Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
84.Mendapat Restu


__ADS_3

Kebahagian yang dirasakan Bara begitu lengkap hari ini,dirinya bisa menikmati waktu bersama orang-orang yang dia cintai.setelah makan siang,Bara membawa Lily dan Bian mengunjungi pantai yang ada di depan Felice Hotel.Bara membawa Bian bermain air dan pasir,hingga sore menjelang.karena kelelahan Bian tertidur di pelukan Bara.


Setelah menikmati waktu bersama yang cukup melelahkan,Bara membawa Lily dan Bian kembali ke hotel.dengan perlahan Bara membaringkan Bian di ranjang,Bara mengecup kening Bian dan meninggalkanya.Bara melihat Lily yang berdiri di balkon sambil menikmati udara malam,sambil mengecup pucuk kepala Lily,Bara memeluk sang kekasih dengan hangat.


“Apa yang kau pikirkan?”


“Aku berfikir,andai waktu bisa di putar kembali,aku ingin kembali dimana aku melihatmu bersama vero.dan mempertanyakan apa yang aku lihat,dan berkata jujur padamu.dengan begitu kita tidak akan terpisah,dan Bian..!”


“Aku bahagia sekarang,kita sudah berkumpul.kangan mengingat masa lalu yang menyakitkan itu.mari kita bangun keluarga kita,dan tetap bersama apapun yang terjadi nanti!”


Lily hanya mengangguk,sementara Bara menyandarkan dagunya di pundak Lily,menghirup aroma tubuh Lily yang menenangkan.


“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu!”


“Apa?”


“Ini mengenai Vero!”


Lily membalikkan tubuhnya mendengar nama wanita yang pernah menyakitinya dulu,dengan wajah sedikit bingung Lily menatap mata Bara yang cukup tenang.ada sedikit kecemasan dimata lily yang dapat Bara lihat,membuat senyum hangat terukir dibibir Bara.


“Tidak ada yang terjadi di antara kami sayang!”


“Lalu ada apa?”


Bara menarik tangan Lily agar mengikutinya,Bara membawa Lily duduk disebuah kursi,dan Bara pun menceritakan apa yang terjadi beberapa hari kemarin dirumahnya.


“Jadi Vero masih mengejar mu,bahkan datang untuk melamarmu.Wahh,,aku akui vero sangat hebat!”


“Sayang,,apa yang kau katakan,aku malah berharap kau yang melamar ku,bukan wanita gila itu!”


“Kau sudah melamar ku terlebih dulu,untuk apa aku melamar mu lagi.dan jangan lupa bahwa wanita gila itu pernah ada di hatimu!”


“Iya,,itulah kesalahanku!”


“Jangan menyalahkan cintamu!”


Bara tersenyum hangat,apa yang dikatakan Lily benar,cintanya tidak pernah salah yang salah adalah keegoisan vero dan dirinya.betapa bersyukur dirinya,karena mendapatkan cinta dari seorang wanita seperti Lily.Malam itu mereka habiskan bersama,mereka tidur di ranjang yang sama dengan Bian di tengah mereka.


Lengkap sudah kebahagiaan yang Bara rasakan,kini tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melamar Lily di hadapan Tuan dan Nyonya Stave.malam berlalu begitu cepat,malam telah berganti pagi.Bian dan Bara yang sudah lengkap dengan pakaiannya terlihat begitu tampan,wajah keduanya cukup mengalihkan tatapan Lily yang begitu mengagumi ciptaan tuhan dihadapannya.


Hari ini Bara berencana mengantar Lily dan Bian ke rumah keluarga Stave,semua agenda kantor masih dia serahkan kepada Han.senyum bahagia terpancar dari kedua wajah pria berbeda usia itu,Bian semakin dekat dengan Bara,bahkan telah memanggil Bara hanya dengan sebutan Daddy.


