Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
8.Menjalankan Perintah


__ADS_3

Sore itu seperti biasa,Lila kembali kerumah mewah itu untuk menjalankan tugasnya.setelah ganti pakaian dengan pakaian pelayan,Madam Rima menghampiri Lila.


“Lila Nyonya Santika,memintamu menemaninya ke Mall!,,mendengar nama Nyonya,Lila sedikit ragu kenapa mesti dirinya yang menemani sang Nyonya. bahkan ia belum pernah bertemu dengan majikannya itu.


"Kenapa bengong pergilah,ganti bajumu dan temui Nyonya di ruang tamu!,


Lila Hanya mengangguk,dan pergi meninggalkan Madam Rima yang tersenyum penuh arti. ia mengeluarkan ponselnya, dan menghubungi seseorang diseberang sana.


"Lakukan sekarang!,tanpa menunggu jawaban dari orang diseberang sana, Madam Rima memutuskan panggilan dan memasukan kembali ponselnya ke sakunya,apapun rencanamu Nyonya semoga berhasil.


Dengan sedikit keraguan,Lila menuju ruang tamu menemui sang majikan. ada sedikit rasa takut diwajahnya, yang ia bayangkan adalah sosok majikan yang angkuh dan sombong,yang suka marah-marah. itulah yang terlintas dipikiran bodohnya,hingga ia tak menyadari kalau sekarang ini ia telah berada di ruang tamu yang begitu mewah. disudut sofa ia melihat sepasang suami istri, yang sedang duduk membelakanginya.dengan penuh keberanian Lila menghampiri sang majikan.


“Permisi apa Nyonya mencari saya?,,mendengar suara nan halus dan sopan itu, Tuan dan Nyonya Santika membalikan Tubuh dan melemparkan senyuman kepada Lila. seakan tak percaya dengan yang dilihatnya, Lila menutup mulutnya dengan kedua tangannya ,ternyata Ibu paruh baya yang ia temui beberapa hari lalu,adalah majikannya istri dari pemilik rumah ini.


"Kau sudah datang?,,Nyonya Santika bangun dari duduknya, dan menghampiri Lila yang sedikit gugup. sang Nyonya mengambil tangan dan mengelus tangan Lila yang dingin itu.


“Tidak perlu takut Lila, temani ibu ke Mall ya?,,Lila hanya menganggukan kepalanya, diliriknya Tuan Danu yang menatap heran istrinya. melihat hal itu Nyonya santika tersenyum, dan membawa si gadis manis pergi.

__ADS_1


"Sayang,kau tidak mau pamit pada suamimu!,,mendengar teriakan sang suami, Nyonya Santika berbalik dan tersenyum canggung.


”Maaf, Mama terlalu bersemangat!,Nyonya Santika menghampiri sang suami, dan mengecup pipi suaminya. Nyonya Santika berpamitan, dan pergi meninggalkan sang suami yang geleng-geleng kepala akan kelakuan sang istri.


Ditempat lain, yaitu Ditoko tempat Lila bekerja. Seorang pria menemui pemilik toko, entah apa yang mereka bicarakan. mereka begitu serius,tak lama kemudian sang pria pergi.Di dalam mobil terlihat Lila yang begitu gugup,karena untuk pertama kalinya ia menaiki mobil mewah, yang ber Ac. Sang Nyonya memecah kesunyian dengan mengajak Lila berbicara, dan menanyakan berbagai hal,ternyata Lila anak yang periang dan supel ,membuat Nyonya Santika semakin menyukainya.


Sampailah mereka di pusat belanja terbesar dikotanya, terpancar kebahagiaan diwajah Lila. Lila memandang takjub, karena untuk yang pertama kalinya ia menginjakan kaki di Mall.Nyonya Santika membawa Lila berkeliling, melihat berbagai barang yang dijual,saking asyiknya mereka dengan dunianya tanpa terasa 1 jam telah berlalu.suara perut yang meminta untuk diisi membuat mereka mencari tempat makan didalam Mall,Nyonya santika memanggil seorang pelayan dan memesan makanan yang menurutnya enak. tak menunggu lama makanan mereka datang.


”Makanlah dan habiskan, jangan malu pada Ibu!,,Lila hanya menganggukan kepala sambil tersenyum,mereka menghabiskan makanan dimeja tanpa tersisa.hari telah menjelang sore, setelah puas berkeliling dan hanya membeli beberapa barang, Nonya santika membawa Lila kembali Kerumah Utama.didalam mobil tak henti hentinya mereka bercerita, tawa serta canda mewarnai perjalanan mereka kerumah Utama. sesampainya dirumah,setelah membawa barang yang dibeli sang majikan,Lila pamit ke rumah belakang berkumpul bersama yang lain,atau mungkin masih bisa membantu yang lain pikirnya.


ia merasa tak enak karena pergi seharian, bersama sang majikan.


