Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
152. Bertemu


__ADS_3

Setelah membersihkan diri dan sarapan bersama,dan mengetahui tujuan kedua orang tuanya datang,Bian memutuskan untuk ikut menemui Billy.setelah meminta ijin kepada Tuan Stave,Bara membawa keluarganya ke rumah sakit tempat dimana Nenek Billy dirawat.terlihat kecemasan di wajah Lily,dirinya bisa merasakan apa yang Billy rasakan.Bian menggenggam tangan sang Mommy,memintanya untuk tidak cemas,Karena semua akan baik-baik saja.


Setelah menempuh beberapa puluh menit perjalanan,mereka sampai di rumah sakit yang dituju.setelah memarkirkan mobil,keempatnya bergegas turun dan masuk kedalam rumah sakit.Bara membawa ketiganya  beberapa lorong,hingga salah seorang bawahan Bara menghampiri mereka.mereka berempat serempak mengikuti,kemana orang tersebut membawanya.


Disebuah kamar yang bercat putih,yang merupakan kamar dimana Nenek Billy mendapatkan perawatan.terlihat wanita tua itu terbaring lemah,dengan berapa alat medis yang terpasang di tubuhnya.Billy duduk terdiam sambil menggenggam tangan kurus neneknya,Billy bahkan tak menyadari kedatangan Bara serta keluargannya.Lily menutup mulutnya dengan kedua tangannya,mencoba menahan tangisnya.perlahan Lily mendekati Billy dan mengelus pundak kecil itu,Billy menoleh dan melihat Lily yang berdiri dengan senyum serta matanya yang mulai berkaca-kaca.


Billy masih diam,mimpinya terasa begitu nyata.wanita yang dirinya harapkan kehadirannya,kini berdiri tegak serta tersenyum lembut padanya.airmata Billy mulai mengalir,membasahi pipinya,Billy memeluk tubuh Lily disertai tangisan pilunya.Queen tak kuasa melihat hal tersebut,Queen meneteskan air mata ikut merasakan kesedihan yang di alami Billy.


Lily mengelus pelan bahu kecil nan kurus itu,memberinya kekuatan agar mampu bertahan serta menghadapi semua masalah dengna baik.Lily membiarkan Billy menangis,hingga rasa lelah mulai dirasakan Billy.perlahan Billy melonggarkan pelukannya,dan menatap Lily dengan sambil mengucapakan terimakasih dengan suara seraknya.


“Terimakasih karena telah datang kak,meskipun ini hanay mimpi,tapi Billy sangat senang dan bahagia melihat kehadiranmu.Billy harus kuat,apapun yang terjadi nanti,Billy harus kuat!”


Billy kembali meneteskan air matanya,Lily tak mampu mengucapkan sepatah kata dari bibirnya,yang bisa dilakukannya hanya memberikan Billy peluakan.Bara mendekat dan menyentuh bahu Billy,membuat Billy mengangkat kepala dan menatap pria hangat yang begitu baik padanya.Billy terdiam dan akhirnya menyadari jika dirinya tidak bermimpi,Billy menatap dua bocah yang berada di belakang Bara.Dua bocah yang tersenyum hangat padanya,Billy menatap Bara lagi dan Lily secara bergantian.


“Ini bukan mimpi Billy,kami disini untukmu!”


Billy tak kuasa menhan rasa harunya,dia kembali menangis dan memluk.namun kali ini ia memeluk keduanya dengan rasa haru,Bara mengelus pelan kepala Billy.Queen yang tidak tahan melihat bocah manis dihadapannya terus menangis,dengan gayanya menghampiri Billy.setelah sang Mommy dan Daddy nya melepas pelukannya.”


“Hai bocah manis,jangan cengeng.bocah laki-laki tidak boleh cengeng dan lemah,bagaimana kau bisa melindungi ku nanti,jika kau selemah dan secengeng ini!”


“Queen berdiri sambil bertolak pinggang,memperlihatkan wajah kesalnya yang terlihat imut dimata Billy.Bian menggeleng melihat tingkah sang adik,yang tidak tau tempat itu.


