Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
86.Kedatangan Lily Ke Kantor Bara


__ADS_3

Setelah menikmati sarapan paginya bersama keluarga dan sang putra,Lily berangkat ke Hotel seperti biasanya,dia mengemudikan mobilnya dengan perlahan menuju Felice Hotel.Hal serupa juga dilakukan oleh Bara,dia dan Han berangkat ke gedung Sky Group.


Bara mengerjakan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda,sementara Han melakukan aktifitasnya seperti biasa.semua yang menyangkut perusahan dan keluarga Danuarta di handel dengan baik,dan dia memastikan semuanya baik-baik saja.


Pagi kini telah berganti siang,Bara ingin menikmati makan siangnya dengan Han.suara ketukan pintu membuatnya menegakkan tubuhnya,salah satu stafnya datang dengan sedikit keraguan diwajahnya,membuat Bara mengangkat sebelah alisnya.


“Ada apa,kenapa dengan wajahmu?”


“Maaf Tuan,diluar ada Nona Natalia ingin bertemu!”


Bara tersenyum sinis,dan menatap stafnya dengan dingin membuat yang ditatap semakin ketakutan.


“Suruh dia masuk!”


“Baik Tuan!”


Natalia sedang duduk manis di sofa yang berada di ruang tunggu,senyum tak pernah lepas dari bibirnya.setelah kejadian panas yang terjadi semalam,membuat Natalia semakin membanggakan dirinya.


Tadi pagi setelah matanya terbuka,dia mendapati dirinya tidur sendiri di dalam kamar yang menjadi saksi pertempuran panasnya bersama seorang pria,yang dia yakini adalah Bara.Natalia mencari keberadaan sang pria,ketika pandangan matanya tertuju pada selembar kertas yang berada di atas meja,Natalia mengambil dan membaca pesan yang tertulis di kertas tersebut.


Terimakasih atas pelayanan mu semalam,tubuhmu sungguh memuaskan.semoga kita bisa melakukannya lagi dilain waktu.


Karena pesan singkat itulah Natalia dengan berani mendatangi kantor Bara,dirinya berfikir Bara telah menerimanya seperti dia menerima tubuhnya.Natalia mengalihkan perhatiannya ketika menyadari kedatangan salah satu staf Bara.


“Nona,anda di tunggu di ruangan Tuan Bara!”


Natalia tersenyum dan mengikuti langkah sang Staf,hati dan perasaan Natalia sungguh bahagia saat ini.siapa yang sangka,apa yang dirinya lakukan semalam akan membuahkan hasil yang begitu memuaskan baginya dan Ayahnya.


Pintu ruangan dibuka,terlihat Bara duduk di kursi kebesarannya tanpa melirik kedatangan Natalia.namun Natalia tak menghiraukan sikap Bara,mungkin Bara malu karena masih ada stafnya didalam ruangan yang sama dengannya.setelah kepergian sang Staf,Natalia melangkah menuju sofa.pandangannya tidak lepas dari wajah tampan yang kini masih fokus di mejanya.


Natalia memperhatikan setiap lekuk tubuh Bara,pundak yang lebar serta tubuh tinggi yang berotot.membuat ingatan tentang malam panasnya menari-nari dipikirannya,membuat Natalia tersenyum dan ingin memeluk tubuh kekar itu,namun melihat keseriusan Bara membuat Nyali Natalia ciut,dan lebih memilih menunggu Bara.


Sementara dilantai bawah,terlihat Lily sedang menemui resepsionis dan menanyakan keberadaan Bara.melihat penampilan Lily yang begitu anggun membuat sang resepsionis yang kebetulan adalah seorang pria,tertegun dan menatap lama Lily.membuat Lily mengerutkan dahi,mendapat tatapan aneh dari karyawan Bara.kebetulan saat itu Han baru datang membeli makan siang untuk Bara,dia melihat kehadiran Lily dikantornya,dengan langkah lebar Han mendekati Lily.


“Apa yang kau lakukan disini Lily ?”


Mendengar suara seseorang, Lily langsung mengalihkan pandangannya dan menatap pria yang kini ada dihadapannya.Lily tersenyum dan menatap Han yang membawa beberapa kantong makan siang.


“Aku ingin bertemu dengan Bara!”


“Lalu kenapa masih disini?”

__ADS_1


Lily menunjuk ke arah resepsionis dengan dagunya,sang resepsionis yang ditunjuk langsung gugup dan malu. karena sejak Lily datang, sang pria hanya diam dan hanya menatap Lily. Han mendekat dan menatap stafnya.


“Jaga matamu,jika tidak, masalah besar akan menimpamu!”


Sang staf tertegun dan sedikit gemetar akan ancaman han,namun Han hanya tersenyum dan membawa Lily bersamannya.Lily tersenyum dan menundukkan sedikit kepalanya,Han merangkul Lily dan menuju Lift.pemandangan yang tak pernah terlihat di gedung Sky Group,seorang sekertaris dingin merangkul dan tersenyum pada seorang wanita,berarti wanita itu adalah orang spesial bagi kaki tangan Tuan Bara.itulah yang dipikirkan oleh beberapa staf yang melihat adegan yang menurut mereka romantis.


“Apa yang membuatmu kemari,tidak biasanya kau akan menghampiri si pria gila!”


“Aku ingin membicarakan sesuatu dengannya!”


Setelah sampai dilantai paling tertinggi di Sky Group,Han membawa Lily menuju ruangan Bara yang terletak di ujung lorong.sementara di ruangan, Bara sudah duduk dihadapan Natalia yang terlihat malu-malu.