Hari itu mereka mengendarai mobil Lily,sementara mobil Bara ditinggal di hotel.perjalanan mereka masih di isi dengan canda tawa ,serta ocehan Bian yang selalu membuat Bara tertawa. Tidak ada lagi wajah dingin dan datar,hanya wajah lembut penuh perhatian yang terlihat di wajah tampan Bara.


Mobil yang membawa mereka,kini memasuki halaman rumah keluarga Stave yang luas.terlihat Nyonya Stave telah menunggu kedatangan sang cucu yang baru sehari tidak di lihatnya,setelah mobil terparkir,dengan cepat sang nenek menghampiri mobil.

__ADS_1


“Nenek!”


Nyonya Stave memeluk penuh rindu sang cucu,dan melemparkan senyum ke arah Lily dan Bara.


“Ayo masuk,Papamu sudah menunggu kedatangan kalian!”


“Iya Ma,,!”


Lily menggenggam tangan Bara,dan membawanya masuk kedalam rumah.kedatangan sang cucu mengalihkan dunia Tuan dan Nyonya Stave,membuat Bara tersenyum.kedekatan putranya dengan nenek dan kakeknya,membuat Bara terharu.Tuan Stave menatap Bara dan Lily yang masih berdiri,tanpa mau mendekat.


“Kalian sudah datang,duduklah!”


“Iya Tuan!”


Bara duduk di sofa tepat dihadapan Tuan Stave,sedangkan Lily membuatkan minuman untuk keduanya.tidak berapa lama Lily datang dengan cemilan dan minuman dingin serta secangkir kopi untuk sang Papa.Obrolan merekapun berlanjut dari urusan bisnis ke pribadi,Tuan Stave melirik jari Lily dan melihat sebuah cincin,membuat Tuan Stave tersenyum.


“Bawalah kedua orang tuamu kemari!”


Deg,jantung Bara berdegup kencang mendengar ucapan Tuan Stave.Bara menatap Tuan Stave dan Lily secara bergantian,melihat tidak ada respon dari  Bara,Tuan Stave mengerutkan dahi.


“Jika kau keberatan,tidak perlu datang dan batalkan semua angan-angan mu!”


“Tidak Tuan Stave,aku akan datang membawa mereka besok!”


“Papa!”


“Kemarilah!”


Lily mendekat dan duduk di samping sang Papa,Tuan Stave merangkul Lily sambil menatap Bara.


“Kau sudah melamar putriku bukan,jadi apa lagi yang perlu kalian tunggu!”


Wajah Lily merah karena malu,namun lain halnya dengan Bara yang begitu bahagia,karena dirinya telah mendapat restu dari Tuan Stave. Lily memeluk sang Papa,yang hanya dibalas senyum hangat dari Tuan Stave.


“Pergilah,bantu Mamamu siapkan sarapan untuk kita,Papa ingin makan masakan mu!”


Lily mengangguk dan pergi meninggalkan kedua pria yang begitu di dikasihinya,Tuan Stave menatap Bara yang tidak mengalihkan perhatiannya dari tubuh Lily,yang perlahan menghilang di balik ruangan.melihat hal itu,Tuan Stave tersenyum.


“Aku juga pernah merasakan hal yang kau rasakan sekarang,apa kau bahagia bersama putriku?”


Mendengar ucapan Tuan Stave,Bara memalingkan wajahnya karena malu.tidak dia sangka Tuan Stave akan begitu memperhatikannya.


“Saya sangat bahagia berada disisi putri anda,dan ingin menua bersamanya!”


“Sebagai seorang ayah,aku ingin kau membahagiakannya dan jangan membuatnya menderita.karena jika itu terjadi aku akan membawanya kembali ke sisi kami.dan hal yang terpenting adalah,keselamatan mereka,aku ingin kau menjamin itu semua!”

__ADS_1


“Saya akan mengingatnya Tuan,saya akan menjaga putri anda yang berharga!”


