
Malam mulai menyapa,keduanya memutuskan kembali kerumah.Han sudah mulai tinggal terpisah,ia telah memiliki sebuah apartemen.ia memutuskan tinggal sendiri,meski Tuan Danu dan kedua ibunya tak mengijinkan ,terlebih lagi Queen yang sempat marah bahkan tak mengajaknya bicara beberapa hari.dengan penuh perjuangan akhirnya dirinya mendapatkan maaf dari sang gadis cilik,Han melangkahkan kaki menuju apartemenya.satu persatu lampu ia nyalakan untuk menerangi setiap ruangan,peralatan rumah serta tatanan yang rapi,membuat siapa saja yang berkunjung terkagum-kagum akan isi apartemen Han.
Han melepas jas serta sepatunya,menuju pantri dan mengambil sebotol air mineral.setelah rasa haus hilang,Han mengambil celemek dan memakainya.mengambil beberapa bahan makanan,untuk ia masak.di tengah kesibukannya menyiapkan makan malam,bel apartemennya berbunyi.Han mengangkat sebelah alisnya,siapa gerangan tamu yang berkunjung ke apartemennya malam-malam.bahkan selain anggota keluarga Danu,tidak ada yang mengetahui alamat tempat tinggalnya.
Dengan rasa penasaran Han melangkah menuju pintu apartemen dan membukanya,terlihat Bara tersenyum jahil dengan paper bag di tangannya.Han mengeryit bingung,melihat kehadiran sahabatnya yang tak di undang itu.
“Jangan hanya menatapku,seperti kau melihat hantu.kau tidak ingin mempersilahkan tamu mu ini masuk?”
Han memutar bola matanya,malas meladeni Bara.Han membuka pintu rumahnya lebar-lebar,dan mempersilahkan Bara masuk,dengan senyum puas Bara melangkah memasuki apartemen Han yang nyaman.
“Kenapa kau kelayapan malam-malam,kenapa tidak pulang ke rumah dan memeluk anak istrimu!”
“Aku sedang bermurah hati menemanimu dimalam minggu ini,seharusnya kau berterimakasih padaku,bukannya menceramahiku.dan aku sudah mengatakan pada Lily,jika aku akan menemani pria tua yang tak laku-laku ini!”
“Bocah Tengik,aku bukannya tak laku.aku hanya sedang mencari sosok wanita edisi terbatas,dan hanya ada satu di dunia!”
“Cihh,,kau pikir tas bermerek,limited edition!”
“Tak usah cerewet,jika ingin makan malam kemari bantu aku!”
“Hei aku tamu,seharusnya kau yang menyiapkan semuanya,aku hanya tinggal menyantapnya!”
“Terserah,jangan marah jika tidak kebagian!”
__ADS_1
“Dasar bocah tengik!”
Dengan malas Bara bangun dari duduknya menuju pantri,membantu Han mengupas bawang,serta membersihkan sayuran.keduanya terlihat seperti koki professional,tangan kekar yang terampil menambah pesona keduanya.hanya wanita beruntung yang bisa mencicipi,hasil masakan keduanaya.bebebrapa menit berkutat dengan bumbu serta sayuran,beberapa menu sehat telah tersaji.keduanya menikmati makan malam dengan tenang,Bara bahkan mengeluarkan sebotol anggur merah,untuk mereka berdua nikmati.
Pemandangan kota dimalam hari,dari apartemen Han terlihat jelas.Han menggoyang-goyangkan anggur yang ada di dalam gelasnya,menikmati sedikit demi sedikit,anggur yang terasa manis itu.begitu juga dengan Bara,keduanya diam,larut dalam pikiran masing-masing.
“Apa kau belum memiliki seorang kekasih Han?”
Han melirik Bara yang masih memandang ke depan,Han tersenyum tipis mendengar pertanyaan bodoh sahabatnya itu.sudah beberapa kali dirinya mendengar pertanyaan yang sama,keluar dari mulut anggita keluarga Danu.namun jawabannya masih sama,belum ada yang bisa memikat hatinya.
“Aku sudah memilki Queen,bukankah aku sudah mengatakannya padamu,kalau aku akan menikahi putrimu!”
“Bocah sialan,putriku baru berusia 8 tahun.bayangakan jika nanti usianya 20tahun,kau sudah berumur setengah abad sialan.kau ingin putriku menikah, dengan sorang kakek-kakek!”
Umpatan Bara sungguh membuat Han terhibur,semakin membuat Bara kesal adalah hobinya sekarang.
“Dasar cecunguk sialan!”
“Hahahaa,,”
Han tak bisa menahan tawanya,tak berapa lama ******* nafas keduanya terdengar berbarengan.Han kembali melempar tatapannya ke depan.
“Aku belum bertemu dengan wanita yang bisa menggerakkan hatiku Bar,seperti halnya hatimu yang tergerak pada Lily seorang.aku belum menemukan wanita itu,jadi hentikan pertanyaan bodoh kalian,yang sellau bertanya tentang kekasih padaku!”
__ADS_1
“Itu karena kami menyayangimu Han,kami ingin kau bahagia.merasakan kebahagaiaan bersama dengan wanita yang kau cintai,membina rumah tangga,dan memiliki anak-anak yang lucu seperti Bian dan Queen!”
“Diego pria dingin dan angkuh itu saja,sudah menemukan jodohnya,kau pria yang masih terlihat lembut di anatar kami kenapa belum laku-laku!”
“Kau pikir aku dagangan,sialan,,jika aku tidak menemukan jodohku nanti,ada Queen yang siap menjadi pengantin untukku!”
“Aku tidak merestui mu sebagai menantuku!”
“kenapa,aku tampan,gagah idaman setiap wanita.kau akan menyesal jika tidak mengabulkan permintaanku ini,pokoknya kau harus merestui ku!”
“Kau calon menantu yang durhaka kepada calon mertuanya,jika kau ingin aku merestui mu, seharusnya kau bersikap manis dan sopan padaku.bukankah menantu harus hormat pada mertuanya?”
Keduanya mulai berdebat dengan masalah menantu dan mertua,bahkan pembicaraan keduanya cukup alot,sambil diselingi gelak tawa.mlam itu Bara benar-benar menghabiskan malam minggunya,untuk menemani Han.sudah lama terhitung sejak Bara menikah,keduanya tidak sempat menikmati waktu berdua seperti ini.
Di rumah utama mengetahui sang suami sedang bersama Han,Lily memutuskan tidur dikamar Queen.membuat sang putri kebingungan, melihat keberadaan sang Mommy di kamarnya.
“Mommy bertengkar?”
Lily tertegun mendengar pertanyaan Queen,darimana sang putri bisa memutuskan pikiran itu untuknya.dengan bibir mengerucut Lily duduk di samping Queen yang sedang membaca.
“Bolehkah Mommy tidur denganmu,mala mini Daddy mungkin tidak pulang.Daddy sedang menemani paman Han di apartemennya!”
“Kenapa Daddy tidak membawa Queen ikut serta,apa paman Han sedang melalukan pesta?”
__ADS_1
“Tidak sayang,Daddy dan Paman sedang membicarakan masalah pekerjaan!”
Dasar paman,kenapa tidak meminta Queen ikut serta.awas saja jika bertemu,aku akan memarahinya,,