Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
59.Aku Menemukanmu!


__ADS_3

Sejak kejadian siang tadi,Bara begitu resah.ia yakin bahwa dirinya tidak salah lihat.hingga akhirnya ia memutuskan menginap di Felice Hotel.


“Apa kau yakin yang kau lihat itu Lila,kau sudah memeriksanya,tidak ada satupun dari tamu hotel bernama Lila!”


“Aku tidak buta Han,aku yakin wanita itu Lila.akan aku pastikan hal itu!”


Han menghela nafas beratnya,jika sudah menyangkut Lila,Bara akan melupakan segalanya.bahkan tidak perduli apapun lagi.


“Baiklah kau tetap disini, aku akan kembali kerumah!”


“Han!


Han menghentikan langkahnya,dan menolehkan kepala dan menatap Bara.


“Jangan katakan apapun pada ibu,katakan aku hanya ingin menikmati liburan!”


“Baiklah!”


Han membalikkan tubuhnya,dan meninggalkan Bara sendiri dikamar VIP yang telah ia sewa.Han menuju Loby,dan tidak sengaja ia berpapasan dengan Manda yang sedang membawa buket bunga Mawar.Manda menundukkan kepalanya,dan sedikit membungkuk ke arah Han,sampai tubuh itu menghilang.


“Tok Tok Tok”suara pintu diketuk,Lily membuka pintu kamarnya dan mendapati Manda, telah berdiri di depan kamarnya dengan sebuket bunga mawar.Beberapa menit lalu Lily meminta Manda membelikannya bunga Mawar,untuk ia simpan dikamarnya.


“Terimakasih banyak Manda,aku hanya butuh penyejuk ruangan!”


“Sama-sama Nona,sebaiknya anda pindah kekamar VIP!”


“Tidak perlu,nanti saja!”


“Baiklah, kalau begitu saya pamit jika ada sesuatu yang anda butuhkan segera hubungi saya!”

__ADS_1


“Terimakasih!”


Manda menunduk dan meninggalkan Lily,yang tersenyum menatap dan menghirup aroma bunga mawar yang dibelikan Manda.Lily meletakkan bunga mawar yang ia bawa ke dalam vas bunga,membuat perasaannya tenang, dengan cepat Lily membuka laptop dan mengerjakan sesuatu.ia tidak ingin menunda pekerjaan yang sang Papa berikan,ia ingin segera berlibur ke Villa dan kembali ke Negara Y.tanpa ia sadari waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Cacing diperut Lily yang meronta membuatnya menghentikan kegiatannya.Lily mematikan Laptop dan bergegas membersihkan dirinya,setelah selesai mandi Lily mengenakan dres terusan berwarna merah,dengan sedikit polesan Make Up Lily terlihat cantik malam ini.Lily mengambil tas selempang serta ponselnya,ia keluar kamar dan mencari makanan yang dijual di pinggir jalan.sudah lama ia tak menikmati makanan khas yang dijual pinggir jalan,tinggal di Negara Y membuatnya merindukan makanan kesukaannya.


Sama halnya dengan Lily,setelah mandi Bara juga keluar dari kamar dan ingin makan.dengan langkah ringan ia menuju lantai bawah yang merupakan restoran di hotel tersebut.karena terlalu fokus dengan ponselnya,Bara tak menyadari keberadaan Lila yang berjalan berlawanan arah dengannya. Bara menghentikan langkahnya,ia merasa familiar dengan aroma parfum yang baru saja ia cium.Bara membalikkan tubuhnya,Bara mengedarkan pandangannya kesegala arah.tidak ada hal yang mencuri perhatiannya,”Apakah ini hanya perasaanku saja,karena terlalu merindukannya”.Bara menghela nafasnya, dan memasukkan kedua tangannya ke saku celana dan kembali melangkahkan kakinya ke restoran.


