Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
35.Bertemu Kembali


__ADS_3

Seperti janjinya kemarin,Lila mendatangi kantor yang menghubunginya.Lila mengenakan dress yang terlihat sederhana,namun elegan menambah kecantikannya. Lila memandangi gedung yang menjulang tinggi,yang tertulis jelas dengan nama R Fashion.Lila sedikit gugup,karena untuk pertama kalinya ia memasuki sebuah perusahaan.Lila menarik dan menghembuskan nafasnya,menyemangati dirinya sendiri. setelah masuk Lila menemui sang resepsionis dan mengatakan tujuannya datang. Setelah menunggu beberapa menit, sang resepsionis mengantarkan Lila keruang tunggu, yang sudah diisi oleh beberapa calon desainer muda yang desainnya terpilih sama seperti dirinya.mereka saling sapa,dan saling memperkenalkan diri masing-masing.tak lama kemudian suara pitu terbuka,seorang pria tinggi,gagah dan tampan memasuki ruangan dengan seorang asisten dibelakangnya.Lila dan yang lainnya dengan serempak berdiri, menyambut kedatangan pria tersebut yang tak lain adalah Rangga. Tatapan Rangga tak pernah lepas dari sosok manis Lila,Lila yang tak menyadarinya hanya tersenyum seperti biasanya.


“Sial senyumannya cantik sekali,dan hari ini dia sangat cantik",ucap Rangga dalam hatinya mencoba mencairkan dan mengalihkan suasana hatinya.


”Selamat pagi,perkenalkan saya Rangga Kusuma biasa dipanggil Rangga, CEO dari R Fashion",,ucap Rangga ramah, dan melemparkan senyum terbaiknya, membuat beberapa wanita yang berada di samping Lila, histeris karena senyum menawan sang CEO.


"Senang bisa bertemu dengan kalian,calon Desainer muda",,senyum tak lepas dari sudut bibirnya.


"Melihat karya kalian,saya yakin kalian adalah orang-orang yang berbakat, yang nantinya akan menjadi salah satu Desainer terbaik",,Rangga menggantung kalimatnya dan menatap Lila.


"Jadi selamat bergabung dengan kami,dan kita akan mulai dari pengenalan terlebih dulu",,ucap Rangga semakin ramah,sehingga membuat Lila dan yang lainnya nyaman,dan tak merasa tertekan karena ketakutan.sehari itu Lila dan yang lainnya, lalui dengan memperkenalkan diri dan mulai mengenal bahan dari benang,kain dan sebagainya. Lila sangat antusias,ia sungguh mengikuti pelajaran hari ini,dengan sangat baik. Ketika hendak pulang, kaki tangan sang CEO menghampiri Lila, dan meminta waktunya untuk menemui sang CEO. Dengan sedikit rasa ragu dan berfikir positif,Lila mengikuti kemana pria tersebut membawanya.mereka tiba di suatu ruangan yang cukup luas dan maskulin, harum ruangan itu sama seperti tuannya.sang pemilik membalikkan tubuhnya,dan menatap kagum ke arah Lila. Ia tersenyum dan berjalan mendekati Lila.


“Kau ingat padaku?,, ucap Rangga,Lila hanya tersenyum dan mengerutkan dahinya, mencoba memahami maksud dari pria dihadapannya kini.


"Tentu saya ingat",,jawab Lila sopan,dan Rangga merasa sangat bahagia karena Lila masih mengingatnya.


”Baru saja kita bertemu dan berkenalan, jadi tentu saja saya ingat dengan Tuan",,ucapan Lila sopan, sontak membuat sekertaris Rangga tertawa lepas.ia tak menyangka, Nona yang berdiri dihadapannya kini begitu polos menurutnya.Rangga melototkan matanya,melihat sekertaris dan juga sahabatnya itu tertawa.sedangkan Lila menatap bingung,ke arah mereka.


"Kita pernah bertemu beberapa kali,kau tidak ingat dengan wajahku yang tampan ini",,ucap Rangga membanggakan dirinya,Lila memandangi dan mengingat-ingat wajah Rangga.dan menit berikutnya, Lila menutup mulutnya dengan kedua tangannya,ia baru ingat dengan pria yang kini berdiri dihadapannya,pria yang pernah ia temui di Taman.


“Anda Tuan yang di taman waktu itu? ,yang mengomentari desainku?,,ucap Lila terkejut dan di angguki oleh Rangga,dengan perasaan bahagia Rangga mengulurkan tangannya.


"Aku belum mengenalmu",,ucapnya dengan tangan yang masih menggantung di udara,Lila menyambut uluran tangan Rangga. dengan senyum manisnya ia memperkenalkan namanya.


"Lila Cahyani",,Rangga menatap kagum, gadis yang kini menjabat tangannya.


"Senang bisa bertemu lagi denganmu",,ucap Rangga,yang mengajak Lila duduk dan mengobrol beberapa saat.karena sudah waktunya pulang Lila berpamitan,Rangga yang merasa tak rela harus gigit jari saat melihat Lila meninggalkan kantornya.


