
Kini hari-hari Bara, terasa berlalu begitu cepat ia benar-benar menikmati kebersamaannya dengan Lila. tidak dirumah ketika sarapan, ataupun makan malam,Bara selalu berusaha membawa Lila keluar hanya untuk menghirup udara malam.kini tak ada restoran,atau tempat mahal yang Bara datangi ketika kencan. ia kini lebih menyukai suasana kesederhanaan. entah itu karena ingin menyenangkan hati sang gadis pujaan, atau memang ia sudah mulai menikmati dan merasakan indahnya kesederhanaan.
Bara kini sedang berada dikantornya,ia sedang sibuk dengan berkas-berkas yang perlu ia tanda tangani,Han masuk kedalam ruangannya dengan wajah yang begitu serius,ia menghampiri Bara.
“Dia kembali!, ucap Han dengan wajah seriusnya.
“Dia siapa?,,Bara masih sibuk,dan masih fokus pada kertas ditangannya, hingga tak melihat wajah keseriusan diwajah Han.
“Veronika!,Tangan yang tadinya sibuk, kini terhenti saat mendengar nama wanita itu. Bara mengangkat kepalanya, dan menatap Han kembali.Bara meletakkan Kertas dan polpenya, kemudian menopang dagunya dengan kedua tangannya.
“Lalu kenapa jika dia kembali, aku sudah tidak punya urusan lagi dengannya!,Menatap Han, yang masih tetap pada mimik wajah datar dan seriusnya.
“Aku hanya khawatir pada Lila Bara,kau tau bukan sifat wanita itu!,ucap Han kembali menginginkan Bara.
"Aku tidak akan segan-segan padanya, jika dia mencoba menyakiti Lila!, ucap Han yang mulai mengancam.
“Kami tidak memiliki hubungan lagi,jadi jangan bawa-bawa nama wanita itu lagi!
Bara begitu kesal suasana hatinya seketika berubah,ia memikirkan banyak kemungkinan melihat ekspresi Han yang nyaris tidak bisa ia baca.semua akan baik-baik saja, dia hanya wanita masa lalu pikirnya.ia menyandarkan tubuh dikursi kerjanya,pikirannya kini kacau ia memilih pulang lebih awal.
Dirumah, Lila sedang membersihkan kamar Bara.pintu kamar terbuka,dilihatnya sang pemilik kamar telah berdiri didepan pintu,Bara tersenyum dan mendekati Lila. didekapnya tubuh mungil itu, yang dibalas dengan lembut oleh Lila, Bara mencium wangi tubuh Lila yang membuatnya nyaman.
__ADS_1
“Kenapa kak Bara sudah kembali?,,tanya Lila yang masih memeluk dan mengelus punggung kekar itu,memberinya rasa nyaman dan bentuk perhatiannya.
“Aku merindukanmu!, ucap Bara, yang masih menikmati pelukan Lila.
“Lila juga merindukan kak Bara!,,mendengar jawaban Lila,tentu Bara merasa bahagia,ia menatap Lila kemudian mengecup singkat bibir manis itu.sore itu Bara mengajak Lila jalan-jalan, menikmati jajanan sore dan pantai yang begitu disukai Lila. hubungan mereka kian dekat, namun Lila belum berani menempatkan hatinya.
Pagi ini Bara berangkat kekantor seperti biasa, ada beberapa masalah yang harus ia selesaikan.sedangkan dirumah Utama kedatangan seorang tamu, yang tak di undang siapa lagi kalua bukan veronika. gadis itu berencana menemui Bara,ia pikir Bara ada dirumah.para pelayan yang melihat kedatangannya,hanya mempersilahkan dia masuk dan duduk diruang tamu.selebihnya sang tamu di serahkan kepada Madam Rima. kedatangan Vero, tentu membuat sang Madam sedikit terkejut, namun ia berusaha tenang menghadapi wanita itu.
“Lama tak bertemu Madam?,sapa vero yang hanya dibalas senyuman ,vero hanya mengenal Madam Rima, karena saat menjalin kasih,Bara hanya membawa vero sekali kerumahnya.hanya untuk sekedar basa-basi,Madam Rima juga menanyakan kabarnya dan keperluannya datang berkunjung.setelah sedikit berbincang dengan Madam Rima Vero meninggalkan Rumah mewah itu.beberapa pelayan sempat mengintip Vero bersama Madam termasuk Lila,jadi itu yang namanya Vero sangat cantik seperti artis pikir Lila.
Han yang mendapat kabar,bahwa vero berkunjung kerumah Utama mulai tak tenang,kemudian ia menemui Bara yang sedang mengerjakan sesuatu.
“Dia berkunjung kerumah Bar!,,Bara menghentikan aktifitasnya dan memandang Han.
