
Lily mengerucutkan bibirnya melihat kelakuan kedua anaknya,yang begitu menikmati waktunya bersama pamannya.Bara hanya tersenyum dan menggelengkan kepala,melihat sang istri yang ternyata bisa kesal kepada kedua anak kesayangannya.
“Apa kalian tidak merindukan Mommy,kalian berdua sungguh tega.kalau begitu Mommy akana memiliki anak lagi yang selalu ingat sama Mommy!”
“Boleh Mom,Queen ingin adik perempuan yang imut dan cantiknya sama seperti Queen!”
“Jangan adik perempuan lagi Mom,adik laki-laki aja.cukup Queen aja adik perempuan Bian!”
“Kenapa hanya Queen,jika ada satu lagi yang sama kayak Queen kan lebih seru!”
“Cukup Queen saja yang membuat kak Bian pusing,dan adik perempuan itu cerewet Mom!”
“Kak Bian!”
Queen meneriaki sang kakak,dan tidak terima dengan apa yang Bian katakan.bukan Bian namanya jika tidak menjahili sang adik,Han hanya bisa tertawa melihat kelakuan keduanya jika sudah bertemu.
“Mommy bersenang-senanglah di sana seperti kami disini,Kami menyayangi Mommy!”
“Kau dengar ucapan kedua anakmu,nikmatilah waktu berdua kalian,karena jika liburan selesai,kalian tidak akan memiliki banyak waktu untuk berdua.dan jangan lupa pesan mereka,buatkan adik ke tiga untuk mereka!”
“Kak Han!”
“Hahahaha,,baiklah lanjutkan Honeymoon kalian,sementara kami akan melanjutkan makan kami yang mewah!”
“Anak-anak Daddy yang pintar,jangan membuat paman kalian kerepotan.dan jika kalian bertemu wanita cantik,kalian bisa mengenalkannya dengan paman kalian itu.kasihan paman Han,belum memiliki kekasih sampai sekarang!”
“Bara!”
Bara memutuskan sambungan Video call nya,merasa puas karena bisa mengatai Han di depan anak-anaknya.Lily hanya bisa menggelengkan kepala,melihat kelakuan jahil sang suami.sementara Han menggerutu kesal,mendengar ucapan Bara di hadapan kedua keponakannya.apalagi menerima tatapan dari mata Queen yang jernih,membuat Han salah tingkah di buatnya.
“Jadi paman belum punya kekasih?”
__ADS_1
“Tidak mungkin Queen,paman pasti memiliki seorang kekasih.mungkin saja paman belum ingin mengenalkannya kepada kita,paman Han pria tampan dan idaman semua wanita dewasa.seperti halnya Daddy dan Daddy Diego!”
“Seperti Queen yang sangat menyayangi paman Han!”
Han menjadi malu mendengar ucapan kedua bocah di hadapannya,malu karena di usianya sampai saat ini ,dirinya belum memiliki tambatan hati.wanita itu masih jauh dari jangkauannya,Han masih belum melancarkan aksinya untuk mengenal lebih sang wanita.
“Carilah wanita yang cantik dan baik seperti Mommy,dan tante Karin.yang menyayangi Daddy,dan paman Diego serta menyayangi kami.terutama menyayangi paman,Karena Queen tidak ingin melihat paman kesayangan Queen bersedih.jika itu terjadi,Queen akan marah pada wanita tersebut!”
“Sepertinya paman sudah memiliki pacar sekarang!”
“Queen adalah cinta pertama Paman Han,kalau kak Bian tidak percaya coba tanyakan ke paman Han!”
Bian langsung menatap Han dengan tatapan yang mengharapkan jawaban,Han tersenyum melihat mata kedua bocah polos di hadapannya.
“Benar yang Queen katakan,cinta pertama paman adalah Queen.dan sampai sekarang Queen adalah gadis yang memiliki hati pamanmu yang tampan ini!”
Queen tersenyum puas mendengar jawaban Han,sementara Bian hanya mengangguk dan mengiyakan apa yang Han katakan.jika tidak drama panjang akan Queen lakukan,untuk mendapatkan pengakuan dari sang paman,yang memang selama ini menjadi idaman sang adik.
Ketiganya kembali menikmati makan malam dengan penuh obrolan seru,tentu saja semua cerita dari Queen.Han dan Bian hanya menjadi pendengar,dan sesekali berkomentar atau sekedar menjawab apa yang Queen tanyakan.
“Minumlah,agar tubuhmu ,merasa lebih hangat.udara disini lumayan dingin!”
Lily menerima segelas anggur yang Bara bawa,keduanya duduk sambil menikmati anggur di tangan masing-masing.tatapan Lily yang sedang memikirkan sesuatu,berhasil Bara tangkap.Bara menyentuh tangan Lily,dan mengelusnya pelan.
“Apa ada sesuatu yang kau pikirkan,jika ada katakanlah mungkin aku bisa membantu atau memberi solusi padamu.apa kau memikirkan Billy?”
Lily mendesah pelan dan menatap Bara,yang masih setia mengelus tanganya.Lily tersenyum hangat mendapat perlakuan manis dari suaminya,sungguh dirinya sangat beruntung mendapatkan Bara,sebagai suami serta Ayah dari anak-anaknya.
