Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
32.Kehancuran Vero


__ADS_3

Sebenci apapun kita, terhadap seseorang seharusnya tak membalas mereka, dengan kekerasan.ego yang selalu menguasai diri kita, terkadang telah menutup mata dan pikiran kita. sehingga kita menjadi gelap mata, apa yang kita anggap benar belum sepenuhnya benar.


Vero yang merasa ketakutan, melihat kemarahan Bara,jambakan yang begitu kuat di rambutnya, membuat beberapa helai rambutnya terlepas.air mata ketakutan mengalir di pipinya,Bara tak perduli. Bara begitu murka melihat perlakuan vero terhadap Lila.


“Aku akan menghancurkan mu Vero,seperti yang kau lakukan pada kekasihku",,bisik Bara,dengan senyum devilnya.


"Kau telah berbuat semaumu,sehingga menyakiti wanita yang bahkan tak tau apa-apa”,, ucapan Bara, tak di terima oleh vero, dia menatap Bara.


“Aku melakukannya karena aku cemburu padanya,aku membencinya”,,Ucap Vero terisak,bukannya iba Bara semakin menekan rambut vero. vero berusaha sekuat tenaga melawan,namun tak ada gunanya.


Dilantai atas,Tuan Danu sedang beristirahat.ia terusik dengan suara dan teriakan,ia bangun dan keluar dari kamar. saat hendak menuruni tangga, betapa terkejutnya Tuan Danu melihat sang putra sedang menyakiti seorang Wanita.


“Bara apa yang kau lakukan,lepaskan wanita itu”,,mendengar teriakan sang ayah,Bara membalikkan tubuhnya,ditatapnya sang ayah yang kini telah berdiri dihadapannya.


“Ayah tak pernah mengajarimu menyakiti wanita, apalagi melakukan tindakan kekerasan Bara",,ucap sang ayah,yang tak ingin putranya berbuat kasar.


"Kau tau,tindakanmu ini tak mencerminkan sikap seoarang pria sejati”,,ucap sang ayah dengan nada tinggi dan penuh amarah,Bara hanya menatap sang ayah .perlahan Bara melepaskan tangannya dari rambut Vero.sambil menghempaskan vero, membuat vero tersungkur,keningnya mengenai sudut meja sofa. sang ayah,begitu terkejut dengan perbuatan putranya. ia tak menyangka sang putra akan berbuat kejam seperti itu.


“Usir wanita ini dari rumah ini,jika kalian membiarkan dia menginjakan kaki di rumah ini lagi,akan aku pastikan kalian akan mendapatkan ganjarannya”,,ucap Bara penuh penekanan.diliriknya kening vero yang berdarah.


"Jangan ada yang memberinya pertolongan",,ucap Bara lagi, beberapa pelayan menghampiri vero yang sudah terduduk lemas,dengan darah yang sudah mengalir dari keningnya.Bara meninggalkan sang Ayah,yang masih berdiri ditempatnya.tanpa bisa mengatakan apa-apa.


"Apa yang telah aku lewatkan hari ini,sehingga anak itu berubah jadi iblis”,,ucap Tuan Danu pelan.Bara mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit tempat Lila kini dirawat,sedangkan di rumah sakit,Nyonya Santika tak berhenti menangis. Lila kehilangan banyak darah, akibat pembuluh darah yang sobek. sehingga ia harus menerima transfusi darah,Han dengan setia menenangkan sang Mama,serta ibu yang duduk disampingnya.


Bara berlari di koridor Rumah Sakit, mencari keberadaan Han dan sang ibu,dari kejauhan Han dapat melihat kekhawatiran di wajah Bara.


“Bagaimana keadaan Lila”,,ucap Bara yang baru saja sampai.


"Dokter masih menanganinya",,ucap Han pelan.


"Lila harus menerima transfusi darah karena kehilangan banyak darah,akibat luka sobek di kepala”,,ucap Han menatap Bara yang sedikit terkejut dengan ucapan Han,Bara mengusap kasar wajahnya.hampir satu jam mereka menunggu Dokter menangani Lila,akhirnya sang Dokter keluar.


“Bagaimana kondisinya Dokter”,,Tanya Nyonya santika yang begitu cemas.

