Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
7.Kepulangan Bara


__ADS_3

Malam telah menjelang, semua pelayan rumah utama melakukan semua tugas mereka dengan baik. dan depasang pasang suami istri, yang begitu tak sabar menanti kedatangan kedua putra mereka. Tuan Danu, yang meski sudah berumur masih terlihat gagah dengan setelannya. jangan lupa dengan Nyonya Santika,yang tampil dengan riasan sederhananya. Meskipun bisa dibilang orang yang berpengaruh, tetapi sepasang Suami dan Istri itu tidak hidup glamour seperti para konglomerat Lainnya. 


Suara deru mesin mobil yang terdengar, menandakan si Tuan Muda telah datang.dengan sigap para pelayan, berbaris menyambut kedatangan sang Tuan Muda. Manusia super dingin tapi mempesona itu, masuk kedalam rumah tanpa menghiraukan ataupun membalas ucapan Para Pelayan yang memberi salam. Terkecuali Madam Rima,Bara yang melihat wanita paruh baya itu berdiri sambil tersenyum didepannya, Bara langsung saja memeluk mencurahkan rasa rindunya. Hingga membuat Han, yang melihat hal itu tersenyum haru. dan juga merasa kesal kenapa Bos, sekaligus temannya itu memonopoli ibunya. Padahal kedua Orang tuanya telah menunggunya diruang keluarga.


“Khemm!,Han berdehem sehingga membuat Bara,mrngalihkan pasangannya padanya."Tuan Muda kedua Orang Tua anda sudah menunggu didalam!


“Kenapa kau berisik sekali sih Han, aku masih memeluk Madam!,,dengan wajah kesal ia menatap Han,dan melepaskan pelukannya,dan berlalu meninggalkan Ibu dan anak itu. 


"Aku juga ingin memeluk Ibuku, salah siapa yang tidak pernah Pulang!


“Berisik ingin kusumpal mulutmu!, teriak Bara yang kesal. Han Tidak menghiraukan Sang Tuan Muda, yang masih menggerutu. Han mendekati ibunya, menyalurkan Rasa rindunya. Madam Rima, adalah Ibu kandung Han. dan jika sedang berada dirumah Utama, maka tidak ada atasan dan bawahan. yang ada adalah Persahabatan, meski Si Tuan memiliki mulut pedas tapi Han telah kebal akan sifatnya itu.


Bara meninggalkan Ibu dan Anak, yang sedang melepaskan rindu itu. dan ia yakin bahwa ibunya akan Lebih heboh dibanding Ibu Asuhnya. Melihat Putranya yang sudah datang, membuat sang Ibu berlari dan memeluk sang putra. 


“Dasar anak Nakal!,kau bukan anak kecil lagi, jika diminta pulang baru pulang!,oceh sang ibu yang kesal


'Apa kau tidak merindukan Mama dan Papa Hah!,,mengoceh sambil memeluk sang putra. Bara hanya bisa menahan kesal, ia malas berdebat dengan sang ibu.


“Sudahlah Ma!,Anakmu Baru saja Pulang Kau ingin Dia pergi lagi!,, sela sang Ayah


“Jika Dia Pergi,Mama akan mogok makan,dasar anak Nakal!,, ucap sang ibu,yang sudah menunjukkan kekesalan dan kecewa.


Bara yang mendengar semua keluh kesah Orang Tuanya hanya tersenyum. Bagaimanapun, ia juga tetap merindukan kedua orang Tuanya. ia mendekati sang Ayah dan memeluknya, yang dibalas pelukan hangat oleh Sang Ayah.Tuan Danu  beralih menatap Han, yang sudah berdiri dibelakang Putranya. Iapun memberikan Pelukan yang sama hangatnya.


“Ayo kita makan Malam Dulu, papa sudah Lapar. Dan jangan ada keributan dimeja Makan!,, ucap Tuan Danu sebelum melangkah ke ruang makan.

