Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
24.Aku Masih Mencintaimu


__ADS_3

Setelah kedatangan sang Nyonya besar,Lila lebih menghabiskan waktu bersamanya,dari belanja bersama- bersama,dan perawatan ke salon.sang Nyonya benar-benar menikmati waktunya, seperti menikmati waktu bersama sang putri.meskipun sedikit canggung, dengan perlakuan sang majikan,sedikit demi sedikit rasa itu hilang.yang ada sekarang adalah perasaan nyaman.


Siang itu dikediaman Tuan Danu,Lila sedang menikmati waktunya di ruang tamu, menemani sang Nyonya.vero datang bertamu,membawa berbagai buah tangan,Lila datang menyambutnya


dan menerima buah tangan yang vero bawa.


“Siapa,dan cari siapa ya”,,sapa sang Nyonya,yang memperhatikan gadis dihadapannya dengan seksama. sementara Lila hanya diam,vero menebak dalam hati, siapa wanita tua ini sebenarnya, apakah ibu Bara?, ucapnya dalam hati.


“Saya Vero tante, teman dekat Bara”,,sang Nyonya mengerutkan dahinya mendengar nama vero,jadi gadis ini orangnya,pikir Nyonya santika. ia menilai penampilan,dan cara vero bicara sungguh jauh dari menantu idaman pikirnya.


“Saya ibunya Bara”,,Vero teramat senang,sungguh keberuntungan baginya bisa bertemu dengan ibu Bara kali ini. ia tak akan melepaskan kesempatan yang datang kali ini,jika ia begitu susah mendekati sang putra,maka ada sang ibu yang bisa ia dekati pikirnya dalam hati.


“Mari masuk”,,ucap Nyonya Santika,kini vero dan Nyonya santika duduk diruang Tamu.Lila mengambilkan tamunya minuman.


”Terimakasih Lila, pergilah kebelakang nanti ibu panggil”,,Lila menganggukkan kepala, dan pergi meninggalkan mereka yang kini sedang berbicara.


“Saya tidak pernah melihat Tante dirumah”,, ucap Vero, memulai percakapan.


“Tante baru pulang dari luar negeri,apa kamu sering berkunjung kemari”,,Tanya Nyonya santika, yang sengaja mencari tau,dan yap vero masuk dalam perangkap Nyonya santika.


“Iya tante, saya sering berkunjung kemari",,ucap vero berbohong.


"Apakah Bara,tidak pernah menceritakan saya kepada Tante”,,ucap vero mencari tau.Nyonya santika, pura-pura kebingungan.


“Cerita apa ya?,Bara anak yang sedikit tertutup”,,ucap Nyonya Santika,yang terus memancing vero. haruskah aku sedikit berbohong pada ibunya,agar aku mendapat sedikit simpati. pikir Vero dalam hati.ekspresi yang vero perlihatkan,tak lepas dari pengamatan Nyonya Santika.


“Kami sudah berpacaran selama 2 tahun tante",,ucap vero sambil menundukkan kepala, dan memasang raut wajah sedihnya.


"Tapi karena suatu hal kami berpisah",,ucap vero lemah, dan sambil tersenyum ia memandang Nyonya Santika.


"Sekarang kami sedang memulai lagi, hubungan yang sempat terputus itu tante”,,Nyonya Santika, berakting seolah-olah,ia tidak tau apa-apa. namun sebenarnya siapa vero, dan bagaimana hubungannya dulu, dengan Bara ia sudah mengetahui semuanya.


“Sayang sekali, jika kalian harus putus",,ucap Nyonya Santika memperlihatkan wajah kecewanya.


"Lalu bagaimana,hubungan kalian sekarang”,,tanya Nyonya Santika,vero mau tak mau sedikit berbohong,mengatakan jika mereka sekarang sedang dekat kembali.hampir satu jam Nyonya Santika meladeni vero,semua cerita masa lalu antara dirinya dan Bara ia ceritakan.dan sang Nyonya hanya mendengarkan,dan kadang akan menjawab ucapan vero,jika di anggapnya terlalu memojokan putranya.pukul 4 sore waktu bagi Nyonya santika untuk memasak, ia bangun dari duduknya karena merasa jenuh mendengar cerita vero.


“Tante mau kemana”,, Tanya vero dan sang Nyonya menautkan alisnya,ia menatap Vero.


“Tante punya banyak pekerjaan,dan sekarang waktunya Tante untuk memasak”,,vero ikut bangun, mengikuti kemana Nyonya santika pergi.