“Queen jangan berkata demikian,Billy sedang bersedih,seharusnya kau menghiburnya bukan menghinanya!


"Queen tidak menghinanya kak,seorang pria memang tidak boleh cengeng dan lemah.jika dia lemah makan dia tidak akan  menjadi pria hebat nantinya,kau harus kuat dan mandiri mulai sekarang!


Mendengar ucapan Queen,memberi Billy motifasi.Billy tersenyum di sela-sela,perdebatan Queen dan Bian.ternayata melihat keduanya secara langsung,lebih menyenangkan.dan keduanya sangat berterus terang,Billy menghapus kedua pipinya yang basah.   


“Aku tidak akan menangis lagi mulai sekarang,aku akan mengingat selalu nasehatmu.aku kaan menjadi pria kuat,serta tangguh.yang bisa melindungi mu suatu saat nanti!”

__ADS_1


“Bagus,itulah yang aku suka!”


Queen dengan ceria menghampiri Billy dan langsung memeluknya,membuat pipi Billy merona karena malu.Bian yang menyadari hal itu,tersenyum dan menggelengkan kepala.melihat ketiganya mulai akur,Bara meminta ketiganya untuk menunggu diluar.semntara dirinya adan Lily ingin menemui Dokter yang menangani nenek Billy.dengan patuh ketiganya keluar kamar dan menuju taman,Queen menggandeng tangan Billy dengan lembut,sementara Billy hanya pasrah dan mengikuti langkah gadis manis di depannya itu.Bian terkekeh melihat sang adik yang begitu yang begitu agresif,Queen memang selalu bisa mencairkan suasana,dan sellau bisa membuat orang tersenyum.


“Sekarang kau melupakan kakakmu yang tampan ini,tadi pagi kau bilang jika sangat merindukan kak Bian.sekarang dihadapan kak Bian,kau menggenggam tangan anak laki-laki lain,sungguh tidak bisa dipercaya!”


“Cih,,kakak cemburu?”


“Tidak,kakak hanya tidak menyangka jika adikku begitu cepat berpindah hati.bagaiamana kalau aku mencari bocah yang lebih imut darinya!”


“Kak Bian!”


Queen menatap Bian dengan tatapan kesal,serta dengan kedua pipi yang mengembung.Bian dan Billy tak bisa menahan tawanya,keduanya tertawa bersamaan,semakin membuat Queen kesal dan melemparkan tatapannya kearah lain.Billy sangat terhibur dengan tingkah menggemaskan Queen,dengan sedikit malu-malu Billy berusaha berucap.


“Aku menertawakan mu bukan karena kau lucu,tapi kau sangat imut dan menggemaskan!”


Ucapan Billy begitu pelan,membuat Bian dan Queen saling melempar pandangan,berusaha mengingat apa yang barusan Billy katakan.


“Aku menertawakan mu bukan karena kau lucu,tapi kau sangat imut dan menggemaskan Queen!”


Billy menutup mulutnya,ketika ia mengucapkan semua ucapannya dengan lantang serta dengan suara keras.dalam menit berikutnya,Bian dan Queen tertawa.wajah Billy merona karena malu,semakin membuat Queen ingin menggodanya.Queen meraih kedua pipi Billy dan menariknya dengan lembut.


“Semua orang juga mengatakan hal itu,tapi kau mengatakannya dengan cara yang teramat manis, bocah pemalu!”


Deg,deg,,jantung Billy berdegup menatap Queen dari dekat,ternyata Queen sangat cantik jika di tatap lebih dekat.dengan perasaan senang Queen menarik tangan Billy kemabli dan membawanya ke taman,ketiganya duduk di sebuah bangku taman dan saling mengobrol.Bian dan Queen berusaha mengalihkan pikiran Billy,dari sang Nenek.


***


Di ruangan Dokter Bara menerima hasil pemeriksaan Nenek Billy,Lily tak bisa menahan rasa sedihnya.Nenek Billy menderita penyakit kanker lambung stadium akhir,meski melakukan operasi pengangkatan kanker para Dokter tidak bisa memastikan keadaannya pasca opearsai.mengingat keadaan sang Nenek yang begitu lemah,pihak Dokter tidak berani mengambil resiko.

