
Lila membuka matanya perlahan,dilihatnya sosok pria tampan sedang tertidur lelap disampingnya,sejenak Lila menikmati ciptaan tuhan yang sangat sempurna itu.kemudian matanya beralih keluar jendela, yang menampakan deburan ombak,Lila tersenyum ia mengecup singkat pipi Bara kemudian turun dari ranjang meninggalkan Bara yang masih terlelap.Lila menikmati sapuan ombak yang mengenai kakinya,ia sangat bersyukur dengan apa yang ia rasakan dan dapatkan,berada di sekeliling orang-orang yang mencintai, dan menerimanya dengan tulus.
Bara membuka matanya mendapati dirinya sendirian tanpa Lila disisinya,ia beranjak dari ranjang mencari keberadaan sang kekasih.Bara mengelilingi Vila dengan perasaan cemas,saat pandangannya mengarah ke pantai, dilihatnya sang kekasih bermain ombak dengan pakaian yang sudah setengah basah.Bara tersenyum ia berjalan mendekati Lila,dari kejauhan Lila melihat kedatangan Bara. ia melambaikan tangannya memanggil Bara untuk ikut bermain dengannya.mereka menikmati pagi yang indah, dengan bermain-main disertai canda dan tawa.
Lila yang merasa kedinginan,menyudahi aksi bermain ombaknya,Bara membawa Lila masuk kedalam Vila.saat Lila akan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri,Lila bingung melihat Bara yang ikut masuk ke kamar mandi.
“Apa yang kak Bara lakukan?,,Tanya Lila polos,Bara hanya tersenyum ,Bara menarik tangan Lila, mereka kini berdiri di bawah guyuran air hangat. Bara menatap wajah Lila yang selalu mengganggu pikirannya,Bara mendekatkan dirinya hingga tak ada jarak di antara mereka.Bara mencium kening,mata ,hidung,kedua pipi dan berakhir di bibir ranum Lila,Bara menciumnya lembut. Lila memejamkan matanya,menikmati kelembutan yang Bara berikan,tanpa sadar tangannya bergerak melingkar indah dileher Bara. ciuman mereka berlangsung lama,pakaian Lila dilepas satu persatu oleh Bara yang kini hanya meninggalkan dalaman saja,Bara melihat keindahan tubuh Lila. yang membuat Bara benar-benar gila,Bara berusaha sekuat mungkin untuk tak melampaui batasannya.ia pria dewasa dan normal,tentu rasa sesak dan nyeri di bagian bawah, dapat ia rasakan. namun karena janjinya, yang tak akan merusak kekasihnya,sekuat tenaga dan dengan pikiran yang masih waras,ia hanya menikmati tubuh bagian atas Lila.deru nafas keduanya terdengar terengah-engah,Lila tak dapat melawan pesona sang kekasih,dan sentuhan lembutnya.Bara mengusap pipi Lila dengan sayang.
“Bersihkan dirimu,setelah ini kita jalan-jalan keluar pulau”,,ucap Bara yang di angguki oleh Lila,sebelum pergi meninggalkan Lila yang masih berdiri dibawah guyuran air,Bara mencium lagi dan lagi bibir merah itu.setelah acara membersihkan diri selesai, kini Bara dan Lila sudah bersiap untuk Jalan-jalan.dengan pakaian santainya dan kaca mata hitam, yang bertengger di hidung mancungnya, Bara terlihat semakin Gagah. sedangkan Lila memilih memakai atasan kaos putih sederhana,dan bawahan jeans Lila tampak cantik dengan sedikit polesan make- up diwajahnya. mereka pergi ke kota B yang letaknya tak jauh dari pulau pribadi milik Bara.mereka menikmati waktu dua hari dengan begitu berharga,dari mencoba berbagai makanan yang dijajakan di pinggiran kota,berbelanja dan menikmati wahana malam yang tersedia. tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengintai mereka,ia mengambil gambar di setiap moment antara Bara dan Lila. dan tentu saja ia tak bisa mengikuti Bara ke Villanya, karena Villa itu dijaga oleh pengamanan yang ketat,jika bukan keluarga Tuan Danu yang berlibur,tak ada seorang warga yang boleh memasuki tempat itu.kamera CCTV terpasang disetiap sudut pulau,sang pengintai menggunakan kesempatan ini untuk melakukan pekerjaannya.
Dua hari tak terasa mereka lewati,Bara dengan kesal membaringkan tubuhnya di ranjang king sizenya.Bara belum puas menikmati liburannya.
”Kak Bara kau kenapa”,,sambil mengusap lembut pipi Bara lembut.
