Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
12.Bertemu Han


__ADS_3

Didalam kamar nan mewah, Bara menghempaskan tubuhnya diranjang luasnya, ia masih mengingat dengan jelas,wajah dan suara merdu sang gadis manis . setelah selesai membersihkan diri, Bara pergi untuk makan malam. Sudah dua hari,semenjak ia makan makanan rumahan, ingin sekali ia mencicipinya lagi. Bara malas berdebat dengan sang ibu, jadi ia makan sedikit hidangan yang disediakan koki.


Didapur kini Lila sedang membuat nasi goreng, Han yang kebetulan melewati ruangan itu sejenak berhenti, ia mencium bau makanan yang lezat. ia mendekat, dilihatnya seorang gadis yang dengan cekatan mengaduk-aduk nasi goreng. Han penasaran dan marasa familiar dengan postur tubuh sang gadis.


"Hai!,sapa Han, Lila yang mendengar suara memanggilnya,mengalihkan perhatiannya, ditatapnya pria tinggi berbadan tegap, Lila ingat bahwa mereka pernah bertemu.


"Tuan,apa yang sedang anda lakukan disini?,,sapa Lila sambil mematikan kompornya, Han tersenyum karena bisa bertemu gadis penolongnya.dan ternyata sang gadis tak melupakannya.


" Aku bekerja disini, senang bisa bertemu kembali!,ucap Han sambil mengulurkan tangannya.


"Maaf, saya belum sempat mengucapkan terimakasih!, Lila hanya tersenyum, dan membalas jabatan tangan dari Han.


" Sama-sama Tuan!, ucap Lila sopan. Han menatap Lila, sejenak ia terpesona oleh kecantikan alami Lila.


" Namaku Han, dan siapa namamu?


"Namaku Lila, Tuan Han!


" Panggil kak Han saja, kau sudah lama bekerja disini?,tanya Han mengorek informasi, tentang gadis yang kini dihadapannya.


"Iya kak hampir 2 bulan!, ucap Lila, Han kemudian melirik nasi goreng buatan Lila.


" Kau memasak, boleh aku mencoba masakanmu?, ucap Han penuh harap.


"Tentu saja kak, duduklah biar Lila ambilkan!,, dengan telaten, Lila mengambilkan sepiring nasi goreng dan membuatkan segelas teh hangat untuknya. Han mencicipinya , ada rasa yang familiar dalam rasa nasi goreng itu, Lila yang melihat hal itu spontan saja bertanya.

__ADS_1


" Apakah rasa nasi gorengnya, tidak sesuai selera Kak Han?, ucap Lila penuh cemas.


"Bukan begitu ,rasanya familiar!,ucap Han sambil memakan nasi gorengnya.


"Kemarin madam,memberiku sepiring nasi goreng, yang rasanya sama persis dengan buatanmu!, ucap Han yang masih menikmati, setiap sendok nasi goreng yang masuk ke dalam mulutnya.


" Ohh,, itu memang buatanku kak!,, ucap Lila sambil menampilkan senyum manisnya, Han terpana akan senyuman manis itu. dan ia balik membalas senyum Lila, dengan senyuman tak kalah manisnya. Mereka menikmati makan malam bersama, dan Han menikmati makan malamnya dengan perasaan bahagia.


"Terima kasih,atas makan malamnya Lila!, ucap Han tulus.


" Sama-sama Kak Han!


"Besok boleh aku mencoba masakanmu lagi?,, Lila menjawabnya dengan menganggukan kepala.entah keberanian dari mana,Han mengusap kepala Lila dengan penuh kehangatan,seperti seorang kakak kepada adiknya,yang ingin dia lindungi itulah yang Han rasakan.


"Han!,


" Iya bu!,Madam Rima masuk kedalam kamar yang ditempati putranya.


"Ibu ingin bicara!,, mendengar ucapan sang ibu, Han duduk di sebelah ibunya. kemudian sang ibu menceritakan pertemuannya dengan Lila,dan bagaimana latar belakang nya, begitu juga dengan Nyonya Santika yang begitu menyukainya.karena itu sang ibu, meminta agar putranya menjaga Lila dari hal buruk yang mungkin akan terjadi.dan entah kenapa firasat sang ibu mengatakan demikian. Han yang mendengar perkataan, dan kekhawatiran dimata sang ibu. Han mengambil tangan sang ibu dan mengusapnya lembut.


"Ibu tak perlu khawatir,entah kenapa saat melihatnya untuk pertama kali, Han juga ingin melindunginya, Han akan menjaga adik angkat dengan baik!,sang ibu mengangkat sebelah alisnya,mendengar ucapan sang putra.


