
Di bawah sinar matahari pagi,Lila berjalan menuju kantor R Fashion.dia dengan semangat mencoba melalui hari ini dengan baik,3 desain pakaian telah Lila selesai dan kini tersisa dua lagi yang harus dia selesaikan.dalam waktu kurang lebih 3bulan lagi,Lila tak kenal lelah,dia berusaha membuat karya terbaiknya.
Bara sedang melakukan pertemuan,dengan beberapa rekan bisnisnya di sebuah Restoran yang bergaya klasic.
“Tuan Bara,saya mengundang anda untuk menghadiri,pesta peringatan pernikahan saya dan istri saya”,, ucap salah satu rekan bisnisnya yang bernama Tuan Stave,yang menyodorkan sebuah undangan kehadapan Bara.
“Saya berharap,anda akan datang”,,ucapnya lagi ,sambil tersenyum ke arah Bara.Bara menerima undangan tersebut,dan melihatnya sekilas.
“Besok malam,Saya akan menghadirinya Tuan Stave”,,ucap Bara tersenyum.
“Saya sangat menantikan kehadiran anda,dan jangan lupa membawa pasangan anda”,,ucap Tuan stave,disertai tawa.para rekan bisnis yang lainnya,ikut tertawa mendengar ucapan Tuan stave.siang itu Bara habiskan diluar kantor,bersama Han dan rekan bisnisnya.sementara Lila,kini berada disebuah toko yang menjual segala pernak-pernik ,yang bisa dia gunakan untuk melengkapi desainnya.tanpa Lila sadari Rangga mengikutinya.
Rangga yang baru tiba dikantor, setelah bertemu dengan rekannya.tanpa sengaja melihat Lila yang akan pergi,dengan diam-diam Rangga dan sang sekertaris mengikuti kemana Lila pergi.
“Seleramu sangat bagus, dalam memilih aksesoris”,,ucap Rangga,yang membuat Lila menolehkan kepalanya.Lila melihat Rangga sudah berdiri di sampingnya,dengan senyum tampannya.
“Kenapa Pak Rangga bisa ada disini?,,Tanya Lila heran,yang dia tau sang CEO tidak berada di kantornya tadi pagi.
“Aku kebetulan lewat sini,dan melihatmu jadi aku mampir”,,ucap Rangga menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.Lila hanya menganggukan kepala dan tersenyum ke arah Rangga.akhirnya mereka berdua melihat-lihat dan memilih beberapa aksesoris yang menurut mereka bagus.suara perut Lila memmbuyarkan konsentrasi Rangga,saat memilih dan melihat bahan kain.Rangga menolehkan kepalanya dan menatap Lila yang tersenyum malu.
“Maaf Pak Rangga,lapar”,,ucap Lila polos,yang membuat Rangga dan sang sekertaris tertawa.
“Mari kita makan”,,ucap Rangga melirik jam ditangannya.
“Ini sudah lewat waktunya jam makan siang Lila,lain kali jangan melewatkan makan siangmu”,,ucap Rangga menatap Lila tak suka.
“Bagaimanapun pentingnya pekerjaanmu,jangan lupakan kesehatanmu”,,ucap rangga lagi,yang hanya di angguki oleh Lila.mereka bertiga akhirnya pergi kesebuah restoran untuk makan siang.Lila terpaku ditempatnya,ketika melihat restoran mewah tersebut.Rangga melirik Lila yang masih diam di tempatnya.
“Kenapa diam saja,ayo”,,ajak Rangga,namun Lila menggelengkan kepalanya.
“Maaf Pak Rangga,Lila tidak mampu membayar makanan mahal yang ada didalam”,,ucap Lila jujur,yang membuat Rangga tersenyum,dan semakin tertarik pada Lila.jika gadis lain yang dia bawa,sudah tentu akan sangat senang menginjakan kakinya di restoran mahal tersebut.
“Aku yang akan membayarnya”,,ucap Rangga,namun mendapat gelengan kepala dari Lila,membuat Rangga mengerutkan dahinya.
“Kenapa?,,Tanya Rangga heran.
“Saya tidak mau berhutang pak Rangga,nanti tidak mampu bayar”,,ucap Lila tersenyum malu,Rangga tertawa lepas ketika mendengar jawaban Lila.