__ADS_1


Sang Istri,yang mendengar Ucapan Suaminya hanya bisa mendengus kesal. sang Anak hanya tertawa. Makan malam dengan suasana Keluarga, yang nyaman dan damai, itulah yang mereka rasakan. sudah berbulan-bulan lamanya,suasana itu tak mereka rasakan. setelah makan malam, sang Ayah meminta Putranya menemuinya diruang Kerja.melihat Sang suami sudah pergi Nyonya Santika mendekati Han.


“Han Apa Kau Sudah Punya kekasih?,,tanya sang Nyonya, yang tentu saja membuat Sang Putra melirik Han. dengan tersenyum mengejek, Bara meninggalkan kedua manusia yang berbeda usia itu. Han hanya bisa menelan Ludahnya, dan hanya bisa tersenyum dan menggelengkan Kepala.


“Han belum memikirkan hal itu Ma!,sambil melirik sang Mama,yang sudah mulai cemberut.meski bukan ibu kandung, Nyonya Santika meminta Han, memanggilnya Mama, begitu juga dengan sang suami yang harus dipanggil Papa.


"Bukankah seharusnya Mama,menghawatirkan Bara?,, ucap Han menatap sang Mama.


“Jika kau saja belum punya kekasih, bagaimana dengan Bara, kalian Itu Sebelas Duabelas!,, Han mengerutkan dahi mendengar ucapan sang Mama.


Sejenak Nyonya Santika terdiam, dan menatap Han dengan Pandangan yang sulit diartikan. hingga membuat Han, merasa akan ada hal aneh yang akan terjadi dan benar saja. ucapan sang Mama membuatnya sakit kepala.


“Jangan bilang jika kalian berdua,...tidak menyukai Wanita?kalian berdua Belok?


Han yang mendengar hal itu melototkan matanya, tidak percaya dengan apa yang diucapkan sang Mama,dan Ibu dari Tuan Mudanya sekaligus sahabatnya itu.


Han menatap sang Mama,sambil tersenyum.


"Jantung kami berdetak kencang,jika kami menemukannya. jadi kami ini pria normal Ma!,,Mendengar penjelasan Han, membuat Sang Mama bernafas Lega. tidak salah jika sang Nyonya, bisa berfikir mereka tidak normal. Diusia yang bisa dibilang cukup mapan, belum ada satupun gadis yang Putranya kenalkan. Lebih tepatnya tidak Pernah ia kenalkan. Sebenarnya dulu Bara memiliki seorang kekasih, karena sebuah Penghianatan,membuat Bara enggan Jika didekati oleh wanita. dan hal itu tidak diketahui oleh kedua orang tuanya. Yang mereka ketahui adalah, putra mereka deperti tidak tertarik Pada wanita.


Han meninggalkan Nyonya Santika, yang masih duduk dan bergelut dengan semua pemikirannya. hingga ia mengingat gadis manis, yang ia temui ditaman belakang.dengan semangat ia pergi ketempat Para Pelayan, mencari sosok gadis yang membuatnya merasa  nyaman. Diam-diam Nyonya Santika, mengamati interaksi gadis itu dengan para pelayan Lainnya, hingga tanpa sadar sebuah senyuman terukir dibibir manis Sang Nonya.


"Apa yang anda lakukan disini Nyonya?, Sapa Madam Rima, yang membuat Nyonya Santika terkejut.


“Ahhkk” ,,Nyonya Santika mengelus dadanya, sambil memberi tatapan tak terima pada Madam Rima,yang membuat jantungnya hampir copot.

__ADS_1


dan  tanpa rasa bersalah sedikitpun, Madam Rima hanya berdiri mematung.


“Aku sedang mengamati seseorang!,ucap Nyonya Santika,kemudian mengalihkan pandangannya,menatap Madam Rima.


"Dengarkan aku,kau harus mengawasi gadis kecil itu!,,sambil menunjuk ke arah Lila,yang sedang tertawa.


" Dan jangan katakan padanya, kalau aku adalah Nyonya disini. biar aku sendiri yang memberitahunya nanti, kau mengerti!, ucap Nyonya Santika, menepuk pundak Madam Rima lagi.


Tanpa menunggu jawaban dari Madam Rima, Nyonya Santika pergi begitu saja, meninggalkan Madam Rima yang masih berdiri dengan bingung.apa sebenarnya yang akan direncanakan oleh Nyonya Besarnya itu,apapun itu aku harap hal yang baik,itulah yang madam Rima pikirkan.


