
Disebuah ruangan yang sederhana,namun terlihat mewah itu.kini duduk Dokter Bram,Tuan dan Nyonya Stave.Dokter Bram menghembuskan nafasnya dan menatap sepasang suami istri yang duduk berdampingan di hadapannya.Dokter Bram sudah mengenal lama Tuan Stave,hingga bagaimana kehidupan mereka,Dokter Bram sangat mengetahuinya.karena itu ketika Nyonya Stave mengakui gadis yang kini terbaring itu adalah putrinya,membuatnya sedikit terkejut.
“Apa dia putri yang kalian adopsi?”
Tuan dan Nyonya Stave saling lempar pandangan,hingga akhirnya Nyonya Stave menceritakan semuanya,kepada Dokter Bram.
“Jadi Nyonya berencana mengadopsinya?”
“Iya,kami ingin mengadopsinya.kami sudah tau latar belakangnya dan semua tentangnya!”
Tatapan serta ucapan Nyonya Stave yang begitu tegas,membuat Dokter Bram hanya bisa mengangguk dan menghela nafas beratnya,membuat Tuan Stave penasaran dengan apa yang terjadi.
“Katakan Dokter Bram,apa yang terjadi padanya?jangan membuat istriku cemas!”
Dokter Bram menatap keduanya,yang kini saling menautkan jemari mereka.
“Putri kalian hamil!”
“Apa..bisa anda katakan sekali lagi!”
“Putri anda hamil,usia kandungannya sudah seminggu!”
Tuan dan Nyonya Stave tidak percaya akan apa yang mereka dengar.
“Jadi inikah alasannya Lila bersembunyi!”
“Apa maksud papa?”
Tuan Stave menatap istrinya,dan menceritakan semua yang ia ketahui,bahwa keluarga Danuarta kini sedang mencari keberadaan Lila.bahkan bukan Cuma keluarga Danuarta tapi CEO R Fashion juga mencari keberadaannya.
“Mama harus bicara pada Lila,dan tanyakan apa yang terjadi sebenarnya!”
Nyonya Stave mengangguk patuh kepada suaminya,ia meninggalkan ruang tamu dan kembali ke kamar Lila.sedangkan diruang tamu masih ada Dokter Bram dan Tuan Stave yang masih melanjutkan pembicaraan mereka.
“Tolong jaga rahasia ini Dokter,tidak ada yang boleh mengetahuinya!”
“Baik Tuan Stave!”
Setelah membicarakan beberapa hal,akhirnya Dokter Bram meninggalkan Villa.di dalam kamar,Nyonya Stave memandangi wajah pucat Lila,ia benar-benar prihatin akan apa yang terjadi pada gadis yatim didepannya kini.Lila membuka matanya,rasa pusing masih terasa di kepalanya.
“Kau sudah sadar sayang?”
Suara lembut sang Mama mengalihkan perhatiannya.Nyonya Stave menyodorkan segelas susu hangat padanya,Lila mengerutkan dahinya.
__ADS_1
“Mulai sekarang kau harus menjaga tubuh dan janin mu,karena itu mulai hari ini kau harus minum susu!”
Nyonya Stave bicara dengan sangat halus dan dengan senyum yang selalu menghias wajahnya,namun berbeda dengan Lila yang kebingungan karena ucapan sang Mama angkat.
“Maksud Mama apa,Lila tidak mengerti!”
“Kau hamil sayang!”
“Ha…mil..?”
“Iya,kau hamil!”
“Deg”dunia Lila seakan runtuh seketika,mendengar ucapan sang Mama,air mata membasahi pipinya.Nyonya Stave langsung memeluk tubuh Lila,yang bergetar dan terisak di pelukannya.
“Kau harus bahagia,karena sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.hal luar biasa akan segera terjadi dalam hidupmu,dan kau harus mensyukurinya!”
Tangis dan Isakkan Lila kian menjadi,hampir 30menit Nyonya Stave membiarkan Lila menumpahkan segala perasaannya hingga Lila merasa lebih baik.ditatapnya lekat mata indah Lila.
