Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
29.Tindakan Han


__ADS_3

Di kantor Han mendapat telepon dari investor luar negeri,mereka meminta bertemu dikota C.mau tidak mau Han dan Bara berangkat hari itu juga,mengingat sang investor merupakan investor terkuat di negaranya.jika bisa bekerjasama dengan mereka, posisi bisnis Bara akan bertambah kuat.Bara dan Han berangkat tanpa memberi kabar ke rumah ataupun pada Lila.


Lila kembali ke rumah dengan penampilan yang berantakan,dengan pipi yang sedikit membengkak, ia memasuki rumah nan megah itu. diruang tamu Nyonya santika sedang bersantai sambil membaca majalah kesukaannya,ia melihat Lila masuk dengan membawa kantong belanjaan.


”Lila!,,panggil sang Nyonya,Lila berhenti ketika namanya dipanggil,Nyonya santika menghampiri Lila dan memperhatikan penampilan Lila yang sedikit berantakan.


"Lila kau kenapa”,,Lila hanya diam, dan tak melihat sang majikan yang sedang bertanya,merasa aneh akan sesuatu Nyonya santika mengangkat dagu Lila, yang masih menundukkan kepala. betapa terkejutnya ia melihat pipi Lila yang sedikit membengkak.


“Apa yang terjadi padamu Lila,kenapa pipimu bengkak siapa yang menamparmu”,,tanya sang Nyonya histeris melihat kondisi Lila,yang ditanya hanya diam tak menjawab,sang Nyonya menghela nafasnya. ia membawa Lila duduk di sofa, dan meminta salah satu pelayan mengambilkan kotak obat. Nyonya santika mengobati Luka, yang terdapat disudut bibirnya,merapikan sedikit rambut Lila dan memberi salep pada pipinya yang sedikit memar dan bengkak.


“Kau tidak mau menceritakan pada ibu, yang kau alami hari ini”,,Lila mengangkat kepalanya, ditatapnya sang majikan yang begitu dia sayangi.


"Vero!,,ucap Lila pelan,sang Nyonya berfikir sejenak dan kemudian ia menatap Lila.


”Maksudmu, ini perbuatan perempuan yang benama vero itu”,,Lila mengangguk lemah,sang Nyonya menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia tak menyangka Lila akan mendapatkan perlakuan seperti ini dari perempuan yang pernah mengaku sebagai kekasih putranya itu.


“Apakah ia memukul bagian tubuhmu yang lain”,,Lila menggeleng,sang Nyonya memeluk Lila memberikan Lila ketenangan. setelah itu Lila memasuki kamarnya untuk beristirahat,para teman sesama pelayan turut prihatin melihat keadaan Lila.Dikamar Nyonya santika duduk dengan perasaan marah,sang suami mendekatinya.


“Apa lagi yang membuat Mama terlihat marah,apa putramu membuatmu kesal”,,tanya sang suami heran.


“Bukan Pa!,ucap sang istri,yang kemudian menatap sang suami.


"Tapi perempuan yang tempo hari mengaku sebagai kekasih Bara,dia dengan berani menyerang Lila didepan umum!,,ucap sang istri yang mulai emosi.


"Papa tau,pipi Lila memar dan sedikit bengkak,terus bibirnya terluka akibat tamparan perempuan itu”,,sang suami terkejut mendengar ucapan sang istri.


" Apa benar vero yang melakukannya”,,tanya sang suami ragu,yang mendapat tatapan tak suka dari sang istri.

__ADS_1


"Jadi Papa pikir Lila berbohong”,,ucap sang istri yang mulai kesal,seolah-olah sang suami lebih percaya pada vero dibanding Lila.


