Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
160. Jodoh Untuk Han


__ADS_3

Waktu hampir menunjukan pukul 10 malam,tapi Queen belum bisa memejamkan kedua matanya.pikiran terus tertuju pada sang paman,yang masih bersama dengan sang Daddy.Queen melirik sang Mommy yang bahkan telah terlelap,Queen melirik ponsel sang mommy,yang diletakkan di samping meja tidurnya.tanagn mungil Queen meraih ponsel yang tergeletak di meja,menyentuh layar dan mencari nomer sang Daddy.bebrapa saat menunggu,panggilan video di angkat oleh sang Ayah.


“Hai sayang,apa kau sudah sangat merindukanku?”


Tanpa melihat layar ponselnya,Bara masih mengoceh,mengira yang menghubunginya adalah sang istri.Queen menatap kesal sang Daddy yang terlihat mabuk,Queen masih diam dan tak bersuara.Bara mulai mengangkat ponselnya, dan memperlihatkan pemandangan malam dari apartemen Han.dan tanpa sengaja Queen melihat keberadaan sang paman,yang duduk sambil menyandarkan punggungnya di sofa.


“Ini Queen,bukan Mommy!”


Mendengar suara ketus sang Putri,Bara langsung menatap layar ponselnya,sementara Han membuka kedua matanya,mendengar suara gadis kecilnya.


“Queen,kau belum tidur?dimana Mommy mu?”


“Apa yang Daddy lakukan di sana,kenapa belum pulang.dan apakah Daddy mabuk?”


“No Queen,Daddy tidak mabuk.hari ini Daddy sedang menemani pamanmu yang tampan, yang sedang kesepian ini!”


Han merampas ponsel Bara,membawanya kesofa.Han menatap layar ponsel,dan melihat gadis kecilnya yang menggemaskan.sudut bibir Han melengkung indah,membentuk sebuah senyuman indah.Queen menatap Han dengan tatapan kesal,serta marah membuatnya semakin terlihat menggemaskan.


“Hai gadis kecil,kenapa belum tidur?”


“Paman menyebalkan,mulai besok jangan bicara dengan Queen lagi.paman Queen hukum!”


“Katakan apa kesalahan paman?”


“Kenapa Paman tidak membawa Queen juga,hanya mengajak daddy.bahkan membuat Daddy mabuk,apa paman juga sedang mabuk?”


“Tidak Queen sayang,paman ini jago minum.paman sangat senang,bisa melihat wajah Queen yang cantik!”


“Hentikan gombalan mu bocah sialan,jangan menggoda putri kecilku!”


Bara yang setengah mabuk merampas ponselnya,dari tangan Han.karena sudah dipengaruhi alkohol keduanya bertingkah lucu,membuat Queen tersenyum melihat kedua pria dewasa di depannya.


“Queen,dimana istri Daddy?”


“Mommy sudah tidur Dad!”


“Baiklah,Daddy juga akan tidur.selamat malam princess daddy,I love you!”


Bara menyerahkan ponselnya kepangkuan Han,yang masih duduk sambil menatapnya.Han meraih ponsel di pangkuannya,memastikan panggilannya masih tersambung.


“Hari ini bukan ulang tahun Paman Han,kenapa Daddy ada di apartemen paman?”


“Daddy mu sedang rindu pada paman,karena itu daddy mu menemui paman,ketika paman sedang masak makan malam!”


“Paman bisa masak?”


“Tentu saja Queen,apa yang tidak bisa paman lakukan!”


“Kalau begitu nanti buatkan sesuatu yang enak untuk Queen!”

__ADS_1


“Katanya Queen marah pada paman,dan tidak ingin bicara pada paman!”


“Untuk malam ini Queen akan bicara,tapi besok Queen akan marah lagi ke paman Han!”


“Hahahaa,,!”


Han tertawa bahagia mendengar ucapan bocah di layar ponsel tersebut,Queen selalu bisa membuat Han bahagia,tertawa dan membuat harinya berwarna.gadis cantik yang selalu dikatakannya akan dirinya nikahi jika besar nanti,gadis cilik yang menjadi keponakan tersayangnya.keduaanya bicara tanpa lelah,sampai akhirnya Queen mengalah dan memutuskan untuk tidur.


“Selamat malam kesayangan paman!”


Queen yang mulai terlelap tidak lagi menanggapi ucapan Han,han tersenyum manis menatap sang keponakan yang mulai terlelap.


