
Suasana tegang terjadi di dalam kamar inap itu,vero berkeringat dingin melihat kedatangan Ayahnya yang secara tiba-tiba itu.terlihat sang ibu dengan mata sayu nya, yang terlihat cukup kelelahan.
“Ayah!”
“Tutup mulutmu,sebelum kau menjelaskan semua yang terjadi jangan menyebutku,dengan panggilan Ayah.kau membuat keluarga kita malu,dengan semua aibmu yang tersebar luas itu.apa kau bangga dengan semua itu hah,,!”
“Ayah,,aku telah diperkosa,aku di jebak Ayah!”
“Di perkosa oleh laki-laki yang berbeda,setiap tahunnya?itu yang kau sebut di jebak dan di perkosa,kau pikir Ayah bodoh dan akan percaya begitu saja padamu Hah,,!”
“Ayah harus percaya padaku,mereka berdua saksinya.mereka yang membawaku ke rumah sakit,dengan kondisi yang memprihatinkan!”
“Apa kalian berdua melihatnya di perkosa?”
Keduanya saling lirik dan menggelengkan kepala lemah,membuat vero melototkan matanya dan tidak terima dengan sikap keduanya.
“Bukankah kalian yang menemukanku dikamar hotel?”
“Kami hanya menemukanmu vero,tapi kami tidak melihat pria-pria itu!”
Dengan geram sang Ayah mendekat dan melayangkan tamparan yang cukup keras ke pipi vero,membuat tubuh vero yang lemah terpental kesamping.sang ibu hanya bisa menutup matanya,dirinya bahkan tidak mampu mengucapkan sepatah kata untuk putrinya.dengan geram sang Ayah melemparkan ponsel ke pangkuan vero,membuat vero melirik sang Ayah.
“Lihat itu,apakah semua itu hasil dari pemerkosaan atau kesenanganmu!”
Kedua rekan vero saling meremas jari,mereka benar-benar takut akan reaksi vero setelah itu.degan tangan gemetar vero mengambil benda pipih yang berada di pangkuannya,vero menekannya layar hidup dan menampilkan beberapa gambar serta video panas vero yang lain,dengan pria yang berbeda.wajah vero pucat,tubuhnya bergetar,semua perubahan itu tak lepas dari pengamatan sang Ayah.
“Kau ingin mengatakan kalau semua itu adalah rekayasa,dan editan seperti yang selalu kau katakan kepada kami.Ayah dan ibumu tidak bodoh vero,apa kau senang sekarang Hah!”
“Ayah terlalu membebaskan mu dalam pergaulan,bahkan Ayah selalu percaya pada setiap ucapan mu,tapi kali ini kau sungguh mengecewakan kami vero.bagaimana bisa kau melakukan tindakan tak bermoral itu Hah,,di mana Otakmu!”
“Vero di jebak,mereka memberiku obat perangsang dan menyewa tiga pria bajingan itu untuk memperkosaku Ayah,tolong kali ini percaya padaku!”
“Siapa yang memberimu obat perangsang itu,coba katakan pada Ayah!”
“Dia,,dia!”
Sial aku bahkan lupa namanya,siapa pria itu,,
“Vero tidak mengenalnya Ayah,,mereka pria berbadan tinggi besar.mereka adalah orang –orang bayaran!”
“Berhenti membodohi Ayah Vero!”
Di tengah keduanya sedang beradu argument,suara pintu yang di ketuk membuat mereka semua menoleh ke pintu.beberapa polisi datang memasuki ruangan,vero semakin ketakutan melihat kedatangan para polisi.begitu juga dengan kedua rekannya,namun tidak bagi kedua orang tuanya yang terlihat kebingungan.
“Anda mencari siapa?”
“Maaf Tuan,apa benar pasien yang bernama vero?”
“Benar,dia putri saya!”