Disebuah ruangan, minimalis yang tertata rapi.yang dilengkapi dengan berbagai Furniturnya,Tuan Danu sudah duduk disofa, diikuti oleh Bara dan Han,yang selalu setia berdiri dibelakangnya. percakapan demi Percakapan menjadi topik mereka, mulai dari  bisnis dan masalah yang ada. Percakapan yang begitu hangat menurut mereka. 


“Tinggalah Dirumah Mulai sekarang, dan tidak ada alasan lagi!,,ucap sang Ayah menatap putranya. "Kantor kita tidak jauh dari rumah, disini banyak Pelayan yang bisa membantumu, menyiapkan segala keperluanmu!,, Tuan Danu melemparkan pandangannya ke arah Han.


"Begitu juga denganmu Han!,,mendengar perintah sang ayah,yang tidak bisa ditawar lagi mereka berdua hanya bisa menganggukan kepala.


“Dan Carilah kekasih, sudah waktunya kau berkeluarga Bara!,,Bara yang mendengar hal itu berulang-ulang kali, hanya mendesah malas dan mengacuhkan sang ayah.


"Jika kau tak mencarinya,yakinlah ibumu akan terus menempelimu seperti siput!,Han yang mendengarnya tak bisa menahan tawanya,Bara yang melihat itu melempar bantal,yang ada disofa tepat mengenai kepala Han.


“Bara belum memikirkannya,dan belum menemukannya!,Bara bangun dari duduknya, meninggalkan sang ayah yang masih duduk disofa. dan Tuan Danu  beralih  menatap Han,mengerti akan arti tatapan itu, Han langsung angkat bicara.


"Han juga belum menemukannya Pah! Tuan Danu, yang mendengar hal itu hanya bisa menghela Nafas Berat.


"Sampai kapan kalian menunggu Jodoh, carilah jangan hanya menunggu!,,perintah Tuan Danu,ia yang merasa kesal dan bangun dari duduknya, meninggalkan Han sendirian. kenapa mereka suka sekali meninggalkanku sendiri,ucap Han dalam hati. malam menjelang,para penghuni rumah sudah tidur dan mengistirahatkan tubuh mereka, dari rasa lelah yang mereka rasakan.

__ADS_1


Pagi itu,sebelum para penghuni rumah khususnya pemilik rumah bangun,Lila sudah meninggalkan rumah mewah tersebut menuju Toko tempatnya bekerja. seperti biasa,Lila lalui tanpa kesulitan sama sekali,para pelayan sibuk dengan semua keperluan penghuni ruumah, para koki sibuk menyiapkan menu sarapan. karena ini adalah sarapan pertama, bagi keluarga itu setelah berbulan-bulan tidak bertemu dan berkumpul. tentu menu special telah dibuat sang koki,saat semua sudah tertata rapi ,Tuan,Nyonya dan tentunya sang Tuan Muda kini duduk bersama, menyantap makanan yang telah disediakan.setelah sarapan,Bara dan Han pergi kekantor,tinggalah sepasang suami istri itu dirumah nan megah tersebut. merasa bosan sang Nyonya pergi ketaman belakang, ia berharap  bertemu dengan gadis manis Lila. sesampainya ditaman hanya tukang kebun yang Nyonya santika dapati, hingga ia kembali mencari Madam Rima, dan menanyakan keberadaan Lila. dengan wajah kecewa ia berjalan gontai,menuju kamarnya hal itu tak luput dari perhatian sang suami,ada apa dengannya ,piker tuan Danu.


Dikamar, Nyonya Santika menghempaskan bokongnya diranjang. rasa bosan itulah yang ia rasakan, sehingga sebuah ide muncul dikepalanya. ia tak sabar lagi ingin segera menjalankan aksinya,ia menghubungi Rima melalui saluran telepon tumah, yang tersambung ke tuang para pelayan. ia meminta Rima menjalankan perintahnya sore ini.(Kira-kira apa ya, yang dibicarakan Nyonya santika kepada Maddam Rima)


__ADS_2