Andai saja paman bisa menemukan wanita yang memiliki sikap ceria sepertimu Queen,mungkin paman akan dengan segera jatuh hati padanya,,


Han menatap lurus ke depan,menatap cahaya lampu serta mobil yang menghiasi jalanan kota.Han teringat akan sosok wanita yang pernah ada di pikirannya,namun setelah waktu berlalu rasa itu hilang.meski dirinya beberapa kali berpapasan,tidak ada getar cinta yang dirasakannya ketika saat pertama kali melihatnya.apakah semua itu hanya rasa penasaran,atau simpati belaka?Han bahkan tidak bisa mencari jawaban atas pertanyaan sendiri.Han menutup kedua matanya,menyerahkan semuanya kepada sang waktu.perlahan mata itu terpejam,dan mulai terlelap dalam buaian mimpi.


****


Suara tawa seorang wanita serta suara gadis kecil,mengganggu tidur Bara dan Han.waktu telah menunjukkan pikul 9 pagi,namun keduanya belum juga bangun dari tidur indahnya.pagi-pagi sekali Queen terbangun dan membangunkan sang Mommy,memaksa sang Mommy mengantarnya ke apartemen sang Paman.kini disinilah mereka,setelah berhasil membuka sandi apartemen yang merupakan tanggal lahir Queen.keduanya masuk kedalam apartemen dengan mudah,Lily dan Queen terpana melihat pemandangan indah di pagi hari.pemandangan dimana sang Daddy,tergeletak begitu saja dilantai.sementara sang paman,masih tidur manis di sofa.


“Lily menggelengkan kepalanya melihat keduanya,sambil menunggu keduanya bangun.Lily dan Queen memutuskan membuat sarapan pagi,untuk menghilangkan rasa mabuk yang di alami oleh keduanya.aroma serta suara keduanya,mulai merasuki indera pendengaran mereka.dengan terpaksa bahkan masih dengan raas kantuknya,keduanya melihat keberadaan Lily Dan Queen.


“Sayang !”


“Queen!”


“Bersihkan diri kalian setelah itu kita sarapan bersama,ayo pergilah!”


Mendengar perintah Lily,Bara langsung berlari ke kamar Han menuju kamar mandi.semenatara Han masih berusaha mengumpulkan nyawanya,dan menatap Queen dengan mata sayu yang masih menahan rasa kantuk.


“Paman tidak mandi?”


Han mengangguk dan dengan patuh,menuju kamarnya.kedua wanita berbeda generasi, itu menggelengkan kepala mereka pelan.Bebebrapa menit berlalu,Bara tampak keluar dengan wajah segar serta pakaian yang rapi,pakaian yang ia dapat di dalam lemari Han.Queen menatap sang Ayah,dan melirik pintu kamar dimana sang paman belum terlihat.


“Paman dimana Dad?”


“Masih membersihkan kumis sayang!”


Queen mengangguk,dan langsung berlari menuju kamar Han.meninggalkan kedua orang tuanya,Bara menghampiri Lily dan memberinya kecupan ringan di pipi.Queen membuka pintu kamar,melihat isi dalam kamar sang paman yang terlihat sangat rapi.


“Paman!”


Mendengar suara Queen,Han yang telah selesai mandi dan berganti pakaian,keluar dari pintu kamar mandi dengan pisau  pencukur di tangannya.Queen mengangkat alisnya,melihat sang paman keluar dengan busa di dagunya.Queen melangkahkan kaki kecilnya,dan meraih pisau pencukur di tangan Han.


“Biar Queen bantu!”


Han tersenyum dengan sikap peduli Queen,Han duduk tepat di hadapan Queen,membiarkan sang keponakan membantunya.obrolan kecil mulai menemani kegiatan mereka,melihat keduanya keluar dari kamar, Bara mengerutkan kening.Han hanya mengangkat kedua bahunya dengan santai,mereka berempat mulai menikmati sarapan pagi dengan damai dan tenang.setelah sarapan,mereka menikmati cake yang Lily beli dijalan,dengan secangkir teh.sementara Queen kembali ke dunia anak-anaknya,menonton film kesukaannya.


“Apa kak Han tidak apa-apa?”

__ADS_1


“Memang apa yang kau pikirkan!”


“Semalam suamiku tidak membuat kak Han mabuk kan?”


“Justru suamimu yang mabuk,dan bicara omong kosong Lily!”


“Aku tidak mabuk sayang,jangan percaya omong kosongnya!”


“Kenapa kau membiarkan suamimu ini datang dan menggangguku,padahal aku ingin menikmati malam mingguku dengan tenang!”