“Bukankah Tante memiliki banyak pelayan,tante bisa meminta mereka untuk memasak”,, ucap vero sedikit kesal, tujuannya adalah mendekati ibu Bara.namun ibu Bara malah meninggalkannya memasak, hal yang paling vero tak bisa.


“Tante lebih suka suami dan anak tante,menikmati masakan yang tante buat sendiri”,, ucap Nyonya Santika, tanpa menatap vero.


“Bukannya sama saja tante,yang penting sudah ada makanan di atas meja.soal siapa yang memasak itu bukanlah masalah”,,ucap vero enteng.Nyonya santika yang mendengar ucapan Vero,sungguh menahan rasa kesalnya. apakah anak ini terlalu dimanja dirumahnya?,pikir Nyonya santika.sesampainya di dapur,Lila sudah membersihkan beberapa bahan makanan, yang siap untuk mereka masak.Nyonya santika tersenyum dan menghampiri Lila.


“Kita mau masak apa Lila”,,sambil melihat bahan makanan yang telah bersih,sementara vero hanya terus mengekor tanpa tau harus berbuat apa.


“Bagaimana kalau soup daging,capcay dan ikan gurami goreng?,,Nyonya santika menganggukkan kepalanya tanda setuju,ia begitu menikmati waktu memasaknya bersama Lila.melihat vero yang hanya berdiri, Nyonya santika memintanya memotong Wortel,melihat cara Vero yang benar-benar kaku dalam memegang pisau membuat Nyonya Santika geleng-geleng kepala. karena merasa terganggu,Nyonya santika meminta vero duduk agar tak mengganggu. akhirnya vero mengalah meski ia sedikit kesal.

__ADS_1


Saat akan menata makanan di atas meja, vero mengambil alih,ia meminta Lila bersih-bersih di dapur. sang Nyonya sungguh tak habis pikir, dengan cara vero yang berusaha mencari perhatian padanya.Tuan Danu menuruni tangga, dilihatnya seorang wanita asing sedang menata makanan dimeja.


“Ternyata ada tamu ya”,,mendengar suara seseorang,vero mengalihkan tatapannya. terlihat pria paruh baya,yang meski sudah berumur namun masih terlihat segar bugar dan tampan. jadi ini ayah Bara, pantas saja Bara tampan. sang ayah masih gagah,untuk kategori usia yang sudah tua pikir vero.


“Hallo Om, saya vero teman dekat Bara”,,Tuan Danu melirik sang istri,yang hanya mengangkat bahu.


“Oh selamat datang di rumah Om,mari ikut makan malam sebentar lagi Bara datang”,,ajak Tuan Danu, tak lama kemudian, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. saat memasuki ruang makan,Bara sedikit terkejut dengan kehadiran vero,namun ia berusaha tak memperlihatkan rasa keterkejutannya itu. Bara masuk bersama Han, yang kini sudah ikut duduk dimeja makan,vero mengambil tempat duduk tepat sebelah Bara. ia mengusir Han dengan tatapannya,Han tidak ingin berdebat,dengan wanita gila didepannya. jadi Han lebih memilih kursi di samping sang Mama, yaitu Nyonya santika.acara makan malam dimulai,vero mulai mengambilkan Bara makanan, ia mengisi nasi serta lauk pauk di piring. Tuan Danu yang melihat hal itu tersenyum, berbeda dengan Han dan Nyonya santika yang ingin muntah, melihat adegan dihadapan mereka.


“Calon istri dan menantu idaman,benarkan Ma”,,yang ditanya hanya tersenyum kecut.


“Aku punya tangan,aku bisa mengambilnya sendiri”,,ucap bara ketus, dan mengambil sendiri makanannya.


“Biarkan nak Vero,yang melayanimu Bara”,,ucap sang ayah, karena untuk pertama kali ia melihat ada seseorang wanita, yang mengaku sebagai teman sang putra.


“Bara hanya akan dilayani,oleh istri Bara sendiri bukan orang lain”,,mendengar ucapan Bara yang ketus,seolah tak menyukai apapun yang dilakukan vero,membuat sang ayah mengerutkan dahi. benarkah gadis didepannya ini kekasih putranya.sang ibu tersenyum, mendengar ucapan sang putra.


“Makanlah nak vero, anggap rumah sendiri”,,ucap Nyonya Santika,mencairkan suasana. mereka makan malam dengan diam,Lila datang membawa Dua gelas teh hangat untuk Han dan Bara,Lila meletakan gelas itu disebelah Bara,melihat kedatangan kekasihnya pandangan Bara melembut.


“Tolong tambahkan nasi dan lauknya”,,Lila melirik Bara,dan menatap Bara yang terlihat,menunjuk makanan dengan dagunya. Lila menambahkan nasi dan juga lauk kesukaan Bara ,Lila meletakkan kembali piring dihadapan Bara.kemudian ia beralih ketempat Han,memberikan minuman yang sama.