“Apa yang membuat Mama, tersenyum seperti itu?,,sang istri menoleh dan menghampiri sang suami yang duduk disofa.


”Hari ini Mama bahagia pah!,Nyonya santika menceritakan apa yang ia lakukan hari ini bersama Lila, dengan tawa dan senyum yang terus menggembang dibibirnya. Sang suami hanya bisa mendengarkan sambil tersenyum, melihat raut kebahagiaan diwajah istrinya.baru kali ini, setelah sekian lama ia melihat wajah yang berseri-seri itu lagi.


"Jika Mama sebahagia itu, sering-seringlah pergi bersama gadis itu!,,perintah sang suami.

__ADS_1


Keesokan harinya, Lila ingin berangkat kerja seperti biasa.dari kejauhan Madam Rima melihatnya dengan senyum misterius,seolah tau apa yang akan terjadi hari ini pada Lila.sesampainya Lila di toko,sang pemilik toko meminta waktu untuk bicara berdua. Dewi,Rika dan Lila saling tatap, saling melempar pandangan yang penuh tanda tanya. Lila pergi menemui sang pemilik toko.


"Tok,,tok,,tok”,,suara pintu diketuk, ”Masuklah!


Dengan perlahan, Lila membuka pintu dan menutupnya lagi. ia merasakan sesuatu akan terjadi padanya.“Duduklah!,,pemilik toko menyerahkan amplop kepada Lila, ia menerima dan melihat isi amplop itu, dengan sedikit mengerutkan alisnya,ia merasa heran. belum waktunya gajian, kenapa pemilik toko memberinya amplop berisi uang?,pikir Lila.


"Itu gajihnlmu bulan ini, aku memberimu Full,mulai besok kau tak perlu datang untuk bekerja lagi!,,Deg Lila terkejut mendengar ucapan pemilik toko. ia merasa tidak melakukan kesalahan apapun, tapi kenapa pemilik toko memecatnya.


”Tapi kenapa pak?,saya melakukan pekerjaan saya dengan baik!,,sang pemilik toko sebenarnya tak tega, ia tau jika Lila adalah karyawan terbaiknya. selain rajin dia anak yang jujur,dengan terpaksa ia berbohong,mengatakan jika tokonya mengalami kerugian. dan ia tidak mampu membayar karyawan lebih lagi,dengan perasaan sedih, Lila berpamitan dengan pemilik toko dan teman-temannya.para sahabatnya pun, hanya bisa merelakan sahabatnya itu,tak ada hal yang bisa mereka lakukan.dalam perjalanan pulang, ia menyemangati dirinya sendiri, ia masih punya pekerjaan sebagai pelayan dengan gajih yang cukup pikirnya. karena masih ada banyak waktu, Lila memilih mengunjungi panti, tempat ia dibesarkan. sesampainya dipanti, ia disambut oleh anak-anak dan ibu panti.


“Maaf yah bu, Lila baru punya waktu mengunjungi ibu dan adik-adik!,sang ibu panti hanya tersenyum, ia tau jika Lila giat bekerja.


”Ini ada sedikit uang,untuk tambah-tambah bu!,,sambil menyerahkan amplop ke tangan ibu panti.saat melihat isinya, sang ibu panti sedikit terkejut.


"Ini banyak Lila, kau juga perlu uang untuk kebutuhanmu!,,Lila menggeleng, ia tau bagaimana kehidupan panti, mereka hanya bisa bertahan hidup dari kemurahan hati para donator.


“Lila sudah menyisihkan sedikit bu, dan sekarang Lila sudah tidak ngontrak lagi!,ucap Lila menatap sang ibu panti.

__ADS_1


"Lila tinggal dirumah majikan, jadi Lila bisa sedikit menabung dan berhemat!,mendengar hal itu ibu panti terharu, ia tau Lila anak yang baik. ia masih mau mengunjungi dan membantu panti,biasanya anak yang sudah keluar dari ppanti, tidak akan ada yang ingat ataupun kembali. tapi berbeda dengan Lila.Dari pagi sampai Sore, Lila habiskan dipanti. kini ia bersiap untuk kembali kerumah majikan, setelah pamit pada ibu panti dan anak-anak, ia pun pergi.dan tanpa Lila sadari, ada 2 orang Laki-laki yang selalu memantau aktifitasnya, dan melaporkan segalanya pada seseorang diseberang sana.


__ADS_2