__ADS_1


Bara terdiam dan memeluk Lily,setelah bicara dengan Dokter.keduanaya menuju kamar perawatan,mencoba menemui Nenek Billy yang masih terbaring lemah.Lily duduk tepat disebelah Nenek Billy,sambil menggenggam tangan dingin yang kurus itu.usapan lembut dari tangan Lily,membuat Nenek Billy membuka matanya secara perlahan.melihat hal itu Lily begitu senang dan bersyukur,Lily tersenyum dan mencoba berkomunikasi dengan  Nenek Billy,yang begitu berkesan dihatinya.


“Apa perasaan ibu baik-baik saja?”


“Billy!”


“Jangan risau akan keadaan Billy,sekarang dia bersama kedua anakku Bu,mungkin sekarang sedang mengobrol di taman!”


“Terimakasih nak Lily!”


“Jangan bilang begitu Bu,anda harus sehat dan melihat Billy sukses!”


Nenek Billy mulai meneteskan air matanya,sambil menggeleng pelan.dirinya sebenarnya tau perihal penyakitnya,hanya saja dia terkendala biaya pengobatan.Nenek Billy mulai menggenggam erat tangan Lily, dan menatap Bara  secara bergantian.Bara mulai menyadari ada sesuatu yang ingin dikatakan Nenek Billy,karena itu dirinya maju dan duduk tepat di sebelah Lily istrinya.


“Tolong jaga Billy,anggaplah dia anak kalian.hanay kalian orang yang bisa aku percaya menjaga cucuku satu-satunya,Billy akan bahagia bersama kalian.orang tua yang begitu di inginkan Billy,dia anak yang baik dan penurut,dia tidak akan mengecewakan kalian!”


“Aku menyerahkan semua aset ku kepada kalian,sebagai bentuk terimakasih ku, karena  bersedia membantu Billy!”


“Jangan bicara seperti itu Bu,kami menyayangi Billy seperti anak kami.Ibu tidak perlu khawatir aku dan suamiku akan merawatnya dengan baik!”


“Terimakasih,aku sangat berterimakasih pada kalian!”


Ketiganya mengobrol sebentar,sebelum Nenek Billy tertidur kembali karena kelelahan.Bara meminta Lily untuk menjaga Nenek Billy,sementara dirinya akan keluar mencari keberadaan anak-anak.Bara mencari keberadaan anak-anaknya,yang ternyata sedang bermain bola sambil bercanda.terlihat wajah bahagia di wajah Billy,tak ada kesedihan lagi di wajah bocah tersebut.wjah yang tadinya penuh kesedihan serta luka itu,bersinar penuh kebahagiaan.


Perlahan Bara mendekati ketiganya dan merebut bola yang berada di tangan Bian,ketiganya mulai menyerang dan merebut bola dari tangan Bara.keempatnya bermain dengan penuh tawa,melupakan sejenak rasa sedih yang mereka rasakan.ketiganya berlari,mengejar dan merebut bola yang berada di tangan Bara.Queen yang kesal dengan ulah sang Daddy yang tidak mau mengalah,menendang kaki sang Daddy hingga Bara yang kurang keseimbangan terjatuh.Queen duduk di atas perut sang Daddy dan mulai meggelitiknya.Bian tak mau kalah,dengan sigap ia menahan salah satu kaki Bara,begitu juga dengan Billy,membuat Bara kewalahan dan memohon untuk di lepaskan.


“Ayah mengaku kalah,ampun jangan menggelitik lagi!”


Mendengar permohonan sang Daddy,ketiganya merasa puas dan tertawa terbahak-bahak.puas bermain bola,Bara membawa ketiganya membeli ice cream.keempatnya terlihat kompak,serta mulai dekat.Queen merupakan anak yang begitu mudah,untuk dekat dengan siapa saja.berbeda dengan Bian yang sedikit pendiam dan pemilih,sifatnya hampir menyerupai pamannya Diego.namun Bian adalah anak baik,dan bersahabat.

__ADS_1


   


__ADS_2