__ADS_1


“semuanya baik-baik saja Nyonya,pasien bisa dipindahkan keruang perawatan”,, ucap sang Dokter.


“Tolong pindahkan keruang VIP,saya ingin pasien beristirahat dengan tenang”,,ucap Bara, memotong ucapan sang Dokter yang di angguki oleh Dokter. kini Lila telah berada diruang rawat ,beberapa selang infus dan kantong darah terpasang dipergelangan tangannya.wajah cantiknya menjadi pucat,sang Nyonya dengan setia mendampingi Lila.


“Mama pulanglah bersama Madam,Papa akan kebingungan mencari Mama",,ucap Bara pelan.


"Biar Bara dan Han, yang menjaga Lila disini”,,ucap Bara lembut,ia tau betapa sang ibu sangat menyayangi Lila.


“Nanti kabari Mama,jika sesuatu terjadi”,,Bara hanya mengangguk,sang Ibu dan Madam akhirnya meninggalkan Rumah sakit. meski berat meninggalkan Lila yang belum sadarkan diri,namun ia meninggalkan sang suami yang sedang tertidur.Han dan Bara menatap sendu gadis kesayangan mereka,tidak ada yang membuka suara,mereka asyik dengan pikiran masing-masing,hingga Bara membuka suaranya.


“Hancurkan wanita itu,lakukan cara apapun untuk memberinya pelajaran yang tak akan dia lupakan seumur hidupnya!,,ucap Bara, tanpa menatap Han.


"Dia sudah berani main-main denganku”,,ucap Bara penuh amarah,sementara Han hanya diam tak menanggapi,hanya Han yang tau apa yang ada dipikiran dan di kepalanya.


Sementara Bara dan Han, masih berada di rumah sakit menunggu Lila sadar.Vero menumpahkan kekecewaannya. ia mengamuk,ia melemparkan dan memecahkan semua barang yang ada dikamarnya.


“kau jahat Bara,,apa yang kau lihat dari pelayan itu,apa yang dia miliki dan tak aku miliki",,ucap Vero dengan deraian air mata.


"Buka matamu,,Aku mencintaimu Bara, sangat mencintaimu”,,teriak vero disela isakannya,kedua orang tua vero terkejut mendengar putrinya berteriak.mereka berlari ke kamar sang putri,dan melihat kamar vero yang sudah seperti kapal pecah itu.


"Vero tak mau kehilangan Bara Ma,tolong bantu vero mendapatkan Bara kembali”,,ucap Vero disertai isakannya,sang ibu dan ayahnya hanya bisa saling lempar pandangan.


“Tenanglah sayang Mama dan Papamu, akan membantumu,sudahlah jangan menangis lagi”,,bujuk sang ibu.vero menjadi tenang karena ucapan sang ibu,ia yakin sang ayah pasti bisa membantunya.karena ternyata sang ayah, memiliki kerja sama dengan ayah Bara,yang baru vero ketahui beberapa minggu lalu.


Sementara itu dikediaman Tuan Danu,betapa terkejutnya Tuan Danu mendengar cerita sang pelayan, yang menceritakan kejadian yang menimpa Lila. ia begitu tak menyangka,vero seberani itu.pantas saja putranya berubah menjadi iblis.itu semua karena ulah vero yang menyakiti Lila.tak lama kemudian sang istri dan Madam Rima datang dari rumah sakit,Tuan Danu langsung menyambut sang istri yang terlihat begitu lesu dan kelelahan.


“Bagaimana keadaan Lila Ma”,,Tanya Tuan Danu,yang hanya dijawab gelengan lemah oleh sang istri.


“Lila belum sadar Pa,dia kehilangan banyak darah jadi harus menerima Transfusi darah”,,ucap sang istri lemah,Tuan Danu hanya bisa menghela nafasnya.


“Bara hampir saja kehilangan kontrol,atas dirinya Ma”,,Sang istri menatap bingung,ke arah suaminya.


“Maksud Papa apa”,, tanya sang istri.

__ADS_1


“Bara hampir membunuh Vero Ma,,Papa baru lihat bagaimana kemarahan Bara”,,sang istri menjadi geram saat mendengar nama vero.


"Biarkan saja,dia pantas mendapatkannya”,,mendengar jawaban sang istri, Tuan Danu menggeleng kepalanya pelan.


