
Bara memarkirkan mobilnya,dan menemui Lily dikamar sekaligus ruang kerjanya.Bara membuka pintu kamar berlahan hingga tidak menimbulkan suara,terlihat Lily yang begitu fokus di mejanya sedang mengerjakan sesuatu.Bara mendekat dan langsung memeluk tubuh Lily,bukannya terkejut Lily hanya tersenyum dan membiarkan Bara melakukan yang dia mau.Lily sangat menghafal aroma parfum yang keluar dari tubuh Bara,serta tangan kekar dan hangat yang kini memeluk perutnya erat.
“Bagaimana pekerjaanmu?”
“Sungguh melelahkan,aku butuh istirahat!”
“Tidurlah,aku harus menyelesaikan desainku hari ini ,sebelum mengirimnya kepada bawahan ku!”
“Ternyata kekasihku seorang desainer muda yang cukup terkenal,kenapa aku bisa tidak mengetahui hal itu!”
“Karena kau hanya fokus mencari Lila dan bukan Lily!”
Lily tertawa pelan membuat Bara kesal,Bara membalikkan tubuh Lily hingga pandangan mereka bertemu.Bara merapatkan tubuhnya,hingga tidak ada jarak di antara mereka.
“Itu karena aku seperti orang gila mencari keberadaan mu,kau membuatku patah hingga berkeping-keping.kau bersembunyi jauh dariku,meninggalkan luka dan penyesalan di hatiku,setiap malam aku selalu merindukanmu dan menangis disudut kamar sambil memeluk bingkai fotomu!”
“Yang bisa aku lakukan adalah bekerja,untuk mengalihkan perhatianku dari kerinduan yang tidak bisa aku bendung!”
“Maafkan aku yang telah bersembunyi darimu,bukan maksudku seperti itu!”
“Kau tidak bersalah sayang,semua itu karena kesalahanku hingga kau pergi menjauh dariku,membawa benih cinta yang tumbuh di rahim mu.kepergianmu adalah hukuman bagiku,dan kini kalian telah kembali tetaplah di sisiku dan menjadi bagian dari hidupku!
“WILL YOU MARRY ME!!
Bara mengeluarkan kotak hitam di sakunya,terlihat cincin sederhana namun memiliki arti tersendiri bagi Bara.cincin yang dia beli beberapa tahun lalu untuk melamar Lily,Air mata mengalir dari sudut mata Lily,dia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.
Bara mengangkat dagu Lily dan menatap mata indah yang kini berurai air mata itu,dengan lembut Bara mengusap air mata yang membasahi pipi Lily.
“Maukah kau menikah denganku,membesarkan anak-anak kita,dan menua bersama?”
“Iya,aku bersedia!”
Bara tersenyum bahagia,dan tanpa dia sadari air mata bahagia mengalir dipipinya.hal sama pun dilakukan oleh Lily,dia mengusap lembut pipi Bara,dan menghapus air mata yang membasahi pipi Bara.
“Aku mencintaimu,sangat mencintaimu Lily ibu dari Bian dan anak-anakku nanti!”
“Aku juga sangat mencintaimu,sangat mencintaimu!”
Keduanya tersenyum bahagia,Bara menyematkan cincin dijari manis Lily.Bara mengecup ringan bibir Lily dan lama-kelamaan ciuman itu menjadi dalam dan panjang,puas merasakan bibir manis Lily,Bara memeluk kembali tubuh yang selalu membuatnya merasa nyaman.
Malam itu Bara tidur dengan lelap dalam pelukan sang kekasih,Lily membelai rambut Bara,memberi rasa nyaman sehingga pria itu tidur dengan nyenyak.Lily memberi kecupan selamat malam,dan meninggalkannya seorang diri di atas ranjang.Lily kembali berkutat dengan desain pakaiannya.
***
Bara meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku,sambil mencari sosok wanita yang menemani tidur nyenyak nya.
“Selamat pagi Sayang!”
“kau memanggilku apa Lily?”
__ADS_1
“Selamat pagi sayang!”
Wajah Bara merona mendengar panggilan sayang dari Lily,membuat Lily gemas dan memberikan ciuman selamat pagi di pipinya.
“Bersihkan dirimu,setelah itu kita sarapan.aku memasakkan sesuatu untukmu,dan aku sudah menyiapkan pakaianmu!”
“Kau memang yang terbaik!”
“Jangan merayu,sana bersihkan dirimu!”
Lily meninggalkan Bara yang masih duduk di ranjangnya,perlahan Bara turun dari ranjang dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi.Sementara Bara membersihkan diri,Lily menata sarapan mereka di atas meja,tak butuh waktu lama Bara telah menyelesaikan urusannya.
“Sepertinya sarapan kita pagi ini sangat lezat!”
“Duduk dan makanlah!”
Mereka berdua menikmati sarapannya dengan diam,setelah menghabiskan makanannya,terlihat Lily meneguk segelas susu hangatnya,membuat Bara mengerutkan dahi.
“Kau masih minum susu?”
“Iya,waktu mengandung Bian aku rajin minum susu,jadi kebiasaan sampai sekarang!”