“Besok,anda bisa bertemu lagi dengannya Tuan",,ucap sang sekertaris menggoda,baru kali ini juga sang sekertaris berani bicara terhadapnya,membuat Rangga mengangkat alisnya.


"Kau kenapa hari ini?,, Tanya Rangga,pada sang sekertaris.

__ADS_1


"Saya senang,jika Tuan bisa mendapatkan hati Nona Lila,saya mendukung anda Tuan semangat",,ucap sang sekertaris dibarengi dengan kepalan tangan tanda menyemangati,yang membuat Rangga melongo tak percaya.


Lila berada di supermaket, ingin membeli beberapa kebutuhannya,sejenak ia mengingat Han Dan Bara.Lila mengambil beberapa minuman dan menemui sang sopir.


”Pak bisa antar Lila kekantor kak Han?,,ucap Lila yang di angguki oleh sang sopir. mobil yang ditumpanginya, melaju membelah jalan menuju kantor dimana Han bekerja.sesampainya di sana,Lila terpaku melihat gedung yang menjulang tinggi,melebihi tinggi bangunan tempat desainnya diterima.Lila begitu takjub, ia dengan berani melangkahkan kakinya kedalam gedung tersebut. Ia menemui resepsionis dan mengatakan tujuannya,sang resepsionis melirik Lila dari atas sampai bawah,merasa begitu diperhatikan membuat Lila sedikit malu.


”Apakah pakaianku kurang sopan atau ada sesuatu di wajahku?,, pikir Lila dalam hatinya,sang resepsionis melirik jengah kearah Lila,ia bosan mendapat teguran dari sang bos. karena selalu ada wanita,yang mengaku sebagai kekasih ataupun rekan bisnis sang CEO.


“Bos kami sedang keluar, jadi jika anda ingin bertemu maka harus membuat janji terlebih dulu",,ucap sang resepsionis sinis,Lila hanya bisa mengangguk dan tersenyum. ia lebih memilih meninggalkan gedung itu,ketika ia akan melangkahkan kaki, suara seorang pria yang begitu ia kenal memanggil namanya.Lila membalikkan tubuhnya,dan melihat Han telah berdiri dengan senyumnya.


“Kenapa tidak masuk?,, ucap Han lembut sambil membelai kepala Lila,hal itu tak luput dari penglihatan sang resepsionis.yang sudah mulai takut akan kena marah,dan amukan lagi.


"Resepsionisnya bilang,jika ingin bertemu dengan Kak Han dan Kak Bara, harus membuat janji dulu",,ucap Lila lembut, yang di angguki oleh Han.


"Jika yang lain, harus mengikuti aturan tapi kalau kamu itu berbeda",,ucap Han lembut, dan membawa Lila menuju lif.Han menatap sang resepsionis,yang menundukkan kepalanya.sesampainya di ruangan Bara,yang begitu luas Lila menatap takjub ruangan tersebut ,ketika pandangannya tertuju pada sesosok pria yang kini sedang duduk serius. dengan kertas-kertas ditangannya, membuat Lila terpesona dan hanya melemparkan senyum kepada Han. Han mengajak Lila duduk di sofa tanpa bersuara.


“Hei kau tidak merindukan Lila?,tanya Han, yang kini sedang menepuk pelan kepala Lila, yang duduk disebelahnya.Bara hanya membuang nafasnya kasar, tanpa menatap ke arah Han.


"Tidak bisakah kau sendiri yang melakukannya",,ucap Bara kesal.


”Jika kau merindukannya, kenapa tidak memintanya datang kemari',,ucap Han lagi,mencoba mengalihkan Fokus Bara.


”Jika aku membawanya kemari,Mama akan menghajar ku",,keluh Bara saat mengingat ucapan sang Mama.


"Mama tidak ingin calon menantunya, kelelahan jika harus kesana-kemari",,ucap Bara yang membuat Lila malu,namun berbeda dengan Han yang terus saja menggoda Bara,dan menahan senyumnya.


”Bagaimana jika dia berada disini?,, ucap Han lagi,Bara menghembuskan nafasnya, ia menjadi kesal karena pertanyaan yang Han berikan untuknya. Seolah sengaja membuatnya kesal.


“Kalau Lila ku disini aku akan Meng…urungnya",,ucapannya terputus, ketika ia mengangkat kepalanya. Sosok yang begitu ia rindukan, sekarang duduk manis di sofanya bersama Han,yang sedang bermain dengan rambut indahnya.


”kau akan apa?,,ucap Han menggoda,Bara bangun dan melempar Han dengan sebuah bantal.

__ADS_1


“Singkirkan tanganmu sialan!,,Han hanya tertawa,melihat tingkah Bara yang mulai memperlihatkan kecemburuannya.Bara langsung duduk diantara keduanya, dan memeluk Lila posesif.


“Kenapa tidak mengatakan jika mau datang kemari,aku bisa menjemputmu dibawah",,ucap Bara yang langsung mengecup bibir ranum Lila,Han yang kesal memukul kepala Bara dengan bantal.