“Aku datang karena kasihan padamu,andai saja kau memiliki kekasih akau tidak akan merana memikirkan mu bocah sialan!”


Lily memutar bola matanya malas,ketika melihat keduanya mulai beradu mulut,bahkan tidak ada yang mau mengalah.dengan kesal Lily mengeluarkan beberapa lembar foto,dan meletakkannya di meja. Membuat keduanya terdiam dan saling melempar pandangan,tatapan keduanya mengarah pada beberapa foto wanita yang Lily jejer dengan rapi.


“Apa ini sayang?”


“Aku sudah mengatur kencan untukmu Kak,mereka adalah wanita pilihan.mereka cerdas,berbakat,dan tentunya menarik.kakak bisa menemui mereka,sesuai dengan jadwal yang telah Lily buatkan.tidak ada tawar menawar lagi!”


Bara menahan tawanya,tidak disangka sang istri memliki ide yang cemerlang  mencarikan jodoh untuk Han.dengan kening mengkerut Han menatap satu persatu foto wanita yang Lily sodorkan,tanpa Han sadari Queen juga melihat beberapa lembar foto dimeja.


“Mereka tidak ada yang cocok untuk mu paman!”


Ketiganya melirik Queen,yang telah berdiri di samping Han.dengan mata lebar dan senyum cerianya,Queen mengambil salah satu foto di meja.seperti sedang menilai dan mengamati,tatapan Queen begitu serius,membuatnya terlihat lucu dan menggemaskan.


“Wanita ini tidak cocok denganmu paman,wanita ini seperti badut.ia memakai riasan terlalu tebal,jika dia menjadi kekasih paman,waktu paman akan habis hanya untuk menunggunya!”


“Pfufff,,Hahahha,,”Bara tak bisa menahan tawanya lagi,ketika mendengar pendapat Queen.Ketiganya menatap Bara dengan kesal,meski pendapat sang anak terdengar masuk akal,Bara hanya tak menyangka jika putrinya bisa bicara seperti itu.


Lily mengerucutkan bibirnya,ketika satu calonnya gugur oleh pendapat putrinya.queen mengambil satu persatu foto,dan menilainya dengan seksama.membuat Lily semakin terpuruk,satupun di antara calonnya tidak memenuhi syarat menurut putrinya.tiba di foto terakhir,Queen tersenyum,melihat sang putri yang tersenyum,Lily yakin calonnya yang terakhir pasti memenuhi syarat.


“Yang ini cantik,terlihat sederhana.tapi aksesoris yang dia gunakan sepertinya sangat mahal.maka dari itu paman tidak cocok dengannya,dia hanya akan menghabiskan uang paman saja!”


“Queen berhenti menilai dari sudut pandang mu sayang,paman Han kan belum bertemu dengan mereka.jadi biarkan pamanmu untuk mengenal mereka sayang!”


“Jika Queen ku sudah mengatakan demikian,berarti aku tidak perlu menemui mereka.tidak ada satu pun calon mu yang sesuai denganku Lily,jadi menyerahlah!”


“Kak Han!”


Lily mendesah kesal,sementara Queen dan Han terlihat senang bahkan saling adu tos,membuat Lily ingin berteriak pada keduanya.Bara menepuk pelan pundak Lily,dan tersenyum.


“Mungkin memang benar yang Queen katakan sayang,dari sudut pandang ku mereka tidak cocok dengan Han kita!”


Lily mendelik kesal,membuat Bara menunduk dan tidak berani menatap Lily yang sedang marah.


Lantas wanita seperti apa yang kau cari kak Han,aku hanya ingin kau bahagia,dan melihat ada seseorang yang menjaga serta menemanimu.Hah,,jika sudah seperti ini,haruskah aku meminta bantuan ibu untuk mengenalkan kak Han,dengan beberapa wanita muda?.baiklah jika kali ini tidak berhasil,aku masih bisa melakukannya lagi,,


Apa yang kau rencanakan sayang,berhentilah untuk menjadi makcoblang bagi pria angkuh ini.semua wanita yang kau kenalkan tidak akan ada satupun yang mengenai hatinya,jika kau bisa mencari seorang wanita periang seperti putri kita,mungkin saj akau berhasil,,


Terimakasih Lily karena telah peduli padaku,tapi aku bahagia dengan kesendirianku saat ini,biarlah waktu yang akan menjawabnya.diamana dan pada siapa hati serta perasaan ini berlabuh,untuk sekarang ini aku akan menikmati hidupku dengan caraku,,   

__ADS_1


__ADS_2