“Aku belum puas liburan bersamamu”,,keluh Bara,Lila hanya tersenyum mendengar ucapan sang kekasih.
"Lila harus kuliah,dan nanti kita bisa berlibur lagi bersama yang lain”,,Bara bangun dan memeluk kekasihnya,mengecup pucuk kepala Lila.
”Tapi aku belum rela pulang”,,ucap Bara bagaikan anak kecil yang tak diberikan permen.siang itu mereka kembali ke rumah setelah liburan yang begitu mengesankan bagi keduanya.
Mobil Bara memasuki gerbang rumah nan megah, tempat kediaman sang ayah dan ibu.beberapa pelayan menyambut mereka,Lila seperti biasa tak mau dibantu,ia membawa sendiri kopernya.Lila merasa tak enak dengan teman-temannya,itulah yang mereka sukai dari Lila,meski telah menjadi kekasih majikannya Lila masih sama dengan Lila yang mereka kenal.Han melihat kedatangan mereka, ia datang dan langsung memeluk adiknya.
“Buaya ini tidak melakukan, hal aneh padamu kan”,,Tanya Han saat memeluk Lila,sesaat Lila terlihat panik dengan pipi yang sedikit merona,ia menggelengkan kepalanya.tentu saja Han bisa membaca situasinya,ia memberi pandangan dan tatapan mematikan pada Bara yang hanya dibalas acuh tak acuh oleh Bara.
”katakan pada kakak, apa buaya ini berbuat sesuatu”,,ucap Han lagi sambil menangkup pipi Lila, menatap dalam mata Lila.
__ADS_1
“Hei hentikan tingkah konyolmu itu,jangan menyentuh Lilaku”,,ucap Bara yang tak terima akan ucapan Han,Han mengangkat sebelah alisnya,ia mencium sesuatu yang aneh dari keduanya.
“kau seorang Buaya jadi aku harus waspada”,,Bara melempar Han,dengan tas yang ada ditangannya. dengan sigap Han menangkapnya dan tertawa, melihat kekesalan yang Bara tunjukan.
“sudah kalian jangan berkelahi,sudah tua tidak malu dengan usia”,,ucap Nyonya santika, yang datang menghampiri mereka saat tau kalau sang putra telah kembali. Lila menghampiri Nyonya santika,mencium tangan dan memeluknya.
"Lila kangen Ibu”,,ucap Lila penuh sayang,Nyonya santika membalas pelukan Lila dengan penuh sayang.mereka berempat memasuki rumah sambil berbincang-bincang,beda halnya dengan Bara dan Han yang saling menggoda dibelakang ibunya dan Lila.
Ditempat Lain, tepatnya disebuah kafe vero menantikan seseorang yang ia bayar untuk memata-matai Bar. tak berselang lama yang ditunggu akhirnya datang,vero melihat orang yang yang bekerja untuknya,dia menggunakan Topi,dan memakai masker hingga vero sendiri tak bisa mengenalinya.pria itu menyerahkan sebuah amplop ,Vero menerimanya dan ia memberikan amplop yang sama sebagai bayaran dari kerja keras sang pengintai. setelah menerima bayarannya,sang pria meninggalkan Vero begitu saja.dengan rasa penasaran,vero membuka amplop coklat itu,seketika matanya melotot. dadanya terasa sesak,amarah sekita naik diubun-ubunya ketika melihat kebersamaan Bara dan Lila ketika menikmati liburannya. tatapan Bara yang penuh dengan cinta,dapat vero lihat dalam foto tersebut,dan yang membuat vero semakin tak dapat mengontrol emosinya adalah salah satu foto Bara yang mencium Lila. vero benar-benar tak terima diperlakukan tak adil oleh Bara.
”Bisa-bisanya kau lebih memilih bersama seorang pelayan, dibandingkan aku yang super model ini",,ucap vero menahan amarahnya.
"Kita lihat Bara, akan aku buat matamu terbuka lebar,kalau pelayan itu tak pantas untukmu”,,vero meremas foto yang ada ditangannya .sesaat vero berfikir, pasti Om Danu dan tante santika tidak mengetahui hubungan mereka.benar aku akan melabrak dan mengatakan kebenarannya pada mereka pikir vero. ia kemudian bangun dari duduknya menuju kediaman Tuan Danu.
Ditengah perjalanan, tanpa sengaja vero melihat Lila yang baru pulang dari kampus. Lila menuju supermarket, hendak membeli beberapa bahan makanan. vero menepikan mobilnya, ia sudah tak sabar ingin menghampiri Lila dan meluapkan semua emosinya.saat Lila sedang mendorong keranjang belanjaannya,tanpa ia sadari seorang wanita menarik rambutnya dari belakang.
