
Vero membuka matanya perlahan, rasa pusing masih terasa dikepalanya.ia merasakan tangan kekar memeluk tubuhnya yang polos, vero mengalihkan pandanganya,dilihatnya seorang pria masih tertidur pulas sambil memeluknya.vero duduk sambil memegangi kepalanya, pria disebelahnya terusik akan kegiatannya.
"Kau sudah bangun?,tanya Rangga, vero hanya diam mengambil selimut dan menutupi tubuhnya. ia turun dari ranjang,memungut pakaiannya yang tergeletak begitu saja dan pergi ke kamar mandi. Rangga hanya diam memperhatikan, tak berselang lama vero sudah keluar dengan pakaian lengkapnya.
" Kau akan pergi?, tanya Rangga, vero hanya menatap Rangga.
"Lupakan yang terjadi malam ini, kau tau tujuanku kembali bukan?,diantara kita telah selesai Rangga jadi lupakan!, ucap Vero sinis dan ingin pergi meninggalkan Rangga.
" Apa kau yakin?,jika kau pergi meninggalkanku seperti ini lagi,aku akan benar-benar berhenti!, ucap Rangga penuh penekanan, kali ini ia benar-benar lelah dan muak dengan tingkah vero.
"Itulah yang aku inginkan Rangga, biarkan aku mencari kebahagiaanku,dan kau pun bisa mencari kebahagiaanmu!,, tanpa menunggu jawaban Rangga, vero meninggalkanya begitu saja.pria tampan itu hanya bisa mengusap wajahnya, baik jika ini yang kau inginkan,aku akan melupakanmu, ucapnya dalam hati.
'Rangga kusuma',pria berumur 29 tahun pengusaha yang bisa dibilang sukses tidak berbeda jauh dari Bara. ia mencintai vero,meski awalnya hanya main-main. namun karena kebiasaan mereka, yang selalu bersama seperti pasangan suami istri pada umumnya,tumbuh benih-benih cinta di hatinya. namun karena vero yang keras kepala dan egois,vero meninggalkan Rangga demi mengejar cinta Bara lagi. Rangga bangun dan menuju kamar mandi, ia mendingan tubuh dan perasaannya, ia begitu kecewa dengan sikap vero yang sama sekali tidak menghargai perasaan dan pengorbanan yang telah ia lakukan. ia berjanji mulai hari, ini tidak akan ada nama vero lagi di hatinya.
Sore hari itu Rangga berjalan-jalan ke sebuah taman,untuk memenangkan diri. Lila telah menyelesaikan kursus desainnya, saat dalam perjalanan pulang, ia melihat sebuah taman entah kenapa kakinya membawanya ke sana. taman yang indah dengan kolam alaminya, karena terlalu fokus pada keindahan kolam Lila tidak memperhatikan jalannya.
"Braakkk",,Lila menabrak seseorang,album desainnya terjatuh, dan kertas-kertasnya berhamburan.
" Maaf...Maafkan saya tuan!,, sang pria bukanya menjawab, tapi fokusnya beralih pada kertas hasil desain Lila, ia mengambil beberapa hasil desain dan mengamatinya. sedangkan Lila,masih sibuk mengumpulkan kertas-kertas yang berserakan.
"Desainmu cukup bagus, namun masih harus di asah sedikit lagi. ada beberapa hal yang perlu kamu perbaiki!, Lila yang mendengar komentar dari sang pria tentu saja terkejut, pria yang dihadapannya kini masih fokus dengan kertas yang berada ditangannya.
" Apa Tuan mengerti tentang Desain?,, tanya Lila heran.
"Aku tidak terlalu mengerti,namun aku memiliki para ahli desain untuk perusahaanku!,Lila yang mendengar cerita sang pria menjadi antusias,ketika Rangga mengalihkan perhatiannya,dan menatap Lila, tubuhnya sesaat membeku aliran darahnya pun terasa berhenti.Lila mengajak sang pria berbincang-bincang.mereka berbincang sampai Lila melupakan waktunya untuk pulang, pria yang ia temui ini sungguh memiliki kemampuan, untuk melihat dan menilai suatu desain. salah satunya adalah desain pakaian yang Lila buat,sang pria memberi sedikit ide pada desainnya dan hasilnya diluar dugaan, desainnya terlihat lebih menarik.