“Bukan begitu Ma,besok kita cari tau jika benar ia melakukan kekerasan, kita bisa menemui orang tuanya untuk meminta pertanggung jawaban”,,akhirnya sang istri meredakan amarahnya,setelah mendengar ucapan sang suami.malam itu setelah makan malam, dan mengganti pakaian dengan piyama.Tuan Danu membuka Handphonenya, ia membuka media sosialnya tanpa sengaja , ia melihat sebuah video. betapa terkejutnya ia melihat perlakuan vero terhadap Lila,karena terlalu Fokus, Tuan Danu tak mengetahui kedatangan sang istri yang baru saja keluar dari ruang ganti. sang istri yang merasa penasaran mendekat ke arah suaminya, ia ikut mengalihkan pandangannya ke handphone yang sedang dipegang suaminya.betapa terkejutnya Nyonya santika melihat video dimana Lila dijambak,dimaki dan ditampar oleh Vero.Nyonya santika meneteskan air mata melihat kejadian itu,sang suami hanya bisa memeluk dan menenangkan istrinya.


"Sudah Ma,,besok kita temui orang tuanya, kita minta vero bertanggung jawab”,,sang istri masih terisak dalam pelukan suaminya,ternyata tak mudah menempatkan seorang wanita di samping putranya.yang menjadi incaran para wanita kelas atas, dan tentu bisa melakukan segalanya untuk menindas yang lemah. Sementara Han dan Bara baru saja menyelesaikan mitting mereka,Bara berhasil meyakinkan investor tersebut,karena sudah larut malam mereka memutuskan untuk beristirahat di hotel,dan akan kembali besok pagi.


Keesokan harinya seperti yang direncanakan Han dan Bara kembali,namun mereka tak kembali ke rumah melainkan ke kantor, karena ada beberapa hal yang harus mereka selesaikan, dan selama itu pula Bara tak menghubungi Lila.Bara adalah pria pekerja keras,jika sudah menyangkut pekerjaan ia akan menyelesaikannya secepat mungkin.hari ini karena begitu sibuk mereka tak mengetahui apa yang terjadi,saat melewati para karyawan, Han tak sengaja mendengar mereka membicarakan model cantik vero yang katanya mengamuk dan menampar seorang gadis.karena penasaran Han menghampiri para karyawan yang sedang bergosip itu.


“Khemm,,bolehkah saya tau,apa yang sedang kalian bicarakan”,,sapa Han membuat para karyawan Wanita terkejut dan terpana, pasalnya Han terkenal sebagai kaki tangan Bos mereka, yang minim suara dan datar akan ekspresi itu.


”Ah,,itu model terkenal vero, kemarin mengamuk dan menampar seorang gadis didepan umum",,ucap salah satu dari mereka.


"videonya sudah tersebar, dan menjadi berita hangat”,,ucap salah satu karyawan wanita yang tertarik dengan Ha.


"Bisa tunjukan kepada saya videonya”,,pinta Han kepada wanita tersebut,sang wanita memberikan handphonenya kepada Han.Han mengamati video tersebut,pertama sang karyawan melihat wajah Han biasa saja,namun beberapa detik kemudian wajahnya berubah menyeramkan.para karyawan mundur beberapa langkah karena ketakutan,Han mengembalikan Handphone wanita itu, yang diterima dengan tangan gemetar.


"Dan katakan hal ini juga, pada yang lain”,,mendengar ucapan Han yang tegas,nyali para karyawan menciut mereka menganggukkan kepala serentak.Han begitu menahan amarahnya, ia tak menyangka sang adik angkat akan mendapatkan perlakuan demikian dari mantan kekasih sang Bos sekaligus sahabatnya itu.


“Darimana saja kau”,,sapa Bara kepada Han, yang tak merespon apapun,Bara mengangkat sebelah alisnya heran akan sikap Han hari ini yang tak seperti biasanya.


"Kau kenapa,ayo kita pulang aku kangen rumah,dan kangen kekasihku Lila”,,mendengar nama Lila rahang Han mengeras,ia menatap Bara yang sedang sibuk merapikan meja dan tas kerjanya.


"Apa dia belum tau, hal yang menimpa Lila”,,pikir Han dalam hati.


“Pulanglah lebih dulu,aku ada sedikit urusan”,,Bara menghentikan aktifitasnya,ia menatap Han sekilas kemudian menganggukkan kepala.


”Pulanglah lebih cepat,Lila juga pasti merindukanmu”,,ucap Bara yang hanya di angguki oleh Han. sesampainya diparkiran Bara mengendarai mobilnya sendiri,sedangkan Han menggunakan mobil perusahaan yang memang khusus untuknya.