“Lalu susu apa yang kau minum sekarang,bukan susu untuk ibu hamil kan?”
“Apa yang kau pikirkan,ini susu bagus untuk kesehatan dan tulang!”
“Hahahaa,,maaf pikiranku terlalu jauh!”
“Apa yang kau pikirkan,kenapa melamun?”
“Tidak ada sayang,,kapan aku bisa bertemu Bian.aku merindukannya!”
“Hari ini, Kak Diego akan membawanya kemari.karena kebetulan Papa dan Mama harus menghadiri suatu acara siang ini!”
“Acara?”
“Iya, ulang tahun pernikahan pemilik Golden Hotel!”
Jadi mereka di undang
“Kalau begitu aku tidak berangkat kerja yah,,aku ingin menemani putraku!”
“Tapi!”
“Ada Han yang akan mengurus semuanya!”
Bara meninggalkan kamar Lily dan keluar untuk menghubungi seseorang,setelah itu dia kembali lagi dan langsung memeluk tubuh Lily dari belakang.
“Seharian ini kita habiskan bersama ya!”
__ADS_1
“Biarkan aku menyelesaikan Desainku terlebih dulu ya,setelah itu aku ikut apapun mau mu!”
“Terimakasih sayang!”
Lily mengerjakan beberapa pekerjaan yang menyangkut Hotelnya,setelah itu menyempurnakan Desainya.Bara menggunakan waktunya memeriksa beberapa laporan yang Han kirim ke emailnya,suara ketukan pintu membuatnya mengalihkan perhatiannya dari ponselnya.
Pria bertubuh kekar sedang menggendong seorang bocah lelaki, yang memiliki wajah tampan yang sama dengannya.sang bocah tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Bara.
“Hello Daddy Bara!”
“Hello Jagoan Daddy!”
Bara merebut Bian dari pelukan Diego,Bara memeluk dan menciumi pipi Bian beberapa kali.sementara Diego masuk begitu saja dan mencari keberadaan Lily.
“Apa yang kau kerjakan, sampai tidak menyadari kedatanganku!”
Lily mengangkat kepalanya dan melihat Diego sudah berdiri disampingnya,dengan tatapan kesal.Lily tersenyum lembut, dan langsung memeluk pria yang sudah dia anggap sebagai Kakaknya itu. Bara yang melihat adegan romantis keduanya, anya bisa menahan kesal.
“Jangan memeluk pria sembarangan Lily,kau tidak melihat keberadaan ku disini?”
“Kenapa kau bisa mencintai pria pencemburu sepertinya,dan kau Tuan Bara, kau sedang dalam masa percobaan,jadi bersikap baiklah padaku!”
“Kalian ingin bertengkar di depan Bian?”
“TIDAKK!”
Bara dan Diego menyahut secara bersamaan,membuat senyum dan tawa keluar dari bibir mungil Bian Dan Lily.
“Daddy Diego dan Daddy Bara Lucu!”
Bara dan Diego memalingkan wajahnya mereka karena malu,setelah mengantar Bian dan berpamitan pada Lily,Diego meninggalkan Felice Hotel menuju kantornya.sementara Bara dan Bian sudah asyik dengan dunia mereka,Bara membawa Bian bermain dikamarnya.gelak tawa keduanya terdengar jelas oleh Lily,yang berusaha menyelesaikan Desainnya hari itu.
Pagi telah berganti siang,Lily masih mendengar suara Bara dan Bian yang bermain,Lily turun kelantai bawah dan menuju dapur.melihat kedatangan Lily,Alvin yang merupakan Chef di hotelnya sekaligus sahabatnya mendekat.setelah menjabat sebagai pemilik hotel,Lily jarang datang ke dapur,dan dirinya mempercayakan semuanya pada Alvin.
“Ada yang bisa aku bantu,Bos ku yang cantik!”
“Aku hanya ingin meminjam dapurmu sebentar,aku ingin membuat makan siang ku!”
“Biar aku saja yang membuatkannya untukmu,kau tunggu disini dan lihat aku membuatnya!”
“Hahaaha,,Baiklah Chef,mohon bantuannya!”
Setelah menunggu hampir 1 jam lamanya,akhirnya makan siang yang di buatkan oleh Chef Alvin selesai.dengan senyum puas,Alvin menghidangkan beberapa menunya.
“Kau memang yang terbaik!”
Setelah memindahkan makanannya ke rak dorong khusus untuk makanan,Lily meninggalkan dapur dan kembali ke kamaranya.makan siang serta beberapa gelas jus kini telah tertata rapi dimeja,Lily memasuki kamar dan melihat buah hatinya sedang menikmati kebersamaannya dengan sang ayah.
Tanpa Lily sadari,butiran bening telah mengalir dipipinya.Dirinya merasa bahagia dan terharu melihat kedekatan mereka.
__ADS_1
Andai saja waktu itu Momy turun dari mobil dan menghampiri Daddy mu,dan menanyakan semua yang Momy lihat,mungkin sekarang kita sudah menjadi satu keluarga kecil yang bahagia. Dan sekarang Momy berjanji akan membuat keluarga kita utuh,dan Momy tidak akan memisahkan kalian lagi.