
Sudah sebulan ini, Lila memulai aktifitasnya di kantor R Fashion. ia dengan begitu serius dan tekun, membuat desain pakaiannya menjadi yang terbaik,dari pemilihan kain serta pernak-perniknya. ia selalu mendapat dukungan dari sang Nyonya, yang selalu membantunya, jika ia membutuhkan sesuatu yang sulit untuk ia dapatkan,seperti bahan kain yang harus menggunakan bahan terbaik. Rangga yang selalu datang untuk sekedar memberi masukan,namun ada tujuan yang tak Lila ketahui,secara diam-diam semakin ia mengenal sosok dan pribadi Lila, membuat Rangga semakin tertarik dan jatuh hati padanya.ia merasakan sesuatu yang tak dimiliki wanita lain terdapat pada diri Lila.
Sedangkan Bara merasa kesal, semenjak Lila memulai proyeknya ia kehilangan sosok gadisnya yang selalu ada untuknya. sang ibu lebih menempel pada Lila, setelah pulang dari tempat kerja atau setelah makan malam.sang ibu akan menempel, bagaikan lem pada Lila sehingga Bara tak memiliki waktu berdua,ataupun sekedar melepas rindu. kadang Bara akan menyelinap masuk kedalam kamar Lila,secara diam-diam hanya untuk menemui dan mencurahkan kerinduannya.
Melihat wajah dan mata lelah Bara,membuat Han heran apa yang menyebabkan Bos sekaligus sahabatnya itu terlihat lelah.
”Kau kenapa Bar?,,Bara menghempaskan tubuhnya dan mengusap wajahnya.
“Aku kurang tidur!,,Han mengangkat alisnya, mendengar jawaban Bara .
“Apa kau ada masalah, jika ada katakan!,,Bara menatap Han, dengan pandangan yang sulit untuk Han artikan.
”Aku akan mengatakannya, tapi pada Mama dan Papa dulu!,,ucap Bara lagi.
“Tidak mau cerita?,,Bara menghela nafasnya,ia bingung harus memulai dari mana.
"Aku ingin menikahi Lila!,,ucap Bara pelan,yang membuat Han terpaku,apakah ia tak salah dengar dengan ucapan Bara.
“Kau ingin menikah?,,Tanya Han, yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Bara.
“Dengan siapa?,,Tanya Han lagi,yang membuat Bara kesal.
“Siapa lagi kalau bukan dengan Lila ,memang ada wanita lain yang aku cintai?,,ucap Bara ketus, menatap Han kesal.
“Siapa tau dengan vero,bukankah dia wanita yang kau cintai setengah mati!,,Bara melempar Han dengan bolpoin,tak terima dengan perkataan Han.
__ADS_1
“Sialan kau Han,jangan membawa namanya lagi dalam hidupku!,,Han hanya tersenyum.
“Jika kau ingin menikahi Lila, harusnya kau lamar dia,mudah kan?,, ucap Han memberi semangat.
“Ibu melarang ku menikahinya,jika Lila belum berumur 20 Tahun!,, ucap Bara lesu. Han berfikir sejenak.
“Bukankah sebentar lagi Lila berulang tahun?,kau harus sabar menunggu waktu itu tiba!,,ucap Han menasehati,Bara hanya menganggukkan kepala lemah,sedangkan Han menggelengkan kepalanya,merasa konyol dengan sikap Bara yang mulai kekanak-kanakan dimatanya.
Saat makan malam selesai, Bara menemui kedua orang tuanya yang sedang duduk diruang keluarga,melihat sang putra yang belakangan ini terlihat lelah membuat sang ibu khawatir.
“Ada apa denganmu Bara,kau ada masalah?”,,Tanya sang ibu yang hanya diangguki oleh Bara yang tak biasanya.
”Bara lelah hati dan pikiran Ma!,,ucap Bara lesu, dan merebahkan kepalanya dipangkuan sang Ibu, yang langsung mendapat tatapan tak suka dari sang ayah,Bara mengacuhkan tatapan sang ayah.