“Kau bisa membayarnya nanti,jika karyamu terpilih menjadi salah satu yang terbaik”,,ucap Rangga sambil memperlihatkan tatapan memohonnya,dengan berat hati Lila menganggukan kepalanya.Rangga begitu bahagia mendapat kesempatan makan bersama Lila.
Lila mengikuti kemana langkah Rangga membawanya,kini mereka duduk di salah satu meja kosong.daftar menu diberikan oleh pelayan restoran,Lila dengan sopan menerima dan membuka lembar demi lembar daftar menu tersebut.mulut Lila mengangga,melihat harga makanan yang tertera dibuku menu.Lila memberanikan diri berbisik ke arah Rangga.
“Tuan rangga,harga makanannya sangat mahal bagaimana kalau kita pindah saja”,,bisik Lila,sedangkan Rangga hanya tersenyum dan menikmati wajah Lila yang terkejut.
“Tidak perlu,kita mendapatkan discount hari ini tenanglah”,,ucap Rangga,dengan wajah seriusnya.
__ADS_1
“Benarkah?,,Tanya Lila dengan wajah herannya.
“Restorannya hari ini berulah tahun,jadi makananya di discount sampai 60% dari harga sebenarnya”,,ucap Rangga berbohong.Lila menatap Rangga tak percaya,namun beberapa detik kemudian hanya menganggukan kepalanya.Rangga begitu gemas melihat wajah Lila,yang begitu manis menurutnya.Lila mengedarkan pandangannya mencari sesorang yang tidak ikut bersama mereka.
“Pak Rangga,sekertarismu kemana?,,Tanya Lila,Rangga panik dan bingung harus menjawab apa.
“Oh,,katanya dia sakit perut,dan sedang beli obat”,,ucap Rangga mencari alasan.Lila hanya diam dan menganggukan kepala saj, meski merasa ada sesuatu yang aneh.saat mereka sedang menikmati makanan yang telah disediakan .tanpa sengaja Bara yang baru keluar dari toilet,melihat Lila kekasihnya dan seorang pria yang menatapnya dengan lembut.segera rasa kepemilikan dan cemburunya keluar,Bara hendak mengahampiri Lila,namun sebuah tangan kekar menahannya.Han menggelengkan kepala,melarang Bara menemui mereka.
“Kau bisa tanyakan pada Lila ketika dia kembali kerumah”,,ucap Han menatap Bara.Bara menatap pria yang bersama dengan Lila,dia seperti mengenal sosok itu tapi siapa?.Han yang mengerti kebingungan Bara hanya menarik tangannya dan membawa Bara menjauh agar tak terjadi sesuatu diluar prediksi Han.
“Cari tau pria itu Han,aku merasa pernah melihatnya tapi dimana?,ucap Bara masih mencoba mengingat pria tersebut.Han hanya diam menatap Bara,dengan pikirannya sendiri.
Bara dan Han meninggalkan restoran,ketika Lila meninggalkan restoran itu,Bara berusaha keras mengingat dimana mereka pernah bertemu.semakin Bara mencoba mengingat,semakin Bara frustasi.
“Han kita kebutik saja,mencari gaun yang cocok untuk Lila”,,ucap Bara pada Han yang hanya meliriknya.
“Gaun untuk apa?,,Tanya Han,menautkan alisnya.
“Cihh kau sudah tua rupanya,aku akan membawa Lila kepesta besok malam”,,ucap Bara,dia ingin memperkenalkan kekasihnya pada dunia,Han menghembuskan nafasnya dan menatap kedepan.
“Kau yakin?,,ucap Han tanpa menoleh Bara.
“Iya,aku yakin dukung aku Han”,,ucap Bara,yang mendapat anggukan dari sahabat dan saudaranya itu.Han mengemudikan mobilnya menuju butik langganannya,sesampainya disana Bara dan Han disambut baik,semua model gaun terbaru serta setelan jas model terbaru diperlihatkan pemilik butik.pilihan Bara jatuh pada gaun dan setelan jas, yang memiliki warna senada,setelah dari butik Bara dan Han kembali ke kantor.