__ADS_1
Vero semakin ketakutan,dia meremas selimutnya.dengan tubuh gemetar ketakutan dia memberanikan diri,menatap para polisi.dengan suara yang sedikit gemetar,vero menyuarakan keingintahuannya.
“Kenapa kalian mencari saya?”
“Kami mendapat surat perintah untuk menangkap anda,dengan tuduhan penculikan dan percobaan pemerkosaan!”
Deg,,jantung vero seakan berhenti mendengar ucapan sang polisi,sang Ayah semakin geram mendengar kenyataan yang lebih parah lagi,tentang sang putri.
“Apa maksud anda pak polisi,siapa yang melakukan penculikan?”
“Putri anda merencanakan penculikan dan pemerkosaan terhadap saudari Lily Anderson Stave,istri dari Tuan Bara di malam pernikahannya!”
“A,,apa!”
“Kami hanya melakukan tugas kami Tuan,selebihnya anda bisa menyewa pengacara,bawa dia!”
“Baik!”
Beberapa polisi menerobos masuk,dan mendekati ranjang. Vero semakin ketakutan,dirinya hendak melaporkan kejadian yang menimpa dirinya,malah dirinya yang kini menjadi tahanan.
“Yang di perkosa disini itu adalah aku,Aku korbannya dan bukan perempuan itu.seharusnya kalian menangkap para pelaku itu,bukan aku!”
“Katakan itu di kantor polisi Nona,kami hanya menjalankan perintah!”
“Tidak,aku tidak ingin ikut dengan kalian,,Ayah tolong lakukan sesuatu,aku korbannya disini bukan perempuan itu!”
Tubuh vero diseret dan dibawa oleh pihak yang berwajib,kedua rekannya hanya bisa menatap iba vero begitu juga dengan sang Ayah.sang ibu yang begitu syok, dengan semua kejadian di depan matanya jatuh terkulai lemas di sofa,dengan air mata yang mengalir dipipinya.mereka diam dengan pikiran masing-masing.
“Siapkan pengacara kita Han,buat vero tak selamat kali ini!”
“Aku mengerti,aku akan membuatnya mendekam selamanya di penjara!”
Kedua pria yang sama-sama mengerikan itu tersenyum sinis,Bara dan Han memiliki kekejaman yang sama.meski selama ini Han lebih banyak mengambil alih,namun jika keduanya sudah turun tangan tidak akan ada musuh yang lolos drai tangan mereka.
****
Lily membuka matanya secara perlahan,senyum hangat sang Ayah menyambutnya.sang Ayah membantunya bangun dan menyandarkan tubuhnya di ranjang,wajah pucat sang putri sedikit membuat Tuan Stave geram.
“Bagaimana perasaanmu sayang?”
“Lily merasa baik Ayah,dimana Ibu dan Bian?”
“Mereka berdua menunggumu di rumah,jika kau merasa lebih baik,kita bisa kembali ke rumah sekarang!”
“Khemm,,apa kau butuh sesuatu?”
Lily dan Tuan Stave menolehkan kepalanya,Tuan Danu tersenyum hangat ke pada Lily.membuat Lily yang tidak menyadari keberadaan sang Ayah mertua,melemparkan senyum manisnya.
“Lily ingin minum Pa!”
__ADS_1
DEngan segera Tuan Danu menuangkan air di dalam gelas,dan memberikannya kepada menantunya.Lily menerima dan meminumnya hingga habis,ketiganya duduk bersama dan sedikit mengobrol.hingga Tuan Stave memutuskan membawa Lily kembali ke rumah,beberapa menit menempuh perjalanan ketiganya kini memasuki halaman rumah keluarga Stave.
Para ibu menyambut kedatangan putri kesayangan mereka,melihat kondisi Lily yang lemah membuat kedua ibu merasa bersalah dengan apa yang menimpa putri mereka.yang satunya merasa kesal karena sang putra tidak bisa menjaga menantunya,sementara yang satunya menyesal karena tidak bersama sang putri kala itu.
