Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
18.Masa Lalu


__ADS_3

Dipinggir pantai, ditemani deburan ombak dan hembusan angin malam yang menerpa tubuh mereka,Bara mengingat kembali luka yang telah lama ia lupakan. tentang pahitnya sebuah penghianatan yang dilakukan sang kekasaih.Bara menghembuskan nafasnya kasar,hal itu tak luput dari perhatian Lila yang dengan cermat mengamati setiap ekspresi Bara, seakan luka itu begitu menyakitkan untuk dikenang kembali.


“Jika Tuan tidak mau menceritakannya, tidak usah diceritakan biarkan dia menjadi kenangan!, ucap Lila lembut, seakan tau kalau Bara tak ingin mengingat masa lalu lagi.


“Aku ingin memulai awal yang baru bersama gadis yang aku cintai,dan aku ingin memulainya dengan benar. agar suatu saat tidak ada kesalahpahaman yang terjadi!,,Bara memandang wajah teduh dan penuh cinta dari Lila,betapa bahagia yang ia rasakan saat ini karena bisa menemukan gadis manis dan penurut seperti Lila.


“Namanya Veronika!,Lila memandang wajah Bara, dan mendengarkan dengan cermat cerita yang Bara sampaikan.tidak ada satupun yang Bara sembunyikan,telihat jelas kelegaan yang dirasakan Bara setelah menceritakan semuanya.


“Apakah perasaan Tuan sekarang jauh lebih baik?, tanya Lila menatap teduh, wajah pria yang kini duduk dihadapannya.


“Iya setelah menceritakannya padamu, aku merasa lebih baik!,Bara menatap Lila, dan menggenggam tangannya.


"Mari kita coba jalani hubungan ini,aku tau kau masih ragu padaku tapi beri aku kesempatan!, ucap Bara dengan penuh keyakinan, dan pandangan memohon kepala Lila.


“Tuan Aku….!!,,Lila memalingkan wajahnya, ditatapnya laut yang tenang dihadapannya.Lila tak bisa memungkiri perasaannya,ia juga mencintai Bara,namun status mereka sungguh jauh berbeda. Lila tidak ingin berharap terlalau tinggi,yang pada akhirnya akan menyakitinya. ia pun merasa delema dengan perasaannya, Bara menyentuh dan menggenggam tangannya,ditatapnya mata indah itu.


“Apakah kau mencintaiku?, tanya Bara,sambil menatap lekat mata bening itu.

__ADS_1


"Jawab aku dan tatap mataku Lila?, perintah Bara, yang membuat Lila membalas tatapan itu.


“Saya mencintai anda Tuan..Tapi…!, ucapan Lila terputus, karena ia masih merasa ragu.


“Katakanlah?, ucap Bara sedikit memaksa.


“Apa yang membuat Tuan Mencintaiku?,aku hanya gadis yatim piatu,yang nantinya bisa membuat Tuan malu!, Lila menundukkan kepalanya.


"Apa pendapat orang, serta kedua orang tua anda Tuan?,Bara tersenyum mendengar ucapan Lila.


“Kenapa kau harus mendengar pendapat orang Lila?, ucap Bara lembut,dan memaksa Lila menatap matanya.


" Dan kedua orang tuaku,mereka adalah orang tua terbaik yang aku miliki.yakinlah mereka akan menerimamu!,melihat masih ada keraguan dimata Lila, Bara kembali meyakinkannya.


"Bukankah ibu sudah sangat dekat denganmu hem?,,sambil membelai pipi Lila dengan penuh kasih,Bara seakan ingin meluapkan semua rasa yang ada dihatinya.


“Kami dekat hanya sebagai majikan dan pelayan Tuan,kalau Nyonya dan Tuan tau yang sebenarnya mungkin mereka akan marah!,,Bara tersenyum mendengar jawaban polos Lila.

__ADS_1


“Dan kenapa,sampai saat ini kau masih memanggilku dengan sebutan Tuan,bisakah kau mengganti panggilanmu untukku,seperti halnya Han?, ucap Bara tak suka, dengan panggilan yang disematkan Lila untuknya.


“Lalu saya harus memanggil Tuan apa?, tanya Lila polos.


“Sayang,cintaku atau….!, ucapan Bara terpotong, saat mendengar Lila berteriak.


“Tiiddaaakkk,,,!,jawab Lila spontan,sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya,Bara yang mendengar teriakan Lila hanya bisa tertawa.


“Jangan sayang Tuan,saya kan Malu,saya panggil kak Bara saja ya!,,sambil memperlihatkan senyum yang begitu manis dimata Bara.ah,,sial jantungku benar-benar bermasalah,runtuk Bara dalam hatinya, karena detak jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Tapi aku bukan kakakmu Lila!,ucap Bara, menekankan nama panggilannya.


" Untuk sekarang saja, daripada Lila memanggil Tuan lagi!, ucap Lila, menampilkan wajah polosnya.Bara begitu bahagia malam ini,meski sempat kesal dengan ulah Han hari ini yang seperti sengaja menahan kepergian mereka,namun rasa kesal itu terbayar sudah.meski hubungan mereka bisa dibilang belum resmi dan belum ada kata pacaran,namun Bara sudah tau isi hati Lila yang sebenarnya,ia hanya masih ragu dan Bara harus berusaha lebih keras lagi untuk meyakinkannya.


Malam itu mereka nikmati,dengan bergandengan tangan sambil menyusuri pinggiran pantai, menuangkan perasaan Masing-masing.


Bara yang begitu berusaha menahan hasrat,dan keinginannya untuk tidak mengecup bibir merah nan menggoda itu hanya bisa mengalihkan pandangan serta pikirannya. yang entah kenapa bibir itu sekarang menjadi candu baginya, setiap bersama Lila pikiran liar untuk mencium bibir itu selalu terlintas di otaknya.

__ADS_1


sabar Bara ia akan segera menjadi milikmu, itulah kata semangat yang selalu ia ucapkan dalam hatinya.



__ADS_2