
Suasana tegang tampak terlihat dengan jelas diruang mitting pagi ini,dinginnya pendingin ruangan tak mendinginkan suasana.Lily duduk di kursi kebesarannya,menatap satu persatu orang yang menjadi dalang dibalik kebocoran dana perushaan milik sang Ayah.
“Apakah ada yang ingin kalian katakan,atau yang ingin mengaku sebelum aku membeberkan satu persatu orang yang terlibat dalam penggelapan dana di Enderson Group!”
Para pemegang saham serta para kepala bagian,tampak berkeringat dingin.mereka saling melempar pandangan dan menggelengkan kepala.membuat salah satu di antara mereka berani mengangkat suara.
“Bukti apa yang kau punya,sehingga kau bisa menuduh kami, dan begitu yakin kalau di antara kami telah menggelapkan dana tersebut!”
“Tentu saja aku punya bukti yang akurat!”
“Kau jangan mengada-ada dasar anak kemarin sore, bahkan belum seminggu kau menginjakan kaki di kantor ini,sudah beraninaya menuduh kami!”
“Benar,seharusnya anda harus lebih banyak belajar dan mencari pengalaman dulu Nona,sampai anda dikatakan pantas menjadi pimpinan!”
“Terimakasih atas saran kalian,aku sangat menghargainya dan mulai sekarang aku akan belajar dengan baik!”
Mereka tersenyum sinis mendengar ucapan Lily,yang seperti menyadari kesalahannya.
“Tapi aku disini untuk belajar mengenal karakter dan cara kerja kalian,apakah kalian masih tidak mau jujur?”
“Apa yang kau bicarakan Nona,kami semua bekerja dengan jujur!”
Bentak salah seoarang dari mereka sehingga membuat suasana menjadi gaduh.Lily meletakkan kedua tangannya di meja,dan menopang dagunya.ia diam dan terus mengamati mereka yang mulai panik,aksi diam Lily membuat yang lain ikuti menenangkan diri dan menatap ke arah Lily.dengan anggun dan penuh karisma Lily menatap satu persatu wajah para pelaku.
“Aku berikan satu kesempatan lagi,jika kalian mau jujur aku akan meringankan hukuman untuk kalian,tapi..!”
Ucapan Lily terpotong,ia memiringkan kepalanya memberikan tatapan dingin yang begitu menusuk kepada mereka yang duduk diruangan tersebut.
“Jika sampai akhir kalian hanya diam dan menutup rapat mulut kalian,maka jangan salahkan aku!”
“Buktikan dimana letak kesalahan kami!”
Lily tersenyum manis,ia memberi kode kepada Josh melalui tangannya.lampu ruangan mendadak mati,tampak layar menyala ke arah dinding memperlihatkan bukti-bukti serta dana yang masuk ke rekening pribadi mereka,bahkan rekaman suara milik salah satu di antara mereka tampak begitu jelas. Lampu dinyalakan kembali,kegaduhan mulai terjadi.
“Itu tidak benar sama sekali,kau hanya memanipulasi kami!”
“Ada yang ingin membantuku menjelaskan,sudah aku katakan aku akan meringankan hukuman kalian jika kalian jujur!”
“Kami tidak bersalah,kau hanya tidak menyukai kami bukan!”
Lily hanya tersenyum melihat salah satu di antara mereka yang begitu ngotot mengatakan dirinya tidak bersalah.
“Tapi data itu menunjukkan kau bermain di dalamnya!”
Ucap salah satu investor,yang semakin membuat si pelaku terpojokkan.
“Maafkan saya Nona Enderson,saya mengakui kesalahan saya,kami telah menggelapkan dana perusahaan!”
“Kau bajingan!”
Sang pelaku ingin menerjang rekannya,namun segera dihentikan oleh beberapa Bodygoard yang telah ditugaskan Josh diruang tersebut.kegaduhan terjadi,tak berselang lama aparat kepolisian datang dan membawa mereka untuk diperiksa lebih lanjut.setelah para tersangka di amankan,rapat pun dilanjutkan.
“Ini peringatan bagi kalian,semoga kedepannya tidak ada yang bermain curang lagi.mari kita kembangkan dan besarkan perusahaan ini bersama-sama,tanpa kalian perusahaan ini juga tidak akan maju,jadi aku minta dukungan kalian!”
