikannya dan kesan dewasa. Lily juga sudah menyiapkan pakaian Bara,yang baru saja di antar oleh orang suruhannya.


Tiga puluh menit berlalu,Bara menyelesaikan ritual mandi dan kini dia telah memakai jas, yang di siapkan oleh Lily. Dengan telaten Lily membantu Bara memasang dasinya,Bara tidak melewatkan kesempatan itu,untuk mencuri ciuman di bibir manis Lily berkali-kali.setelah menikmati sarapan di dalam kamar, Bara memeluk tubuh Lily kembali.


“Aku berangkat ke kantor,akhir pekan ini kita berlibur,aku rindu Bian!”


“Aku akan lihat jadwal Papa,biasanya jika di akhir pekan,Bian adalah milik Papa dan Diego!”


Bara mengangkat alisnya tidak mengerti dengan ucapan Lily,melihat Bara yang diam dan menatapnya,Lily hanya tersenyum dan menepuk pelan dada bidang yang dibalut jas itu.


“Setiap akhir pekan,jika Papa dan Diego tidak memiliki kesibukan,mereka akan membawa Bian untuk liburan dan menghabiskan 1 hari full bersama cucu kesayangannya!”


Bara menganggukkan kepalanya.


Jika seperti itu,kami harus segera memiliki Lily junior dengan begitu,mami dan papi akan merasakan bermain bersama cucunya juga.melihat Bian yang begitu disayang di keluarga Stave,sepertinya mustahil membawa Bian setiap akhir pekan untuk bertemu Mami. 

__ADS_1


“Apa yang kau pikirkan!”


“Tidak ada,aku hanya ingin membawa Bian bertemu Mami,sepertinya sulit mendapat ijin dari kakek yang over protektif seperti Papamu!”


“Haha,,Sebentar sore aku akan pulang kerumah,jadi jangan kemari!”


“Baiklah,,aku akan merindukanmu!”


Bara mengecup kening Lily, sebelum meninggalkan kamar sekaligus ruangan yang Lily gunakan untuk bekerja.Lily melanjutkan aktifitasnya seperti biasa,dari pagi sampai siang,dirinya akan sibuk dengan urusan Hotel,dan sorenya akan dia gunakan untuk mendesain pakaian.meski merasa lelah ,namun Lily begitu menikmati pekerjaan barunya,sebagai pemilik Felice Hotel yang kini telah dikenal dikalangan pengusaha dan dunia perhotelan.


Beberapa hari telah berlalu,Bara maupun Lily menjalani hari-hari mereka dengan baik,hubungan mereka pun semakin kuat.Bara mencoba mendekati Tuan Stave,melalui beberapa pertemuan,dan kerjasama mereka.Bara tentu bahagia karena sampai saat ini Tuan Stave tidak melarang hubungan mereka,namun Tuan Stave selalu menekan Bara,dan selalu memberinya peringatan bahwa masih ada pengganggu disekitar dirinya.


Meski demikian Tuan Stave yang sedikit demi sedikit telah luluh hatinya,membuat Bara semakin memantapkan hati dan diri,untuk melindungi keluarganya.dan memperkenalka mereka kepada dunia,kalau dirinya telah memiliki tambatan hati dan seorang putra tentunya.


“Hari ini kau memiliki janji temu dengan Natalia,di restoran XX!”


“Aturlah,setelah ini kita berangkat!”


Han meninggalkan Bara diruangannya,dan menyiapkan beberapa berkas yang harus dia siapkan.sementara menunggu Han,Bara tersenyum manis melihat wallpaper ponselnya,wajah cantik Lily menghiasai layar ponselnya.


Kenapa aku bisa gila karenamu,dulu dan sekarang kehadiranmu selalu membuat hatiku berdebar,dan bibirku tersenyum Lily.aku sangat bahagia dan berterimakasih kepada tuhan,karena mempertemukan diriku dengan wanita berhati malaikat sepertimu.


“Sudah puas menatapnya,lama-lama layar ponselmu bisa pecah,karena di tatap terus oleh matamu!”


“Kau belum merasakan yang namanya jatuh cinta,awas kalau nanti jatuh cinta,bahaya lho!”


“Yakin?,aku rasa kau akan lebih gila dan bucin dariku!”


Bara menepuk pelan pundak Han,dan meningalkannya dengan tawa renyah,membuat Han sedikit kesal.


Apa benar cinta bisa merubah segalanya,yah,,aku bisa melihatmu yang menderita beberapa tahun lalu,dan sekarang lebih gila lagi setelah bertemu kembali dengan Lily.Apa harus semerepotkan itu,jika jatuh cinta.


Han melajukan mobilnya menuju Restoran XX,disana Natalia sudah menunggunya sejak 30menit yang lalu.Natalia tau watak Bara dan sekertarisnya seperti apa,Bara tidak suka menunggu.bahkan tidak ada pengusaha, ataupun orang yang memiliki jabatan,berani membuat Bara menunggu.


Ketika melihat kedatangan Bara dan Han,Natalia menunjukan senyum indahnya.bahkan dirinya menyambut kedatangan Bara,yang terkesan dingin dan datar tanpa ekspresi itu.meski demikian Natalia sudah merasa bersyukur,karena bisa menikmati makan siang bersama pria idamannya.


Tanpa banyak kata,para pelayan telah menyiapkan hidangan yang di pesan oleh Natalia.Bara hanya melirik Han sekilas,Han meletakkan tas  dan duduk di meja yang bersebelahan dengan Bara.membuat Natalia tersenyum bahagia,karena dirinya bisa menikmati makan siang berdua dengan Bara di meja yang sama.