“Bagaimana kalau kita makan siang,kebetulan ini juga waktu makan siang mu!”


Natalia bangun dari duduknya,dan duduk tepat disebelah Bara.gayanya dan penampilannya sungguh menggoda,jika targetnya bukan Bara,sudah dipastikan pria tersebut akan jatuh dalam pelukan Natalia.Dia berusaha meraih tangan Bara,namun tatapan Bara yang tajam membuat Natalia mengurungkan niatnya.namun masih tetap pada gerak geriknya yang mencoba merayu Bara.


Ketika pintu dibuka,pemandangan yang cukup membuat Lily dan Han terkejut,terlihat jelas Natalia berusaha mendekati Bara.ketika tatapan mata Bara bertemu dengan mata Lily,membuat Bara langsung berdiri.jantungnya berdegup kencang,ketika melihat sang kekasih kini berdiri tepat dihadapnnya.Lily dan Natalia saling pandang,Lily hanya melemparkan senyum manisnya ke arah Natalia,membuat hati dan perasaan Bara tak tenang melihat senyum manis sang kekasih yang mematikan menurutnya.


“Maaf aku pikir tidak ada tamu,kalau begitu kalian bisa teruskan,aku dan Han akan keluar!”


“Tidak,,kau tetap disini!”


Bara berteriak dan masih menatap Lily,membuat Natalia sedikit terkejut dengan teriakan Bara.rasa penasaran dan tak terima waktunya diganggu,dengan cepat Natalia berdiri dan beraksi.


“Aku tidak berjanji padamu!”


“Tapi!”


Melihat tatapan yang Bara berikan kepada Natalia membuat Lily menyadari sesuatu,karena jika tatapan Bara sudah menakutkan itu,Bara tidak menyukai kehadiran wanita itu di sekitarnya.namun Lily tidak ingin terlibat,apalagi dengan wanita-wanita yang menurutnya tidak jelas itu.


“Selesaikanlah urusan kalian,aku akan kembali nanti Tuan Bara!”


“Tunggu Nona!”


Natalia menghentikan Lily yang ingin meninggalkan rungan itu.


“Namaku Natalia!”


“Ah,,senang bertemu dengan anda Nona,saya Lily adik sekertaris Han!”


“Benarkah!”

__ADS_1


“Maaf aku pergi dulu,silahkan lanjutkan urusan kalian!”


Lily menatap Bara yang menatapnya dengan tatapan kesal dan marah,namun Lily tidak menghiraukannya,dia melemparkan senyum terindahnya untuk Bara.


“Aku pergi,jika kau sempat temui aku.ada beberapa hal yang harus aku bicarakan mengenai bisnis yang akan kau sepakati nanti!”


Lily mengerlingkan matanya dan meninggalkan Bara,yang sudah mengepalkan tangannya.Han hanya tersenyum dengan ulah Lily yang sungguh alami di depan Natalia.Han meninggalkan keduanya dan mengantar kepergian Lily.


“Wah,,aku tidak menyangka jika sekertaris mu memiliki adik secantik dia,pasti ada banyak pria yang mencoba mendekatinya!”


Bara mendelik dan menatap Natalia dengan tatapan dingin yang mengerikan,namun Natalia tidak bisa membaca situasi.


“Aku yakin sekertaris Han pasti bekerja sangat keras,dalam menjaga adiknya itu.betapa manisnya dia saat tersenyum!”


Tentu saja Han harus menjaganya dari para pria hidung belang dan wanita gila sepertimu. 


“Aku akan berteman dengannya,dan mengenalkannya pada para pengusaha muda kenalanku.dia pasti langsung terkenal dikalangan pengusaha!”


Natalia tidak menyadari ucapannya semakin membuat Bara geram dan kesal,hingga dia menatap Natalia dengan tatapan menghujam.merasa mendapat tatapan tajam,nyali Natalia langsung ciut.


“Jika kau berani membuka mulutmu dan bicara lagi,akan aku pastikan bibirmu yang cantik itu akan robek olehku!”


“A..Apa!”


“Sekarang pergilah dari hadapanku,aku tidak ingin melihatmu.menatap wajahmu membuat selera makan ku hilang!”


“Tunggu Bara!”


Natalia menyentuh tangan Bara,membuat Bara memberinya tatapan Tajam,seolah mengatakan jangan pernah menyentuhku.Natalia melepaskan tangannya dan mengigit ujung bibirnya.


“Jika kau tidak berselera makan,bagaimana kalau kita makan yang lain!”


Ucapan serta suara yang begitu menggoda terdengar di telinga Bara,membuatnya jijik dan muak akan sikap wanita yang kini berada dihadapannya.Bara menatap Natalia dari ujung kaki sampai ujung kepala,membuat Natalia bersemu malu karena tatapan Bara.


Kau pikir aku tidak bisa membaca pikiranmu,dasar wanita gila,apa yang ada di otaknya hingga dia dengan tidak tau malunya,menawarkan tubuhnya. 


“Makan yang lain?,Cihh,,aku bahkan tidak berselera sekarang,jadi pergilah sebelum kesabaran ku habis!”


“Tapi Bara!”


Bara menegakkan tubuhnya,dan menatap Natalia yang semakin menyebalkan dimatanya.dengan penuh kekecewaan Natalia pamit dan meninggalkan ruangan Bara.ketika Natalia hilang dibalik pintu,Bara menghela nafas lelahnya dalam menghadapi para wanita yang tidak memiliki rasa malu dan terang-terangan seperti Natalia.

__ADS_1


 


__ADS_2