Waktu sudah menunjukan pukul 10malam,namun Bara dan Han belum kembali ke rumah.Lila menunggu kedatangan kedua pria yang teramat dia sayangi.dengan sabar dia menunggu bersama si kucing yang kini jadi peliharannya.suara langkah kaki terdengar memasuki rumah,Lila menolehkan kepalanya,dua pria kesayangannya telah datang,Lila berdiri dan menyambut keduanya.
Han memluk Lila,dan berpamitan untuk istirahat,sedangkan Bara meminta Lila mengikutinya kekamar.dengan patuh Lila mengekor di belakang Bara,sesampainya di kamar,Bara meminta Lila menunggunya.Lila merasakan hal aneh terjadi pada Bara,Lila dapat merasakannya.30 menit berlalu Bara keluar dari kamar mandi lengkap dengan piyamanya,Bara keluar sambil menggosok rambutnya dengan handuk,Lila tersenyum dan mengambil handuk yang berada di tangan Bara.
Bara duduk di tepi ranjang,sedangkan Lila setengah berdiri mensejajarkan tubunya untuk mempermudah gerakannya mengeringkan rambut Bara.
“Bagaimana pekerjaan Kak Bara”,,Tanya Lila lembut.Bara memejamkan matanya,menikmati pijatan Lila di kepalanya.
“seperti biasa”,,ucap Bara singkat,membuat Lila mengerutkan keninganya.Lila berpindah dan duduk disamping Bara,di tangkupnya Pipi Bara dengan kedua tangannya,Lila menatap mata Bara dalam mencari sesuatu yang salah pada diri Bara.
“Katakan ada apa?,,ucap Lila lembut,setelah mengecup bibir Bara.Bara menarik dan menghembuskan nafasnya.Bara memnadang Lila lekat,sungguh Bara takut kehilangan Lila.
“Ceritakan semua kegiatanmu hari ini”,,ucap Bara memberi perintah,Lila tersenyum dan menceritakan semua kegiatannya,sampai pergi kerestoran bersama CEO tempat ia magang.Lila bisa dikatakan mengikuti magang lebih cepat dari biasannya,karena Lila termasuk mahasiswa terbaik beberapa semester ini.dan ketika desainnya terpilih pihak kampus,mempercepat magangnya,Bara begitu bahagia,dia mendekap tubuh Lila.sesaat Bara sempat takut kalau Lila tidak akan jujur,namun Bara salah,Lila sangat jujur padanya.
“Siapa nama pemilik perusahaan tempatmu magang”,,Tanya Bara,menatap Lila penasaran.
“Rangga Kusuma”,,jawab Lila cepat.
“Deg”,,jantung Bara memompa cepat,tangannya mengepal,pantas saja dia merasa kenal dengan pria yang dia lihat tadi siang.ternyata adalah pria yang sangat dia benci dulu,apakah sekarang Rangga tau kalau Lila adalah kekasihnya ?,apakah Rangga berniat merebut Lila dari sisinya?,pikiran Bara berkecamuk,Lila memperhatikan perubahan wajah Bara setelah mendengar nama Rangga.
“Kak Bara, kenal dengan Pak Rangga”,,Tanya Lila kemudian,masih dengan tatapan yang sama ke arah Bara.
__ADS_1
“Tidak,hanya namanya begitu familiar”,,ucap Bara tersenyum lembut,sambil mengusap kepala Lila.
“Besok malam temani Kak Bara kepesta”,,ucap Bara,menatap lembut Lila.
“Pesta?,tapi Lila belum pernah kepesta”,,ucap Lila polos.Bara mencubit gemas pipi Lila.
“Mulai sekarang kau harus belajar,menghadiri pesta bersaku Nyonya Lila Andara Danuarta”,,ucap Bara menggoda,dan benar saja wajah Lila langsung merona karena malu.Bara mencium gemas pipi dan juga bibir Lila.malam itu mereka bercanda a gurau bersama,menghilangkan rasa rindu yang mereka rasakan.
Matahari pagi telah menampakkan sinarnya,semua penghuni rumah sudah bangun dan memulai aktifitas mereka . setelah menikmati sarapannya,Bara mengatakan kepada sang ibu,bahwa malam ini dia akan membawa Lila kepesta.dan meminta sang ibu untuk membantu mendandani Lila,sang ibu terlihat begitu antusias dan berjanji pada sang putra akan merubah Lila menjadi dewi malam ini.sang suami hanya tertawa dan menggelengkan kepalanya,heran dengan kelakukan sang istri.