__ADS_1
“Dan aku sebagai pimpinan sementara,akan memilih anggota baru dan kepala divisi yang hari ini keluar
Lily bangun dari duduknya dan meninggalkan ruang mitting,sebelum meninggalkan ruang Mitting Lily melemparkan senyum manisnya dan mengucapkan terimakasih melalui bahasa tubuhnya.sehingga membuat beberpa diantara mereka yang masih muda, dan memang belum menikah menjadi kagum dan terpesona akan keanggunan dan kharisma yang dimiliki oleh Lily.
Lily duduk dikursi sang ayah sambil memejamkan matanya.
“Anda melakukannya dengan baik Nona,sekarang anda hanya perlu menstabilkan keuangan perusahaan!
“Bagaiamana caranya Josh,kita butuh waktu berbulan-bulan untuk itu!”
“Anda pasti bisa Nona!”
“Bantu aku Josh!”
“Tentu Nona,dengan senang hati!”
Lily tersenyum dan menganggukkan kepalanya,ia memerintahkan Josh menggatur rapat besok pagi,untuk pemasaran produk baru mereka,setidaknya pemasaran kosmetik dan Fashion tidak beda jauh sehingga Lily dengan cepat mempelajarinya.Endorsen Group tidak hanya berjalan di bidang kosmetik, perhotelan dan restoran menjadi yang utama, namun Lily lebih memilih meluncurkan dan memasarkan kosmetik mereka, jika mereka bisa menguasai pasaran maka keuangan mereka setidaknya bisa stabil. itulah jalan yang Lily pilih.
Di Negara B,Nyonya santika telah kembali dari pikniknya bersama Baby Bian dan Erika.wajah bahagia terlihat jelas diwajahnya,kini ia sedang menunggu sang suami dan Bara kembali dari kantor.sambil menunggu kedatangan mereka,Nyonya Santika duduk manis di sofa ruang tengah.ia menatap bahagia gambar seoarang bocah laki-laki yang kini berusia 2 tahun itu.senyum tak pernah lepas dari wajah manisnya,sampai ia tak mengetahui kedatangan Bara,yang diam-diam mengamati foto di ponsel sang ibu.
“Apa Mama begitu merindukan Bara,sampai tersenyum seperti itu melihat foto masa kecilku!”
Deg,Nyonya Santika menolehkan kepalanya dan menyimpan ponselnya,ia mendapati Bara yang begitu dekat dengannya.sehingga Bara dengan jelas melihat foto dilayar ponselnya.
“Kau membuat Mama kaget Bara!”
“Hahaaha,,maaf Ma!”
“Maafkan Bara yang belum bisa membahagiakan Mama,Bara berjanji akan membuat Mama bahagia!”
Nyonya Santika tersenyum mendengar ucapan sang putra semata wayang,”Bawalah Lila dan putramu kerumah ini Bara,hanya itu kebahagiaan Mama”,ucap Nyonya Santika dalam hati.
“Khem,,Jauhkan tanganmu dari istriku!”
Bara dan sang ibu menoleh,dan melihat Tuan Danu sudah berdiri dengan wajah kesalnya.
“Iya,maafkan saya Tuan Danu!”
“Peluk wanitamu jangan peluk istriku!”
Bara memutar bola matanya,ia kesal dengan sikap Papanya yang cemburuan.Bara meninggalkan kedua orang tuanya dengan kesal.sesampainya dikamar Bara menghempaskan tubuhnya di ranjangnya yang luas,ia menatap bingkai foto yang masih tertata rapi diatas mejanya.
“Aku merindukanmu sayang!”
Bara memjamkan matanya,mengingat kembali senyum manis yang selalu Lila berikan untuknya.tanpa sadar iapun terlelap dan melewatkan makan malam.
Sebulan telah berlalu,Lily berhasil mengobrak pasaran.ia menggunakan kemampuan dan ide-idenya untuk memasuki pasaran alhasil produk yang mereka luncurkan laris manis dipasaran,bahkan melampaui target yang ditentukan,sehingga membuat kemampuannya untuk memimpin Endorsen Group di akui.dan sebulan juga Bara mencurigai tingkah laku sang ibu,dan diam-diam hari ini Bara berangkat lebih awal tanpa ikut sarapan dengan kedua orang tuanya.
