
Setelah pergelaran busana selesai,vero kembali ke Negara B.selama perjalanan vero tak banyak bicara,tatapannya kosong.mmebuat sang manajer dan asistennya,menghela nafasnya,tidak tau harus berbuat apa,agar sikap vero kembali seperti dulu.
Aku lebih suka melihatmu cerewet dan penuh mau,daripada hanya diam tanpa mengatakan apapun,kau semakin membuatku takut.
Melihat Vero hanya diam,sang Manajer pun tidak bisa berbuat lebih.dia membawa vero kembali ke apertemennya.karena melihat vero yang bertingkah aneh,sang manajer menjadi sedikit curiga.dan tanpa sepengetahuan asisten dan vero,dia menempelkan alat penyadap suara di bawah meja rias,dan meja sofa.dengan begitu sang manajer akan bisa mengetahui,apa yang vero rencanakan.karena setelah sampai di Negara B,firasatnya menjadi tidak baik terhadap vero.
“Aku akan kembali,istirahatlah!”
Tanpa menjawab,vero memasuki kamarnya dan meninggalkan dua wanita, yang masih berdiri di ruang tamu.keduanya saling melempar pandangan,sang manajer mengangkat bahunya,setelah itu meninggalkan apartemen Vero.di susul oleh sang asisten,yang memilih pulang untuk beristirahat.
“Aku pikir kau akan tetap berada di apartemennya!”
“Aku ingin tidur sepuasnya hari ini!”
“Hahaha,,terlihat dari mata panda mu,sepertinya kau kurang tidur!”
“Hah,,aku lelah memikirkannya,karena itu kau kurang tidur!”
Kau asisten yang baik dan setia,meski beberapa kali aku mendengar vero gonta-ganti manajer,tapi kau sebagai asistennya masih tetap setia padanya.aku salut padamu.
Sang manajer melajukan mobilnya meninggalkan apartemen vero,tidak ada percakapan di antara keduanaya.sang assiten memilih menutup matanya,dan memasang headset di telinganya.
***
Di kediaman Stave,Lily dan Bara serta Han baru saja sampai.mereka bertiga kembali lebih dulu ke Negara B,sedangkan kedua orang tua Lily,Bian serta Diego masih berada di Negara Y.Lily kembali lebih dulu,untuk menyelesaikan kontrak kerjasama dengan Bara,dan salah satu perusahaan ternama milik sahabat Diego.
Lily merebahkan tubuhnya yang terasa remuk,sebuah tangan besar dan hangat melingkar indah di perutnya,membuatnya membuka mata.siapa lagi pelakunya jika bukan sang kekasih,Lily hanya tersenyum melihat Bara,yang memejamkan matanya.
Lily mengusap lembut kepala Bara yang merebahkan kepala di atas dadanya,usapan Lily membuat Bara tertidur.dengan perlahan Lily memindahkan kepala Bara kesampinya,Lily menatap wajah tampan yang tidur dalam damai itu.wajah tampan nan mempesona milik calon suaminya.Lily tidak menyangka bahwa dirinya akan seberuntung ini,mendapatkan dan bisa memeliki hati dari sang pria tampan yang menjadi incaran para wanita,dan pengusaha kaya.
Lama-kelamaan Lily menyusul Bara dalam mimpinya,keduanya tertidur lelap di ranjang yang sama,setelah melakukan perjalanan yang sungguh melelahkan.begitu juga dengan Han,dia memilih tidur tanpa mengganti pakaiannya.
Siang telah beranjak menjadi malam,Lily membuka matanya ketika mendengar suara ketukan pintu kamarnya.Lily bangun dan berjalan ke arah pintu,Lily melihat sang pelayan yang telah berdiri dengan sedikit membungkuk di hadapannya.
“Nona sudah waktunya makan malam,turunlah!”
“Makan malam,ini jam berapa Bi?”
“Sudah jam 7 malam Nona!”
Astaga aku tertidur,,
“Terimakasih Bi,,telah membangunkan ku,tolong bangunkan Kak Han!”
“Baik Nona!”
Lily menutup kembali pintu kamarnya,dan mencoba membangunkan Bara yang masih terlelap.beberapa kali Lily mencoba membangunkan Bara,namun usahanya sia-sia.membuat Lily menjadi kesal,sehingga sebuah ide jahil muncul di kepalanya.
“Sayang ayo bangun,mau mandi bersama?”