Suasana restoran yang cukup sepi,membuat Bara terheran-heran.biasanya restoran akan ramai pengunjung pada malam hari,namun pemandangan didepannya sungguh membuat Bara prihatin.hanya beberapa tamu yang terlihat makan direstoran tersebut.


“Bbbrruukk”,,Seorang wanita sexy dengan pakaian mini menabrak Bara,membuatnya menoleh dan menatap sang wanita,yang berdiri mematung dihadapannya.wajah tampan Bara membuat sang wanita terpesona,Bara hanya mengacuhkanya dan meninggalkan sang wanita,melihat pria tampan dihadapannya pergi begitu saja,sang wanita tersadar dan mengejar Bara.


“Hei tunggu!


Wanita sexy itu berhasil meraih pergelangan tangan Bara,membuat Bara terhenti dan menatap tak suka ke arah sang wanita.mendapat tatapan membunuh dan dingin dari Bara,membuat wanita itu melepaskan tangannya dan tersenyum menggoda ke arah Bara.


“Aku minta maaf soal tadi,kenalkan aku Lisa!”


Wanita itu mengulurkan tangannya,yang hanya ditatap acuh oleh Bara.dengan tatapan dingin Bara mengeluarkan tisu dan mengelap tangannya,yang sempat disentuh oleh wanita yang bernama Lisa,dan meninggalkan wanita tersebut yang masih terpesona padanya.melihat tingkah Bara,membuat Lisa tak percaya,pria dihadapannya ini tak tergoda oleh penampilannya,bukannya marah,malah membuat Lisa penasaran dan tertantang untuk meluluhkan sikap angkuh Bara.


Bara melihat diseberang jalan berjejer beberapa penjual,yang kedai mereka diserbu beberapa pelanggan.tepat yang memang dekat pantai membuat para penjual keliling memilih mangkal di tempat tersebut,Bara mengingat masa lalu ketika dirinya selalu menemani Lila makan di pinggir jalan,Bara tersenyum kala mengingat kenangan indah mereka.


“Bang satenya 1 porsi ya!”


“Ditunggu ya Bang!”


Bara menatap deburan ombak malam,ia memperhatikan sekitarnya,beberapa pasang muda dan mudi terlihat asyik dengan pasangan mereka,dan ada juga beberapa di antaranya yang hanya berkumpul dan ikut meramaikan suasana.Bara menunggu dengan sabar makanan yang ia pesan.tak jauh dari tempatnya duduk,Lily juga terlihat sedang menikmati bakso yang menjadi salah satu makanan kesukaannya.Lily menghangatkan perutnya dengan kuah hangat, dan rasa bakso yang gurih.


Melihat perbedaan restoran sang Papa,dengan keramaian yang berada tepat didepan restoran membuat Lily berpikir keras,bagaiamana cara menarik perhatian pelanggan.dengan iseng Lily bertanya kepada salah satu pasangan muda-mudi yang sempat makan bersamanya.


“Kenapa kalian memilih makan disini,dibanding makan direstoran depan?”

__ADS_1


Sepasang muda-mudi itu saling lempar pandangan,dan tersenyum ramah ke arah Lily.


“Makananya kurang Enak,dan mahal tidak cocok untuk kami yang modalnya sedikit.disini kita bisa makan sepuasnya dan makanannya enak!”


“Kalau hotelnya,bagaimana menurut kalian?”


“Pelayanannya kurang memuaskan,coba mbak lihat penginapan kecil diseberang jalan,tamunya nda pernah sepi,karena pelayanan mereka baik!”


Lily melihat penginapan kecil di seberang jalan,dan benar yang dikatakan oleh muda-mudi dihadapannya itu.Lily berfikir keras tentang pelayanan yang mereka maksud.


“Kalau saja pemilik hotel merubah pelayanan, dan makanan direstorannya,mungkin saja bisa menarik perhatian pelanggan!”


“Pelayanan seperti apa maksudmu?”


