Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
122.Bulan Madu


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang berjam-jam,Bara dan Lily akhirnya sampai di Negara yang mereka tuju di pagi hari.Bahkan sudah ada seseorang dan sebuah mobil, yang menunggu kedatangan mereka.


“Selamat Datang di Negara kami Tuan,Nona!”


“Terimakasih Tuan!”


“Panggil saya Mark Nona,saya akan menjadi sopir kalian selama berlibur di Negara ini.mari saya hantarkan ke villa!


Bara dan Lily mengikuti Mark,mereka naik ke mobil yang akan membawa mereka berdua ke sebuah villa.Diego memberi Lily sebuah kartu,untuk menikmati kemewahan kamar hotel,namun sekarang mereka malah ke Villa.membuat Lily bingung sendiri,Bara yang melihat sang istri menghela nafas,mengangkat sebelah alisnya.


“Kau kenapa sayang,apa kau lelah?”


“Tidak,hanya saja aku bingung dengan kak Diego,dia memberiku hadiah untuk menginap di hotel mewah.tapi kenapa kita malah ke villa!”


“Bukankah kita akan berada selama seminggu disini,jadi kita bisa gunakan sisa hari kita untuk menikmati hadiah kakakmu!”


Benar juga kenapa aku sampai melewatkan hal itu,astaga ada apa dengan diriku,,


Apa sebaiknya aku menanyakannya sekarang,apa yang Diego katakan sebelum kami berangkat,aku sangat penasaran.tapi apakah Lily akan menjawabnya dengan jujur,,hah kenapa aku jadi seperti ini sih,,


Lily menikmati perjalanannya menuju villa,rasa kantuk hilang ketika melihat pemandangan yang begitu indah di depan matanya.pohon-pohon yang berdiri tegak di pinggir jalan,serta berbagai tanaman dan bunga,yang tumbuh dipinggir jalan,membuat udara di sekitarnya begitu segar.Lily memejamkan matanya serta menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya,Bara tersenyum melihat sang istri yang begitu menikmati perjalanan mereka.


Setelah 2 jam perjalanan,sampailah mobil mereka di sebuah villa sederhana nan cantik.villa yang terletak di pinggiran kota,suasana yang begitu nyaman,sejuk dan tentu sangat menenangkan hati.Bara sangat kagum akan pilihan tempat yang di berikan oleh Ayah mertuanya,seorang Ayah yang begitu mengerti tentang keadaan sang putri.


Bukan tanpa sebab Tuan Stave,memilih Villa di pinggiran kota untuk menjadi tempat Bulan madu bagi Putri dan mennatunya.Tuan Stave ingin sang Putri merasakan ketenangan,dan kedamaian pikiran.agar sang putri lebih menikmati liburannya,karena Lily memang sangat menyukai perkebunan,karena itu Tuan Stave memilih Villa tersebut menjadi tempat bulan madu untuk Putri tersayangnya.


Bara tersenyum haru dan begitu berterimakasih kepada sang Ayah Mertua,yang begitu memahami keadaan Lily. Bara menggenggam tangan Lily,seraya melemparkan senyum hangatnya.


“Bukankah Villanya sangat cantik,apa kau menyukainya?”

__ADS_1


“Hmm,,Villa yang nyaman,aku sangat menyukainya,Papa memang yang terbaik!”


“Benar,Ayahmu sangat mengesankan!”


Melihat keduanya masih asyik menikmati keindahan Villa dan sekitarnya,Mark masih setia berdiri di belakang mereka.menanti kedua tamunya untuk masuk kedalam villa,setelah puas memanjakan matanya dengan keindahan taman dan sekitar villa,keduanya memutuskan masuk dan beristirahat.Lily begitu tercengang melihat dekorasi yang ada di dalam villa,sungguh di luar dugaan.tatanan classic membuat Lily begitu merasakan nyaman,kamar yang terdiri dari Bed yang besar dengan kasur empuk,serta dinding dan aksesoris serba putih,sungguh membuat siapa saja merasakan rasa nyaman yang luar biasa.