"Jadi kau hanya kursus,kenapa tidak kuliah saja?, tanya Rangga , Lila menatap Rangga dan tersenyum, Deg,,jantung Rangga berdetak kencang, saat melihat senyum manis gadis yang berada dihadapannya kini.
"Saya tidak mampu untuk membayar biaya kuliah, di samping itu saya juga bekerja Tuan, jadi saya hanya bisa kursus!,Lila menutup mulutnya,seolah ingat akan sesuatu ia melihat jam di ponselnya.
" Maaf Tuan saya harus pergi, senang bisa berbagai cerita dengan anda!,Lila melambaikan tangan,dan tersenyum meninggalkan Rangga yang terpaku.gadis yang manis pujinya dalam hati.
"Sial aku belum tau namanya",, keluh Rangga, ia mengusap kembali wajahnya, ia pun pergi meninggalkan taman dengan senyuman yang terukir disudut bibirnya. Sementara Lila pulang dengan tergesa-gesa, kenapa bisa ia lupa akan waktu, ia berdoa dalam hati semoga masih ada waktu untuk mempersiapkan makan malam.
" Kita kembali!,,ucap Rangga ketika berada di dalam mobilnya.
"Apa Tuan sudah menemukan sesuatu?,,tanya sekertarisnya, Rangga menatap bingung sang sekertaris.
__ADS_1
" Maksudmu?, tanya Rangga.
"Gadis yang tadi Tuan temui sangat manis!,Rangga mengangkat sebelah alisnya, heran dengan ucapan sang sekertaris.
" Jadi kau Melihatnya? ,, sekertarisnya hanya mengangguk, dan tersenyum.
"Jika kau melihatnya lagi, tutup matamu karena pada menit berikutnya kau akan terpesona!, ucap Rangga ketus.
" Baik Tuan!, meski terdengar lucu, namun sang sekertaris mematuhi perintah Tuannya.mereka akhirnya meninggalkan taman,Rangga berharap bisa bertemu dengan gadis itu lagi, gadis yang penuh semangat yang baru ia temui.
Bara kembali lebih cepat dari biasanya, ia mencari keberadaan gadisnya, namun yang dicari tidak ia temukan, Bara merasa heran hari ini bukan jadwal Lila belanja bulanan.Bara menghempaskan bokongnya, ia duduk sambil memijat pelipisnya, ia mengambil ponsel dan menghubungi nomor Lila berkali-kali, tapi tidak ada jawaban, Bara mengusap wajahnya kasar ia menjadi gelisah. saat ia bangun dan ingin menemui salah seorang pelayan untuk menanyakan keberadaan Lila, terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa. sosok yang dicari Bara kini berdiri dihadapannya, dengan peluh yang bercucuran dan nafas yang tersenggal-senggal. Lila mengatur nafasnya sambil menatap Bara,yang menatapnya balik. ia melihat Lila membawa sebuah album,Bara mengambilnya dan melihat isinya, seolah meminta penjelasan Lila hanya menunduk tak berani melihat mata Bara.
"Kau tidak mau mengatakan sesuatu tentang lni?,,sambil menunjukkan beberapa desain yang ada di dalam buku album.
" Kak Bara saya ikut kursus desain pakaian, Madam yang mendaftarkannya!, ucap Lila sedikit takut.
"Sejak kapan?, tanya Bara.
" Sudah enam bulan kak!, Bara sedikit terkejut, ia sama sekali tak mengetahui kegiatan Lila diluar selama ini. Lila menjelaskan alasan kenapa ia tidak bercerita, itu semua karena ia tak punya kesempatan dan Bara sibuk. Bara yang mendengar penjelasan Lila hanya membuang nafas dan mengusap wajahnya Dipeluknya tubuh mungil itu.