Mendengar bisikan Lily yang begitu menggoda di telinganya,membuat Bara seketika membuka matanya,dan duduk dari tidunya.mmebuat Lily tertawa puas,kemudian berlari meninggalkan Bara ke kamar mandi.Bara yang mulai sadar dan menyadari,dirinya dikerjai sang kekasih menjadi kesal.
Bara turun dari ranjang,dan menggedor-gedor pintu kamar mandi.mencoba membuka pintu secara paksa,bukannya cemas atau takut akan pintu rusak,Lily tak menghiraukan teriakan Bara.hampir 15menit Bara menunggu di depan pintu kamar mandi,pintu terbuka menampilkan Lily yang sudah berdiri dengan wajah segarnya.
“Kau mengerjai ku?”
__ADS_1
“Tidak,kau saja yang telat bangun.aku sudah mencoba membangunkan mu sayang!”
Lily menggoda Bara,dengan kerlingan mata dan sikap genitnya.mmebuat Bara kian kesal,melihat Lily yang sudah menghilang di balik pintu ruang ganti.dengan kesal Bara memasuki kamar mandi,dan mandi sendiri.Lily meninggalkan Bara yang masih sibuk membersihkan dirinya,Lily menuruni tangga menuju ruang makan,terlihat sang kakak sudah berada di meja makan.melihat Lily yang sendiri,Han mengerutkan keningnya.
“Mana bocah itu?”
“Masih mandi!”
“Ckkkk,,Ckkkk”
Keduanya tidak menunggu Bara,rasa lapar sudah menyerang keduanya.Bara yang menuruni tangga melihat keduanya sudah mulai menikmati makanannya,menjadi kesal sendiri.
“Kalian berdua sungguh tega,kenapa tidak menungguku.kita kan bisa makan bersama!”
“Kau terlalu lama,perutku sudah kelaparan!”
“Dasar Bocah tengik!”
“Sudahlah jangan berdebat di meja makan,kau mau makan apa?biar aku ambilkan!”
“Kau yang terbaik sayang!”
“Cihh,,jangan memanjakannya Lily,dia sudah punya tangan dan sudah tua untuk kau layani di meja makan!”
“Bocah tengik, bilang saja kalau kau cemburu!”
Beberapa pelayan tertawa mendengar perdebatan mereka,di atas meja makan.membuat Lily geleng-geleng kepala karena sikap kekanak-kanakan sang Kakak dan calon suaminya.suasana menjadi hidup karena pertengkaran kecil keduanya,membuat Lily senang dan bahagia bisa berada di antara keduanya.Setelah makan malam ketiganya memilih menonton film diruang keluarga.
“Kita nonton film aksi,atau Petualangan. aku suka yang memicu adrenalin!”
“Kita nonton Film Horor saja,pas dengan suasana!”
“Kau takut pada Hantu kan Han,katakan saja tidak usah malu-malu!”
“Film hantu tidak ada kesan-kesannya untukku,selain hanya membuat yang menonton terkejut.tidak ada yang menarik!”
Melihat perdebatan di antara keduanya,membuat Lily kesal.dengan senyum jahil di wajahnya,Lily mendekati sang pelayan rumah dan membisikkan sesuatu di telinganya.terlihat sang pelayan,mangut-mangut dan cekikian.dengan patuh sang pelayan menjalankan perintah Lily,setelah menunggu beberapa menit,akhirnya sang pelayan memberikan kode pada Lily.Dengan penuh ke hati-hatian,Lily memberikan kode berupa hitungan tangan,dan dalam hitungan ke tiga,Lily memutuskan sambungan listrik.mmebuat semua lampu yang berada di kediaman Stave mati,dan saat itulah sang pelayan beraksi. Sang pelayan yang sudah mendadani wajahnya dengan bedak putih,serta lingkaran mata dan mulut hitam,memperlihatkan dirinya dihadapan Han dan Bara.penampilan sang pelayan yang memang menyeramkan,didukung dengan pencahayaan yang sedikit menyorot padanya,membuatnya begitu menyeramkan.
Tubuh Han dan Bara membeku,keduanya bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya.Bara tergagap,dan memeluk erat leher Han.Han berusaha sekuat tenaga menggerakkan tubuhnya yang tidak mampu bergerak,dengan sekuat tenaga Han berdiri dan berlari dengan teriakan histerisnya.
“Hantu,,,Hantu,Bara cepat lari ada Hantu!”