Keduanya membawa Lily masuk kedalam rumah,merawat putri mereka yang mendapat tekanan,dan trauma akibat penculikan tersebut.melihat Lily tertidur keduanya keluar kamar,dan menemui para suaminya.
“Bagaimana dengan Bara Pa?”
“Bagaimana apanya,Papa menghajarnya habis-habisan!”
“Bagaimana denganmu Pa?”
“Papa hanya memukulnya satu kali Ma!”
Tapi pukulan mu membuat putraku terluka,tenaga mu cukup kuat untuk ukuran pria paruh baya,,
“Kita akan rawat Lily untuk sementara sampai fisik dan mentalnya benar-benar pulih,Bara juga sedang menyelesaikan masalahnya dengan para penculik itu!”
“Hukum mereka,Mama ingin mereka mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka!”
“Diego dan menantu mu sedang mengurusnya,mama tenang saja,Diego tida akan melepaskan mereka dengan mudah!”
Tuan Danu dan sang istri saling melempar pandangan,ternyata kedua besannya adalah orang yang tegas dan mengerikan.namun keduanya bangga bisa berbesan dengan mereka,bukan karena kekuasaan,tapi karena sikap dan cara mereka menghadapi masalah dengan tenang.
“Kalian berdua tidurlah disini,jadi kalian bisa menemani dan memantau perkembangan Lily dan Bian,karena untuk beberapa hari ke depan Putra kalian akan sibuk!”
“Terimakasih besan,kami akan tetap berada disini!”
Malam telah menjelang,Diego kembali ke kediaman Tuan Stave dan ikut makan malam bersama keluarga besarnya.setelah makan malam,dirinya juga menyempatkan diri menemui Lily dikmarnya.setelah mendengar kabar tentang Lily,Diego sedikit kehilangan kontrol dan ingin membunuh vero secara langsung,namun Tuan Stave membuatnya tenang.
Ketakutan Lily dan rasa traumanya,membuat Diego merasakan penyesalan yang teramat sangat,jika saja dia lebih cepat,Lily mungkin tidak akan mengalami pengalaman mengerikan tersebut.
“Bagaimana keadaanmu?”
“Seperti yang kakak lihat,aku tidak ingin mengatakan kalau aku baik-baik saja!”
Diego tersenyum hangat,dan memeluk Lily dengan hangat.Lily merasa aman berada dalam pelukan kakaknya,dia teramat bersyukur karena ada sang kakak saat kejadian.
“kau harus kuat mulai sekarang,jadikan ini sebagai pelajaran.aku yakin kau mampu melewatinya dengan baik,lawan ketakutan mu dan hadapi mereka!”
“Terimakasih kak!”
“Istirahatlah,ingat kau harus melawan ketakutanmu.kau tidak usah memikirkan hal lainnya,karena kami sudah mengurusnya!”
Lily melepas pelukannya dan tersenyum hangat pada Diego,dengan lembut Diego mengusap kepala Lily dan mengecupnya.Diego meninggalkan kamar Lily,setelah memastikan sang adik telah tidur.diruang tamu masih ada tuan Danu dan sang Ayah, yang entah membahas masalah apa karena keduanya terlihat begitu serius.
Diego ikut bergabung dan duduk di sebelah sang Ayah,beberapa menit kemudian seorang pelayan datang dan mengatakan ada seorang tamu yang ingin bertemu.ketiganya pun heran,siapa gerangan tamu yang datang berkunjung malam-malam begini.setelah mempersilahkan tamunya masuk,Tuan Stave menyambut seorang pria yang hampir seumuran dengan besannya.
Tuan Danu tentu mengenali siapa tamu tersebut,begitu juga dengan Diego.mendapat tatapan tidak bersahabat dari keduanya membuat nyali Ayah vero menciut.
__ADS_1
“Selamat malam Tuan Stave,maaf mengganggu kalian malam-malam begini,saya Ayah vero!”
“Selamat datang di rumahku Tuan,silahkan duduk!”