Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
131. Berita Mengejutkan


__ADS_3

Matahari pagi telah menunjukan sinarnya,Lily yang masih berbaring malas,lebih memandang wajah damai sang suami.gerakan halus Lily menyentuh rahang serta bagian wajah Bara yang lain,membuat Bara merasa terganggu.berlahan Bara membuka matanya,hal pertama yang dilihatnya adalah senyum cantik sang istri.Bara menarik tubuh Lily dan membawanya dalam pelukannya,rutinitas pagi yang tidak Bara lewatkan.


“Kau tidak bekerja?”


“Lima menit lagi sayang,biarkan aku memelukmu lima menit lagi.kau tau jika aku sangat merindukanmu,apalagi jika tidak melihatmu sehari!”


“Kau bisa menghubungiku di jam istirahatmu sayang!”


“Tidak,aku akan semakin rindu jika seperti itu.karena itu aku menahan diri untuk tidak menelpon mu!”


“Hahaha,,benarkah,aku sangat bahagia mendengarnya!”


Bara mengecup kening dan membelai perut Lily yang semakin besar,usapan lembut Bara ternyata memberi respon positif pada sang bayi.gerakan-gerakan menyakitkan dapat Lily rasakan,melihat dan merasakan hal itu, Bara tersenyum bahagia. Ternyata putrinya mengenalinya,betapa senangnya Bara bisa menikmati perannya sebagai Ayah dan suami siaga untuk Lily.


“Aku sangat bahagia bisa menemanimu selama masa kehamilan mu ini sayang,jika aku tau keberadaan Bian dulu,aku akan melakukan segala cara untuk menemukanmu!”


“Tapi ternyata semuanya tidak semudah yang aku pikirkan,selama kurang lebih 4 tahun aku mencari mu,mengerahkan seluruh anak buah serta detektif handal.namun tidak membuahkan hasil,aku sangat hancur saat itu,Ayahmu sungguh menyembunyikan mu dariku!”


“Kau sudah membayarnya sekarang, dengan memberiku dan Bian kasih sayang,yang berlimpah.begitu juga dengan keluargamu yang begitu menerima kami,aku sangat bahagia sayang,kau telah menjadi Ayah dan suami terbaik bagi kami!”


“Apa menurutmu putri kita mirip denganku?”


“Putri kita harus mirip denganku yang cantik ini,Bian sudah mewarisi ketampanan mu,jadi sekarang putriku harus lebih mirip ibunya!”


“Hahaha,,kau benar,Bian sangat mirip denganku.ternyata dulu aku sangat hebat ya!”


“Sayang!”


“Hahahaha,,aku hanya bercanda sayang!”


Keduanya kembali berpelukan dan menikmati momen romantis mereka,hingga ketukan pintu membuat Bara mengangkat kepalanya,dan menatap ke arah pintu.


“Bukalah,mungkin ibu!”


Bara mengangguk dan turun dari ranjangnya,sementara Lily bangun dan menyandarkan tubuhnya,mencari posisi senyaman mungkin.ketika Bara membuka pintu kamarnya,yang berdiri di hadapannya adalah putranya sendiri.Bian telah rapi dengan seragam sekolah play  Groupnya,dengan tatapan datar Bian masuk begitu saja,tanpa menyapa sang Ayah yang melongo akan kelakukan sang putra.


“Pagi Mommy!”

__ADS_1


“Pagi sayang!”


Lily merentangkan tangannya,Bian langsung naik ke atas ranjang memeluk dan mencium kedua pipi sang Ibu,yang kemudian beralih mengusap dan mencium lembut perut sang ibu.ketika tangan mungilnya mengusap lembut perut sang Mommy,sang adik mulai bergerak seperti menyapa sang kakak.


“Wow,,my princess menyapaku Mom,dia bergerak!”


“Adikmu sangat senang melihat kakaknya yang tampan ini menyapanya pagi ini,lihatlah kakakmu sudah rapi dan tampan!”


“Tentu tidak seperti Daddy,yang bahkan belum mandi!”


“Hahaha,,Daddy mu malas sayang!”


“Daddy lelah dan masih ingin tidur Bian,biarkan daddy tidur lagi ya!”


“Daddy harus bekerja!”


“Ok baiklah,Daddy mandi dulu tolong jaga Mommy,dan satu hal lagi.kau harus memberi salam ketika masuk ke kamar Mommy dan Daddy Bian!”


“Daddy membuatku malas!”


“Why?”


Bara menunduk lesu dan mengalah akan apa yang sang putra katakan,Lily hanya tersenyum lucu melihat perdebatan keduanya di pagi hari.dengan langkah lesu Bara memasuki kamar mandi,sementara Lily masih memeluk dan mengobrol dengan sang putra,yang kian hari semakin menggemaskan.


Setelah menunggu beberapa menit keduanya sudah tampak segar,Bara menuntun Lily menuruni tangga.Bian dan Han serta anggota keluarga lainnya sudah menunggu di meja makan,merekapun menikmati sarapan dengan tenang.


“Bian berangkat dulu ya Mom,ingat tunggu Bian pulang dari sekolah.Bian ingin ikut menjenguk princess!”


“Tentu sayang,Mommy akan menunggu Bian!”