“Bocah tengik tunggu aku,jangan tinggalkan aku!”
“Bruukkk”
Karena suasana gelap tanpa penerangan,dan keduanya dalam keadaan panik.keduanya jatuh tersungkur,sang pelayan semakin mendekati keduanya,yang mulai ketakutan.Bara bahkan memeluk erat tubuh Han,membuat Han tidak bisa bergerak.
“Bocah sialan,lepaskan aku .bagaimana aku bisa lari jika kau memelukku terlalu erat!”
“Bocah tengik kau mencoba lari sendiri dan meninggalkanku?jangan harap, aku tidak akan melepaskan mu!”
“Hei bukankah kau berani dengan hantu,karena itu kau mengajakku menonton film Horor.sekarang tunjukan keberanian mu sialan!”
“Aku hanya berani menonton filmnya,ini hantu beneran sialan,kau pikir aku tak takut, kau juga terlihat begitu ketakutan!”
__ADS_1
“Kau,,!!”
“Hihiiiihiii,,hikksss,,,hikksss,,,”
Bara semakin memeluk erat tubuh Han,membuat Han terbatuk-batuk karena pelukan Bara yang cukup kuat.
“Jangan mengganggu kami Hantu sialan,pergi sana cari pria tampan yang ada diluar sana.kami sudah memiliki pasangan!”
Mendengar Bara bicara seperti itu,Han mendekatkan dirinya dan berbisik pada Bara.
“Apa yang kau katakan bocah sialan,kenapa mengucapkan kata pasangan segala!”
“Hei Bocah tengik,terdengar dari suaranya,dia seperti Hantu wanita dan menangis.aku yakin dia gentayangan karena belum bisa meninggalkan cintanya atau pasangannya,kau ingin menjadi pasangannya?”
“Sialan,,kau ingin aku berpasangan dengan seorang hantu wanita!”
“Karena itu aku mengatakan kita sudah memilki pasangan bodoh,sudah ikuti saja apa kataku!”
Lily berusaha sekuat tenaga menahan sakit di perutnya,karena dirinya harus menahan tawa,karena ulah keduanya.namun Lily ingin melihat sampai dimana,ketakutan keduanya.
“Hikss,,hikksss,,hiksss,,,aku mau salah satu dari kalian!”
Sang pelayan berusaha berakting sebagus mungkin,bahakan dia mengubah suaranya semenyeramkan mungkin.mmebuat bulu kuduk Bara dan Han berdiri,keduanya saling memeluk erat,bahkan tidak ada yang berani bicara,atau sekedar menjawab ucapan sang pelayan yang berperan sebagai hantu.
“Aku sudah memiliki pasangan hantu sialan,jadi pergi jauh-jauh dari rumah ini,kau tidak di inginkan disini!”
“Kalau begitu dimana pasanganmu itu,aku akan membawanya!”
“Hantu sialan brengsek,jangan pernah menyentuhnya!”
Bara dan Han mulai panik,keringat dingin mulai membasahi wajah mereka.dengan pandangan yang minim keduanya bergerak bersama,sambil meraba-raba jalan di depannya.
“Dimana Lily Han,kenapa dia tidak bersama kita!”
“Mana aku tau,kau asik menggangguku sejak tadi!”
“Hantu sialan,aku akan menggantungnya setelah ini!”
“Apa kau berani?”
“Temukan saklar lampunya,bukankah Hantu takut pada cahaya?kita bisa menangkap dan menghajarnya setelah itu!”
“Darimana kau tau kalau hantu takut akan cahaya?”
“Dari beberapa Film Horor yang aku tonton,hampir semua Hantu takut akan cahaya.seperti vampir contohnya!”
“Hantu dan Vampir itu berbeda bodoh,katakan kalau kau tidak pernah menonton film Horor?”
“I,,itu,pernah Han,aku tidak berbohong!”
Karena masih sibuk dengan perdebatan mereka,tanpa mereka sadari sebuah sofa menghalangi jalan mereka,hingga keduanya terjatuh.
“Brukk,,,Aahkkk,,kakiku!”
“Dasar bodoh,bangun kau membuat pinggangku patah!”
__ADS_1
Dan di saat itulah Lily menghidupkan lampunya,pemandangan yang luar biasa terlihat.Han duduk di atas punggung Bara,sedangkan Bara tengkurap di bawahnya.wajah pucat keduanya terlihat jelas,dan sang Hantu menampakan dirinya.
“Thaada"