Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
26.Meminta Restu


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, semua berjalan seperti biasa. Lila sudah memulai kuliahnya, dengan ijin sang Tuan besar dan Nyonya Santika,serta dukungan sang kekasih. ia memulai kuliahnya dengan baik. Malam ini Bara membawa Lila berkencan, Bara membawa Lila ke wahana permainan,sesuai permintaan Lila,senyum bahagia tak pernah lepas menghiasi wajah cantiknya.


"Apa kau bahagia",, Lila menganggukkan kepalanya.


"Saya sangat bahagia,terimakasih kak Bara sudah membawa Lila ketempat ini",, Bara hanya tersenyum, dan mengusap kepala Lila.


"Katakan padaku, jika kau ingin pergi kesuatu tempat, aku akan membawamu",, ucap Bara, yang di angguki oleh Lila. Setelah puas bermain dengan beberapa wahana, mereka memutuskan kembali kerumah. sesampainya dirumah, Lila kembali ke kamarnya.sedangkan Bara, ia mencari keberadaan kedua orang tuanya.


"Tok,,tok,,,tok",, sang ibu membuka pintu dan melihat putranya,sudah berdiri di ambang pintu.


" Ada apa Bara tumben",,tanya sang ibu, yang mengerutkan dahi, melihat putranya.


"Bara mau bicara,dengan Papa dan Mama",, sang ibu menoleh ke arah suaminya.


"Masuklah Bara,kita bicara disini saja",, ucap sang ayah, kini mereka bertiga telah duduk disofa yang terdapat dikamar sang Ayah.


"Khemm, Bara berdehem,untuk menghilangkan rasa gugupnya.


" Bara ingin minta restu ke papa dan Mama, tolong restui hubungan Bara dan Lila",,ucap Bara, sambil melirik kedua orang tuanya.


"Dan Bara ingin menikahinya",, sang ibu terkejut, dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya,karena tak percaya dengan apa yang ia dengar.


" Apa kau serius Bara, Papa dan Mama akan segera punya mantu",, ucap sang istri antusias, namun berbeda halnya dengan sang Ayah, yang menatap lekat putranya.


"Apa kau yakin dengan keputusanmu?,, tanya sang ayah kepada Bara, yang ditanya hanya memberi anggukan kepala.

__ADS_1


"Papa dan Mama, menyerahkan semua keputusan padamu",,ucap sang ayah, yang membuat Bara lega.


"Lila gadis yang baik, tak ada alasan untuk menolaknya",,ucap sang ayah lagi.


" Hanya saja papa berharap, kau akan menerima dia dengan baik",,ucapan sang ayah, membuat Bara mengerutkan dahi,


"Jika kau memutuskan untuk hidup bersamanya, kau harus memberi ia perhatian yang lebih. karena dia harus belajar banyak hal mulai sekarang",,ucap sang ayah bijak.Bara yang mendengar nasehat sang ayah akhiy paham akan arah pembicaraannya.


"Bara akan melakukannya dengan baik Pa, dan akan selalu berusaha mendukungnya",, ucap Bara yakin.


"Lantas kapan kalian akan menikah",, ucap sang ibu cepat, sang suami hanya bisa menggelengkan kepala pelan.


" Biarkan Lila menyelesaikan kuliahnya, atau tunggu saat usianya 20 tahun",, sang istri mendelik tak Terima.


"Terlalu lama jika harus menunggu Lila menyelesaikan kuliahnya Pa",,ucap sang istri tak terima.


"Ibu dan anak sama saja, tidak sabaran",, keluh Tuan Danu. sang istri dan sang putra hanya tersenyum. Cinta membuat semua menjadi indah, membuat seseorang merasakan sedih dan bahagia. Itulah yang dirasakan dua insan yang sedang dimabuk cinta.restu dari kedua orang tuanya sudah ia kantongi, tinggal menunggu ulang tahun sang pujaan hati.


Didalam kamar yang luas,Bara membaringkan tubuhnya menatap langit-langit kamarnya.sambil tersenyum, dielusnya kucing yang setia mendampinginya.


"Hei kapan tuanmu,akan tidur bersama-sama dengan kita",, ucap Bara, kepada kucing yang berada di sampingnya.


"Apa yang dia lakukan sekarang, apa aku menemuinya atau aku meneleponnya saja",,ucap Bara pelan.terbesit sebuah ide di kepalanya. ia mengambil handphone dan menghungi Lila.


" Halo kak Bara",, suara gadis yang begitu ia rindukan, menjawab panggilannya.