“Ma,,ijinkan Bara menikahi Lila bulan depan ya!,,sang ibu dan sang ayah saling tatap, dan beberapa menit kemudian tertawa.ternyata yang membuat putra tunggal mereka seperti ini,karena kebelet ingin menikah.
“Bara lelah harus menahan hati Bara agar tak cemburu, dan iya Bara sudah tak tahan, Bara ingin merasakan malam pertama!,,mendengar ucapan sang putra yang frontal dan tak tau malu itu,sang ibu memukul dan menarik telinga Bara hingga Bara merasakan kebas dan panas dipunggung dan telinganya.
“Kau pikir ibu sabar menunggu cucu darimu,kau harus menunggu Lila berumur 20 tahun!,,ucap sang ibu menasehati.
"Tinggal 3bulan lagi jadi bersabarlah,awas jika kau berani mencicil duluan!,,ancam sang ibu,sang suami hanya bisa menertawakan istri dan putranya yang kini terlihat bodoh itu.suasana keluarga yang dulu sedikit dingin, kini menjadi hangat. Bara lebih sering bicara dan menghabiskan waktunya di rumah, setelah pulang dari kantor,tak seperti dulu yang bahkan tak ingin pulang itu.
Rancangan pakaian yang Lila buat sudah hampir rampung,perusahaan meminta 5 karya tiap orangnya.Lila mencurahkan segenap kemampuannya pada karyanya,seperti hari ini,karena terlalu fokus pada desainnya ia tak menyadari keberadaan Rangga yang dengan diam-diam memperhatikannya.ketika ia mengangkat kepalanya,ia melihat pria itu tersenyum manis padanya,Lila pun membalas senyuman itu.
"Kau tak makan siang?,,ini sudah waktunya makan siang!,,ucap Rangga yang mendapat gelengan pelan dari Lila.
__ADS_1
"Ayo kita makan bersama diluar, aku akan mentraktir mu!,,ucap Rangga, Lila ragu menerima ajakan dari sang CEO. ia takut terjadi skandal, atau hal yang tak diinginkan,Lila kemudian menolak dengan halus.namun Rangga tak kehabisan ide, dia memesan beberapa makanan untuk mereka nikmati berdua,Lila tak bisa menolaknya selama itu masih didalam kantor semuanya akan baik-baik saja menurutnya.mereka menikmati makan siang, sambil membicarakan pekerjaan dan desain-desain karya desainer terkenal.Lila mengagumi sosok Rangga,yang menurutnya sangat berwawasan dan mempunyai banyak pengalaman dalam Fashion.sehingga tanpa sadar Lila mendapat ide-ide,dari cerita dan juga contoh-contoh pakaian hasil rancangan desainer terkenal. bukan meniru tapi Lila memiliki ide, untuk menggabungkan beberapa karya tersebut.dan sebaliknya Rangga sangat kagum, akan pemikiran dan cara pandang Lila, pada suatu karya. ia semakin menaruh hati, namun ia ingin melakukan pendekatan secara natural pada Lila.
Lelah itulah yang dirasakan Lila hari ini, ia pulang sedikit terlambat dari biasanya,bahkan bisa dibilang sangat terlambat,hari ini ia pulang hampir jam 8 malam.sehingga ia merasa sedikit tak enak, dan merasa bersalah pada seisi rumah, karena tak bisa menyiapkan makan malam.ketika ia memasuki rumah, ia melihat sang Nyonya sedang duduk diruang tamu, dan tentu saja pasti menunggu kepulangannya.
“Ibu”,,sapa Lila menghampiri Nyonya Santika,mendengar suara Lila Nyonya santika tersenyum dan merentangkan tangannya,Lila memeluk sang Nyonya untuk sekedar menghilangkan rasa lelahnya.
“Bagaimana harimu, pasti melelahkan hari ini",,Lila hanya mengangguk,serta memejamkan matanya, menikmati hangat pelukan Nyonya Santika.