“Apa kau yakin ada yang salah dengan Mama?”
“aku yakin Han,aku tak sengaja melihat Mama beberapa kali membawa baju anak-anak dan mainan yang ia simpan dibagasi mobilnya!”
Setelah mobil sang ibu keluar dari gerbang rumahnya,dengan cepat Han mengikuti kemana arah dan tujuan sang Mama sebenarnya.
__ADS_1
“Apa menurutmu Mama punya anak lagi Han!”
“Jangan konyol,usia Mama tidak muda lagi untuk bisa memiliki bayi!”
“Itu hanya dugaanku Han!”
Mobil yang memebawa Nyonya Santika memasuki sebuah Taman bermain,setelah turun dari mobil,Nyonya Santika dengan segera mencari keberadaan Erika dan Baby Bian.Han dan Bara terus mengikuti kemana sang Mama pergi,hingga pandangan mereka tertuju pada sesosok wanita paruh baya, yang seusia dengan sang Mama dan seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 2tahun.Bara tertegun melihat wajah sang anak yang begitu mirip dengannya,membuatnya dan Han saling melempar pandangan dan bingung.
“Han!”
“Wanita itu adalah Nyonya Stave,dan siapa Baby yang digendong oleh Mama?”
Han dan Bara memutuskan menghampiri sang Mama,namun langkah mereka terhenti ketika melihat Nyonya Stave meninggalkan tempat itu.Bara melihat jelas raut kekecewaan di wajah sang Mama,baru saja ia melihat kebahagiaan dan senyum di wajah itu, ketika turun dari mobil dan menghampiri mereka,namun senyum itu hilang seiring dengan kepergian Nyonya Stave dan sang Baby.
Lima belas menit sebelumnya,orang suruhan Diego yang terus mengamati kepergian dan keamanan Baby Bian serta sang Nyonya,menghubungi Diego dan mengatakan kedatangan Bara dan Han.sehingga Diego langsung bertindak cepat dengan menghubungi sang Nyonya,dan memintanya meninggalkan taman bermain secepat mungkin.
“Apa yang Mama lakukan disini?”
Mendengar suara yang sangat ia kenali,membuat Nyonya santika menolahkan kepala dan dengan cepat menghapus air matanya.
“Mama hanya jalan-jalan,dan apa yang kalian lakukan disini?”
Nyonya Santika menatap kedua putranya,Bara hanay mengalihkan pandangannya dan tidak menatap sang ibu.
“Kami kebetulan lewat dan melihat mobilmu Ma!”
Han mendekat dan berpura-pura mencari seseorang.
“Tadi aku lihat Mama bersama seorang wanita dan seoarang anak,kemana mereka?”
“Ah..itu…!”
Bara dan Han memperhatikan raut wajah sang ibu yang mendadak berubah dan salah tingkah,membuat Han melemparkan senyum dan tidak lagi bertanya apapun pada sang Mama.
“Jika Mama butuh teman,tempat ini memang bagus Ma!”
“I..ya,Mama bosan dirumah karena itu Mama kemari,dan tadi itu hanya kenalan Mama!”
“Baiklah,Bara dan Han kembali ke kantor Ma!”
“Iya,hati-hati dijalan sayang!”
Bara dan Han meningglalkan Nyonya Santika,setelah kepergian sang putra Nyonya santika bisa bernafas lega.berbeda dengan Bara dan Han.
“Kenapa bocah itu mirip denganmu?”
“Apakah Papa berselingkuh dengan Nyonya Stave?”
Han mengerem mobilnya mendadak,ketika ia mendengar ucapan Frontal Bara.Han menatap Bara yang menatapnya balik,apa yang diucapkan Bara mungkin saja,melihat reaksi sang Mama yang sedikit terkejut dan gugup dengan kedatangan mereka ketika di taman.tapi mustahil mengingat usia mereka yang bisa dibilang sudah tidak muda lagi,bagaimana bisa mereka memiliki seorang Bayi.tapi wajah anak itu tidak berbeda jauh dari wajah Bara semasa kecil,bahkan sang Mama sembunyi-sembunyi menemui mereka.dan hal yang tak mungkin lagi adalah wanita itu adalah Nyonya Stave,istri dari Tuan Endorsen Stave.
__ADS_1