__ADS_1


"Perutku sakit sekali,bisakah kau membuatkan ku minuman hangat",, tanpa menjawab, Lila langsung mematikan panggilan Bara. Lila bergegas menuju dapur, ia membuatkan Bara wedang jahe untuk menghangatkan perutnya.lain halnya dengan Bara, ia bingung dengan Lila yang mematikan panggilannya begitu saja.


" Tok,,,tok,,tok",, Lila membuka pintu perlahan, ia muncul dengan nampan yang berisi minuman hangat. Bara sedikit terkejut, namun ia segera mengubah ekspresi wajahnya menjadi sedikit kesakitan,untuk meyakinkan Lila bahwa ia sedang kesakitan. Lila menghampiri Bara yang sudah berbaring dan memegang perutnya.


"Kenapa bisa sakit perut kak, apa yang kak Bara makan",, sambil memberikan minuman hangat, Lila memperhatikan wajah Bara.


" Kita kedokter ya",, Bara menggeleng.


"Cukup kau saja yang merawatku disini, aku yakin sebentar lagi sakitnya hilang",, Lila mengerutkan dahi tak mengerti. namun perasaan sayangnya, mengatakan bahwa ia harus merawat sang kekasih.


"Terus apa yang Lila lakukan disini Kak",, Bara tersenyum, ia mengambil tangan Lila dan meletakkannya diatas perutnya.


"Tolong pijat pelan, tanganmu hangat",, ucap Bara, Lila yang benar-benar polos dan tak mengerti akan kejahilan Bara,hanya mengikuti apa yang Bara katakan. Lila membuka kancing kemeja, bagian bawah yang memperlihatkan tubuh atletis dan perut kotak-kotak Bara. Lila mengambil minyak dan mengelus pelan perut Bara, pipi Lila sedikit merah karena menahan malu.berbeda dengan Bara,yang sangat menikmati wajah Lila dan usapan lembut diperutnya.usapan tangan lembut Lila, membuat Bara tak bisa menahan hasratnya lagi. Bara bangun dan menggulingkan tubuh Lila kesamping,Lila memekik dan terkejut akan gerakan cepat Bara.


"Apa... Yang kak Bara lakukan",, ucap Lila dengan jantung yang berdegup kencang,tanpa menjawab Bara mendekatkan bibirnya dan mencium Lembut bibir Lila.ciuman panjang, yang membuat Lila kehabisan oksigen, Bara tak berhenti ia benar-benar menyalurkan hasratnya. ia menciumi Lila, menjelajahi leher putih, dan meninggalkan tanda cinta. pakaian bagian atas Lila, sudah terbuka memperlihatkan bukit kembar, yang masih terbungkus dengan Bra berwarna biru.Bara menyusuri dada putih nan menggoda itu, meninggalkan tanda cinta yang akan menjadi kebiruan itu. Lila tak mampu menahan gelenyar aneh yang dirasakan tubuhnya, saat Bara kembali menyusuri leher jenjang miliknya.Lila mendesah pelan,sungguh ia sangat menikmati sentuhan lembut Bara.Bara menelan ludahnya, ia menyatukan kening mereka, Bara mengatur nafasnya, dan menatap Lila yang berada dibawahnya.


"Mau aku lanjutkan, atau kita berhenti sampai disini",, Lila sadar akan posisi mereka sekarang, pipinya kian merona karena godaan sang kekasih.


" Lila kekamar ya",, Bara tersenyum, dan mengecup kening Lila.Bara memasangkan kembali kancing baju Lila yang terlepas karena ulahnya.


"Aku akan segera memakanmu, jika nanti kau sudah sah menjadi milikku" Bisik Bara ditelinga Lila. Lila tersenyum dan meninggalkan Bara, yang kembali merebahkan tubuhnya sambil mengusap wajahnya.


"Sabar sedikit lagi Bara",, ucap Bara pelan pada dirinya. Hubungan cinta mereka kian kuat, karena dukungan orang-orang disekitarnya. Bara yang begitu posesif,meminta Han mencari pengawal untuk bejaga-jaga dari kejauhan.sejak Lila memulai kuliahnya,banyak pria yang mencoba mendekatinya. Lila dikenal baik dan ramah, sehingga tak sedikit pria, yang berusaha menjadi teman ataupun mengubah nasib menjadi kekasihnya.hal itulah yang membuat Bara frustasi, sudah seminggu, Bara meninggalkan kekasihnya untuk perjalanan bisnis. ia hanya memantau pergerakan Lila,dan orang-orang sekitarnya dari pengawal bayarannya.


sedangkan Vero, ia menenangkan diri dan memulai lagi aktifitasnya sebagai model, ia menjalani pemotretan, langkah yang ia ambil untuk berfikir dan menyusun rencana.mencari cara terbaik, yang bisa ia lakukan,agar bisa kembali ke sisi Bara.

__ADS_1



__ADS_2