"Pergilah bersihkan dirimu, dan makan malam,setelah itu temui bayi besar mu yang sedang marah padamu!,,ucap Nyonya santika,Lila mendongakkan kepalanya menatap Nyonya santika.
"Maksud ibu kak Bara?,,sang Nyonya tersenyum dan mengangguk.
"Maafkan Lila, yang tidak sempat membuat makan malam bu!,,sang Nyonya mengusap punggung Lila pelan, menyampaikan rasa sayang yang ia miliki.
“Bara bukannya marah karena kamu tidak membuat makan malam untuknya!,,ucap sang Nyonya lembut,menatap Lila.
"Tapi dia marah,karena kau sudah mulai melupakannya. cepat sana temui dia!,,Lila mengangguk dan melepas pelukannya,ia kembali kekamarnya.setelah makan malam sendiri, setelah itu membersihkan diri. ia mengenakan piyama tidur dengan rambut yang masih agak basah, karena sehabis keramas. ia memberanikan diri menemui Bara di kamarnya,Lila mengetuk pintu kamar berulang kali,namun tak ada jawaban sama sekali ,Lila masuk begitu saja mengedarkan pandangannya mencari sosok pria Yang amat ia rindukan. ia mendapati Bara, sedang duduk bersandar di ranjangnya dengan headset dikedua telinganya.
”Pantas saja ia tak mendengarku mengetuk pintu,telinganya tertutup”,,ucap Lila pelan dan mendekati Bara,ia berdiri disamping Bara.melihat sesorang berdiri disampingnya, Bara mengangkat kepalanya dan melihat Lila yang sudah berdiri dihadapannya.Lila menggunakan piyama, dengan rambut yang setengah basah,sungguh segar dimata Bara.Lila tersenyum,dan duduk disamping Bara menatap sayang pria yang kini hanya diam menatapnya itu.
Lila mengulurkan tangannya,dan melepas Headset yang terpasang di telinganya tersebut.Lila mengusap rahang Bara dan mengecup singkat bibir itu.Bara menutup matanya, dan menikmati kecupan-kecupan ringan yang diberikan oleh Lila. sungguh ia begitu merindukan Lila hari ini.
“Maafkan Lila ya kak, hari ini Lila pulang malam”,,ucap Lila lembut,Bara masih diam tak merespon,ditariknya tengkuk Lila,ia mencium dalam bibir Lila.keduanya menikmati ciuman penuh kerinduan,Lila memindah posisinya dan duduk di atas pangkuan Bara.Bara semakin mencium Lila.satu persatu kancing baju mereka buka tanpa melepas ciuman panas itu,suara saling mengecap bersautan dikamar yang kini mengeluarkan aura panas. Bara memandangi keindahan yang ada dihadapannya,Bara membaringkan Lila dibawah kuasanya,Bara menikmati setiap jengkal leher sampai dada Lila. Bara menatap damba tubuh indah dihadapanya,Bara menelan ludahnya,melihat mata Lila yang telah meredup,Bara mencium Lila sehingga sebuah ******* penuh kenikmatan lolos dari mulutnya. mereka saling memberi dan menerima,suara ketukan pintu membuat keduanya menghentikan aktifitasnya,Bara hampir saja kehilangan kontrolnya beberapa kali.Bara mengecup kembali bibir manis yang menjadi candunya itu.
”kembalilah ke kamarmu,itu pasti Mama,tidak ada yang berani mengetuk pintu kamarku malam-malam begini jika bukan ulah Mama”,,ucap Bara yang masih menyatukan kening mereka.Lila bangun dan mengenakan pakaian bagian atasnya, yang sudah terlempar dari ranjang karena ulah Bara. sebelum meninggalkan Bara,Lila memberikan kecupan selamat malam padanya.
__ADS_1
"Saat semuanya tiba, aku tak akan menahan diriku lagi Lila”,,ucap Bara parau sambil menutup wajahnya,dan menahan nyeri yang selalu ia rasakan.ia bangun dan menuju kamar mandi mengguyur tubuhnya dengan air dingin.