“Apa yang kau katakan benar,aku memikirkan Billy.seharusnya bocah di usianya masih sekolah dan menuntut ilmu,tapi Billy harus merelakan masa itu untuk membantu Neneknya menjaga dan mengurus perkebunan!”
“Billy masih beruntung memilki seorang Nenek yang teramat menyayanginya,dibandingkan anak-anak diluar sana,yang mungkin memiliki hidup lebih sulit dari Billy.jika kau mau,kita bisa bicara pada Nenek Billy.kita sekolahkan dia,bagaimana?”
__ADS_1
Mata Lily bersinar penuh kebahagiaan,dirinya ingin sekali membantu Billy,yang memang harus sekolah.setidaknya bocah itu harus memiliki pendidikan.
“Tapi jangan berharap lebih,dan kecewa dengan hasilnya.kau tau bukan jika Billy adalah tumpuan Neneknya,dan hanya Billy keluarga yang dimiliki neneknya!”
“Aku mengerti maksudmu,aku akan terima apapun keputusan Nenek Billy!”
Bara menarik tubuh Lily dan membawanya ke pelukannya,kecupan manis mendarat di keninganya.keduanya menikmati malam yang sedikit dingin itu,dengan penuh kehangatan.
Aku sangat beruntung memiliki mu disisi ku Lily,kau wanita berhati malaikat.kau juga seorang ibu yang begitu baik,tidak sia-sia semua pengorbananku untuk mendapatkan mu,,
Malam mulai larut keduanya memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh serta pikiran mereka,masih ada hari esok yang menanti mereka berdua.hari-hari mereka lewati dengan penuh kesenangan serta kebahagiaan,tanpa terasa hari ini adalah terakhir mereka liburan.besok pagi keduanya sudah harus kembali ke kota,Billy yang mengetahui hal itu menjadi sedih.kebersaamannya bersama Lily dan Bara,cukup berkesan dan membekas dihatinya.
Billy duduk sambil menundukkan kepala,merasa sedih karena sebentar lagi tidak akan bertemu maupun berkumpul bersama keduanya.sang Nenek yang melihat cucunya duduk dengan wajah yang di tekuk,mulai mendekat dan duduk di sebelah cucu terkasihnya.
“Apa ada sesuatu yang membuat cucu kesayangan nenek ini bersedih,jika ada coba katakan pada Nenekmu ini!”
Billy mengangkat kepalanya,dan menatap mata teduh sang Nenek yang sampai saat ini menjadi satu-satunya keluarga yang dirinya miliki.Billy tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan,mencoba menyembunyikan kesedihan yang dirinya rasakan saat ini.namun sang Nenek yang begitu mengenal cucunya,tentu tidak percaya dengan apa yang Billy katakan.
“Apa kau bersedih karena Nona serta Tuan Bara akan kembali ke kota,dan meninggalkan tempat ini?”
Deg,jantung Billy berdegup kencang mendengar pertanyaan sang Nenek,Billy tak dapat membendung perasaannya,dirinya hanya bisa meneteskan air mata dan menganggukkan keplanya.Sang Nenek hanya bisa mendesah pelan,bagaimanapun baru pertama kali sang cucu merasakan kehangatan sebuah keluarga yang lengkap.karena itu cucunya pasti merasa kehilangan,sang Nenek meraih tubuh Billy dan memeluknya.memberikan kekuatan dan ketenangan pada bocah tersebut.
“Mereka harus kembali,karena di kota mereka juga memiliki keluarga.mereka memiliki dua orang anak,yang membutuhkan mereka sayang.simpanlah kenangan manis mu bersama mereka,di dalam hatimu yang paling dalam!”
Billy memejamkan matanya mendengar ucapan sang Nenek yang benar adanya,namun kenapa hatinya menjadi sangat sedih,ketika harus berpisah dari Lily dan Bara.Billy hanya bisa menangis sesenggukan di pelukan Neneknya,dirinya harus kuat dan mengenang dua orang dewasa itu di dalam hatinya.setelah puas menangis Billy melepaskan pelukannya,dan menatap sang Nenek yang tersenyum hangat padanya.
“Billy tidak akan bersedih lagi,Billy akan mengenang mereka sebagai orang tua Billy.karena Billy menyayangi mereka,meski baru mengenal meraka beberapa hari,hati Billy mulai menyayangi mereka Nek!”
“Kau anak yang baik serta pandai,semoga saja dimasa depan kau akan menjadi anak yang sukses.doa Nenek selalu menyertaimu cucuku!”
Billy tersenyum lembut dan mengelus wajah sang nenek yang mulai keriput itu,tanpa mereka berdua sadari Lily mendengar percakapan mereka.Lily menahan isak tangisnya,mendengar kejujuran Billy yang menyayangi dirinya dan suaminya.Lily meninggalkan keduanya,perasaannya begitu tersentuh.Lily menghapus air matanya yang membasahi kedua pipinya,dirinya melangkahkan kaki ke kamar untuk menenangkan diri.
__ADS_1
Melihat mata Lily yang memerah Bara sedikit terkejut,dengan langkah lebar Bara menghampiri sang istri dan memeluknya.Bara diam dan tidak bertanya kepada Lily,namun dirinya yakin pasti ada sesuatu yang terjadi.sehingga Lily begitu bersedih dan menangis sejadi-jadinya di pelukannya.