“Aku pegang janjimu Bara Andara!”


Bara mengangguk mantap,membuat Tuan Stave tersenyum puas.Tuan Stave tidak sepenuhnya membiarkan Lily begitu saja,ada beberapa orang yang Tuan Stave pekerjakan untuk menjaga keselamatan Lily,tanpa sepengetahuan Lily.


Setelah menikmati sarapan bersama,Lily dan Bara kembali ke Hotel.Lily akan mengirim beberapa desainnya kepada bawahannya di Negara Y,sedangkan Bara akan mengikuti rapat dengan beberapa relasinya.setelah berpamitan dengan kedua orang tua dan putranya,Lily meninggalkan rumah keluarga Stave.


Didalam perjalanan menuju Hotel,tidak hentinya Bara tersenyum membuat Lily mengerutkan dahi,bingung dengan tingkah Bara.


“Ada apa denganmu,kau terlihat sangat bahagia!”


“Tentu saja,karena Papamu telah merestui hubungan kita.tentu saja aku sangat bahagia!”


Lily tersenyum lembut,mendengar ucapan Bara.


Aku juga bahagia karena pada akhirnya Papa merestui hubungan kita,jadi kita bisa berkumpul bersama.


Setibanya di hotel,Bara langsung berpindah mobil dan pergi meninggalkan Felice Hotel,sementara Lily menuju ruangannya.sepasang mata yang telah menanti kedatangan Bara,dengan cepat mengeluarkan ponselnya,dan menghubungi seseorang.


“Dia menginap di Felice Hotel,sejak kemarin dan dia baru terlihat keluar dari hotel pagi ini!”


“Terus pantau dan ikuti kemana pun dia pergi!”


Setelah memutuskan sambungan telepon,pria misterius itu mengikuti mobil yang Bara kemudikan.agar tidak mencurigakan,dia mengikuti mobil Bara dengan jarak aman.hingga mobil Bara memasuki area gedung Sky Group.


Sementara di sebuah apartemen,vero duduk di sofa sambil menebak apa yang Bara lakukan di Hotel.vero berusaha mencari jawaban dari pertanyaan yang muncul di kepalanya,namun tidak ada satupun jawaban yang bisa menjawab pertanyaan yang berseliweran di benaknya.


Sial,aku bahkan tidak bisa menebak apa yang Bara lakukan di Hotel,apakah dia menghabiskan waktunya seharian penuh  bersama seorang wanita?.Tidak mungkin,jika Bara bersama Wanita pasti orang suruhan ku  mengetahuinya.Dia adalah orang yang profesional,jadi aku tidak perlu meragukan kemampuannya.


Vero  berusaha meyakinkan dirinya,kalau sampai saat ini tidak ada wanita yang dekat dengan Bara.pria yang selalu dingin terhadap semua wanita,vero yakin masih ada celah untuknya di hati Bara.


***


Lily mengerjakan desainnya tepat waktu,setelah menyempurnakan beberapa desainnya dengan cepat dia mengirim beberapa contoh desain yang akan digunakan oleh model internasional,yang selalu menggunakan desainnya.


Lily menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya,sambil menunggu balasan email,dia menikmati beberapa buah yang tersaji di mejanya.melihat ada pesan masuk,dengan cepat Lily membuka isi email dan membacanya.Lily menjatuhkan buah yang ada di tangannya,dan terkejut dengan isi email tersebut.


Benarkah ini,aku tidak bermimpi bukan.atau akau sedang berkhayal sekarang,tapi ini terlihat nyata. 


Lily menepuk kedua pipinya,dan menyadarkan dirinya dari mimpi di siang bolongnya.namun rasa sakit di kedua pipi yang dia rasakan,menyadarkan kalau dirinya tidak bermimpi. 


“Papa ,Mama putrimu telah berhasil!”


Kira-kira apa yang terjadi ya,,🤔

__ADS_1


__ADS_2