"Hari ini dia,telah menjadi adikku bu!,Han berdiri meninggalkan sang ibu, dan masuk ke kamar mandi.Dikamar Bara, entah kenapa ia tidak bisa memejamkan matanya, ia bangun kemudian menggunakan switernya. ia keluar mencari udara malam, saat pandangannya menuju taman, ia melihat seorang pergi ketaman. tentu saja ini adalah kesempatan untuk memergoki orang tersebut, Bara menuruni tangga dan berlari menuju taman, ia berkeliling dan tak menemukan siapapun.sampai sebuah suara mengalihkan perhatiannya, ia mengikuti asal suara itu dilihatnya seorang gadis sedang berjongkok membelai sayang seekor kucing. ternyata Lila selalu datang untuk memberi makan hewan tersebut.


"Hei kau sering keluar malam-malam untuk memberinya makan?,, Lila kaget dan membalikkan tubuhnya,di lihatnya sang Tuan Muda mendekat dan kini ikut berjongkok. ia ikut mengelus kucing putih jenis persia yang lucu itu.

__ADS_1


" Tuan menyukai Kucing?,Bara hanya menganggukan kepala, setelah si kucing selesai dengan makannya,Bara mengangkat si kucing dan meletakkannya dipangkuanya.


"Kenapa kau tidak membawanya masuk kedalam rumah?, tanya Bara,sambil menatap Lila.


" Itu... Saya tidak berani Tuan!, ucap Lila sopan, karena memang ia tak seberani itu, membawa seekor peliharaan masuk kedalam rumah majikan.


"Kalau begitu aku akan merawatnya, saat aku kerja kau akan menjaganya, setuju? ,ucap Bara yang masih menatap Lila, dengan senyum yang mengembang disudut bibirnya Lila menganggukan kepala tanda setuju.


" Kkrruuyuuk",, suara perut Bara, Lila yang mendengarnya sedikit terkejut dan akhirnya tersenyum.


"Tuan belum makan malam?, tanya Lila lembut, membuat Jantung Bara semakin berdegup kencang. dengan sedikit malu Bara menganggukkan kepalanya.


" Tadi sudah cuma sedikit!


"Mau saya buatkan sesuatu? ,, sejenak Bara berfikir, mereka bisa bersama lebih lama.


" Baiklah!,ucap Bara menahan rasa gembiranya, mereka bangun menuju dapu. setiap malam Lila selalu menggunakan dapur untuk memasak, itu pun jika para koki sudah selesai dengan tugasnya. Lila membuka lemari pendinginan,dan melihat bahan makanan yang bisa ia masak.masih tersisa daging ayam dan beberapa sayuran, kemudian Lila melihat masih ada nasi yang tersisa.sejenak Lila berfikir mungkin buat lalapan saja, melihat bahan yang masih tersedia, hanya itu yang terplfikirkan oleh Lila. Dengan cekatan Lila menggoreng sepotong daging dan membuat sambel. Lila merebus beberapa sayur, tak butuh waktu lama seporsi lalapan telah tersedia diatas meja, dan tak lupa segelas teh hangat.


"Cobalah Tuan, semoga sesuai dengan rasa lidah anda!, Bara sudah tak sabar ingin mencicipinya, ia menyuap makanan ke dalam mulutnya.dan rasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, menyeruak di dalam mulutnya. rasa sambal dan sayuran yang terpadu, serta rasa daging yang empuk, Bara makan dengan lahapnya sampai makanannya tak tersisa. Lila yang memperhatikan cara makan Tuannya tak berkedip, baru pertama kali ia melihat cara makan orang tampan dan kaya. apakah dia kelaparan kenapa cara makannya seperti itu, apa iya kelaparan,padahal koki selalu memasak makanan resto pikir Lila.


"Haahhh aku kenyang sekali, masakanmu enak Lila!,puji Bara, yang membuat Lila tersenyum.


" Syukurlah, Tuan menyukainya dan terimakasih atas pujiannya!,Lila kemudian membersihkan, dan mencuci peralatan makan yang ia gunakan. Bara hanya diam dan tersenyum, memperhatikan semua gerak luwes Lila. Malam kian beranjak Bara kembali ke kamarnya, setelah mengucapkan selamat malam pada Lila.Bara membawa kucing barunya bersamanya,malam ini dia begitu bahagia,rasa yang menyeruak didada, yang tak bisa ia gambarkan.


__ADS_1


__ADS_2