
Hari ulang tahun Queen tinggal 3 hari lagi,Bara serta Han bahkan telah mencari tempat berkemah,serta perlengkapan yang lain.sementara itu di bandara Diego serta kedua bocah yang dia asuhnya,telah menginjakan kaki di Negara B.tempat kelahirannya serta kedua orang tuanya,Bian menutup mata dan menghirup udara sedalam-dalamnya,Billy tersenyum lembut tat kala melihat kelakuan Bian.tentu Billy bisa memahami kerinduan di hati Bian,karena sudah lama bocah itu tidak pulang ketanah air.sebuah mobil mewah telah menanti mereka,Diego membawa keduanya masuk kedalam mobil,menuju kediaman Danuarta.
Diego dan keduanya bocah berbeda usia itupun telah menyiapkan hadiah istimewa untuk sang adik ,yang akan berulang tahun ke-9.Billy pun tak sabar melihat wajah cantik,serta menggemaskan Queen yang selalu menjadi penyemangat nya sejak kepergian sang Nenek.gadis kecil yang terus berusaha menghiburnya,agar kuat dan tidak cengeng.
Billy menatap keluar jendela mobil,menikmati pemandangan kota serta bangunan-bangunan tinggi yang ada di Negara B.Bian dengan baik hati menunjuk dan memberitahu Billy,mengenai negaranya.tubuh Billy kini sudah berisi,tubuhnya tinggi dan cukup sehat.wajahnya semakin tampan,Bian pun tak kalah saing.Putra dari Lily dan Bara,tumbuh dengan tubuh tinggi tegap serta garis wajah tegas,perpaduan antara Bara dan Diego.sang paman yang merawatnya ketika dia masih bayi merah,karena itulah tak sedikit sifat Diego mengalir dalam dirinya.
Perlahan mobil yang mereka tumpangi mulai memasuki kediaman Danu,Billy terkesima melihat rumah mewah yang tak kalah mewahnya,dari rumah tuan Stave di Negara Y.jika rumah Tuan Stave seperti kastil,bak negeri dongeng.kediaman Tuan Danu seperti istana kerajaan eropa,taman bunga yang tertata rapi dan sangat terawat,menambah nilai lebih untuk bangunan tinggi yang menjulang itu.
Melihat kedatang Diego serta Tuan Muda kecilnya,beberapa pelayan berdatangan menyambut,serta membawa barang-barang bawaan mereka.ketiga pria berbeda generasi itu melangkah tegap,tanpa menimbulkan suara.mmebuat Lily yang sedang duduk dengan majalah di pangkuannya,tidak menyadari kedatangan mereka.Diego tersenyum tipis,melihat wanita lembut itu sedang duduk manis.
“Apa majalah di tanganmu itu lebih menarik dibandingkan kedatangan kami?” Suara Diego yang berat menembus pendengaran Lily,dengan reflex Lily mengangkat kepalanya,tiga pria kebanggaannya kini berdiri di hadapannya dengan senyum khas mereka masing-masing.Lily menyimpan majalahnya,dan berlari memeluk Diego,sebelum berpindah pada Bian serta adik angkatnya.
“Mommy merindukanmu sayang!” Lily memeluk erat tubuh Bian,menghadiahkannya ciuman d beberapa bagian wajahnya,membuat Bian malu dan memaksa sang Mommy untuk menyudahi aksinya.Lily beralih pada Billy yang terlihat gagah hari itu,Lily tersenyum lembut,memeluknya dan mengucapkan selamat datang.rasa haru melingkupi hatinya,melihat pertumbuhan sang putra dan Billy yang cukup baik.siapa sangka putranya dan adik angkatnya,akan tumbuh menjadi anak tampan,berbadan tegap.bahkan Lily tak menyangka jika bIlly bisa berubah drastis,tubuh kurusnya kini telah terganti dengan tubuh kuat serta berisi.
“Kalian berdua semakin tampan,Mommy yakin kalian akan menjadi rebutan para wanita kelak.seperti Daddy dan kedua pamanmu itu!” Bian menggeleng pelan mendengar ucapan sang Mommy,yang sangat percaya diri itu.Tuan Danu yang sudah mengetahui kedatangan cucu serta Diego,dengan langkah cepat menuruni tangga bersama sang istri.keduanaya sangat merindukan cucu laki-lakinya,yang lebih memilih tinggal luar negeri untuk menimpa ilmu.