"Sejak kapan kalian makan,di temani teh hangat?, tanya Tuan Danu heran.


"Sejak Mama mulai masak",,jawab Bara cuek,yang mendapatkan tatapan tak suka dari sang ayah.


"Lila,ambilkan kak Bara air dingin",,Lila datang dengan air dinginnya,menuangkan air dan masih melayani Bara dimeja makan. Tuan Danu dan vero terkejut akan tindakan Bara, lain halnya dengan sang Nyonya yang tersenyum bahagia.ia yakin 100% , bahwa putranya bukan hanya jatuh cinta tapi sudah tergila-gila.acara makan malam telah selesai, Bara meninggalkan meja makan dan membersihkan diri,sementara vero berada diruang tamu bersama kedua orang tua Bara,Lila datang membawakan segelas kopi untuk sang Tuan.


“Hei, aku memintamu membantu mengupas buahnya”,,Lila bingung dengan maksud vero, Lila memberanikan diri bertanya.


“Bukankah tadi, Nona hanya meminta saya membawanya kemari”,,vero mendelik mendengar jawaban sang pelayan,vero menghampiri Lila dan berbisik di telinganya.


“Hei, jika aku bilang siapkan,ya siapkan tidak usah banyak protes",,ucap vero pelan.


"Kau itu pelayan yang digaji, untuk melayani kami kau mengerti”,,ucap vero lagi,Lila hanya menunduk dan mengangguk. Nyonya santika memperhatikan tingkah vero ,sedangkan Tuan Danu berbisik ke istrinya.


“Kenapa Bara,memilih wanita seperti itu menjadi kekasihnya sih Ma”,,sang istri menoleh,ke arah suaminya.


”Mama yakin, dia itu bukan kekasih Bara Pa,mungkin Cuma ngaku-ngaku saja”,,ucap sang istri, dan Tuan Danu hanya mangut-mangut saja. untuk menghilangkan rasa canggung,Tuan Danu mengajak vero berbicara mengenai keluarga dan pekerjaannya. tentu saja hal itu disambut baik oleh vero .saat mereka sedang berbincang,Lila datang membawa piring dan pisau. ia berjongkok ingin mengupas apel yang ada dimeja.


“Lila duduklah,jangan berjongkok dibawah seperti itu”,,Lila menatap sang majikan,Tuan Danu tersenyum kearah Lila.ketika Lila ingin berdiri, ucapan vero sungguh membuatnya rendah diri.


"Bukankah tempatnya memang di sana Tante",,ucap vero sinis.


"Jika duduk di atas sofa, itu bukan pelayan namanya”,,Vero benar-benar bodoh, ia menggali lubang,untuk kuburannya sendiri.bukannya bersikap baik dan manis, namun ia memperlihatkan watak dan sifat aslinya.yang memang bisa dibilang agak sombong itu,Nyonya santika begitu kesal.dan Lila benar-benar tak enak hati melihat situasi ini.


“Tidak apa-apa Bu,Lila duduk dibawah saja”,,ucap Lila sambil mengupas dua buah apel,sambil mendengar perbincangan majikan dan tamunya. perbincangan mengenai bisnis, yang tentu tak dimengerti oleh Lila.


“Jika papa vero sudah kembali,vero akan mengenalkannya pada Om dan Tante",,ucap vero bahagia, ia seperti mendapatkan lampu hijau dari ayah Bara.


"Bukankah lebih bagus lagi, jika keluarga kita bisa lebih dekat",, ucapan vero, membuat Nyonya santika tersenyum kecut. malam ini suasana hatinya benar-benar jelek,di buat oleh vero.Bara menuruni tangga, ia melihat ke arah ruang tamu.Bara melihat Lila yang bersimpuh di lantai, dengan mengupas Buah. amarahnya naik ke ubun-ubun,vero yang melihat Bara datang langsung tersenyum.

__ADS_1


“Hai sayang,ayo duduk disini”,,panggil vero,sambil menepuk sofa disebelahnya. Bara melangkah mendekati Lila, sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana. Nyonya Santika, benar-benar takut kalau Bara mengamuk malam ini karena ulah vero.


“Bangun”,,Deg,,Lila mengangkat kepala, dan melihat Bara dihadapannya.antara takut dan ragu, Lila melirik sang Nyonya,yang di jawab anggukan olehnya. Lila bangun dan berdiri,Bara menarik tangan Lila dan memintanya duduk. kini Lila duduk di sofa, yang berhadapan dengan majikannya.Bara mengikuti Lila, ia duduk disampingnya. sambil memakan buah, yang sudah dikupas.vero tak suka cara Bara memperlakukan pelayannya.