__ADS_1


Di apartemen Vero sedang pusing dengan berita yang kian panas,setelah mendapat amukan dari sang manajer, yang membatalkan beberapa proyek karena masalah yang ia buat sendiri.vero tak menyangka perbuatannya akan direkam oleh seseorang dan disebarluaskan,asistennya hanya bisa berdiam diri,dan mendampingi vero tanpa bisa berkata apapun.ia takut kena amukan dan makian vero.disaat vero sedang pusing dengan masalahnya suara bel apartemen berbunyi.sang asisten menoleh kearah vero, meminta persetujuan untuk membuka pintu,vero hanya memberikan kode agar asistennya membuka pintu.saat asistennya membuka pintu ia terkejut melihat seorang pria tinggi dan gagah telah berdiri di hadapannya dialah Han,tanpa menunggu dipersilahkan masuk Han menerobos masuk begitu saja.


“Hei kau siapa?,kenapa masuk seenaknya”,,teriak sang asisten,vero yang mendengar teriakan asistennya bangun dan melihat Han telah berdiri dihadapannya,sejenak vero berfikir kenapa sekertaris Bara datang ke apartemennya,vero tersenyum dan menatap Han.


“Apakah Bara memintamu untuk datang menjemput ku”,,ucap vero bahagia,ia tak menyangka Bara masih peduli padanya,Han diam tak bergeming,vero menjadi kesal dibuatnya.


“Hei apakah kau tuli,aku bertanya padamu?,apakah Bara memintamu datang menemuiku”,,tanpa menjawab pertanyaan vero sebuah tangan melayang ke pipi vero.


“PLAKKK”,,suara tamparan yang cukup keras membahana didalam ruangan,sang asisten hanya mampu diam tak berani melakukan sesuatu,vero terhuyung dan mundur beberapa langkah karena tamparan Han.rasa sakit dan panas vero rasakan di pipinya.ia menatap Han dengan penuh amarah,Namun jangan panggil dia Han, wajah membunuhnya telah dia tampilkan. vero merasakan ketakutan yang luar biasa,amarah yang tadinya keluar kini tiba-tiba menghilang karena rasa takutnya.


“Aku tidak ingin mengotori tanganku oleh wanita sepertimu,namun karena perbuatan mu mau tak mau aku harus turun tangan”,,vero tak mengerti apa yang Han katakan,dengan berani ia menatap Han.


“Apa yang sudah aku lakukan padamu,aku bahkan tak punya urusan denganmu”,,ucap vero lantang.


“Kau memang tak punya urusan denganku,tapi dengan adikku”,,Han mendekati vero, membuat vero mundur untuk mengamankan diri.namun ia salah kakinya terbentur kaki sofa sehingga ia terjatuh.Han berjongkok dan menahan dagu vero,dapat vero lihat kemarahan dimata pria itu.


“Ini peringatan kecil dariku, jika kau berani menyentuh adikku lagi aku akan membuatmu menyesal seumur hidupmu",,ucap Han sambil menekan dagu vero.


"Aku akan membeberkan sepak terjang mu di dunia hiburan, yang bahkan Bara sendiri tak tau akan hal itu”,,Deg,,vero menjadi ketakutan, siapa adik yang dimaksud oleh pria dihadapannya ini.


“Aku tak mengenal siapa adikmu,kau jangan mengada-ada”,,ucap vero yang berusaha membela dirinya,Han semakin mengangkat dagu vero.


“ingat baik-baik namanya,jika suatu saat kau ingin menyakitinya kau akan ingat padaku",,Han mendekatkan dirinya dan berbisik ditelinga vero.


"Namanya adalah Lila,gadis yang kau jambak rambutnya,kau maki dan kau tampar di tempat umum itu,dia adalah adikku”,,vero benar-benar terkejut akan pengakuan Han,ia membeku dan tak bisa mengelurkan sepatah katapun.Han bangkit dan pergi begitu saja meninggalkan vero yang masih syok,sang asisten berlari menghampiri vero yang terduduk lemas.


__ADS_1


__ADS_2