Mereka berkumpul dan menanyakan kabar masing-masing,sebelum Lily meminta mereka untuk beristirahat.mengingat perjalanan yang mereka tempuh cukup menguras tenaga, Lily membawa Bian dan Billy menuju kamar yang telah disiapkan,begitu juga dengan Diego yang langsung masuk ke kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak.
Bian dan Billy ditempatkan dalam satu kamar,dengan dua divan berukuran kecil yang hanya muat untuk 1 orang.keduanya telah terbiasa tidur sekamar,jadi tak masalah bagi keduanya jika harus berbagi.melihat kedekatan keduanya Lily tersenyum lembut,setidaknya sang putra bisa memiliki satu orang kepercayaan yang bisa dia anggap keluarga dan sahabat.seperti halnya Bara dan Han,yang tumbuh bersama,saling melindungi,dan saling mendukung satu sama lain tanpa saling menjatuhkan.
Queen kembali ke rumah setelah menyelesaikan sekolahnya,tubuhnya yang lelah tidak menyadari jika paman dan kedua kakaknya telah kembali .melihat kedatangan sang Nona kecil,salah satu pelayan datang menyambutnya dan menawarkan bantuan.
“Bibi tolong katakan pada Mommy kalau aku ingin tidur siang,dan tidak ingin di ganggu.katakn juga pada Mommy,kalau aku sudah makan siang!” dengan patuh sang pelayan menganggukkan kepala.
“Baik Nona kecil,” langkah Queen terhenti ketika mendengar sang pelayan menyebutnya dengan panggilan Nona kecil,Queen menatap sang pelayan dengan tatapan tak suka,membuat pelayan itu hanya bisa menunduk dengan rasa bersalah.
__ADS_1
“Dua hari lagi umurku sudah 9tahun,jangan memanggilku dengan panggilan Nona Kecil lagi,panggil namaku Queen!” dengan sikap bersalah,sang pelayan hanya bisa menunduk dan meminta maaf.
“Baik Nona Queen,tolong maafkan saya.” Queen menghela nafas lelahnya,tidak ingin berdebat dengan pelayan yang mungkin juga merasakan lelah seperti dirinya.
“Kembalilah bekerja,aku akan ke kamarku sendiri!” Queen meraih tas yang berada d tangan sang pelayan,melangkahkan kaki menaiki tangga menuju kamarnya.sang pelayan mendesah pelan dengan rasa bersalahnya,seharusnya dirinya tidak memanggil sang Nona Muda,dengan panggilan Nona Kecil.melihat pelayannya menunduk dengan wajah sendu,Lily mengerutkan kening dan menghampirinya.
“Apa ada sesuatu?” Lily bertanya dengan hati-hati,sambil mengamati wajah sang pelayan yang tampak sedikit gugup. “Nona Queen telah kembali Nyonya Lily,sekarang sedang berada dikamar.” Lily menatap kamar Queen yang sudah tertutup dari bawah,dan menganggukkan kepala tanda mengerti.
“Nona juga berpesan agar tidak ada yang mengganggunya karena Nona ingin tidur,dan Nona Queen juga sudah makan siang Nyonya!” Lily mengangkat alisnya,mendengar pesan Queen yang dititipkan pada pelayannya.Lily mendesah pelan,mungkin sang putri merasa lelah karena kegiatan di sekolahnya.Lily menatap sang pelayan kembali,yang masih menundukkan kepalanya.
“Lantas kenapa wajahmu seperti itu,apa putriku memarahi mu?” sang pelayan semakin menundukkan kepalanya,membuat Lily semakin mengerutkan keningnya.
“Nona Queen hanya marah,karena saya ..karena saya memanggilnya Nona Kecil.Nona Queen meminta saya mengganti nama panggilan untuknya!” Lily terkekeh pelan,mengulurkan tangannya untuk mengusap tangan sang pelayan.mendapat sentuhan lembut di tangannya,sang pelayan mengangkat kepalanya,dan melihat seulas senyum hangat di wajah cantik Lily.
“Baik Nyonya Lily!”,dengan sopan sang pelayan undur diri,dan meninggalkan sang Nyonya yang masih tersenyum,sambil menatap pintu kamar Queen yang tertutup rapat.
Hari menjelang sore,setelah mendapat kabar dari Lily,bahwa sang putra dan Diego telah berada di rumah.Bara dan Han memutusakan pulang 1 jam lebih awal,keduanya pulang dengan satu mobil yang disetir oleh sopir pribadi Bara.setelah beberapa puluh menit,mobil mereka memasuki halaman rumah.keduanaya dengan turun dari mobil dengan wajah lelah,Lily langsung menyambut kedatangan keduanya dengan senyum,membuat rasa lelah yang dirasakan keduanya hilang.rumah adalah tempat mereka pulang,dan menghilangkan rasa lelah.