" Kenapa tidak kuliah saja,Kakakmu Han dan aku akan sangat mendukungmu!,,Bara melihat wajah cantik kekasihnya, dikecupnya singkat kening Lila dan memeluknya lagi.Lila melonggarkan pelukannya ditatapnya wajah tampan Bara.
"Lila belum masak kak!,, Bara Hanya tersenyum dan memeluk Lila lagi.
" Kita makan diluar, pergilah mandi dan bersiap-siap, kita pergi dengan Han!, ucap Bara kepada Lila.
"Benarkah?, ucap Lila senang.
" Kenapa kau begitu senang?,, Bara melepaskan pelukannya dan menatap Mata Lila.
"Apa selama ini kau, tak senang pergi bersamaku?,, Lila tersenyum mendengar ucapan Bara. ia tau jika kekasihnya sekarang sedang cemburu.
" Tentu aku sangat bahagia,dan selalu berdebar-debar jika pergi berdua dengan kak Bara!, ucap Lila jujur.
"Lalu kenapa kau bereaksi seperti tadi, saat aku bilang membawa si jomblo tua!,Lila menatap hangat mata Bara sambil tertawa.
" Hahaha,,, !!,Kak Bara apaan sih,kak Han juga butuh jalan-jalan, karena itu aku sangat senang saat kak Bara mengajaknya!,, Tawa Bara lepas begitu saja, ia meminta Lila mandi dan bersiap-siap sementara ia menghubungi Han.
__ADS_1
Malam itu mereka bertiga,makan di restoran yang terkenal akan makanan lezatnya.malam ini Lila bagaikan seorang putri, yang dikawal oleh dua bodyguard tampan.malam ini Lila terlihat sangat cantik, moment saat Bara dan Lila saling melempar senyum diabadikan oleh Han,tanpa sepengetahuan mereka berdua.
Malam itu tanpa sengaja,Vero juga berada di restoran yang sama dengan Bara.dari kejauhan ia melihat Bara tersenyum dan bersikap begitu hangat pada seseorang. ia tidak hanya melihat Bara tapi juga Han dan seorang wanita, vero begitu penasaran, ia ingin menghampiri Bara namun panggilan sang ibu membuatnya membatalkan niatnya.saat sang ibu melihat ekspresi putrinya,yang seperti orang linglung sang ibu bertanya,dan hanya dijawab sekedarnya oleh vero. Siapa wanita itu, kenapa Bara bisa tersenyum hangat seperti itu, aku harus mencari tau siapa wanita itu secepatnya ucap vero dalam hati.
Bara dan Han menikmati makanan mereka, begitu juga dengan Lila. setelah makan malam di restoran, mereka melanjutkan perjalanan mereka ke pasar malam sesuai permintaan Lila, mereka membeli beberapa barang yang mereka anggap unik. Bara membeli pernak pernik couple untuk dirinya dan Lila, dari gantungan handphone dan kalung nama, hal itu membuat Han kesal karena ia tidak memiliki barang couple.
"Kak Han!, Han yang dipanggil,mengalihkan pandangannya kepada Lila.
"Berikan tanganmu kak!,,Han mengikuti perkataan Lila, sesuatu dipasang ditangannya,gelang yang bertuliskan namanya dan Lila. Lila mengangkat tangannya dan memperlihatkan barang yang sama pada Han.melihat hal itu Han teramat senang,Bara memeluk Lila dari belakang seraya menggoda Han.
" Kau lihat betapa perhatiannya kekasihku ini padamu, jadi carilah pasanganmu agar perhatian kekasihku tidak terbagi untukmu juga!, ucap Bara menggoda, dan Lila hanya bisa menikmati perilaku keduanya.