Lily merebahkan tubuhnya,sambil menikmati empuknya kasur yang tersedia di kamar itu.melihat sang istri yang berbaring di ranjang,Bara ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk sang istri.karena perjalanan yang cukup menguras tenaga,keduanya kelelahan dan langsung tertidur begitu saja.


Melihat sepasang suami istri itu,telah masuk kedalam kamarnya,Mark pergi meninggalkan keduanya menuju rumah yang terletak tepat di samping villa.Mark adalah penjaga Villa tersebut,dia di bayar untuk menjaga dan merawat Villa yang jarang di tempati oleh Tuan Stave.Lily sendiri tidak mengetahui jika Villa tersebut adalah milik sang Ayah.


Suara ketukan pintu,mengganggu tidur Keduanya.Lily turun dari melangkahkan kakinya dan membuka pintu,Mark telah berdiri di depannya dengan senyum ramah.


“Ada apa Mark?”


“Sudah waktunya makan malam Nona!”


“Jam berapa ini?”


Astaga kami ketiduran karena terlalu lelah,,


“Baiklah Mark,kami akan segera bergabung di meja makan!”


Mark menundukkan sedikit kepalanya,dan meninggalkan Lily,dengan langkah berat dirinya menghampiri Bara dan membangunkannya.merasa terganggu Bara membuka matanya,dan menatap sang istri.dengan lembut Lily menyuruhnya mandi untuk segera menikmati makan malam.beberapa menit berlalu keduanya menuju meja makan,Mark dan sang istri telah menyiapkan makan malam untuk keduanya.


“Bergabunglah bersama kami Mark!”


“Terimakasih Nona!”


Mereka menikmati makan malam di selingi dengan obrolan ringan,setelah menikmati makan malam yang begitu lezat. Lily kembali ke kamarnya, apa lagi yang bisa dirinya lakukan selain merebahkan diri ke ranjang empuknya.

__ADS_1


Lily berdiri di samping jendela kaca, tak ada yang bisa Lily lihat, selain suara hewan yang mulai bernyanyi di malam hari. Tangan kekar melingkar di perutnya yang rata, Lily mengusap lembut tangan kekar itu.


"Apa yang kau pikiran? "


"Tidak ada, suasananya sangat nyaman, aku menyukainya! "


Apakah aku tanyakan saja apa yang Diego katakan padanya tadi, agar aku tidak penasaran begini,,


"Sayang, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?"


"Katakanlah! "


"Apa yang Diego bisikkan di telingamu tadi, sehingga wajahmu memerah? "


"Kau melihatnya? "


Bara menganggukkan kepalanya, masih dengan posisi memeluk Lily, Bara mencium lekuk leher Lily, sambil menunggu jawaban dari sang istri.


Lily hanya diam dengan wajah yang memerah karena malu, merasa Lily tidak merespon, Bara memutar tubuh Lily, yang mulai merona.


"Kenapa dengan wajahmu, apa yang dikatakan Diego hmm? "


"Dia memintaku mengenakan lingerie di hadapanmu! "


Beberapa saat Bara terdiam mendengar ucapan Lily, dan tersentak di menit berikutnya. Bara benar-benar kehilangan fokusnya, jika berada di dekat Lily.


"Jadi kau akan mengenakan lingerie malam ini?"


"Tidak, aku lebih suka menggunakan gaun tidur!"

__ADS_1


"Ayolah, pakai lagi hmm,, aku ingin melihat wajah cantikmu!"


Dengan gerakan cepat Lily mendorong tubuh Bara ke ranjang, satu persatu pakaian yang dia kenakan dia lepas dihadapkan Bara. Dengan gerakan menggoda Lily memulai aksinya, Bara tentu bahagia melihat sang istri yang begitu agresif malam ini, malam panjang bagi keduanya di mulai.


__ADS_2