“Hei berikan padaku pisaunya,biar aku yang kupas kau bisa kembali ke dapur”,,Lila hendak bangun, namun tangannya dicegah oleh Bara.


“seharusnya itu, yang kau lakukan sejak tadi",,ucap Bara yang membuat vero sedikit malu.


"Bukan menjilat kedua orang tuaku, dan memperlakukan pelayan ku sesuka hatimu",,ucap Bara yang kini menatap vero.


"kau lupa akan peringatan ku dulu?,kau hanya tamu di rumah ini, jadi bersikaplah seperti tamu bukan bersikap seperti Nyonya di rumah ini”,,semua yang ada di ruangan itu, terkejut akan ucapan Bara yang begitu dingin.dan seolah-olah menyadarkan vero,akan posisinya di hati Bara.


“Bara jaga sikapmu,jangan bicara seperti itu pada seorang wanita”,,ucap sang ayah, yang tak suka akan sikap Bara. Bara masih menatap vero, dengan pandangan tak suka. bukanya menjawab ucapan sang ayah,Bara memberi kode kepada pelayan lain, yang berdiri disudut ruangan.


"Jika tamu kita, membutuhkan sesuatu kau layani dia dengan baik",, ucap Bara, yang masih menatap vero.


“Baik Tuan Muda”,,Bara mengalihkan pandangannya,menatap Lila yang menundukan kepala.


“Kembali ke ruangan mu”,,perintah Bara, Lila hanya bisa patuh.ia tidak mau terjadi masalah, yang lebih rumit lagi. Lila pergi meninggalkan ruangan itu.vero benar-benar tak tahan, ia tidak memperdulikan keadaan sekitarnya lagi.ia melampiaskan emosinya,dengan berteriak pada Bara.


“kenapa kau begitu perduli padanya",,ucap vero dengan nada tinggi.


"Dia hanya seorang pelayan, yang tidak memiliki harga sama sekali dibanding aku",,ucapan vero membuat Bara,semakin marah.


" Mereka dibayar, untuk melayani kita para majikannya.bahkan jika mereka diminta untuk menjilat,mereka akan melakukannya!,ucap vero melupakan tujuan sesungguhnya.


"Status sosial mereka, dengan kita berbeda sadarlah Bara",,Tuan Danu sungguh tak menyangka,gadis yang ia pikir berpendidikan tinggi ,dari keluarga terhormat ini adalah wanita yang sombong. wanita yang tidak tepat untuk Bara.melihat sifatnya,yang begitu merendahkan orang lain membuat Tuan Danu berfikir dua kali.


“Hentikan Nona Vero !,,ucap Tuan Danu, tak suka melihat tingkah vero.


"Jangan membuat masalah di rumah ini",,Tuan Danu menurunkan intonasi suaranya.


" Satu hal yang harus anda ingat,di rumah kami pelayan itu adalah keluarga",,ucap Tuan Danu, menatap lekat wajah vero yang sedikit terkejut.


"Kami tak pernah memandang status sosialnya,yang kami tau mereka dengan tulus melayani kami",,sang istri menyentuh tangan sang suami.


" Tapi jika pandangan Nona vero, mengenai para pelayan di rumah ini seperti itu,mohon maaf tolong pergi dari rumah saya” ,,Deg,,vero baru menyadari perbuatannya, seharusnya ini tak berakhir seperti ini,kenapa ia tak bisa mengontrol emosinya.


“Maafkan saya Om, Tante”,,Nyonya santika, pergi meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya, begitu juga Tuan Danu.kini hanya tersisa Bara dan Vero.


“Maafkan aku Bara,aku cemburu,aku tak suka melihat caramu memperlakukan pelayan itu”,,vero menangis menumpahkan air matanya.


”Aku masih sangat mencintaimu Bara, tolong beri aku kesempatan untuk kembali kesisimu",,vero mendekati Bara, yang masih berdiri dihadapannya.


"Ayo kita mulai, dari awal lagi aku mohon”,,Bara menghela nafas lelahnya.


“Kita sudah berakhir vero, dan rasa cinta itu sudah tidak ada lagi",,ucap Bara acuh.


" Jadi tolong, jangan bersikap seperti ini lagi,pulanglah”,,Bara meninggalkan vero yang terduduk lemas di sofa. ia menangisi nasibnya,kenapa dulu ia begitu bodoh meninggalkan Bara, yang begitu setia pada cintanya.

__ADS_1


__ADS_2