Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
14.Cemburu


__ADS_3

Mobil yang mereka tumpangi,kini melaju membelah jalan. Lila yang memilih duduk dikursi belakang,hanya diam menikmati taman dan gedung tinggi yang mereka lewati.Bara hanya melirik Lila dari kaca mobilnya.Kini mereka sudah berada di sebuah Mall, Lila berkeliling mencari dan memilih bahan makanan yang segar. ditemani Han,yang selalu ada disampingnya sambil mendorong kereta belanja, sudah seperti sepasang pengantin baru. Bara merasa jadi orang ketiga,ketika berada di antara mereka. ketika Lila sibuk, memilih bahan makanan dan terpisah dari Han. Bara menggunakan kesempatan itu,untuk mendekati Lila dan membawanya menjauh.


"Lila aku ingin makan daging, ayo kita kesana!, tanpa menunggu jawaban Lila, Bara menggenggam tangan Lila, dan menariknya agar Lila mengikutinya.'Deg',,jantung Lila seakan mau copot, saat tangan besar dan hangat itu menggenggam tangannya.


"Tapi... Kak Han",,ucap Lila yang baru ingat, tentang keberadaan Han.


" Sudah biarkan saja dia sudah tua, dia tidak akan hilang di tempat ini",,ucap Bara acuh, ia memang sengaja membawa Lila pergi.Bara ingin memiliki waktu bersama Lila, Bara menggunakan waktunya sebaik-baiknya. Sementara itu,Han mencari keberadaan mereka, mencoba menghubungi Bara namun panggilannya dialihkan. Han yang lelah mencari mereka, akhirnya memilih kembali ke rumah. Sementara Bara, masih menikmati waktu bersama Lila. kini mereka sedang makan didalam Mall.


"Apa kau pernah makan ditempat begini?,,tanya Bara kepada Lila, yang dijawab dengan senyuman dan gelengan kepala. Lila menceritakan kisah hidupnya, dari kecil sampai dewasa.Lila bercerita, ia hanya mendengar kata Mall dari teman-teman sekolah,namun belum pernah berkunjung,dan beberapa waktu lalu adalah yang pertama kali baginya. itu juga bersama Nyonya jawabnya. Mendengar hal itu, entah kenapa hati Bara tersentuh, entah kenapa Bara berjanji dalam dirinya, akan membuat Lila merasakan apa yang belum pernah ia rasakan.Lila menatap Bara,dan mengungkapkan apa yang ada di kepalanya.


"Pernahkah Tuan, merasakan makanan di pinggir jalan?, Mendapatkan pertanyaan diluar logika,Bara hanya menggelengkan kepalanya. Lila kemudian menceritakan berbagai macam makanan, yang dijajakan dipinggir jalan, tak kalah nikmat dengan yang dijual di dalam Mall.


" Kalau begitu, lain waktu kau harus membawaku",,ucap Bara, menatap Lila.


"Dengan senang hati Tuan",,sahut Lila dengan senyuman terbaiknya.


Di dapur, Han sedang menghabiskan segelas air dinginnya, dilihatnya sang putra yang sudah kembali tanpa Tuan Muda dan Lila,tentu membuat sang Madam heran.


" Han, kemana Tuan Muda dan Lila?, tanya sang ibu heran. Han menoleh sang ibu.

__ADS_1


"Bara membawa Lila lari bu",,mendengar jawaban sang putra,tentu saja sang Madam bingung dibuatnya.


" Dibawa lari bagaimana Han?,,pekik sang ibu, yang semakin bingung.


"Bara membawa Lila bu, mungkin Bara PDKT",,jawab Han asal, yang justru membuat sang ibu terseyum.Han yang melihat ibunya tersenyum menjadi heran.


" Kenapa ibu tersenyum?,, ucap Han curiga.


"Karena akan ada kabar baik",,Han terlihat semakin bingung, dengan ucapan sang ibu.


Tak berselang lama, mobil Bara memasuki gerbang rumah, Lila turun dari mobil membawa beberapa barang belanjaan,di bantu Sang Tuan Muda. setelah sampai di dalam, Lila dan Bara meletakkan barang belanjaan, Han yang melihat kedatangan mereka dan langsung menghampiri mereka.


"Kau pergi kemana saja hem? ,kakak mencarimu keliling Mall",,ucap Han sambil melirik Bara.


" Maaf kak Han tadi itu.... !,ucapan Lila terpotong, ketika Bara menjawab pertanyaan Han.