"Kau!,,Han begitu kesal akan ucapan Bara, dan jangan tanya reaksi Bara, ia tertawa lepas saat sang adik membela kakaknya, dengan memberi tatapan tak suka akan ucapan Bara. Malam itu benar-benar mereka lalui dengan bersenang-senang. meski lelah karena harus mengikuti langkah Lila, yang tidak ada hentinya berkeliling namun kedua pria itu merasa bahagia.saat melihat senyum,yang tak pernah lepas dari wajah gadis kesayangan mereka berdua.
"Lihatlah gadisku Han!,jangan menatapnya terlalu lama nanti kau terpesona!,,ucap Bara,Han pun tak mau kalah.
" Lihatlah gadis kecilku Bar,dia manis bukan? Jangan menatapnya terlalu lama,nanti kau jatuh cinta!,, mereka berdua saling tatap, kemudian tertawa bersama.
"Jagalah dia dengan baik Bara, meski dia bukan adik kandungku, tapi aku menyayanginya sebagai seorang adik kandung!,ucap Han pelan.
"Jangan sakiti dia,jika suatu saat dia berbuat salah, tuntun dia dan jadikan dia wanita hebat yang pantas berada di sisimu!, ucap Han lagi, sambil menatap Lila yang sudah mulai menjauh dari mereka.
" Aku berjanji padamu Han!, keduanya saling merangkul, entah sudah berapa lama mereka tak sedekat itu.namun sekarang,semuanya berubah ke arah yang lebih baik, Bara yang semakin lembut dan tidak kaku lagi.Han dari manusia datar, berubah menjadi pria yang sedikit punya perhatian. itu semua karena interaksi mereka bersama Lila.
Seminggu sudah dari kejadian di taman, dan di restoran, rumah utama mendapatkan kabar kalau Tuan dan Nyonya besar akan kembali, Lila merasakan resah di hatinya,apakah orang tua dari pria yang dicintainya,akan menerima hubungan mereka atau sebaliknya. jika mereka tau, apakah Lila akan terusir dan berpisah dari Bara?,semua keresahan itu mengganggu hati dan pikirannya. Ia menarik dan membuang nafasnya,berusaha menenangkan hatinya. Para penghuni rumah menyambut kedatangan Tuan dan Nyonya besar seperti biasanya, sang Nyonya melemparkan senyum tanda terimakasih, ia menghampiri Lila dan memeluknya, menyalurkan kerinduan yang beberapa bulan ini dipendam.
"Bagaimana kabarmu Lila?, ucap Nyona Santika.
" Lila baik Bu, bagaimana kabar Ibu?, tanya Lila kembali.
"Sangggat baik dan akan lebih baik lagi!,Lila yang mendengar ucapan majikannya,hanya tersenyum meskipun sebenarnya ia bingung. Mereka masuk kedalam rumah, Lila membuatkan minuman untuk Tuan dan Nyonya santika.saat sedang melayani sang majikan,Bara dan Han datang. mereka saling memeluk dan menanyakan kabar, mereka berempat kini duduk di sofa.
"Lila tolong buatkan kakak jus seperti biasa ya!,pinta Han kepada Lila, Bara pun tak mau kalah.
" Kak Bara juga seperti biasa!, Lila Hanya menganggukkan kepala dan tersenyum,sementara Tuan Danu dan Nyonya santika saling melempar pandangan, ada yang tidak beres di rumah ini pikir Tuan Danu, berbeda dengan Sang istri yang telah mengetahui semua cerita yang telah terjadi beberapa bulan ini, tentu saja ia selalu update karena info dari orang kepercayaannya Madam Rima.
Setelah makan malam, keluarga itu menghabiskan waktu mereka untuk berbincang-bincang dan melepas rindu, sang ibu memperhatikan secara detail sikap putranya yang kini sudah mulai menghangat. ternyata usahanya membuat Lila dipecat,memasak makanan untuk putranya tak sia-sia.karena bisa ia lihat perubahan,pada tubuh putranya yang sedikit berisi dan pancaran kebahagiaan yang terlihat jelas diwajahnya.
__ADS_1