Setelah mengecup kedua pipi sang Mommy Bian melambaikan tangannya ,dan pergi ke sekolah bersama sang Nenek dan kakek.sang Nenek kini mendapat giliran untuk menjaga Bian di sekolah,selama seminggu penuh,dan di minggu berikutnya Bian akan ikut dengan kakek serta Nenek Stave.


“Nanti siang aku akan menjemput kalian,istirahatlah di rumah!”


“Iya,hati-hati dijalan!”


Bara mengecup kepala Lily dan meninggalkan kediaman Danu,Lily melambaikan tangannya,dan menatap kepergian suami serta kakaknya.

__ADS_1


“Apa ada yang ingin kau lakukan Lily?”


Lily membalikkan tubuhnya dan melihat sahabatnya sudah berdiri di belakangnya,sahabat sekaligus pelayan yang begitu dekat dengannya dimasa sulit Lily dulu.


“Temani aku di taman belakang ya,bawa beberapa buah yang sudah kau kupas!”


“Baiklah ayo!”


Sang pelayan membantu memapah Lily yang semakin kesulitan berjalan,selama di tinggal di rumah Lily menghabiskan waktunya di taman belakang.menyirami serta berjalan-jalan kecil,untuk mempermudah persalinannya nanti.sang pelayan dan Madam Rima dengan penuh perhatian selalu membantu dan menemani Lily,membuatkan makanan ataupun cemilan yang ingin dirinya makan.berada di tengah-tengah orang yang begitu menyayanginya,membuatnya begitu bersyukur karena telah dilahirkan ke dunia ini.meski dirinya tidak mengetahui siapa keluarga kandungnya,namun Lily tetap berterimakasih kepada mereka yang telah melahirkan dan membesarkannya.


Lily berjanji pada dirinya,akan membahagiakan dan memberi kasih sayang yang berlimpah kepada kedua buah hatinya,agar tidak merasakan hal yang sama sepertinya.Pagi itu Lily melewati harinya dengan bercengkrama,dan menyiram tanaman yang sudah menjadi hobinya sejak dulu.


Berita heboh tentang Bara dan Han pun mulai menyebar,keduanya bahkan tidak risih dengan kabar yang berhembus.keduanya  bahkan mengabaikannya,seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu,semakin membuat para pegawai dan staf saling berguncing.Han bahkan tertawa dalam hati,mendengar beberapa karyawan wanita menggunjingkannya.ingin sekali rasanya Han menertawai mereka,namun Han berusaha menahannya.


Jam makan siang tiba,sesuai rencana semula Bara dan Han kembali ke rumah untuk menjemput Lily.melihat keduanya keluar dari ruangan secara bersamaan,membuat Staf Bara menundukkan kepala.begitu juga pegawai dilantai lainnya yang mereka lewati,melihat reaksi para pegawai,yang menatap mereka dengan penuh simpati membuat Han semakin tersenyum jahil.


Han merangkul lengan Bara dan menjatuhkan kepalanya ketika memasuki lift,seraya tersenyum ke arah para pegawai yang menggosipkan mereka.


“Kau lihat tadi,sekertaris Han tersenyum.dan Tuan Bara terlihat sangat nyaman,dengan perlakuan lembut sekertaris Han.apakah ini akhir dari dunia,kenapa pria tampan seperti mereka harus saling menyukai!”


Para pegawai mulai heboh dengan apa yang mereka lihat,sementara Han tidak bisa menahan sakit perutnya karena,kebodohan para pegawainya.Bara menatap Han dengan kesal,dan menendang kaki Han dengan cukup keras.hingga Han yang mulanya tertawa,meringis kesakitan.


“Hentikan sikap konyol mu itu,kau meruntuhkan wibawa seorang Bara Andara.bagaiamana jika rumor itu tersebar luas,dan terdengar di kalangan kolega,serta lawan bisnis kita!”


“Kau mencemaskan hal itu,hei ayolah siapa yang akan percaya akan  rumor aneh ini.jika melihat kegagahan Bara Andara,yang telah menjadi seorang Ayah ini!”


“Cihh,,aku tidak akan kena masalah,yang aku takutkan malah sebaliknya.semua wanita akan menjauhi mu,karena mereka mengira kau menyukai sesama jenis bodoh!”


“Aku tidak perduli akan hal itu sekarang,yang aku inginkan adalah mereka menjauh,dan tidak mendekatiku.aku lelah dengan trik murahan mereka!”


“Terserah padamu,jika sampai ibu dan ayah mendengarnya,kau harus bertanggung jawab!”


“Kau pikir Ayah akan marah,aku yakin ayah hanya kan menertawakan kita.tapi yang aku ragukan tentu ibuku dan ibumu,menurutmu apakah mereka tidak akan melempar kita dan mengejar kita dengan sapu?”


Keduanya terdiam sejenak dan akhirnya tertawa bersama,memikirkan hal yang mungkin saja dilakukan oleh kedua ibu mereka.”Ting”Lift terbuka,Bara dan Han terdiam melihat sosok cantik dan bocah tampan yang kini telah berdiri di hadapan mereka.


“Lily!”

__ADS_1


“Sayang!” 


__ADS_2