"Kami pergi ke suatu tempat,ada sesuatu yang ingin aku beli",,cap Bara menyela, tidak membiarkan Lila menjawab pertanyaan Han.


" Ayo ikut aku,ada sesuatu yang harus kita selesaikan",,ucap Bara menatap Han. Bara tak membiarkan Han, berlama-lama dengan Lila, Han tentu sadar akan hal itu, ia hanya tersenyum samar akan sifat ke kanak-kanakan Bara yang menurutnya lucu itu.Han ingin melihat, sampai dimana Bara bisa menyimpan perasaannya itu. Han mengikuti Bara menuju ruang kerjanya,Bara menyerahkan beberapa berkas yang memang belum sempat Bara periksa.

__ADS_1


"Bacalah dan kerjakan,aku akan setuju jika menurutmu itu menguntungkan",,Han menerima dan membaca isi berkas-berkas itu, tak terasa hari sudah menjelang sore, Bara bangun dari tempat duduknya dan meninggalkan Han begitu saja.


" Dasar licik!,, gerutu Han kesal,Han yakin Bara pasti menemui Lila.


Didapur, sang koki sedang membuat makan malam,untuk Sang Tuan Muda.


"Apa yang kalian lakukan didapur?,tanya Bara pada koki, membuat sang koki heran dengan pertanyaan sang Tuan Muda. jika didapur tentu saja membuat makanan, ucap koki dalam hati.


"Saya sedang membuat makan malam, untuk Tuan Muda",,ucapan sang koki membuat Bara tersadar,Bara melihat makanan, yang sudah hampir selesai mau tak mau, Bara membiarkan koki menyelesaikan masakannya.makan malam telah siap,Bara duduk dan menikmati makan malamnya sendiri, berbeda dengan Han yang menikmati makan malamnya bersama Lila, tanpa sepengetahuan Bara.


Malam itu di dalam kamar Bara,ditemani seekor kucing yang ia temukan bersama Lila.saat mengingat kebersamaan, demi kebersamaan yang mereka lalui,semakin membuat Bara yakin akan perasaannya. Tengah malam entah kenapa Bara merasa haus, ia melihat air dimeja samping ranjang telah habis, kemudian ia bangun dan menuruni tangga.dilihatnya Lila yang sedang berdiri di depan lemari pendingin,sambil menikmati ice cream, Bara mendekat sambil tersenyum.melihat kedatangan sang Tuan Muda, membuat Lila malu, malu karena kepergok makan ice cream tengah malam.


"Tuan membutuhkan sesuatu?, tanya Lila namun tak ditanggapi oleh Bara,fokus Bara terpusat pada sudut bibir Lila yang masih ada sisa ice cream .melihat kediaman Bara ,tentu membuat Lila kebingungan. Bara mendekat hingga tidak ada jarak diantara mereka,entah keberanian dari mana Bara mengangkat tengkuk Lila, ia mengecup bibir Manis itu. tak sampai disitu Bara me**mat dan men**sap bibir merah merona itu.Lila melototkan matanya, atas tindakan sang Tuan, Lila berusaha mendorong tubuh Tuan Mudanya. Bara melepaskan ciumannya, dilihatnya Lila dengan wajah yang telah memerah serta nafas yang tersenggal karena kehabisan oksigen.


"Bernafas Lila",,ucap Bara, menatap Lila. karena ini yang pertama bagi Lila,tentu ia tak ahli dan tidak tau harus membalas bagaimana, melihat kediaman Lila, Bara mencium kembali bibir itu dengan penuh kelembutan. otak Lila menolak namun tubuhnya berkata lain.ia menikmati ciuman Bara hingga ciuman itu usai, Bara menempelkan keningnya ke kening Lila, dengan nafas yang sedikit memburu, Bara menetralkan debaran jantunya.


"Aku tidak bisa menahannya lagi Lila, aku cemburu melihatmu tersenyum kepada pria lain, aku cemburu melihatmu bersama pria lain!, ucap Bara jujur dengan perasaannya.


" Tuan..Muda!,Bara meletakkan jari telunjuknya dibibir Lila, Bara tidak ingin mendengar Jawaban dari Lila.Bara memeluknya erat menyalurkan perasaannya,Lila yang masih bingung dan tidak tau harus berbuat apa hanya bisa berdiam diri, menikmati kehangatan dan sikap seorang pria yang baru pertama kali ia rasakan.

__ADS_1



__ADS_2