“Kau ingin putramu jadi seorang pembunuh”,,Tuan Danu mendapat tatapan tak suka dari sang istri.


“Kita bisa menghukumnya,tapi bukan dibalas dengan kekerasan Ma",,ucap Tuan Danu memberi pengertian.


"Kita bisa laporkan dia kepihak berwajib,karena telah melukai Lila,tapi putramu itu sudah tersulut emosi”,,sang istri terdiam,mencerna ucapan sang suami yang benar adanya.


“Lalu apa yang akan kita lakukan Pa”,,Tanya sang istri pelan.


“Putramu lebih tau,apa yang harus dia lakukan Ma,jadi percayakan saja pada Bara”,, ucap Tuan Danu, memeluk sang istri.


Di rumah sakit,Bara tak beranjak sedikitpun dari sisi Lila. ia ingin menjadi orang pertama, yang dilihat oleh Lila ketika sadar nanti.sedangkan Han sudah pergi sejak 30menit yang lalu,Han berencana menghancurkan vero sehancur-hancurnya.malam itu Bara lewati dengan menjaga Lila,yang masih setia dalam tidur lelapnya.


Sinar mentari telah menerangi bumi,memberi kehangatan di pagi hari.Lila membuka matanya perlahan,bau obat yang menyengat tercium oleh indera penciumannya. Lila sadar kalau dirinya sedang berada di rumah sakit. saat ia mengamati ruang rawat nan mewah tempatnya dirawat, sejenak ia terpaku pada sosok pria tampan yang tertidur di samping ranjangnya.tangan Lila terulur begitu saja,ia mengelus lembut kepala pria yang amat ia cintai itu.merasa ada yang mengusap kepalanya Bara terbangun,saat Bara membuka mata,hal pertama yang ia lihat adalah senyuman indah sang kekasih yang telah sadar.


“Kau sudah sadar sayang”,,ucap Bara lembut,wajah yang tadinya pucat kini menjadi merah merona karena malu,malu mendengar panggilan sayang dari Bara.hal itu membuat Bara gemas,rasa khawatir berubah menjadi rasa bahagia.


“Apa yang kau rasakan,apa ada yang sakit”,,ucap Bara lagi,Lila hanya menggeleng Lemah.


“Lila sudah merasa baikan Kak,apa kak Bara tidur semalam disini”,,Tanya Lila,sambil menatap mata Bara.


“Iya aku takut dan khawatir padamu,aku ingin menjadi orang pertama yang kau lihat, ketika kau membuka matamu”,,ucap Bara sambil tersenyum,dikecupnya kening Lila.


”Maafkan Kak Bara,yang belum bisa menjagamu dengan baik,kau pasti ketakutan”,,ditatapnya mata indah Lila, yang hanya ada keteduhan di setiap tatapannya.


“Lila baik-baik saja Kak,semuanya akan berlalu,dan Lila sangat bahagia karena ada kalian yang selalu bersamaku",,ucap Lila pelan, menatap mata pria yang teramat dia cintai.


"Cukup kalian yang percaya padaku, itu sudah cukup untukku”,,ucap Lila lagi,sambil mengelus sayang pipi Bara.betapa bahagianya Bara, mendengar ucapan Lila yang selalu membuatnya merasa tenang itu,Bara mendekatkan bibirnya dan mencium bibir Lila yang sedikit kering.


Berbeda halnya dengan Vero,Bara yang mendapat kebahagian karena sang kekasih telah sadar. vero mendapat kabar buruk dari sang manajer. yang mengatakan ada berita tentang dirinya yang beredar di media.Foto dan video tak senonohnya, bersama seorang pria. Vero yang baru bangun dari tidurnya tentu tak percaya,dengan cepat ia mengambil ponsel dan mencari berita tentangnya.betapa terkejutnya dirinya,mendapati Foto serta videonya, bersama salah satu kekasihnya. kekasih saat masih menjalin asmara bersama Bara dan Rangga.

__ADS_1


“Tidak,, siapa yang berani melakukan hal ini padaku,,TIIDDAAKK!!,,vero melemparkan ponsel yang berada ditangannya, ia mengamuk dan berteriak histeris didalam kamarnya.


__ADS_2