“Dasar gadis murahan,pelayan tak tau diri beraninya kau merayu kekasihku Hahh!,,Lila berusaha sekuat tenaga melepaskan rambutnya dari jambakan vero.Lila meringis kesakitan akibat tarikan yang begitu kuat,tak ada yang berani melerai mereka.
“kau pikir aku akan melepaskan mu",,ucap vero yang semakin tak terkontrol.
"Aku akan menunjukan padamu, dimana tempatmu seharusnya,gadis Ja**ng sepertimu harus diberi pelajaran”,,Vero masih mengumpat dan menjambak rambut Lila,dengan sekuat tenaga. Lila menghempaskan tangan vero. dan menatap vero dengan berani.
“siapa yang anda sebut gadis murahan?,apa yang saya lakukan pada anda bisakah anda menjelaskannya”,,ucap Lila yang membela dirinya.
“kau masih perlu penjelasan lagi,beraninya kau menggoda kekasihku",,teriak vero,hingga urat lehernya terlihat jelas.
__ADS_1
"Apa yang sudah kau berikan padanya,tubuhmu?dengarkan aku, tak lama lagi kau akan di tendang dari rumah itu,ketika Bara puas menikmati tubuhmu",,ucap vero sambil menuding wajah Lila.
" Kau pikir Bara benar-benar mencintaimu,kau hanya seorang pelayan rendahan”,,maki vero, menatap Lila dengan tatapan membunuhnya.
“Saya tidak pernah merebut kekasih anda, bukankah anda yang meninggalkannya,karena anda berselingkuh!, ucap Lila lantang,menatap balik vero.
"Anda bahkan menghianatinya,sekarang katakan dimana letak kesalahan saya !,,seru Lila
“Plaaakkk”,,suara tamparan keras mengenai pipi Lila, sudut bibir Lila robek karena tamparan vero. dari kejauhan seseorang memperhatikan kerumunan orang-orang,yang sedang menyaksikan sesuatu.ia penasaran karena suara teriakan wanita yang sangat ia kenali. ia mendekat dan betapa terkejutnya, ia melihat vero sedang menampar seorang gadis, dan kini menjambak rambut sang gadis.
“Kau pikir siapa dirimu hah!,,vero mendekat dan ingin menampar Lila,namun gerakan tangannya ditahan oleh seorang pria. pria itu adalah Rangga. Rangga yang tak sengaja mampir, hanya untuk membeli sesuatu ,tak sengaja melihat kehebohan yang vero lakukan. ia tak menyangka wanita yang pernah ia cintai adalah wanita temperamental.
“Lepaskan tanganku, dan jangan campuri urusanku”,,ucap vero yang memandang Rangga dengan tatapan merah.
"Jangan melampaui batasan mu vero",,ucap Rangga sambil melirik gadis,yang terlihat menyedihkan dihadapannya.
"Menghakimi seseorang didepan publik,adalah tindakan kriminal,dan kau telah melakukannya”,,vero mendelik tak suka dengan ucapan Rangga,ia menghempaskan tangannya dan menatap marah kearah Lila.
”Tunggu pembalasanku, akan aku buat kau menderita”,,ucap vero yang pergi meninggalkan Rangga dan Lila begitu saja,sementara orang yang merekam kejadian tersebut, mengunggah video ke akun media sosialnya.dan tak menunggu lama video tersebut menjadi topik hangat.
Rangga berbalik melihat gadis kecil yang di amuk oleh vero,sesaat Rangga memperhatikan Lila yang merapikan rambutnya, dan mengambil beberapa barangnya yang berserakan.Rangga membantu Lila,sambil melirik dan mengingat wajah yang begitu familiar dihadapannya kini.Lila menerima barang-barangnya dari tangan Rangga.Lila menatap Rangga dan tersenyum.
"Terimakasih atas bantuan anda tuan”,,Lila meninggalkan Rangga yang diam terpaku ,melihat senyum manis sang gadis,beberapa menit kemudian Rangga,mengingat dimana ia pernah bertemu Lila. Rangga berlari keluar mencoba mengejar Lila namun yang ia kejar sudah tak ada.
"Sial aku kehilangan dia",, ucap Rangga kesal.
__ADS_1
" Tapi apa masalahnya dengan vero, sehingga dia mendapat amukan dari wanita seperti vero ",, ucap Rangga pelan, dan mencoba berfikir mencari jawabannya.