Makan siang berjalan dengan baik,tidak ada yang memulai percakapan baik Bara maupun Natalia. Rasa kagum Natalia semakin membesar,harapannya ingin memiliki  Bara menguasai diri dan pikirannya.Wajah tampan,dengan rahang keras,serta punggung dan dada yang kokoh semakin membuat Natalia menggilai Bara.


“Kita bicarakan masalah kerjasama kita sekarang!”


“Bisakah kita membicarakannya sambil minum kopi,kita masih punya banyak waktu!”


“Han!”

__ADS_1


Han berdiri dari duduknya dan berpindah tempat,duduk tepat disamping Bara.Han mengeluarkan beberapa berkas di atas meja.


Sial dia benar-benar tidak membuang waktunya,bagaimana caraku mendekatinya?.


“Kami ingin pihak anda memeriksa kembali proposal kerjasamanya,karena ada beberapa poin yang membuat kami tidak menyetujui pengajuan kerjasama ini!”


“Benarkah,tapi pihak kami sudah membuatnya sedetail mungkin tanpa merugikan pihak lainnya!”


Sementara Han dan Natalia membicarakan masalah kerjasama,fokus dan tatapan Bara mengarah pada kedatangan sepasang manusia ,yang bisa dikatakan sangat serasi.rahang Bara mengeras,dia mengepalkan tangannya.api cemburu muncul diwajahnya,yang kini telah berubah menjadi masam.


Diego datang ke Felice Hotel dan menjemput Lily ,dan membawanya menikmati makan siang, direstoran yang menjadi tempat pertemuan bagi Bara dan Natalia.perlakuan Diego yang lembut dan penuh perhatian,membuat seribu tanduk muncul dikepala Bara.bahkan dirinya tidak mendengar apa yang Han dan Natalia bicarakan.


“Tuan Bara!Tuan Bara!”


“Apa!!”


Han mengerutkan dahi melihat ekspresi Bara yang tadinya tenang,kini menjadi singa yang siap menerkam.berbeda dengan Natalia yang terkejut dan sedikit gemetar,mendengar teriakan Bara yang cukup mengerikan.Han mengikuti arah pandang Bara,dan melihat keberadaan Lily dan Diego, yang duduk di sebuah meja yang terdapat disudut ruangan.


Ternyata dia sedang cemburu dan marah,Lily kau benar-benar adikku yang hebat,bisa membuat si beruang kutub panas dingin, dan cemburu.


“Nona Natalia,sepertinya waktu kita telah habis.dan maaf kami masih memiliki agenda lain setelah ini!”


“Ahh baiklah!”


Natalia melirik sekilas ke arah Bara,wajah penuh amarah telah menghiasi wajahnya,membuat nyali Natalia ciut dan memutuskan untuk pergi secepat mungkin.dia tidak ingin terlibat masalah,yang nantinya bisa merugikan dirinya, serta perusahaan ayahnya.


Tanpa memperdulikan ucapan dan  kepergian Natalia,Bara masih fokos pada pandangannya.senyum cantik dan menawan milik Lily,sungguh mengoyahkan hatinya,dirinya tidak rela jika senyum indah itu di nikmati oleh orang lain selain dirinya. Bara bangun dari duduknya, dan menghampiri meja Lily.


“Boleh kami bergabung!”


Aura dingin menyeruak begitu saja,tubuh Lily membeku mendengar suara berat Bara.Lily menolehkan kepalanya,dan melihat Bara  serta Han telah berdiri dibelakangnya dengan senyum yang menurut Lily menakutkan itu.


Sial aku seperti sedang tertangkap basah karena berselingkuh,lihat tatapannya itu.seperti mengatakan “awas kau Lily,aku akan menghukummu setelah ini, beraninya kau makan bersama pria lain”.


“Selamat Siang Tuan Bara,senang bertemu dengan anda disisni,mari bergabung bersama kami!”


Bara menyambut tangan Diego,namun terlihat jelas dimata Diego kalau Bara sedang menahan amarah dan rasa kesalnya.Lily mendinginkan suasana yang mendadak panas,namun tetap saja suasananya tidak berubah.selama makan siang berlangsung,Bara seperti orang lain,dia menyuapi dan melayani Lily, membuat Lily menjadi sedikit malu,dan bingung dengan perubahan sikap Bara yang berubah 180 derajat itu.


Kau sungguh aneh kalau cemburu,aku jadi bisa menikmati tingkah mu yang bodoh yang hanya bisa aku nikmati,jika kau sedang bersama Lily.


Han tersenyum dan tertawa dalam diam,menyaksikan tingkah Bara yang untuk pertamakalinya Han lihat.sementara Diego,dia tidak menghiraukan apa yang Bara lakukan,dia lebih menikmati makan siangnya. Dan sesekali memberi perhatian kecil pada Lily,membuat Bara semakin meradang.


Aku ingin lihat sampai dimana kau bisa menguasai emosi dan rasa cemburumu itu,karena jika kau belum bisa menguasainya,aku tidak akan melepaskan Lily untuk pria sepertimu.Diego


Pria brengsek aku ingin sekali menghajarmu,tapi tidak mungkin aku lakukan itu kan.kau orang terdekat Lily,sabar Bara mungkin pria di hadapanmu ini sedang menguji batas kesabaranmu.Bara

__ADS_1



__ADS_2