"Jangan main nyosor sembarangan,kau tidak lihat kakaknya masih disini Hah!,, ucap Han menahan kesal, yang tiada habisnya jika mengingat kelakuan Bara.


"Atau kau mau,aku tak menyetujui hubunganmu?,cap Han kesal,Bara hanya tersenyum,dan menatap Han.


"Kau harus merestui kami, jika tidak aku akan membawanya lari!,,ucap bara yang mendapat cubitan dari Lila,Han meninggalkan mereka berdua dan kembali keruangan. Setelah memberi lemparan bantal kepada Bara.


“Kak Han pergi kemana?,, Tanya Lila,ketika melihat sang Kakak mencoba meninggalkan ruangan.


”Pergi menenangkan hati, dan matanya yang tercemar oleh adegan dewasa!,,ucap Bara usil,Lila hanya menggelengkan kepalanya,Bara memeluk Lila mencium harum tubuh Lila.


”Aku merindukanmu",,ucap Bara,Lila mengusap punggung kokoh Bara.


”Lila juga merindukan Kak Bara,dan mulai besok Lila akan mulai mengerjakan proyek desain!,,Bara mengecup kening Lila lama.


"Lakukan yang terbaik",,Bara mencium bibir Lila dengan lembut,ciuman panjang nan menuntut pun terjadi,Bara mengangkat tubuh Lila,kesebuah ruangan yang lengkap dengan tempat tidur,kamar mandi dan peralatan lainnya.Lila sejenak terkejut,mendapati ruangan yang merupakan tempat beristirahat untuk Bara.


Bara membaringkan tubuh Lila dibawah Kuasanya.mata bening nan indah begitu memikat jika ditatap dengan teliti.Bara menyusuri setiap inci wajah Lila, memberi kecupan-kecupan kecil,Bibir mereka beradu saling memberi dan membalas.ciuman mereka semakin panas,tanpa melepas ciumannya Bara melepas jasnya dan kemejanya. memperlihatkan tubuh kekarnya,yang membuat Lila takjub dan merona karena malu.perlahan Bara kembali mencium Lila, serta mencium bagian lainnya yang ia sukai,tangannya mulai meraba paha Lila dan mengusap perut rata Lila,Dress yang Lila kenakan sudah tak beraturan lagi.nafas mereka saling beradu,gelenyar-gelenyar aneh dirasakan oleh keduanya.Lila tak bisa menolak sentuhan lembut Bara,ciuman Bara semakin kebagian bawah tubuh Lila,memberikan kenikmatan tersendiri bagi tubuhnya.Lila mendesah tak mempu menahan nikmat yang Bara berikan.


“Kau sudah Basah sayang",,ucap Bara ketika menatap mata Lila, yang telah berkabut karena nafsu itu.Bara yang tak ingin mengingkari janjinya pada sang ibu, hanya bisa menikmati bibir dan bagian tubuh Lila yang lainnya, tanpa merenggut apa yang belum menjadi haknya.


“Aku akan mengurung mu, setelah kau sah menjadi milikku Lila!,, ucap Bara parau,Lila hanya tertawa pelan,mendengar ucapan sang kekasih.Bara bangun dari dari tubuh Lila, dan menuju kamar mandi mendinginkan yang sepatutnya di dinginkan.Lila hanya bisa melihat tanpa bisa melakukan apapun,meski sebenarnya ia dan tubuhnya sangat menikmati apa yang Bara berikan.


Hampir satu jam Lila berada di kantor Bara,ia memutuskan untuk pulang dan memasak makan malam.Bara enggan mengijinkan Lila pulang,namun Lila lebih memilih pulang dan tidak ingin membuat Nyonya Santika cemas.Bara dan Han mengantar Lila, sampai diparkiran,hal itu tak luput dari perhatian para karyawan,mereka bertanya-tanya siapa gerangan wanita yang bersama Bos mereka.bahkan mereka bisa melihat senyum dan tawa pada kedua pria yang terkenal dingin itu.


Saat melewati sang resepsionis,Han memberi perintah mutlak jika Lila datang, ia tak perlu membuat janji dan harus langsung diantarkan keruangan Bara. Sang resepsionis terkejut mendengar siapa Lila,dan meminta maaf atas perbuatannya.Han hanya acuh dan meninggalkan sang wanita yang ketakutan,takut jika dipecat dari pekerjaannya.


Sesampainya di rumah Lila langsung mengerjakan pekerjaannya,meski sekarang ia sudah kuliah dan begitu dekat dengan sang majikan.Lila tak lupa siapa dirinya,ia tetap melaksanakan tugasnya dengan sangat baik,ia memasak makanan kesukaan penghuni rumah dibantu oleh beberapa teman sesama pelayan.sedangkan koki masih seperti biasa, dia hanya mendapat tugas membuat sarapan dan makan siang,makan malam akan dikerjakan oleh Lila.

__ADS_1


__ADS_2