“Pelayanan kamar dan makanan yang tidak maksimal Mbak,serta kesejahteraan karyawan yang begitu kurang!  


“Kenapa kau bisa menilai hotel itu,sedetail itu?”


“Karena saya pernah bekerja di hotel itu!”


Lily merasa penasaran,dan memutuskan mencari tau semua yang terjadi di dalam hotel sang Papa.Lily mengepalkan tangannya,mendengar semua yang diceritakan sang mantan karyawan.ternyata ada oknum yang bermain curang di dalam hotel,hal ini menjadi PR yang harus secepatnya Lily selesaikan.setelah puas mengorek informasi,sebagai ucapan terimakasih Lily membayarkan semua makanan yang mereka makan.Lily tak habis pikir dengan oknum-oknum yang menyalahgunakan kekuasaan yang sang Papa berikan,untuk menghilangkan rasa kesal dihatinya,Lily memilih berjalan-jalan ditepi pantai.suasana yang ramai membuat Lily berani menyusuri bibir pantai,ia membiarkan tubuh serta rambutnya diterpa angin malam,rambut indah yang terurai sedikit berantakan karena sapuan angin.


Setelah selesai menikmati beberapa tusuk satenya,Bara melangkahkan kakinya kebibir pantai.menikmati angin malam,yang mengingatkannya akan sang kekasih hati yang belum kembali sampai saat ini.ketika pandangan Bara mengarah lurus kedepan,tatapannya terpaku pada sesosok wanita bergaun merah,yang sedang menikmati angin malam dengan mata tertutup.tubuh Bara membeku,aliran darahnya terasa terhenti,dengan langkah pelan ia mendekati sang wanita yang masih berdiri dengan mata terpejam.


Ketika langkahnya semakin dekat,wanita itu meraih benda pipih ditasnya dan menerima panggilan dari seberang sana.membuat Bara menghentikan langkahnya sejenak ,dan memutuskan menunggu. Melihat Lily yang mulai melangkah,Bara mengikuti langkah Lily pelan.suara yang begitu ia rindukan,kini nyata terdengar di telinganya dan tepat dihadapannya.dengan perasaan bahagia dan gugup,Bara terus melangkah mengikuti langkah Lily. ketika Lily membalikkan tubuhnya dan ingin kembali ke hotel,Matanya menatap sesosok pria, berbadan tegap serta wajahnya yang tampan yang tidak pernah Lily lupakan.


Meski sempat terkejut,namun dengan cepat Lily mengubah ekspresinya.ia berpura-pura tak mengenal Bara,dan berjalan ke arahnya. Jantung Bara berdetak keras,menatap wajah yang semakin cantik dan menawan dihadapannya.Lila yang sekarang terlihat dewasa dan begitu anggun di mata Bara,ketika wanita yang begitu ia rindukan semakin mendekat.Bara tersenyum bahagia,terlihat jelas kerinduan dimatanya,Bara melangkahkan kakinya dan ingin memeluk Lilanya.namun hal tak terduga terjadi padanya,bahkan Bara tak percaya dengan apa yang ia lihat.Lilanya hanya menunduk sejenak sebagai rasa hormatnya,dan meninggalkan Bara begitu saja.


Sakit itulah yang Bara rasakan,ketika Lily hanya melewatinya begitu saja.dengan cepat Lily meninggalkan pantai, dan mencoba menghilang dari pandangan pria yang masih menempati hatinya. Bara terdiam,air mata lolos begitu saja dipipinya,dengan cepat Bara membalikkan tubuhnya dan mengejar Lily.

__ADS_1


Sebuah pelukan hangat dan penuh kerinduan Bara berikan.Bara memeluk erat dan mencium aroma khas tubuh Lilanya.Bara memeluk tubuh Lily dari belakang, sehingga Lily tidak melihat air mata Bara yang telah membasahi pipinya.


“Aku menemukanmu Sayang!”


__ADS_2