Diego terlihat duduk berselonjoran di sofa,melihat kedatangan Bara serta Han,Diego langsung bangun dan memeluk keduanya.ketiganya mulai duduk bersama,berbincang dan menanyakan kabar masing-masing.merasa bosa Han bangun dari duduknya,dan mencari keberadaan sang ponakan yang katanya ikut pulang.
Dari jauh Han bisa melihat Bian,yang kini sedang duduk di sebuah bosago yang berada di taman. Pembawaan bocah itu terlihat tenang serta berwibawa,dan jangan lupa dengan wajah tampannya yang kian mempesona seiring bertambahnya usianya.
“Apa yang kau baca?” mendengar suara sang paman,Bian langsung mengangkat kepala,dan berlari memeluk sang paman.Han terkekeh pelan melihat reaksi Bian setelah melihatnya.
“Jika kau bersikap seperti ini di depan Ayahmu,pamanmu ini akan menerima amukan serta amarahnya,apa kau tau itu?”
__ADS_1
“Tentu saja Bian Tau paman,Daddy sangat cemburu kepada kalian berdua!”
“Hahaha…!” keduanya tertawa lepas,membayangkan wajah Bara yang marah,karena tak terima putranya lebih menyayangi kedua pamannya.yang sebenarnya Bara bahkan sangat merasa beruntung dan bersyukur,karena kedua anaknya berada di tengah-tengah orang yang sangat menyayangi mereka.
Di tengah interaksi keduanya,Billy hanya bisa diam dan melihat Bian memeluk seorang pria tinggi yang berpawakan hampir sama dengan Diego.menyadari kehadiran seseorang,Han langsung memasang pelindung diri,dan menatap bocah yang berdiri di hadapannya dengan tatapan elangnya.
Billy menelan ludahnya dengan kasar,tatapan Han cukup dingin membuat bulu kuduknya berdiri.sosok Han ternyata hampir serupa dengan Diego,di awal pertemuan mereka,Diego bahkan tak menyapanya dan hanya menatapnya dengan tatapan mengintimidasi sehingga sempat membuat nyalinya menciut.
Terbiasa dengan tatapan sinis Diego,Billy terlihat tenang menghadapi Han yang kini berdiri tegak dengan kedua tangan yang berada di dalam saku celananya.Bian menatap Billy dengan datar,sebelum berucap ke pamannya siapa bocah yang kini berdiri dihadapan mereka.
“Dia Billy Carll Stave,adik angkat Mommy!” Han mengangkat alisnya,menatap Billy dengan penuh penilaian.Han melangkahkan kakinya dengan perlahan,begitu juga dengan Billy yang mulai melangkah.Han tersenyum tipis nyaris tak terlihat,mengagumi keberanian Billy dan dengan cepat mengerti apa yang dirinya inginkan.
Billy menundukkan sedikit kepalanya sebagai tanda hormatnya,sebelum menatap mata kelam itu ,dengan mata beningnya.
“Saya Billy paman,senang bertemu dengan paman!” Billy berucap sopan,suaranya bahkan terdengar tegas,tak tersirat ketakutan di dalam jiwanya.Han tersenyum lembut,mengulurkan tangannya dan mengusap pelan kepala Billy.
“Selamat datang di Negara B, Billy!”
“Terimakasih Paman Han !” Han mengangkat alisnya mendengar bocah di depannya mengetahui namanya,bahkan dirinya belum mengenalkan siapa dirinya.
“Kau tau namaku?” Han bertanya dengan sedikit penasaran,Billy mengangguk pelan,melirik Bian sekilas sebelum menjawab pertanyaan Han.
“Selain Tuan Bara dan paman Diego,Bian masih memliki satu paman yang sama dinginnya ,serta tegas dalam semua hal.dan kedua orang itu telah aku temui,dan hari ini Bian memeluk anda dengan sangat hangat,karena itu anda pastilah paman kedua Bian!”
Han mengangguk-anggukkan kepalanya,setuju dengan jawaban yang Billy berikan.pertemuan yang cukup memuaskan antara mereka,Han yakin di masa depan kedua bocah yang kini berada di hadapannya,akan tumbuh menjadi sosok pria tangguh.
__ADS_1