Sore itu saat Lila sedang sibuk membenahi beberapa bagian desainnya yang menurutnya kurang.Rangga mengetuk pintu,dan meminta ijin untuk masuk keruangan Lila.Di gedung R Fasihion para desainer muda yang terpilih untuk mengikuti ajang fashion show,mendapat ruangan tersendiri agar mereka tak saling mengganggu.Lila menolehkan kepalanya dan melihat Rangga,Lila tersenyum dan menyapa.
“Ada yang bisa saya bantu Pak Rangga?,,ucap Lila sopan,inilah yang Rangga sukai dari Lila.suara lembut dan perilakunya yang sopan di tambah lagi paras cantiknya,membuat dirinya memiliki pesona tersendiri dimata para pria.
“Apakah sebentar malam kau punya acara”,,tanya Rangga penuh harap,berharap Lila tidak memiliki acara apapun.
“Maaf Pak Rangga,Lila sudah punya janji”,,ucap Lila,mematahkan harapan Rangga.dengan rasa kecewa Rangga menganggukan kepalanya.
“Aku ingin memintam, menemaniku ke pesta malam ini “,,ucap Rangga pada akhirnya,membuat Lila mengerutkan dahi heran.
“Harusnya anda membawa kekasih anda,bukannya mengajak saya Pak Rangga”,,ucap Lila polos,dan mendapat tatapan kesal dari Rangga.membuat Lila tertawa karena untuk pertama kalinya dia melihat sang CEO,memanyunkan bibirnya sama seperti kekasihnya Bara,jika sudah mulai meraju dan kesal terhadapnya.Rangga menikmati tawa Lila yang begitu indah dimatanya,ingin sekali dia mencium bibir manis Lila.namun semua itu hanya khayalan Rangga.dengan cepat Rangga menjauhkan pikirannya dari hal yang selalu mengganggu pikirannya itu.
“Aku tidak punya kekasih Lila”,,ucap Rangga,sambil menatap Lila.
“Maafkan Lila ya pak Rangga”,,ucap Lila tak enak,namun Rangga hanya tersenyum.dan kemudian mendekatkan dirinya ke arah Lila.
“Bagaimana jika kau,menjadi kekasihku”,,bisik Rangga sambil tertawa,ketika melihat Lila memanyunkan bibirnya.tak suka dengan godaan Rangga.
“Apaan sih Pak Rangga”,,ucap Lila kesal,dia mendorong tubuh Rangga keluar dari ruangannya.mereka kini layaknya teman,karena Rangga tak ingin di anggap sebagai atasan saat mereka bersama.dan meminta menganggapnya atasan ketika mereka sedang bekerja.Rangga tertawa karena berhasil menggoda Lila,namun ketika berada diluar ruangan Lila,dia menghembuskan nafas beratnya.
“Aku mulai mencintaimu Lila”,,ucap Rangga pelan,dan meninggalkan ruangan Lila.
Di kantor Bara,Han sudah duduk di sofa ruangan Bara menunggu Bara bicara.
“Dia Rangga Kusama,pria yang bersama Lila kemarin”,,ucap Bara akhirnya,Bara menoleh dan menatap Han.
“Apa kau mengetahiunya”,,tanya Bara,Han hanya menganggukan kepalanya.
“Selama dia tidak bertindak diluar batas,jangan bergerak”,,ucap Han,menatap keraguan dimata Bara.
“Lila tidak sama dengan perempuan lain Bara,jadi percayalah padanya”,,ucap Han mengingatkan,Han tau apa yang Bara takutkan.pria itulah yang membuatnya merasakan sakit hati,karena telah berselingkuh dengan vero kekasihnya di masa itu.
“Aku tidak ragu pada Lila,aku hanya takut pada Rangga”,,ucap Bara jujur tentang perasaan yang kini dia rasakan.
“Aku mengerti,tapi berusahalah untuk percaya pada Lila”,,ucap Han lagi,aku akan mengawasi Rangga jadi kau tak perlu takut.ucap Han meyakinkan.
__ADS_1