“Awasi saja dia Han,yang jelas aku sudah tidak memiliki rasa apapun padanya!,Han hanya mengangguk, dan pergi meninggalkan Bara sendiri,hari itu mereka lewati dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya.
Seminggu setelah kedangan Vero kerumah Utama, semuanya tampak normal saja.Bara yang semakin jatuh cinta,dan menjadi lebih Posesif.membuat Han geleng-geleng kepala,ketika mereka bersama entah itu mengantar Lila,membeli bahan makanan ataupun Jalan keluar,Bara memonopoli Lila tak ada kesempatan bagi Han sebagai seorang kakak yang ingin memberi perhatian padanya.
Pagi ini suasana hati Bara sangat baik,bahkan saat melihat berkas di atas mejapun Bara senyam-senyum sendiri seperti orang bodoh.sungguh pagi yang penuh keberuntungan bagi Bara,ia mendapatkan sebuah ciuman dari Lila untuk yang pertama kalinya.(kalian bisa bayangkan gimana rasanya jatuh cinta).namun kebahagiaan itu hilang,ketika sebuah suara yang begitu ia kenal dan ia benci itu mengudara didalam ruangannya.
“Bara sayang!,Vero datang menghampiri Bara,dan ingin memeluknya namun Bara menghindar,dan memperlihatkan wajah datar dan dinginnya.vero tentu sedikit terkejut akan sambutan pertama yang ia terima,ia berfikir bahwa Bara akan sangat bahagia melihat kedatangannnya. entah darimana kepercayaan dirinya datang, ia mengira bahwa Bara masih mencintai, dan akan menerimannya kembali.
__ADS_1
“Aku kembali Bara, kenapa tidak memberiku pelukan selamat datang!,ucap vero, sambil menatap damba pria yang ada dihadapannya kini, pria tampan incaran semua wanita.Namun pria itu tetap menampilkan mimik tanpa ekspresi,wajah dingin dan datar itu.
“Apa yang kau lakukan dikantorku?,kau tau bukan aku tidak suka diganggu saat jam kantor!, ucap Bara menatap tak suka ke arah vero.
“Aku merindukanmu Bara!,mendengar ungkapan rindu dari wanita,yang pernah dicintai dan menyakitinya Bara merasa muak.Bara tersenyum mengejek dan hal itu tak luput dari pandangan Vero,kenapa dia tersenyum seperti itu, apakah kata-kataku salah,seharusnya aku minta maaf dulu pikir vero.belum sempat vero membuka mulut untuk bicara, perkataan Bara membuat tubuhnya membeku.
“Tapi sayang sekali,aku tidak merindukanmu,kau tau pintu keluar bukan?,vero tak tau harus mengatakan apa,jawaban yang diberikan Bara begitu menusuk hatinya.
“Bara aku datang untuk minta maaf,maafkan aku bolehkah kita memu…..lai…!,suara Vero tercekat ketika Bara sudah mengangkat sebelah tangannya,Bara berteriak memanggil nama Han,yang dipanggil pun datang dan berdiri dibelakang Vero.
“Kau tau kalau aku paling tidak suka,dengan tamu yang tidak mengikuti prosedur.jika dia ingin bertemu denganku, minta dia membuat janji temu!,ucap Bara menatap Han kesal.
"Jika resepsionis mu itu,tidak bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik, maka pecat atau pindahkan dia,kau mengerti!,ucap Bara dengan sedikit berteriak, ia membuat sedikit drama dan tentu saja dimengerti oleh Han.
“Baik Tuan, akan saya lakukan perintah anda!,Han menunduk, dan menghampiri Vero yang masih berdiri mematung, akan perlakuan yang ia dapat pagi ini.
“Mari Nona Vero!,,Han menarik tangan, dan membawa vero keluar dari ruangan Bara. Bara masih tampak kesal dengan kedatangan vero yang secara tiba-tiba.
“Siall!!,,umpat Bara,ia menyandarkan tubuhnya dan menghembuskan nafasnya kasar,,ia tidak bisa memungkiri rasa yang pernah ia berikan pada vero. waktu dua tahun untuk menjalin asmara itu tidaklah singkat,namun wanita itu menghianatinya.semua yang ia minta selalu dipenuhi Bara,tetapi wanita itu masih juga tergoda dengan laki-laki lain.
"Sudah lepaskan tanganku!,Vero menghempaskan tangan Han, ditatapnya Han dengan pandangan permusuhan,dan yang ditatap hanya diam saja.
__ADS_1
Vero meninggalkan kantor Bara, dengan sedikit perasaan kesal,ia berfikir Bara akan sangat bahagia melihatnya kembali. apalagi yang ia tau, sampai saat ini Bara masih sendiri karena itu dengan percaya diri ia datang menemui Bara. namun sambutannya diluar perkiraan. Apakah dia masih membenciku dan belum bisa memaafkan aku, sial aku harus berusaha merebut hatinya lagi ucap Vero dalam hati.