“Ceritakan pada Mama apa yang terjadi sebenarnya,karena keluarga Bara dan Rangga, mencari keberadaan mu?”
Lila menatap balik sang Mama, seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar.Bara dan Rangga mencarinya,tapi untuk apa?sederet pertanyaan menari di kepalanya.
“Kesehatan Nyonya Santika juga menurun,apakah ini juga berhubungan denganmu?”
“Ibu Santika?”
“Kau gadis yang kuat sayang!”
Nyonya Stave memberi pelukan hangat ,memberikan kenyamanan serta dukungan dalam pelukannya, membuat suasana hati Lila menjadi tenang.
“Temui Bara,katakan yang sejujurnya tentang kehamilan mu!”
“Bagaimana jika dia menolak Lila Ma?”
“Ada Papa dan Mama yang selalu bersamamu Lila!”,,ucap Tuan Stave yang tiba-tiba masuk kedalam kamar,ia menghampiri sang istri dan membelai lembut rambut Lila.
“Mulai sekarang panggil kami Papa dan Mama Stave,kami akan berdiri dibelakang mu!”
Betapa bahagia hati Lila,ia tidak tau kebaikan apa yang pernah ia lakukan di kehidupan sebelumnya,sehingga kini hidupnya dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.meski kedua orang tuanya tidak menginginkannya,nyatanya diluar sana masih ada yang menginginkan dirinya menjadi anak mereka.
“Temui Bara besok,Papa dan Mama akan menemanimu menemuinya!
“Iya Papa,terimakasih!”
__ADS_1
Mereka bertiga berbagi pelukan,Nyonya Stave tak menyangka bahwa ia sekarang akan menjadi seorang ibu di usianya yang sudah menjelang setengah abad itu.
Keesokan paginya,Lila dan keluarga Stave kembali ke kota.mereka ingin menemui Bara dan membantu Lila menemui keluarga Danuarta,dalam perjalan kembali ke kota.Lila memejamkan matanya,dan menikmati sapuan angin yang menerpa wajahnya.Butuh 2 jam waktu yang mereka tempuh ,hingga akhirnya mereka sampai di kota tujuan,Lila beberapa kali menarik dan menghembuskan nafasnya.terlihat jelas keraguan dan kecemasan di raut wajahnya,Nyonya Stave berusaha menenangkan Lila dengan menggenggam tangan dan mengelusnya lembut.membuat Lila melemparkan senyum tanda terimakasihnya.Mobil yang membawa Lila kini melaju membelah jalan,menuju kantor Bara.
Di sela-sela kesibukan Bara dan Han yang padat,karena jadwal pertemuan dengan beberapa investor.membuat Bara dan Han hanya bisa menyerahkan pencarian Lila kepada anak buah dan orang-orang kepercayaan sang ayah.
“Kenapa harus vero model yang dipilih oleh rekan kerja kita,kenapa mereka tidak meminta persetujuan kita terlebih dahulu!”
Suara Bara menggema didalam ruang rapat,para staf dan beberapa karyawan lain begitu takut,dengan amukan dan kemarahan sang CEO yang dikenal kejam itu.
“Investor kita,meminta Nona vero yang harus menjadi modelnya,mereka tidak ingin Nona vero diganti oleh model lain Pak!”,ucap salah satu staf,yang membuat rahang Bara mengeras.
“Rupanya kau main cantik vero,tapi tidak akan aku biarkan hal itu terjadi.aku sudah muak dengan tingkah mu”,,Bara memaki dalam dirinya.kemarahan jelas terpancar dari matanya,membuat para Staf dan beberapa kepala bagian menunduk takut,rapat dibubarkan begitu saja oleh Bara.
“Apa tindakanmu selanjutnya?”
Han mendekat dan menatap Bara,pria dingin dihadapannya kini menampilkan senyum devilnya.
“Aku akan menghancurkannya, seperti dia menghancurkan hubunganku!”
“Aku akan mendukungmu!”
Han tersenyum puas,mendengar ucapan Bara.Han menepuk pundak Bara sebelum meninggalkan ruang rapat.Bara kembali keruangannya,ketika ia membuka pintu, Bara sedikit terkejut mendapati vero yang sudah duduk manis di sofa ruangannya.
“Hai Bara sayang!”
Vero menyapa Bara dengan sangat manis,Bara hanya mengacuhkan vero dan duduk di kursi kebesarannya.vero tak kenal lelah,ia terus berusaha mendekati Bara.
“Hari ini kita akan melakukan peninjauan ke lokasi syuting,aku sudah tidak sabar bekerjasama denganmu Bara!”
“Aku juga tidak sabar menunggu hasil kerjamu!”
Mendengar ucapan Bara yang begitu lembut,membuat hati vero berbunga-bunga. setelah merapikan meja dan tas kerjanya, Bara bangun dari duduknya dan mengulurkan tangannya kepada vero.perlakuan Bara yang lembut dan berbeda dari biasanya,membuat vero tak menaruh curiga sama sekali.dengan bangga ia menyambut tangan Bara dan menggandeng lengan pria,yang begitu ia cintai itu.ketika mereka keluar semua mata tertuju pada mereka,dengan senyum dan rasa bangga yang terus tersungging dibibir yang dipoles pewarna merah terang itu,vero bergelayut manja di tangan Bara.ketika melewati Han,Bara memberi kode yang hanya dimengerti oleh Han seorang.Han menatap staf yang bertugas di depan pintu ruangan Bara.
“Mulai hari ini,jika kalian melihat perempuan itu datang lagi,jangan pernah biarkan dia masuk kedalam ruangan atasanmu.kali ini kalian aku maafkan,tapi tidak akan ada kesempatan kedua,jika hal ini terulang lagi kalian mengerti!”
“I..ya sekertaris Han,kami mengerti!”
Ucap para staf serempak,mereka bingung dan saling melempar pandangan,bukankah CEO mereka begitu mesra dengan wanita tadi,lalu kenapa sekarang secara tiba-tiba sang sekertaris mengancam mereka,dan memberi larangan masuk bagi wanita tersebut.berbagai macam pertanyaan mampir di benak mereka,tanpa ada yang bisa memberi jawabannya.
Bara dan vero melewati para staf,beberapa pasang mata melihat kemesraan CEO mereka dengan sang model,hingga muncul berbagai spekulasi kalau CEO mereka memiliki hubungan spesial dengan sang model.dengan angkuh vero melangkah dan mengikuti Bara masuk kedalam Lift,Bara menahan emosi dan rasa muak akan sikap vero yang berlebihan.namun untuk mempermulus rencananya,ia rela sedikit mengorbankan dirinya.
Sementara di luar gedung,mobil yang membawa Lila telah memasuki area parkir.dengan sedikit perasaan ragu dan gugup ia meremas tangannya sendiri,menarik serta membuang nafasnya beberapa kali. melihat raut keraguan di wajah Lila,sang Mama memberikan dukungan mental,melalui senyuman dan usapan lembut di tangannya,menyalurkan kehangatan pada tangan yang mulai dingin itu.
__ADS_1
“Kau pasti bisa sayang,kami mendukungmu!”
Lila membalas ucapan sang Mama dengan senyuman di wajahnya,ia memberanikan diri menemui Bara apapun nanti hasilnya.ketika Lila akan membuka pintu mobil,gerakan tangannya terhenti ketika pandanganya tertuju pada dua sosok yang amat sangat ia kenali.Bara kekasihnya dan vero mantan kekasih Bara,mereka terlihat begitu mesra dan saling melempar senyuman.hati Lila bagai di sayat ribuan silet,sakit itulah kata yang mewakili perasaanya kini,apakah Bara mencari keberadaanya hanya untuk mengatakan kalau dirinya telah kembali pada sang mantan?.